CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
SPESIAL BULAN RABI'UL AWWAL.


__ADS_3

เณ‹เน‘เญจโœฅ ๐Ÿ’ KALAM ULAMA๐Ÿ’ โœฅเญงเน‘เณ‹


"Ketika aku diingatkan tentang bulan Rabi'ul Awwal, hatiku riang gembira, semangat shalawat bertambah. Karena di bulan tersebut manusia pilihan, Baginda NABI MUHAMMAD ๏ทบ dilahirkan"


๐Ÿ“š[ Al HABIB UMAR BIN HAFIDZ ]๐Ÿ“š


โค๏ธุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู“ู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู’โค


เณ‹เน‘เญจเญงเน‘เณ‹เณ‹เน‘เญจ๐Ÿ’ เญงเน‘เณ‹เณ‹เน‘เญจเญงเน‘เณ‹


Masih suasana perjalanan di dalam Bus..


para lelaki masih bernyanyi-nyanyi bersorak-soray, mereka hanyut dalam kesenangan bersama namun tiba-tiba Asyifa mengeluarkan suaranya.


"Huh!, tidak bermanfaat sama sekali!" celetuknya spontan para lelaki mengarah ke Asiyfa yang sedang duduk di samping Nadziha.


Yaa, walaupun Mereka pergi dengan pasangan masing-masing namun di dalam bus mereka duduk terpisah seperti saat ini Asyifa duduk bersama Nadziha, Nina bersama Lisa sedangkan Anisah bersama Twins begitu juga para suami. Ardiyan bersama Wira, Dimas bersama Dika, Andi bersama Benny dan Rendi bersama Hans dan ada beberapa anak buah mereka duduk paling belakang, Ardiyan tetap harus waspada, walaupun musuh-musuh mereka sudah tak ada lagi.


"Benarkah?, lalu apa yang bermanfaat Nyonya Wira?" tanya Wira yang sedang duduk di sebrang kursi Asyifa.


"Inikan bulan Rabi'ul Awwal, tuan Wira, seharusnya kita bergembira menyambut bulan kelahiran Nabi kita, iyakan Ustadzah Nisah?" tutur Asyifa dan juga meminta dukungan dari Anisah.


"Yap!, benar sekali sayang" sambung Anisah.


"Tuh, kan Syifa benar week!" kata Asyifa sembari kedua tangannya yang beada di kuping ia lambaikan ujung tangannya, membuat Wira tersenyum melihat istrinya yang seperti anak kecil.


"Huh, dasar anak kecil!" ucapnya lirih, lalu apa yang bermanfaat Nyonya Wira, di jelaskan dong" Lanjut Wira lagi sedikit Menggoda.


"Penjelasannya sama Ustadzah Nisah dong" bales Asiyfa, yang kini tangannya sudah ia lipatkan di dadanya.


"Kok Ustadzah di Syifa?, kamu dong, yang jelasin" Bales Anisah.


"Iyakan Ustadzah lebih paham, karena Ustadzah adalah Ustadzahnya "kata Asyifa lagi.


"Tapikan sebentar lagi kamu juga akan menjadi Ustadzah kan Syifa " Sambung Nina juga.


"Eh, kata siapa?, orang Syifa masih Santriwati pun" sangkal Asyifa.


"Kata kami! selaku Ustadzah kamu!" Ujar Anisah, Lisa dan Nina secara bersamaan,


"Eh, curang Ustadzah, beraninya keroyokan" protes Asyifa yang merasa di serang oleh para Ustdzahnya.


"Sudahlah nyonya Wira, jangan banyak alasan, sekarang jelaskan pada kami" Sambung Ardiyan, yang ngikutin Wira memanggil Asyifa dengan Nyonya.


Asyifa mendengus "Eh, kenapa bang Diyan ngikutin mas Wira manggil Nyonya sih!" protesnya. " Huh!, ini gara-gara mas Wira!" gumamnya namun masih terdengar oleh mereka, dan sepontan mereka tertawa karena dari sorotan mata Asyifa menandakan ia sedang kesal pada Wira.


"Jangan Marah dong Nyonya Wira, sekarang jelaskan dong mana yang bermanfaatnya, kamu nggak bisa ngelak lagi loh, karena tadi para Ustadzah kamu sudah mengatakan sebentar lagi kamu juga akan menjadi Ustadzah jadi sudah pasti kamu tahu dong" Tutur Wira mendesak Asyifa agar menjelaskan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka.


"Iss, Iya iya!, hum! awas jangan kamu ya mas!" Ancam Asiyfa pada Wira, dengan sorotan mata yang terlihat kesal.


"Wadauu, gaswat nih kayaknya malam ini ada yang bakalan nganggur nih, hahaha" celetuk Dimas yang ternyata ia menangkap sorotan mata Asyifa yang sedang kesal.

__ADS_1


"Ah kata siapa?, Nyonya Wira mah, tidak akan seperti itu kok, iyakan sayang " rayu Wira pada Asyifa, namun dengan spontan Asiyfa membuang wajahnya, membuat tawa Dimas semakin pecah.


"Huahahaha, seru nih bakalan ada yang nganggur Ey!" Ledek Dimas membuat Wira mendengus kesal mendengar perkataannya.


"Hus!, Lo ya, paling senang kalau orang mendapatkan kesusahan" Tegur Ardiyan pada Dimas.


"Eh, kata siapa?, nggaklah!, gue tuh, cuma senang kalau ada yang nganggur malam, bukan nganggur perkejaan bro!" Dalih Dimas.


" Iss, sudah sudah!, Apaan sih nih para Ikhwan (laki-laki) ngomongnya kok jadi pada ngelantur sih! bibie lagi, bisa nggak?, nggak nimbrung masalah rumah tangga orang!" Tegur Lisa, yang juga memberikan sorotan tajam pada Dimas.


"Ouuh,.. karma berlaku dengan spontan ya, hihihi" Celetuk Andi ikut cekikikan Melihat Dimas kenak semprotan oleh Lisa juga.


"Mas Andi!!, baru saja ty Lisa ngomong jangan nimbrung di urusan rumah tangga orang malah ngikut juga sih" Tegur Nadziha yang ikut memberikan sorotan mata keselnya.


"Sudah sudah sudah, jangan ada yang bersuara lagi, jangan sampai syetan merasa senang karena pertengkaran kalian semua" Kata Anisah yang meleraikan pertengkaran para sahabatnya.


"Benar itu..." Ardiyan ingin menyambung tiba-tiba..


"Sssth, jangan bersuara hubby!" kata Anisah memotong perkataan Ardiyan sembari menaruh jari telunjuknya di bibirnya yang tertutup cadar.


"Sekarang kita bersholawat, Tibbil Qulub saja ya, karena Tibbil Qulub, artinya obat atau penyembuh hati, karena berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT untuk diberikan kesehatan lahir dan batin, " tutur Anisah lembut " Asyifa kamu duluan ya biar yang lainnya pada ngikut" Lanjut Anisah Lagi.


"Baiklah Ustadzah " bales Asiyfa, dan ia pun langsung memulai bersholawatannya.


Sholawat Thibbil Qulub


_________________________


ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูฐู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง


Allahumma Sholli โ€˜ala sayyidinaa


ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุทูุจู‘ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจู ูˆูŽุฏูŽูˆูŽุงุฆูู‡ูŽุง


ูˆูŽุนูŽุงูููŠูŽุฉู ุงู„ู’ุงูŽุจู’ุฏูŽุงู†ู ูˆูŽุดูููŽุงุฆูู‡ูŽุง


Wa โ€˜afiyatil abdaani wa syifaa ihaa


ูˆูŽู†ููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุงูŽุจู’ุตูŽุงุฑู ูˆูŽุถููŠูŽุงุฆูู‡ูŽุง


Wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa


ูˆูŽุนูŽู„ูฐู‰ ุงูฐู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…


Wa โ€˜alaa aalihi wa shohbihi wa sallim


Mendengar Asyifa bersholawatan dengan suara yang merdu, dengan alunan yang syahdu, membuat yang lainnya pun mengikuti Asyifa Bersholawat Thibbil Qulub, hingga membuat perasaan mereka begitu tenang.


ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูฐู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง


Allahumma Sholli โ€˜ala sayyidinaa

__ADS_1


ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุทูุจู‘ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจู ูˆูŽุฏูŽูˆูŽุงุฆูู‡ูŽุง


ูˆูŽุนูŽุงูููŠูŽุฉู ุงู„ู’ุงูŽุจู’ุฏูŽุงู†ู ูˆูŽุดูููŽุงุฆูู‡ูŽุง


Wa โ€˜afiyatil abdaani wa syifaa ihaa


ูˆูŽู†ููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุงูŽุจู’ุตูŽุงุฑู ูˆูŽุถููŠูŽุงุฆูู‡ูŽุง


Wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa


ูˆูŽุนูŽู„ูฐู‰ ุงูฐู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…


Wa โ€˜alaa aalihi wa shohbihi wa sallim


Artinya:


โ€œYa Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad ๏ทบ, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehatan badan dan kesembuhannya, sebagai penyinaran penglihatan mata beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.โ€


"Enakkan Bersholawat?" tanya Anisah setelah selesainya mereka bersholawatan.


" Benar sekali Ustadzah, hati pun menjadi sejuk, di tambah lagi ini adalah bulan Rabi'ul Awwal bulannya kelahiran Baginda Nabi,๏ทบ " Sambung Asyifa


"Makanya perbanyaklah bersholawatan, Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ adalah perintah Allah ๏ทป sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, seperti yang di katakan dalam Firman-Nya." jelas Asiyfa


Allah Subhanahu wa Ta'ala:


โ€œSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanyaโ€ (QS. Al-Ahzab: 56).


Anjuran membaca sholawat juga terdapat dalam hadist:


โ€œSiapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,โ€ (HR Muslim).


Keutamaan lain membaca sholawat adalah dapat menghapus dosa;


"Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan,"


(HR An Nasaโ€™i).


Mendengar penjelasan Asyifa membuat Wira tersenyum tipis "Maa syaa Allah, Istri kecilku kini menjelma menjadi, seorang ustadzah"_ Batin Wira yang terlihat ia begitu kagum melihat istrinya.


"Maa syaa Allah, sudah pantas loh, Syifa di panggil Ustadzah " Ujar Anisah yang terlihat juga ia kagum mendengar Asyifa memberikan penjelasan. tadi.


"Hehehe, Ustadzah bisa aja" Kata Asyifa malu.


"Ya sudah yuk kita Thibbil qulub lagi yuk" Ajak Anisah, dan akhirnya mereka pun bersholawatan Kembali secara bersamaan.


*******


mengapa Author memilih Sholawatan Thibil Qulub, karena Author ingin para Readers ikut bersholawatan juga.


Karena "Sholawat Tibbil Qulub" merupakan sholawat yang dianjurkan oleh para ulama untuk dibaca secara rutin agar selalu diberi kesehatan dan terhindar dari berbagai penyakit lahir maupun batin. Sholawat Tibbil Qulub juga diyakini sebagai salah satu ikhtiar agar terhindar dari wabah penyakit, seperti yang terjadi saat ini yakni virus corona (Covid-19).

__ADS_1


Jadi Amalkan ya guys, agar kita semua terhindar dari Virus itu Ok ๐Ÿ˜‰


Dan semoga para Readers ku sayang selalu di berikan kesehatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, Aamiin..


__ADS_2