
ೋ๑୨💠 MUTIARA HIKMAH💠୧๑ೋ
Rindu….
"Rindu. Kalau kita bicara kata rindu, pasti rindu itu untuk orang yang kita sayangi dan cintai atau untuk moment berharga yang pernah kita lakukan. Entah itu kepada orang tua, karena kita tinggal jauh dengan mereka, entah itu dengan saudara atau teman yang sudah jarang bertemu atau dengan orang-orang yang sudah mendahului kita. Tetapi, kalian tahu tidak, sih? Sadar tidak, sih? Bahwa ada yang lebih rindu dan kangen dengan kita. Siapa?.. Iya, Allah!
Bagaimana Allah menyampaikan rindu?, Dengan ujian, So jangan pernah mengeluh setiap kita mendapatkan Ujian, tetap Bersabar, Bersyukur dan Ikhlas, in syaa Allah, akan indah pada waktunya 😉
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___
🔹ೋ୧๑ೋೋ๑୨💠୧๑ೋೋ๑୨୧๑🔹
Dika terlihat begitu sedih, ada penyesalan juga di raut wajahnya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, hanya doa yang selalu ia panjatkan di dalam Hatinya, dan di saat ia masih terhanyut dalam penyesalan tiba-tiba seorang menepuk bahunya.
"Assalamu'alaikum " Ucap orang tersebut, dan kemudian ia langsung duduk di samping Dika
"Wa'alaikumus salam" Balas Dika dengan suara lemahnya, sembari ia melihat melihat siapa yang datang. " Ardiyan!." gumamnya lagi setelah ia mengenali orang tersebut.
"Bagaimana keadaan Lo Dik?" Tanya orang tersebut yang ternyata Ardiyan.
"Gue baik, baik Ar, cuma Nina, yang belum tahu keadaannya" Kata Dika dengan suara yang masih terdengar lemah.Disaat bersamaan muncul seorang pria berjas putih menghampiri Dika.
"Maaf Dok, seperti kita harus melakukan operasi, karena kondisi sang ibu melemah jadi kita harus, melakukan operasi untuk menyelamatkan sang bayi, walaupun umur bayi belum cukup bulan, sudah pasti bayi akan prematur, tapi kita tetap harus melakukan operasi ini Dok." Ujar Dokter tersebut.
Dika yang mendengar itu badan semakin gemetar dan melemah, hingga ia tak mampu berkata-kata lagi, Ardiyan yang paham akan kondisi Sahabatnya ia pun buka suara.
"Lakukanlah yang terbaik Dok." Bales Ardiyan mewakili Dika.
"In syaa Allah pak, kalau begitu saya permisi." Pamit sang Dokter, dan setelah di Anggukkan oleh Ardiyan dokter tersebut pun berlalu pergi meninggalkan mereka. dan di saat bersamaan tiga orang pria datang menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum." Salam ketiga pria tersebut.
"Wa'alaikumus salam." hanya Ardiyan saja yang menjawab salam mereka.
"Kenapa bisa jadi seperti ini, bukankah gue sudah mengutus Yoga, pada Lo Dik?, apa Yoga tidak becus bekerja?."Tanya Dimas yang terlihat heran.
" Yoga tidak tahu sama sekali tentang hal ini, karena, gue sempat mengusirnya." Balas Dika dengan wajah tertunduk. " Heheh.!, hiks.. Nina sudah ingatkan gue, hiks..tapi gue mengabaikan perkataannya, hiks.. gue suami yang bodoh ya guys..hiks.. gue benar-benar bodoh!..huhu hiks..hiks.." Lanjut Dika lagi, dengan mimik wajah yang berbeda-beda, dari awalnya tertawa dan berakhir tangisan.
__ADS_1
"Sabar Dik, semua sudah menjadi bagian dari Skenario Allah, karena apapun yang terjadi itu kehendak-Nya untuk menguji Lo bro, jadi memohonlah pada-Nya, bro, karena Dia, ingin mendengar rintihan Lo." Ujar Ardiyan sembari ia mengusap-usap punggung sahabatnya yang akhirnya tangisnya terdengar oleh mereka.
"Iya Dik, Lo nggak ingat kata-kata Abi Ustadz Khairul," Sambung Wira mengingatkan Dika.
"Dik, Allah lagi Rindu sama Lo, " Kata Wira lagi "Rindunya Allah kepada kita sebagai hambanya tidak ada tandingannya. Tidak ada rindu yang dalam, tidak ada rindu yang besar, kecuali rindunya Allah kepada hambanya, ketika Allah rindu dengan kita, selalu memberikan hadiah istimewa berupa ujian agar kita tahu dan sadar sehingga kita akan kembali kepada-Nya. seperti yang di katakan dalam sebuah hadits.
“Pergilah pada hambaKu, lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerena Aku ingin mendengar rintihannya.”
(HR. Thabrani dari Abu Umamah)
"Ketika Allah memberikan ujian sebagai tanda rindu-Nya kepada kita, apakah kita akan kembali kepada Allah?, Apakah kita akan selalu berdoa kepada-Nya?, Apakah kita akan selalu bersabar atau sebaliknya?, Kita semakin jauh dari-Nya, kita putus asa dan tidak sabar atas ujian-Nya. Pernahkah kita menyadari ketika hari-hari kita sedang dilanda berbagai masalah?, Bahwa disaat itulah, Allah sedang merindukan kita. Allah ingin menyadarkan bahwa kita sudah lari terlalu jauh dari-Nya. Allah rindu tangisan dan rintihan kita. Allah rindu aduan kita. Allah rindu sujud kita. Allah rindu doa kita sambil meneteskan air mata. Allah rindu itu semuanya Dik," Lanjut Wira lagi.
"Benar Dik, Tetapi terkadang kita tidak sadar, bahkan lupa. Kita malah tidak sabar, mengeluh dan putus asa. Padahal, janji Allah ketika kita bersabar maka hadiahnya adalah akan dekat bersama Allah. Ketika ujian tersebut terjadi, Allah tersenyum, bukan tersenyum bahagia melihat kita susah dengan ujian, bukan bahagia karena beban yang kita rasakan, tapi Allah tersenyum bahagia karena melihat hamba-Nya yang masih mau kembali kepada-Nya walaupun sudah dibebankan ujian." Sambung Ardiyan juga.
"Dengan berbagai ujian yang berat, ujian yang meneteskan air mata, bahkan disaat Allah ambil semua orang-orang yang disayangi dan harta yang dia cintai, tapi hamba-Nya masih mau kembali dan menyadari bahwa tidak ada satu penolong pun selain Allah, tidak ada tempat mengadu lagi kecuali Allah, Nak" Sambung suara Pria yang entah dari mana ia muncul, membuat ke-lima sekawan itu menoleh ke sumber suara tersebut.
"Abi?" Sentak mereka, saat melihat melihat seorang pria paruh baya dengan memakai jubah putih, dan tidak pernah ketinggalan juga sorban putih, yang selalu ia pakai.
"Assalamualaikum, Anak-anak ku?" Ujar Pria paruh baya itu, yang tak lain adalah Ustadz Khairul.
Dan di saat giliran Dika, Ustadz Khairul memeluk Dika, seperti ia memberikan kekuatan pada Dika, yang terlihat begitu terpuruk.
"Abi, hiks, Nina Bi..hiks..."
"Sssth,.. Abi tahu, dan kamu harus bersabar ya Nak, kita berdoa bersama-sama, agar Allah memberikan yang terbaik untuk Nina dan bayinya." Kata Ustadz di saat memeluk Dika.
"Iya Abi." Balas Dika, yang kini mulai tenang, entah kenapa, setelah ia di peluk oleh Ustadz Khairul, hatinya tidak hanya tenang saja, malahan di hatinya mengalir sebuah keikhlasan juga.
"Ya sudah sekarang mari kita berdoa bersama-sama, karena hanya pertolongan Allah lah, yang kita butuhkan saat ini," kata Ustadz Khairul yang kemudian ia ikut duduk di samping Dika.
"Baiklah Abi, " Jawab mereka serentak dan Ustadz Khairul pun mulai menadahkan tangannya dan di ikuti Lima sekawan dan mereka pun mulai berdo'a yang di pimpin oleh Ustadz Khairul.
Berikut doa apa bila kita mengahadapi kesulitan:
بسم الله الرحمن الرحيم
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ عَلىَ اللهِ تَوَكَّلْنَا
__ADS_1
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya:
Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri..
Ya Allah, bimbinglah selalu kami, agar senantiasa kembali kepada-Mu walau dalam keadaan hancurnya hati akibat ujian.
Ya Allah, tunjukkanlah selalu jalan, agar senantiasa berada di jalan-Mu.
Ya Allah, tegurlah aku jika aku mulai lupa dengan-Mu
Ya Allah, ingatkanlah aku jika aku sudah lari terlalu jauh dari-Mu, jangan biarkan aku semakin jauh dan jauh lagi, jangan biarkan aku tersesat, jangan biarkan aku terlunta-lunta tanpa cahaya petunjukmu.
Ya Allah berikanlah keselamatan untuk Nina dan anaknya Ya Allah, lancarkan dan mudahkanlah operasinya, dan hanya padamu lah kami memohon dan meminta pertolongan.
Yā hayyu yā qoyyūm birahmatika astaghītsu
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan.
Menurut hadis riwayat Tirmidzi nomor 3524, ketika sedang meminta pertolongan dari Allah Nabi Muhammad ﷺ membaca doa yang di atas.
"Aamiin ya Rabbal a'lamin." Dan di ikuti oleh Lima sekawan lagi secara bersamaan.
"Terimakasih banyak Abi." Ujar Dika Tulus.
"Sama-sama nak, " Balas Ustadz Khairul dengan senyum karismanya membuat siapapun melihatnya begitu teduh.
Dan Di saat bersamaan, Dokter yang tadi mengoperasikan Nina kembali keluar, membuat dada Dika kembali gemuruh.
Deg..Deg...Deg...Deg..
_______________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊.
__ADS_1