
*┉━•❖❀🌼MUTIARA HIKMAH🌼❀❖•━┉*
❣️•BERBISIKLAH DALAM SUJUDMU•❣️
Allah tau, ada perih Yang kau sembunyikan.
Ada kata Duka Yang tak bisa kau ungkapkan.
Ada kesedihan Yang tak seorangpun bisa melihatnya darimu. Sejenak Angkatlah kepala mu.
Kau hanya perlu berbisiki dalam sujudmu.
"Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Rabb_Nya Azza Wa Jalla ialah ketika ia sedang bersujud, karena itu perbanyaklah BerDo'a"
( HR. MUSLIM )
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┉━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*
Panggilan Mama dari Baby tripletsnya, membuat tangan Asiyfa tiba-tiba bergerak membuat Wira begitu antusias, dan ia pun mematikan sambungan pada sang Maminya dan kemudian ia pun berlari memanggil Asisten dokter Frankie Delano sebagai penanggung jawab yang menangani Asyifa. Karena sangat sulit untuk bertemu dengan dokternya langsung.
"Permisi Doctor's assistant tadi istri saya mengerakkan tangannya, bisakah anda panggilkan doctors untuk melihat istri saya." Ujar Wira dalam bahasa Inggrisnya, di saat ia sudah berada di ruangan Asisten dokter Frankie Delano.
"Benarkah?, Ya sudah sebaiknya anda pulang dulu pak, nanti doctors akan datang memeriksa istri Anda." Balas sang Asisten dalam bahasa Inggris juga.
"Kenapa saya harus pulang?, sayakan masih ingin melihat perkembangan istri saya dan saya juga ingin bertanya langsung pada sang dokternya." Ujar Wira yang terlihat kesal, karena ia selalu di usir bila waktu sang Dokter akan melihat perkembangan Asyifa.
"Excuse me sir. ini sudah menjadi peraturan disini jadi saya harap anda mematuhinya." Balas sang Asisten tegas.
"Ah, sudahlah gue sebaiknya mengalah, ini juga untuk kebaikan Ara."_ Batin Wira terlihat pasrah.
" Baiklah kalau begitu, Saya akan pergi dari sini tapi saya minta cepatlah lihat istri saya." ujar bisa pasrah.
"Baik pak, itu sudah menjadi tugas kami sekarang silahkan Anda pergi dari sini." balas sang asisten terlihat ketus.
"Baiklah kalau begitu saya permisi." Bales Wira yang kemudian Ia pun berlalu meninggalkan ruangan asisten tersebut dan melangkah menuju keluar dari kastil tersebut, namun ia tak pulang ya hanya menunggu di sebuah taman yang berada tak berapa jauh dari Castle tempat Asyifa dirawat.
Disaat Wira sedang duduk termenung di taman tersebut, tiba-tiba seorang lelaki tua menghampirinya dan kemudian ia pun duduk di sebelah Wira duduk.
" Assalamu'alaikum." Salam lelaki tua itu, menyadarkan Wira yang sedang terhanyut dalam lamunannya terlihat ia tersentak kaget setelah melihat seorang lelaki tua berada ada di sebelahnya.
__ADS_1
"Eh, Wa'alaikumus salam!." Jawab Wiira sedikit kaget, " Kakek siapa?." tanyanya pada lelaki tua yang terlihat wajahnya begitu bersahaja di tambah lagi Bila melihat senyumnya yang menyejukkan hati.
"Kakek hanya seorang musafir Nak, dan kakek lihat kamu begitu sedih, makanya kakek kesini," Ujar sang kakek dengan suara lembutnya. " Kalau boleh kakek tahu apa yang kamu sedihkan Nak?." Tanyanya lagi.
"Ini kek, istri saya sedang mengalami koma sudah tujuh bulan lamanya, dan Alhamdulillah tadi ia sudah memberikan responnya walaupun sedikit saya sangat senang, tapi saya sedih kenapa dokter yang menangani istri saya tak pernah mau menjelaskan langsung kondisi istri saya yang sebenarnya kek." Jawab Wira yang menceritakan tentang Istrinya.
Sang kakek tersenyum setelah mendengar cerita dari Wira. " Seperti itulah nak bila kita sangat berharap pada makhluk selalu ada saja kecewanya." ujar sang kakek. " berbeda bila kita berharap dengan Sang maha pencipta makhluk tersebut, Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-hambanya Nak." Sambung sang kakek yang masih tetap tersenyum sejuk pada Wira. membuat Wira seperti terhipnotis pada sang kakek tersebut hingga ia selalu ingin lagi mendengar perkataan sang kakek lagi.
"Nak, Sebaik-baiknya berharaplah hanya kepada Allah, Karena hanya Dia lah yang mampu melakukan hal yang tidak mungkin, menjadi mungkin.
Allah berfirman dalam surat Al insyirah ayat 8:
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
“dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap”
"Pernahkah kamu berdoa meminta pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bersungguh-sungguh?" Tanya sang Kakek pada Wira dan di balas Wira dengan gelengan kepala pelan.
"Maaf kek, jujur aku seperti Marah pada-Nya, karena aku sudah meminta berkali-kali tapi sampai saat ini istri ku, belum juga sadar." Kata Wira dengan wajah sedihnya. Sang kakek kembali tersenyum.
" Nak, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, adalah Rabb sang Pencipta ummat manusia dan seluruh makhluk di dunia ini. Dia Maha Mendengar Doa para hamba-Nya. Dialah Allah Khalik di alam semesta ini.
Seseorang akan menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah. Sekalipun yang diterima adalah berlawanan dengan apa yang diinginkannya. Jangan berharap pada manusia, cukuplah pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nak, dan yakinkanlah dirimu dengan seyakin-yakinnya Allah akan mendengarkan permintaan kamu dan bersabarlah menunggu hasil-Nya, karena itu Artinya Dia ingin kamu berharap dengan sungguh-sungguh kepada-Nya.
Imam Syafi’i berkata:
“Ketika kamu berlebihan berharap pada seseorang, maka Allah akan timpakan padamu pedihnya harapan-harapan kosong. Allah tak suka bila ada yang berharap pada selain Dzat-Nya, Allah menghalangi cita-citanya supaya ia kembali berharap hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala”
"Nak Janji Allah SWT pada umat Islam terdapat dalam ayat-ayat-Nya yang mulia. Janji-janji bersifat duniawi dan ukhrawi ini ditujukan bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal sholeh.
Harapan dari Allah SWT inilah yang sangat dinanti-nantikan hamba-Nya. Sebab Allah adalah sebaik-baiknya pembuat janji dan mustahil mengingkari janji-Nya.
Janji ini dimaksudkan Allah SWT dengan tujuan untuk mengajak hamba-Nya datang dan mendekatkan diri kepada-Nya. Berdasarkan tafsir Kemenag, QS Ghafir atau Al-Mu'min ayat 60 menjelaskan Allah SWT akan mengabulkan doa hambaNya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
"Dan Janji Allah SWT bila kita Ingat Padanya
Menurut tafsir Kemenag, yang dimaksud dalam mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada ayat ini dilakukan melalui lisan dengan berdzikir, melalui hati dengan mengingat kekuasaan dan kebijaksanaan Allah, maupun melalui fisik dengan menaati Allah SWT.
__ADS_1
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Artinya: "Maka ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS Al Baqarah: 152).
" Nak Asal kamu tahu, setiap persendian manusia wajib disedekahi, agar hidup kita damai dan menjadi sehat seperti yang di katakan dalam sebuah hadits.
Beliau mengatakan,"Mendamaikan antara dua orang adalah sedekah, membantu dalam masalah kendaraannya lalu menaikannya ke atas kendaraannya atau mengangkat bawa bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah."
"Beliau berdoa, "(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang berjalan untuk berdoa menuju masjid, dan mengatasi gangguan dari jalan adalah sedekah."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
"Nak, Sedekah Juga Dapat Mengobati Penyakit
Ketika sakit kita tidak lupa untuk melakukan ikhtiar dan doa. Ikhtiar dapat dilakukan dengan berobat ke dokter dan meminum obat. Kemudian untuk memaksimalkan ikhtiar alangkah baiknya disertai doa dan sedekah.
"Kamu tahu Nak, salah satu ikhtiar terbaik untuk menyembuhkan penyakit adalah sedekah, hal ini dijelaskan dalam hadits:
“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah”
(Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih al-Jami').
"Dan kamu tidak perlu takut akan menjadi miskin karena Allah menyimpan harta dari sedekah yang dilakukan oleh hamba-Nya, hal ini dijelaskan dalam hadist, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya"
"kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala kembang biakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga semakin banyak sampai seperti gunung."
(HR. Bukhari dan Muslim)
"Sekarang coba pergilah ke rumah Allah Nak, dan berharaplah pada sang Maha pemberi segalanya. Kakek permisi ya Nak Assalamu'alaikum." Ujar sang Kakek dan langsung bangkit dari duduknya dan pergil meninggalkan Wira yang masih terhanyut akan perkataan Sang kakek.
"Iya kek, terima ka..." Wira tersentak saat ia hendak berterima kasih, sang kakek menghilang begitu saja.
"Loh kemana kakek itu pergi?."
_________
Maaf ya guys Author baru update kemarin Author baru dapat kemalangan Abang Author kemarin telah di panggil Illahi, 😭😭jadi Author masih sedih. makanya Author nggak update 😢😢
__ADS_1