
──⊱◈◈◈⊰♦️ Kalam Syeikh ♦️⊱◈◈◈⊰──
"𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐬𝐮𝐣𝐮𝐝𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐧𝐚𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐦𝐚𝐥 𝐬𝐚𝐥𝐞𝐡𝐦𝐮. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐚𝐧𝐠𝐤𝐮𝐡𝐚𝐧𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐧𝐚𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐨𝐬𝐚-𝐝𝐨𝐬𝐚𝐦𝐮."
[ 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐚𝐧𝐚 𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐍𝐚𝐳𝐢𝐦 𝐀𝐥-𝐇𝐚𝐪𝐪𝐚𝐧𝐢 ]
❤صَلَّ اللّٰـهُ عَلَی مُحَمَّدْ صَلَّ اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ❤
─⊱◈◈◈◈◈◈◈◈⊰♦️💎♦️⊱◈◈◈◈◈◈◈◈⊰─
Wira terus mencari keberadaan sang kakek hingga ia teringat saat ia bersama sang kakek, ada seorang pria Asing paruh baya, yang sepertinya Ia pembersih taman tempat Wira saat ini, sempat melihat dirinya tadi, bahkan Pria itu berulang kali melihat dirinya, dan Wira pun menghampiri Pria paruh baya tersebut.
"Permisi pak, boleh saya bertanya?." Ujar Wira dalam bahasa Inggrisnya, pada pria asing tersebut.
"Silahkan Tuan Muda dengan senang hati saya akan menjawabnya." Balas pria Asing tersebut dan tentu saja dalam bahasa Inggrisnya juga.
"Apakah bapak tadi melihat lelaki tua yang bersama saya tadi?." Tanya Wira Ramah.
"Tidak tuan muda, Saya tidak melihat siapapun selain anda." ujar pria asing itu sedikit heran. begitu juga Wira ia kaget mendengar jawaban pria asing itu.
"Bukankah Bapak tadi melihat saya terus, saat bersama lelaki tua itu?." Tanya Wira yang masih penasaran akan Jawab Pria asing tersebut.
"Maaf Tuan muda, Saya melihat anda karena saya heran mengapa anda berbicara sendiri dan saya melihat di sekitar Anda tidak ada siapapun." Jelas Pria asing tersebut, membuat bulu kuduk Wira tiba-tiba berdiri.
"Apakah anda yakin kalau saya tadi berbicara sendiri pak?." Tanya Wira yang masih terlihat penasaran.
"Iya Tuan muda saya benar-benar yakin karena saya tidak melihat siapa pun di sekitar Anda Tuan " Kata pria Asing tersebut menyakinkan Wira. Untuk berapa saat Wira terdiam, hingga pria asing itu berpamitan padanya.
"Kalau begitu saya permisi ya Tuan muda." Pamit Pria asing tersebut.
"Eh, Oh iya pak terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan Saya ." Bales Wira dengan sopan.
"Sama-sama Tuan muda, kalau Saya permisi." Pamit Pria itu lagi yang kemudian ia langsung pergi meninggalkan Wira yang terlihat masih bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Apakah ini pengingat yang di utus dari Allah karena hamba mulai menjauh dari mu ya Rabb?." Gumam Wira, yang kemudian ia pun pergi meninggalkan taman tersebut, dan ia masih terus berjalan dengan beribu pertanyaan yang datang silih berganti di dalam hati dan pikirannya hingga tanpa sadar kakinya tiba-tiba berhenti di kawasan mesjid.
Tuk beberapa saat Wira memandangi mesjid yang ada di hadapannya, lalu tanpa sadar kakinya mulai melangkah mendekati Mesjid tersebut. Tubuhnya mulai bergetar saat dirinya semakin dekat dengan masjid tersebut dan ia pun teringat oleh perkataan sang kakek, yang ternyata hanya dirinya saja yang melihatnya. Wira terus berjalan hingga kakinya berhenti tepat di depan pintu Masjid.
"Masuklah Nak, rumah Allah akan selalu terbuka untuk semua hamba-hamba-Nya." Ujar seorang pria tua asing dengan memakai jubah putih, serta memakai love putih juga, dengan bahasa Inggrisnya.
"Apakah saya masih bisa di Maafkan, setelah saya menjauh Dari-Nya pak.?" Tanya Wira dengan pandangannya mengarah ke dalam mesjid dan di dinding masjid tergantung sebuah kaligrafi yang bertuliskan ﷲ dengan tatapan yang terlihat sedih.
"Nak kamu tahu arti nama Allah, Al-Afuwwu (الْعَفُوُّ)?." Tanya pria Asing tersebut masih berbahasa Inggris. dan di balas dengan gelengan kepala oleh Wira.
"Nak, Al Afuwu artinya Allah Maha Pemaaf. Dengan cara Dia menghapus catatan keburukan seorang hamba sehingga ia tidak dibalas dan disiksa.
Dia lah Allah Yang Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi maha pengampun seperti firman-Nya:
" Sesungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun. (QS Al-Hajj, ayat : 60).
"Di ayat lain Allah berfirman yang artinya:
(QS. Thaaha:82)
"Masuklah Nak, mohonlah Ampun pada-Nya, sesungguhnya Allah maha pengampun dan Maha penyayang seperti yang di Firman-Nya :
۞نَبِّئۡ عِبَادِيٓ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٤٩
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
(QS. Al-Hiijr, ayat 49.). "
Setelah mendengar perkataan pria Asing tersebut hati Wira telah terbuka " Terima kasih pak, kalau saya izin masuk dulu ya." Ujar Wira dengan suara yang bergetar.
"Silahkan Nak." Setelah mendapatkan balasan, Wira pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, setelah selesai ia pun melaksanakan shalat, setelah selesai ia berdzikir begitu lama hingga ia menitikan air matanya setelah ia pun berdoa.
__ADS_1
"Yaa Allah Yang Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun .. Dzat Yang masih dan terus terkenal dengan pemberian maaf, dan disifati dengan pemberi ampunan kepada hamba-Nya, setiap orang membutuhkan maaf dan ampunan-Nya, sebagaimana dia butuh kepada rahmat dan kemurahan-Nya
Wahai Dzat yang memberikan janji ampunan dan maaf, bagi mereka yang datang dengan membawa cara, Maka hamba memohon kepada-Mu Wahai Dzat Yang Maha Pengampun agar Engkau memberikan kepada hamba taubat sebenar-benar taubat agar kami terbebas dari dosa-dosa kami dan hamba pun bisa meninggalkannya, hamba menyesali atas kesalahan dan maksiat hamba, lalu hamba bertekad untuk taat kepada-Mu dan meninggalkan bermaksiat kepada-Mu, ampunilah hamba wahai Dzat Yang Maha Pengampun
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkan lah hamba,
Ya Allah sesungguhnya Engkau mengabarkan kepada kami bahwa Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka hamba memohon kepada-Mu Rahmatilah hamba dan ampunilah wahai Dzat Yang Maha Pengampun dan Hamba memohon Belas kasih-Mu agar memberikan kesembuhan untuk istri hamba.
"Yaa, Asy-Syaafii (الشافي) Yang Maha Menyembuhkan
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَافِيْ لَا شَفَاءَ إلّا شِفَاءُكَ شِفَاءً لايُغَادِرُ سَقَمًا
“Ya Allah, Engkaulah Rabb manusia. Hilangkanlah penyakitnya, dan sembuhkanlah dia. Engkaulah yang maha menyembuhkan (penyakit). Tiada kesembuhan terkecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit.”
Wira berdoa hingga tersegukan ia benar-benar memohon kepada Rabb nya, hingga tangisnya terdengar oleh pria Asing tadi bahkan terdengar juga oleh pengunjung mesjid lainnya membuat siapapun merinding mendengar doa dan tangisnya. setelah Wira menyelesaikan doanya ia pun menghampiri pria Asing tadi, sambil ia mengeluarkan selembar kertas kecil yang di yakini itu sebuah cek.
" Maaf pak, saya ingin menghadiahkan sebagian rezeki saya dan saya serahkan ke bapak untuk memberikan bagi yang berhak." Ujar Wira sembari ia menyerahkan sebuah cek ke Pria asing tersebut. Namun Pria itu tak langsung mengambilnya.
"Alhamdulillah, tabarakallah semoga setelah ini apapun yang di hajatkan terkabulkan Nak, tapi maaf saya tidak ingin menerimanya, tapi saya akan mengantar Anda langsung kepada mereka yang benar-benar membutuhkan." Ujar pria asing itu yang kemudian ia bangkit dari duduknya " Mari nak ikut dengan saya." Ajak pria Asing tersebut dan Wira pun mengikuti langkah pria Asing tersebut.
Mereka berjalan menuju kebelakang mesjid tersebut dan di sana terdapat sebuah gedung berlantai dua dengan tulisan Children's orphanage.
mereka pun memasuki rumah itu, yang ternyata di penuhi anak-anak kecil di dalamnya.
"Nak, ini rumah anak-anak yatim pintu kamu bisa menyerahkan itu pada pengurus panti asuhan ini." Ujar pria asing itu menunjukkan seorang wanita paruh baya yang sepertinya pengurus panti tersebut.
"Baiklah pak," Balas Wira yang kemudian, ia pun menghampiri wanita yang di tunjuk pria asing tersebut. " Permisi Bu, Saya ingin memberikan sebagian rezeki saya untuk anak-anak di panti ini Bu, saya harap ibu mau menerimanya." Kata Wira yang kemudian ia menyerahkan sebuah cek kepada wanita itu.
"Alhamdulillah, tabarakallah, semoga segala hajat terkabulkan Nak, dan kalau boleh saya tahu apakah hajat kamu Nak?." Tanya wanita asing tersebut.
"Saya tidak menginginkan apapun Bu, cuma saya hanya berharap istri saya sadar kembali dari komanya."
___________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏🥰.