CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
Pondok pesantren Putri An-Nur.


__ADS_3

Suasana dapur pondok pesantren lumayan ramai ada lima juru masak yang terdiri dari ibu-ibu paruh baya termasuk nenek Asyifa dan ada beberapa santriwati yang lagi Hikmat, mereka yang sedang libur dari menghafal Al-Qur'an (sedang datang bulan), jadi mereka membantu-bantu di dapur.


"Assalamualaikum semuanya?' salam Asyifa saat memasuki dapur pondok.


"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak.


"Asyifa, kamu sudah datang nak?" Tanya salah satu seorang ibu yang sedang menanak nasi.


" Iya umi Ida, adakah yang bisa Syifa bantu?" Balas Asyifa sopan.


"Alhamdulillah, ada nak, sini bantu umi menyalinkan nasi ke baki" ujar umi Ida lagi.


"Iya umi" Balesnya lalu ia pun mulai membantu umi Ida memindahkan nasi dari dandang ke baki, namun saat ia sedang melakukan pekerjaannya, tiba-tiba datang seorang santriwati.


"Assalamu'alaikum" salam santriwati tersebut.


"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak.


"Asyifa, anti di panggil ustadazah Nina" ujar santriwati lagi.


"Na'am tiy, sebentar ana kesana" bales Asyifa lembut, lalu santriwati itu pun pergi setelah dapat jawaban dari Asyifa.

__ADS_1


"Umi.. Syifa di panggil ustadazah, bolehkah Syifa pergi " ucap Asyifa lembut pada umi Ida yang tadi menyuruh dia membantunya.


"Pergilah nak, jangan biarkan ustadazah mu menunggu lama" balas umi Ida.


"Iya umi, Syifa pergi ya.. nenek Syifa pergi ya Assalamu'alaikum.." pamitnya pada umi Ida dan neneknya, Aminah.


"Iya nak wa'alaikumus salam" jawab mereka kembali serentak. Lalu Asyifa pun melangkah menuju aula tempat para santriwati belajar Alquran.


Sesampainya disana ia melihat para santriwati yang sedang membaca Alquran, dan ada seorang yang sedang menyimak. Ia pun menghampirinya.


"Assalamu'alaikum ustadazah Nina ?" Salam Asyifa.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh, duduklah Asyifa.." bales ustadazah Nina.


"Asyifa, ustadazah Anisah meminta ana mengajarkan anti bertilawah, kan selama ini anti menghafal dengan Tartil, jadi sangat cepat maka itu mulai sekarang anti belajar tilawah ya, untuk acara syukuran tahunan maukan?" Ucap ustadazah Nina


"Na'am ustadazah, in syaa Allah ana mau" bales Asyifa lembut.


"Ya sudah sekarang anti duduk di sana dan Ambi Al-Qur'an Anti" ucap ustadazah Nina lagi,


"Na'am ustadazah" lalu Asyifa pun mengambil Al-Qur'annya dan ia duduk dengan para santriwati, dan mulai ikut belajar.

__ADS_1



Sudah dua jam Asyifa mengikuti program tilawah dan Akhirnya program pun selesai, karena sudah memasuki sholat Dzuhur, para santriwati pun melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah, setelah selesai berdzikir dan berdoa Asyifa pun pamitan pada ustadazah.


Setelah berpamitan Asyifa kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk para santriwati, karena hari sudah menunjukkan jam makan siang.


"Assalamu'alaikum" salamnya kembali saat masuk dapur.


"Wa'alaikumus salam, Syifa kamu sudah selesai?, Sini bantu kami menyusun makanan" ucap salah satu ibu lagi.


" Alhamdulillah, sudah umi Lela, Na'am ini Syifa mau bantu" bales Asyifa dengan sopan lalu ia pun membantu mereka menyusun makanan setelah itu ia pun menghidangkan pada para santriwati. Setelah itu mereka pun menikmati makanan mereka penuh Hikmat.


Setelah selesai makanan mereka istirahat sebentar dan di pondok itu di wajibkan untuk tidur selama satu jam untuk mengistirahatkan otak mereka yang sejak tadi menghafal Al-Qur'an. Karena nanti satu jam kemudian mereka juga harus menghafal pelajaran Alim.


Begitulah keseharian Asyifa menjalani kehidupannya di pondok pesantren Putri An-Nur dan ia selalu mengikuti kegiatan para santriwati dari Senin hingga Kamis pembelajaran mereka Al-Qur'an dan Alim, sedangkan hari Jum'at libur, dan hari Sabtu dan Minggu mereka melaksanakan ekskul, Bela diri, memanah, berkuda dan berenang khusus untuk para santriwati.


Bagi Asyifa menjalani kehidupan di pondok adalah suatu Anugerah, betapa tidak ia yang hanya orang yang tak mampu namun ia bisa ikut belajar dan tinggal bersama neneknya yang sudah bekerja bertahun-tahun di pondok itu, dan karena kemurahan hati pemilik pondok Asyifa pun di sudah menganggap sebagai putrinya, jadi itu menambah kebahagiaan bagi Asyifa yang sudah tak memiliki orang tua.


Dan kini kisahnya baru akan terukir,


gimana kisahnya?..

__ADS_1


____


Ikuti terus ya dan dukung Author biar inspirasi akan selalu nongol dan jangan tinggalkan jejaknya🙏😉


__ADS_2