CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
PATAH HATI.


__ADS_3

""💚 MUTIARA ALFAQIROH 💚""


_jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kau tak akan bisa lari darinya."_


_Umar bin Khattab_


;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;✨;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;


Andi yang masih fokus dengan urusan menggombalnya pada Mirna, hingga ia tidak tahu kalau ia sudah menjadi pusat perhatian bagi karyawan di sana,


"Hai, OB baru!, apa kamu bekerja di sini di gaji hanya untuk menggombali saja!!" bentak seorang pria yang tiba-tiba muncul dengan tatapan yang tajam.


"Eh, tidak pak, saya cuma lagi berusaha untuk mendapatkan cinta saya kembali" ujar Andi Asal.


"Cinta?, jadi kamu sedang berusaha mendapatkan cinta dari calon istri orang lain?!" bentak pria itu lagi.


"Calon istri?, Maksudnya bapak?" tanya Andi penasaran.


"Iya Mirnarni adalah calon istri saya!!"


JUEDDEER!!


Bagaikan kesamber petir Andi tersentak kaget mendengar penuturan pria tersebut, dan ia langsung menatap Mirna, seperti mencari kebenaran pada Mirna, karena ia tak percaya pada perkataan pria tersebut.


"Iya mas, mas Agung ini adalah tunangan Mirna" ujar Mirna sembari menundukkan wajahnya, Sekali lagi Andi tersentak kaget dan kini wajahnya berubah pias, nampak Ada kekecewaan di wajahnya.

__ADS_1


"Oh, kalau begitu selamat ya, semoga langgeng!" ucap Andi sembari menyalami Mirna, dan ia pun langsung pergi dari ruangan perencanaan tempat Mirna bekerja.


Lalu ia langsung keluar dari perusahaannya dan langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. motor terus melaju hingga motor memasuki kawasan perparkiran rumah sakit, setelah ia memarkirkan motornya ia pun langsung berjalan memasuki rumah sakit itu dan ia terus berjalan ke sebuah ruangan yang tertulis DOCTOR'S ROOM, lalu ia pun masuk tanpa mengetuk pintu membuat orang yang ada di dalamnya tersentak kaget.


"Andi!!, main nyelonong aja sih Lo, tanpa ngetuk pintu, tanpa salam lagi!!" tegur pria berjas putih yang sedang duduk di belakang mejanya di dalam ruangan itu, namun teguran pria itu tidak di respon oleh Andi.


Ia malah menjatuhkan badannya kelantai dan..


"Huaaa Dikaaa huhuu, minuuul huhu..!" Bak seperti anak kecil, Andi menggosok-gosokkan kakinya seraya menangis dan seperti ingin mengadu persis anak kecil yang sedang mengadu pada orang tuanya.


"Hah?, kenapa Lo nangis?, Ada apa dengan minul?, jangan bilang minul nolak Lo lagi?" tanya beruntun pria berjas putih itu yang ternyata adalah Dika.


"Bukan hanya nolak!, dia bahkan sudah punya calon suami!!, huaa minul gue mau kawin sama orang laiiin, huaaaaa!!" Adu Andi, dan tetap bertingkah seperti anak kecil.


"Mampoos Lo!!, dulu Lo jual mahal, bahkan Lo ingkar janji, jadi sekarang kenak batunya kan!" Ujar Dika, yang bukannya menghibur temannya ia justru menghardiknya.


"Ya elo sih, dari dulu dah kita ingati, tapi tetap aja, Lo Nggak mau dengar, sekarang aja, sudah menjadi milik orang, baru deh tuh kelimpungan mau memilikinya juga!" ujar Dika mengingatkan Andi.


"Ya itu bukan salah gue dong, salahkan aja hati gue kenapa dulu nggak suka sama minul" bantah Andi


"Itu berarti Lo juga nyalahkan Allah dong?, padahal yang membuat janjikan Lo, seharusnya kalau pada saat itu Lo langsung menepati janji, pasti Allah akan senang, dan Ia pun akan langsung menanamkan rasa cinta di dalam hati Lo" tutur Dika lagi, membuat Andi terdiam


"Gue nggak nyalahin Allah kok, hum benar yang Lo bilang, ini memang salah gue!" bales Andi, yang nampak ada penyesalan di raut wajahnya.


"Humm, terus sekarang gue harus gimana, huhuhu, Minuuul?, kenapa Lo tega sih sama babang Andi?, Minuuul!!" Lanjut nya lagi sambil memanggil-manggil nama minul.

__ADS_1


"Udah lupakan saja dia, itu berarti dia bukan yang terbaik buat Lo!" seru Dika yang mulai empet Melihat tingkah temannya yang seperti Anak kecil.


"Gue nggak bisa melupakan minuuuul, gue sudah terlanjur cinta sama diaa, minuuul?!" Ujar Andi yang semakin keras memanggil nama Minul.


"Woy!!, Bisa diam nggak?, kalau nggak bisa diam entar gue suntik Lo Anti Rabies yaa!!" bentak Dika, dan langsung Andi terdiam dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Nah, itu baru anak baik!," kata Dika setelah melihat Andi langsung Diam


"Ya sudah, untuk sekarang Lo ikhlaskanlah dia, dan jadikan ini sebagai pembelajaran buat Lo, agar tidak sembarangan lagi berkata-kata, dan sebaiknya Lo perbaiki diri Lo dulu deh, dekati Allah dulu Ndi, maka bila Dia menyukai Lo, yakinlah Dia akan memberi yang terbaik juga buat Lo" tutur Dika lagi menasehati Sahabatnya itu, membuat Andi kini menjadi tenang.


"Hum, iyaa gue akan lakukan seperti yang Lo katakan" ujar Andi pasrah..


"Good, smart boy !, ya sudah karena Lo sekarang lagi patah hati, gue akan hibur Lo, Ayo, gue traktir makan juga. " Ajak Dika sambil menarik Andi yang sedang duduk di lantai.


"Thanks friend, you are my best friend! " Ucap Andi tulus, yaa, dalam persahabatan lima sekawan itu, mereka tetap akan memiliki yang terbaik tempat mereka berkeluh kesah, Seperti Andi, yang memang tempat curhatnya hanya pada Dika, dan Ardiyan pun begitu ia akan nyaman bila ia berkeluh kesah pada Dimas, hanya Wira dan Dikalah yang netral kemanapun mereka bisa masuk, dalam lima sekawan itu.


Setelah menghibur Sahabatnya, Dika pun mengajak Andi makan di restoran, tapi sebelumnya Dika mengajak sahabatnya itu singgah di sebuah Mesjid, karena mereka hendak melaksanakan sholat Dzuhur..


*********


Aduh, kasihan babang Andi, 😓


Tapi tenang aja ya bang, patah satu, akan tumbuh seribu, masih banyak kok wanita yang masih jomblo..😁


untuk para Readers, yang mau daftar jadi istri babang Andi boleh kok😉

__ADS_1


oke ikut Author terus ya guys 🙏😊


dan jangan lupa tinggalkan jejaknya..🙏😊


__ADS_2