CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
KEPERGIAN NENEK.


__ADS_3

Masih di ruang nenek Asyifa dirawat..


Suasana di ruangan tersebut Begitu cepat berubah, tadi saat acara Walimatul'urs berlangsung nampak penuh kebahagiaan, dan kini berubah drastis, menjadi suasana kesedihan, terutama bagi Asyifa,


Setelah tadi Meminta Asyifa untuk membuka cadarnya, nenek Asyifa pun berusaha meraih wajah cantiknya, namun begitu sulit, tapi akhirnya Asyifa sendiri yang meraih tangan neneknya dan di letakan ke pipinya..


"Cucu ku sayang,.. berjanjilah pada nenek,.. jadilah istri yang Sholehah.. untuk suamimu,.. jagalah martabatnya,.. dan turutilah apapun keinginannya.., dan patuhlah padanya, karena sekarang surga mu.. ada padanya nak,.." ucap nenek Asyifa sambil mengelus pipi Asyifa pakai jari jempolnya. " Apakah kamu bisa nak?" Lanjut sang nenek.


"Na'am, hiks.. in syaa Allah nek..hiks" bales Asyifa


"Alhamdulillah.. sekarang.. nenek tenang.. mendengar ucapan mu nak, " ucap nenek yang semakin melemah,


Setelah berkata-kata pada Asyifa, nenek kembali menoleh kearah Wira..lalu berusaha mengambil tangan Wira serta meraih tangan Asyifa juga dan kemudian menyatukan kedua tangan mereka, lalu ia pun tersenyum lemah, dan lalu ia berusaha mengeluarkan kata-katanya lagi namun begitu sulit.

__ADS_1


"Ti..ti..p..As..yi..fa..yaa.... Haeghs...la..ila..ha..ila..llah....heehs.." Nafas pun terhenti itulah ucap nenek yang terakhir dan ia pun menutup matanya untuk selamanya..


"NENEEEK...!!!" jerit Asyifa yang memilukan hati..


"Jangan tinggalkan Ara.. nek.hiks..ara sama siapa neek..hiks.. kenapa nenek meninggal Ara.. hiks apa salah Ara nek..hiks mengapa semuanya hiks.. meninggalkan Ara..hiks..umi, hiks Abi, hiks, dan sekarang hkis nenek yang meninggalkan Ara hkis.. kenapa nek..hiks..hiks.." tangis Asyifa pecah, ia terus mengguncang-guncang tubuh sang nenek yang kini terbujur kaku.." bangunlah nek, hiks.. kalau tidak..hiks Bawak Ara bersama mu nek..hiks.." ucapnya lagi masih terisak-isak, Wira yang mendengar ucapan Asiyfa semakin sedih, ia pun menghampiri Asyifa dan berusaha untuk menenangkannya..


"Ara,? Jangan berkata begitu, kamu tidak sendiri Ara, masih ada aku, suamimu, jangan menangis lagi, sekarang nenek sudah tenang di sana, kalau kamu seperti ini ia akan sedih Ara.." ucap Wira lembut sambil berusaha ingin memeluknya namun di dorong oleh Asyifa..


"Ini semua karena akhy..hiks, kalau antum tidak muncul,, hiks ana tidak akan jatuh..hiks dan nenek tidak akan pergi..hiks.. ana benci antum.." ucap Asyifa penuh dengan kemarahan terhadap Wira.. mendengar perkataan Asyifa Wira bagaikan di sambar petir ia kaget mendengar kata-kata Asiyfa yang terakhir bahwa ia membenci dirinya.. dan itu membuat Wira tak bisa berkata-kata lagi.


"Ikhlaskanlah Kepergian Nenek mu nak" Timpal ustadz Khairul yang ikut merasakan kesedihan Asyifa " Biarkan ia tenang di sana jangan membuat ia sedih, karena kamu menyalahkan suamimu atas kepergiannya, ingat, bukankah kmu sudah berjanji padanya, akan menjadi istri Sholehah untuk suami mu nak?" ucap Ustadz Khairul lagi, sedangkan Asiyfa hanya diam ia masih terisak dan hanya memandangi wajah neneknya, yang nampak tersenyum.


" Nak tidak ada yang bisa mencegah kematian.. karena Kematian adalah takdir seluruh makhluk, manusia ataupun, jin, hewan ataupun makhluk-makhluk lain, baik lelaki atau perempuan, tua ataupun muda, baik orang sehat ataupun sakit. tidak bisa terhindar dari kematian Seperti dalam firman Allah Taโ€™ala berikut ini (yang artinya),

__ADS_1


โ€œTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.โ€ (QS. Ali Imran : 185).


"Jadi bukan suami mu yang menyebabkan Kepergian Nenek mu, melainkan suratan takdir, yang mengharuskan ia pergi nak, dan lihat wajah nenek mu, ia tersenyum dalam Kepergiannya, jadi jangan membuat ia sedih karena kamu yang tidak mengikhlaskannya, apakah kamu ingin melihat nenek mu sedih nak?.." lanjut ustadz Khairul menjelaskan panjang lebar dan lalu di akhiri dengan pertanyaan, namun di jawab Asiyfa dengan gelengan kepala ia tak mampu berkata-kata lagi, hanya isakan yang masih terdengar dari mulutnya..


"Alhamdulillah.. jadi Apakah kamu sudah bisa mengikhlaskan nenek kamu?" tanya Ustadz Khairul lagi dan sekarang di jawab dengan anggukan.


"Alhamdulillah.. Terus apakah kamu masih menyalahkan suamimu?" tanya Ustadz Khairul lagi tapi di saat ia belum menjawab tiba-tiba ia memegang kepalanya Daan..


"AAAKH" Pekiknya dan ia pun jatuh pingsan.



**BERSAMBUNG YAA..

__ADS_1


Sumpah episode kali ini benar-benar menguras air mata Author terbayang akan seseorang yang kita kasihi pergi meninggalkan kita ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya Syukron yang telah like dan komentar**..


__ADS_2