CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MENGGODA SUAMI ORANG.


__ADS_3

___💛 MUTIARA HIKMAH 💛___


"Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera, tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur. Dan menyadari itu adalah sebagian dari cara Allah menyayangi hambanya"


___[ Quotes of the day]___


{{{{{💛}}}}}💛{{{{{{💛}}}}}}💛{{{{{💛}}}}}


"CEO's Room"


Seorang wanita yang nama wah nampan yang di atasnya ada secangkir kopi berdiri tepat di depan pintu ruangan yang bertuliskan CEO'S ROOM, dan sudah bersiap untuk mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk!" seru seseorang dari dalam. dan wanita itu, pun membuka pintunya.


"Permisi pak, ini kopi anda pak!" Ujar wanita itu saat sudah berada di dalam, Andi yang seperti i mengenal suara itu, ia jadi penasaran dan ia pun melihat Siapa yang datang, dan ia tersentak kaget, saat melihat wanita tersebut


"Mirna?!, kemana Dini, kenapa kamu?!" tanya Andi sedikit tersentak saat melihat wanita itu yang ternyata Mirnarni alias Minul.


"Maaf mas, Dini ada perlu jadi saya yang membawa kopi mas" kata Mirna sembari memberikan senyuman manisnya.


"Jangan panggil saya mas di saat jam kerja!!" tegas Andi yang mulai kesal dengan keberanian Mirnarni.


"Maaf mas, eh pak, "


"Sekarang pergilah dari ruangan saya!" titah Andi, sebenarnya dia tidak suka lihat sikap minul yang sangat berani padanya dan ia sebenarnya ingin sekali mengikuti saran dari Beny untuk menyingkirkan Mirnarni, Namun ia teringat peristiwa di malam saat Andi di tembak, kalau bukan karena dia mungkin saat ini Andi sudah tidak ada lagi di dunia ini, karena di saat peristiwa itu tidak ada siapapun dan hanya Minul yang akhirnya menyelamatkannya.


"Baiklah mas, eh pak, tapi minumlah dulu kopinya Setelah itu saya akan pergi" kata minul sambil menyodorkan cangkir kopi itu ke hadapannya Andi.

__ADS_1


Andi mengerenyit "kamu memberi perintah pada saya?!" Tanya Andi dengan tatapan dinginnya.


"Eh, tidak saya cuma ingin memastikan Apakah hasil kerja saya bikinkan kopi untuk bapak sudah benar?" dalih Mirnarni


"Baiklah aku akan meminumnya " kata Andi dan ia pun langsung meraih cangkir berisikan kopi itu dan ia langsung meminumnya, dan nampak minul tersenyum puas, saat melihat Andi meminum kopinya.


"Apakah kau sudah puas, sekarang pergilah!" kata Andi lagi setelah ia meminum kopinya.


" Eh, katakan dulu bagaimana mas, eh pak, Apakah kopi buatan saya enak ?" tanya Mirnarni dengan wajah di buat polos.


"Apakah harus di jawab?" tanya Andi datar.


"Ya harus dong mas, biar aku tahu seleranya mas seperti apa, " kata Mirnarni sembari ia mengedipkan sebelah matanya, dan dengan bibir yang di buat seksi, membuat Andi kaget, dan ia pun merasakan tubuhnya tiba-tiba memanas,


"Kamu?!, apa yang kau campurkan pada kopi ini" tanya Andi yang nampak ia sudah berkeringat.


Mendengar pertanyaan Andi Mirna tersenyum karena ternyata obat yang ia campurkan Seperti mulai bereaksi, lalu ia pun mulai berani menghampiri Andi yang sedang duduk di kursi kebesarannya. lalu dengan berani ia menyentuh pipi Andi dengan jari telunjuknya.


"Kamu?!, apa yang kamu lakukan, cepat menyingkir dari hadapan gue!!" bentak Andi yang sepertinya ia sedang berusaha tetap tersadar, dan ia juga berusaha ingin mendorong Mirna dari pangkuannya namun ternyata tubuhnya tidak bisa ia gerakkan.


"Ayolah mas, jangan marah-marah begitu kita buat hari ini, adalah hari terindah buat kita" kata Mirnarni yang tangannya mulai beraksi memberi sentuhan pada tubuh Andi.


"Jangan macam-macam Lo Mirna, mulai saat ini lo gue pecat! pergi dari sini!! " Bentak Andi dengan suara yang sudah berat menahan gejolak di tubuhnya.


"Pecat?, Apakah itu akan terjadi setelah Mas menikmati indahnya bercinta denganku?" tanya Mirna yang kini iya mulai berani menyentuh bibir Andi dan bahkan Ia masih berani menyatukan bibirnya pada bibir Andi, sembari tangannya membuka dasi Andi dan Bahkan ia mulai membuka kancing baju Andi satu persatu dan memberikan sentuhan pada dadanya.


Melihat kelakuan Mirna yang mulai berani Andi berdesis seperti menahan hasratnya yang mulai meningkat" esssht, Hentikan Mirna!!" bentak Andi yang kesal karena tubuhnya tidak bisa bergerak.


"Ayolah mas, jangan menahannya nikmatilah sayang, biar aku yang memainkannya kamu cukup menikmati sensasi permainan ku saja ya Mas " Kata Mirna yang nampaknya ia sudah berhasrat karena lihat tubuh Andi yang nampak menggairahkan baginya, dan bahkan ia menarik bajunya sendiri secara paksa sehingga kancing bajunya terlepas dan ia pun mulai menelusuri tubuh Andi dengan memberikan kecupan lembut pada Andi. dan saat bersamaan, pintu ruangan tersebut terbuka.

__ADS_1


"MIRNAA!!" Suara menggelegar seorang laki-laki mengagetkan Mirna, dan spontan ia turun dari pangkuan Andi dan langsung melihat siapa yang datang, ternyata Beni yang datang dengan seorang wanita bercadar di sampingnya.


Andi juga tersentak kaget saat melihat seorang wanita yang di sampingnya Beny.


"Nadziha?!" katanya dengan suara yang bergetar menahan sesuatu.


Sedangkan Mirna langsung berdiri di samping kursi Kebesaran Andi itu, berusaha menutupi dadanya yang sempat terbuka.


"Maaf saya hanya mengikuti keinginan pak Andi " kata Mirnarni sambil menundukkan wajahnya.


"Oh Iyakah?, kalau begitu terima kasih karena Anda telah menunjukkan sebagai karyawan yang mentaati perintah bosnya sekarang Anda boleh keluar karena saya ingin berbicara pada suami saya " kata Nadziha datar.


"Tapi bagaimana dengan saya, yang sudah seperti ini, saya malu mbak, dan pak Andi harus bertanggung jawab sama saya mbak, " kata Mirna yang dibuat sedih wajahnya.


"Oh iya?, apakah anda yakin bahwa suami saya sudah ah membuat anda malu? atau anda sendiri yang membuat diri Anda tidak memiliki rasa malu karena telah menggoda suami orang?" tutur Nadziha, membuat mirna kaget akan perkataan Nadziha.


"Apa maksud anda Nyonya?" tanya Mirna penasaran.


"Maksudnya, anda akan mengetahui setelah anda ikut dengan Pak Beni, dan sekarang anda bisa pergi dari sini! atau saya harus memanggil sekuriti untuk menyeret anda pergi dari sini?" kata Nadziha dingin.


"Saya akan pergi sekarang, permisi!" dengan wajah kesalnya, Akhirnya Mirna pergi mengikuti Beny, meninggalkan ruangan Andi, dengan wajah tertunduk dan tangan masih memegang baju yang kancingnya sudah pada berhamburan akibat ia menariknya sendiri.


Setelah kepergian Mirna dan Beny, Nadziha menghampiri Andi yang masih belum bisa bergerak dari kursi kebesarannya, dengan baju yang sudah terbuka yang menampakan dada bidangnya yang telah dipenuhi warna merah lipstik berbentuk bibir sudah memenuhi dadanya dan bahkan di lehernya juga tak luput dari tanda merah yang telah ditinggalkan oleh Mirna, Andi yang wajah dipenuhi dengan keringat memperhatikan istrinya yang sedang menatap ke arahnya.


"Nad, Aku.." Andi Seperti ingin menjelaskan sesuatu namun perkataannya terhenti oleh perkataan Nadziha.


"Jangan katakan apa pun lagi!"


******

__ADS_1


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR yang banyak maka dalam waktu yang singkat Author akan update kembali.


__ADS_2