CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
IJAB QOBUL (versi Andi)


__ADS_3

***💗 MUTIARA HIKMAH***


🍁__REMINDER__🍁


"ALLAH tidak akan pernah gagal dalam menciptakan takdir. Dan ALLAH tak pernah salah dalam memilih pundak siapa yang akan di berikan beban ujian. ALLAH paham betul kapasitas kemampuan setiap hamba-nya. hanya saja' terkadang kitalah yang salah dalam mengartikan bahasa cinta-Nya kepada kita"


******************************************


Mobil-mobil iringan yang mengantar Andi kesebuah Masjid tempat Andi akan melaksanakan Ijab qobulnya, kini telah memasuki area perparkiran masjid rombongan pun sudah turun dari mobil masing-masing.


Dan Nampak Dika yang ada di belakang kursi roda Andi, sudah mendorong Sahabatnya memasuki masjid di ikut Ardiyan dan para sahabatnya, sesampainya di dalam ternyata sudah banyak para tamu yang ingin turut serta menyaksikan pernikahan seorang putri Direktur rumah sakit ternama, dan Andi yang melihat banyak orang di sana membuatnya semakin gugup.


"Dik berhenti!" bisiknya pada Dika.


"Ada apa?" bales Dika yang ikut berbisik.


"Sepertinya aku tak bisa melanjutkan ini" bisiknya lagi yang nampak di raut wajahnya ada rasa malu dan takut.


"Gila Lo ya sudah sampai di sini!" bales Dika yang masih berbisik.


"Gue malu dik, dan gue kasihan sama Nadziha, apa kata mereka nanti kalau ternyata gue yang seseorang yang cacat yang akan menjadi suaminya, itu akan jadi cemoohan bagi dia dik" jelas Andi tertunduk malu dan nampak juga ada kekhawatiran di raut wajahnya.


"Itu hanya perasaanmu saja nak," ujar seseorang yang tiba-tiba mendekati mereka.


"Pak Ariya?" Dika dan Andi terkejut karena mendengar suara bas Ariya memecahkan keseriusan mereka yang sedang bicara dengan berbisik-bisik.

__ADS_1


"Hilangkan keraguan di hatimu nak, dan tanamkan rasa percaya diri dengan Bismillah menyambut kehidupan barumu nak" tutur pria tadi yang ternyata Adalah Ariya ayah dari Nadziha, dan setelah berkata-kata ia pun mengambil alih pegangan Kursi roda Andi dari Dika, dan kemudian dialah yang mendorong Andi menuju meja kecil tempatnya untuk melakukan proses ijab.


Karena kini yang membawanya adalah calon ayah mertuanya sendiri Andi pun tak bisa protes lagi dan ia hanya bisa pasrah saat Ariya membawanya ke meja tempat ia akan melakukan Ijab,


sesampainya di sana Ariya juga membantu Andi turun dari kursi roda dan di duduki di bawah tempat di depan meja berkaki pendek itu yang di hadapannya juga sudah ada seorang pria yang nampak ia adalah penghulu yang akan menikahi dia.


"Baiklah karena semuanya sudah kumpul, sebaiknya kita langsungkan saja Acara Ijab ini, bagaimana nak Andi kamu sudah siap?" tutur seorang pria yang di yakini ia adalah penghulunya yang akan menikahi Andi,


Dan Andi yang nampak masih ragu-ragu ia pun memandang wajah para sahabatnya, seperti Meminta pendapat, dan para sahabatnya yang sepertinya memahami akan tatapan dari Andi mereka semua pun memberikan Anggukkan pada Andi, dan di saat pandangan Andi Kembali lagi ke pak penghulunya tiba-tiba terdengar suara salam yang membuatnya mengalihkan pandangannya lagi.


"Assalamu'alaikum" salam Pria paruh baya yang nampak tampan dengan jas hitamnya.


"Wa'alaikumus salam" Jawab mereka semua yang ada di ruangan itu.


"Maaf saya terlambat, "ucap pria itu dengan mengatupkan kedua tangannya " perkenalkan Saya Frastia Bramantyo, Ayah dari Andika Anggara " Lanjut Pria itu yang ternyata Frastia ayahnya Andi.


"Baik pak terima kasih" Frastia pun duduk di samping Andi, dan kemudian ia langsung memeluk anaknya penuh dengan kasih sayang.


"Maaf nak papa terlambat dan maaf juga kalo papa baru mengetahui keadaan kamu kemarin makanya papa langsung berangkat kemari, tapi kenapa kamu tidak mengabari papa sih nak?" Ujar Ayah Andi yang nampak ada Kesedihan di raut wajahnya.


"Maafkan Andi pa, Andi hanya tidak ingin melihat papa menjadi khawatir dengan kondisi Andi" bales Andi merasa bersalah.


"Anak bodoh!, kamu anak papa, sudah sepatutnya papa khawatir, tapi saat ini papa senang kamu Akhirnya mendapatkan jodoh mu juga dan itu membuat papa marah, kalau papa tidak kesini kamu tidak akan memberitahu papakan?" protes Frastia


"Maaf pah, semuanya sangat mendadak jadi Andi lupa deh hehehe" bales Andi dengan wajah polosnya Sambil Cengengesan.

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang lakukanlah Ijab mu dan jangan lupa Bismillah semangat ya nak" ujar Frastia menyemangati Andi.


"Baiklah pah, Terimakasih" ucap Andi kembali memeluk sang Ayah sejenak dan ia pun kembali menghadap pak penghulu dengan mantap.


"Saya sudah siap pak!" tegas Andi.


"Alhamdulillah Baiklah sekarang jabatlah tangan calon mertuamu nak Andi" Titah pak penghulunya dan Andi pun langsung menjabat Tangan Ariya Ayah Nadziha.


"Sekarang kita mulai dengan Bismillah, silakan pak Ariya" ujar penghulu lagi dan Di Anggukkan oleh Ariya dan iapun mulai menatap mata Andi.


"Ananda Andika Anggara bin Frastia Bramantyo?" panggil Ariya tegas.


"Saya pak!" tegas Andi juga.


"Saya Nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri kandung saya Nadziha Khairunnisa binti Ariya Sanjaya dengan mas kawin berupa Alat sholat serta cincin berlian di bayar tunai!" tutur Ariya dengan tegas dan langsung di sambut oleh Andi.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadziha Khairunnisa binti Ariya Sanjaya dengan mas kawin tersebut tunai!" dengan satu tarikan napas Andi dengan lantangnya menyabut perkataan Ariya.


"Bagaimana para saksi?!"


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏😉 SYUKRON 🙏😊


__ADS_2