CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
NIAT DIKA


__ADS_3

💫 Mutiara Hikmah 💫


Untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, Kamu harus BERSABAR Dengan apa yang kamu benci.


💫 _Imam Ghazali_💫


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Tatapan istrinya yang penuh Arti membuat Wira ingin menggodanya lagi.


"Kenapa masih belum percaya ya kalau suami kamu tampan" goda Wira sembari meletakkan jari jempol dan telunjuk di dagunya lalu menaik-turunkan Alisnya, membuat Asyifa salah tingkah dan malu karena tanpa sadar ia memandangi suaminya


"Iiss apan kak Wira, " Balesnya malu-malu meong.


"Ay, Istri kecilku lagi malu ya,?"


"Nggak kok"


"Masa sih,?"


"Iya loh.."


"Tapi kenapa wajah istriku jadi merah ya?" godanya lagi.


"Eh, udah akh,.. iya Ara malu" Balesnya dan menundukkan wajahnya..Wira Tersenyum melihatnya, lalu ia pun mengangkat dagu Asyifa dan otomatis mereka pun saling bertatapan.


"Syifa, akukan sudah pernah bilang aku adalah suamimu, dan apa yang ada di diriku adalah milikmu, jadi kamu bebas dan tak perlu malu, paham?" ujar Wira penuh kelembutan. dan di bales Asyifa dengan anggukan saja.


"Syifa?.. apakah perkataan ku tadi, akan menjadi kebalikannya pada mu juga?" tanya Wira penuh makna dan di anggukkan oleh Asyifa pelan..


"Alhamdulillah, jadi Bolehkah?" ucap Wira dengan tatapan mata lembutnya mengarah ke bibir merah merona milik istrinya, Asyifa yang teringat akan perkataan ustadzahnya ia pun mengangguk pelan kepalanya,


Karena lampu hijau sudah menyala Wira pun dengan perlahan mendekati wajahnya ke wajah istrinya, dan mulai meraih bibir merah merona yang sejak tadi seperti menggodanya itu dengan bibirnya, untuk beberapa detik bibir mereka saling bertautan penuh dengan kelembutan, hening hanya terdengar suara degupan Jantung mereka yang memburu.


setelah itu ia juga mengecup kening Asyifa dengan lembut, Asyifa yang tak pernah mengerti dengan hal itu hanya bisa pasrah dan mengikuti saja apa yang di lakukan suaminya.


"Terimakasih Ara " Ucapannya sembari menempelkan dahinya ke dahi Asyifa.


"Na'am" bales Asiyfa pelan dan singkat.


"Sekarang istirahatlah, aku akan bikin Makanan buat kamu ya" ujar Wira


"Eh emang kak Wira bisa?" tanya Asiyfa penasaran.


"Hmm kita lihat saja nanti" ucapnya sambil mengedipkan matanya. membuat jantung Asyifa kembali berdesir. membuat ia tak bisa berkata-kata lagi.


"Sekarang tidurlah istriku " titahnya dan kembali mengecup kening Asyifa, dan Asyifa pun memejamkan matanya, setelah di rasa istrinya sudah tertidur ia pun melangkah keluar menuju dapur, karena ia ingin memasak untuk istrinya.


"""""""""""


Sementara di sisi lain di rumah Ustadz Khairul.

__ADS_1


Nina yang tadi di panggil oleh seorang santriwati yang di perintahkan oleh ustadz Khairul.


Kini ia telah sampai di rumah Ustadz Khairul.


"Assalamu'alaikum" salamnya saat ia sudah di depan pintu rumah Ustadz Khairul.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" Bales mereka yang ada didalam dan ternyata di rumah Ustadz Khairul lagi ada tamu.


"Masuklah, nak dan duduklah disamping umi" titah Ustadz Khairul pada Nina


"Na'am bi " Nina pun duduk di sebelah umi syadiah.


"Nak, kamu tahukan kalau kamu sudah di Amanahkan orang tua mu pada Abi? tanya Ustadz Khairul membuka pembicaraan.


"Na'am bi, in syaa Allah Nina ingat" bales Nina lembut.


"Alhamdulillah, Nah jadi keputusan Abi akan menjadi keputusan orang tua kmu apakah itu benar nak? tanya Ustadz Khairul lagi.


"Na'am bi itu benar" bales Nina lagi.


"Sekarang Abi mau bertanya bolehkah?"


"Silakan Abi,"


"Nak?, kamu sudah mengenal nak Dika?" tanya Ustadz Khairul lembut.


"Alhamdulillah ana kenal bi" bales Nina yang hanya menunduk wajahnya


"Alhamdulillah,.. nak.., nak Dika datang kemari berniat ingin mengkhibahmu apakah kamu bersedia nak?" tanya Ustadz Khairul lembut mengutarakan Niat Dika.


"Nak Dika apakah kamu mendengar yang di pertanyakan Nina tadi? dan jawablah pertanyaannya nak" ujar Ustadz Khairul pada Dika.


"Iya saya akan menjawab.. Bismillah saya niat mengkhitbah Nina untuk mengajaknya beribadah karena Allah Bi" jawab Dika mantap.


"Maa syaa Allah, Apakah kamu mendengarnya nak?" tanya Ustadz Khairul kembali pada Nina


"Na'am Bi"


"Lalu apa jawaban kamu sekarang nak?" tanya Ustadz Khairul lagi.


"Bismilah, karena akhy Dika Niat untuk ibadah karena Allah, in syaa Allah ana menerimanya bi " bales Nina yang masih menundukkan wajahnya.


"Alhamdulillah, Tabarakallah.." ucap Ustadz Khairul senang, bukan hanya Ustadz Khairul saja yang senang tapi Dika melebihi kata dari senang.


"Kamu sudah mendengar jawaban Ninakan lalu kapan Niat kamu untuk mengijabnya nak?" tanya Ustadz Khairul pada Dika lagi.


"Saya berniat secepatnya, gimana sama Nina bi? jawab Dika mantap dan kembali bertanya.


"Gimana nak,.. apa jawaban kamu Nina?" tanya Ustadz Khairul lagi pada Nina.


"In syaa Allah Nina mengikuti yang terbaik saja bi" jawab Nina yang masih menundukkan wajahnya.

__ADS_1


" Kamu sudah dengar nak?" tanyanya lagi yang di tuju pada Dika.


"Alhamdulillah, kalau begitu bagaimana kalau Akhir pekan ini abi, Acara ijabnya, karena kebetulan Ardiyan dan yang lain akan ke kampung Ustadazah Lisa, bukankah kampung Nina di sana juga.? tutur Dika lagi.


"Apakah kamu bersedia nak?" tanya Ustadz Khairul pada Nina.


"Bismilah, in syaa Allah ana bersedia bi"


"Alhamdulillah " jawab mereka serentak.


" Ya sudah apakah sekarang kamu berniat ingin melihat calon istrimu nak?" tanya Ustadz Khairul pada Dika..


"Iya kalau Nina bersedia bi" bales Dika mantap.


"Gimana nak bolehkah Calon suamimu melihat wajah kamu?" tanya Ustadz Khairul lagi pada Nina.


"In syaa Allah Bi" Balesnya lalu ia pun mulai membuka cadarnya dan nampaklah wajah cantik nan ayu membuat Dika terkesima melihat kecantikannya.


"Maa syaa Allah begitu sempurna Allah menciptakan mu Nina" ujar Dika tanpa sadar dan di dengar oleh ustadz Khairul ia pun tersenyum.


"Sekarang tutuplah kembali wajah mu nak, belum saatnya calon suamimu menikmatinya berlama-lama " ujar Ustadz Khairul sedikit menggoda Dika, Nina pun menutup kembali wajahnya dengan cadarnya.


"Eh, Astaghfirullah, maaf Abi " ucap Dika malu karena ketahuan memandang Nina sampai ternganga karena terkesima, oleh ustadz Khairul.


"Hahahaha, sabar ya nak, akhir pekan tinggal 4 hari lagi bukan?" goda Ustadz Khairul sambil terkekeh karena melihat Dika menjadi salah tingkah.


"Eh, i,iya Ustadz, eh Abi" ia menjadi gugup


"Hahaha kenapa sekarang jadi gagap nak?"


"Eh Abi, tidak apa-apa Bi"


"Ya sudah kamu persiapkan segalanya karena waktu mu tinggal sedikit lagi." ujar Ustadz Khairul yang tidak ingin berlama-lama menggoda Dika lagi.


"Baiklah bi kalau gitu Dika pamiit pulang, ya" pamit Dika


"Saya pamit pulang Nina" ujarnya juga pada Nina dan di anggukkan saja oleh Nina.


"Assalamu'alaikum" salamnya


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka serentak, Dika pun langsung pergi meninggalkan keluarga ustadz Khairul.


*BERSAMBUNG


**************


JANGAN LUPA YA..


VOTE,,,, Bonusin Author kalau suka dengan bab ini


LIKE,,,, kalau ingin nyemangati Author

__ADS_1


KOMENTAR,,,, Kalau apa yaa 🤔🤔🤔 pokonya biar Author banyak dapat inspirasi deh


Jangan lupa ya guys Syukron 🙏😊**


__ADS_2