
Assalamu'alaikum " ucap orang yang sedari tadi menyaksikan kebersamaan Asyifa dan kedua orang tua Wira.
"Wa'alaikumus salam" Jawab mereka serentak.
"Wira?.. kemari nak" panggil papi dan mami Wira, sambil merentangkan tangan mereka, berharap Wira ikut serta dalam berpelukan, dan Wira pun menghampiri dan menyambut rentangan tangan keduanya, akhirnya kini mereka berempat berpelukan. Dengan posisi Asyifa dan Wira saling berhadapan dan papi di samping kanan sedangkan mami di samping kirinya..
"Alhamdulillah, papi merasa sangat bahagia, lengkap sudah keluarga kita, " ujar papi Wira, lalu ia mengecup pipi kanan Wira dan mami mengecup pipi kiri Wira, setelah itu papi mengecup pipi kiri Asyifa sedangkan mami mengecup pipi kanan Asyifa..
"Yuk kita sama-sama bersholawat Jibril, agar keluarga kita mendapatkan keberkahan dan cinta Allah dan Rasul-nya" lanjut papi Wira..
صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدْ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ سَلِّمِ
"Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدْ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ سَلِّمِ
Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدْ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ سَلِّمِ
Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
"Artinya:"(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."
Mereka terus bersholawat Jibril sambil berpelukan, kebahagiaan terpancar pada mereka berempat, terutama Wira, karena pas di hadapannya ia bisa melihat senyum Asyifa yang begitu manis, tatkala ia melihat mami dan papinya.. walaupun senyuman itu tidak tertuju untuknya tapi melihatnya membuat hatinya menghangat.
"Alhamdulillah, kita sama-sama sudah bersholawat, tahu nggak kenapa papi mengajak kalian bersholawat, ?" Tanya papi Wira pada keluarganya.
"Karena selain mendapatkan keberkahan, kita juga akan mendapat cinta bukan hanya dari manusia saja, Bahkan akan mendapatkan cintanya Allah." Asyifa menjawab pertanyaan sang papi dengan suara lembutnya.
"Ulama besar As-Sakhawi Asy-Syafi'i berkata:
"Aku telah mendengar Al-Khidir dan Ilyas, dan mereka berdua telah berkata, 'Kami telah mendengar Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda:
"Tiadalah seorang yang beriman mengucapkan, 'Semoga Allah melimpahkan sholawat ke atas Muhammad', melainkan akan dijadikan manusia mencintainya, walaupun mereka sedang membencinya. Demi Allah, tiadalah mereka mencintainya sehingga Allah mencintainya." Sambung Asyifa lagj, membuat mereka yang mendengar begitu kagum.
"Maa syaa Allah, ternyata anak mantu ku bukan hanya cantik saja, tapi ia juga begitu pintar,." puji papi Wira pada Asyifa.
"Iya dong Pi.. anak mantu mamikan calon Ustadazah jadi tentu saja dia pintar iyakan nak?" Sambung mami Wira menimpali
"Aamiin, in syaa Allah, umi , Abi, tapi masih jauh" Bales Asyifa tertunduk malu.
__ADS_1
"Tidak ada kata jauh nak.. selagi kita masih terus berusaha dan berjuang, in syaa Allah kata jauh itu akan menjadi dekat nak, jadi tetap semangat ya dalam meraih cita-cita yang kamu inginkan dan Bismillah, in syaa Allah, Allah juga akan meridhoi mu" Ujar papi Wira lembut sambil membelai sayang di kepala Asyifa yang di tutupi hijabnya..
"Aamiin!" ucap mereka serentak..
"Syukron, Abi, umi, dan kak Wira, kalian sudah memberikan Ara kebahagiaan, dan semoga kebahagiaan yang Ara dapat hari ini, akan Allah ganti berlipat ganda, memberikan kebahagiaan pada Abi, umi dan kak Wira juga" ucapan Asyifa yang begitu tulus membuat ketiganya tersenyum bahagia, karena sekarang Asyifa tidak seperti biasanya, hanya hanya diam dan sulit untuk mendengar suaranya.
"Aamiin" ucap mereka serentak lagj.
"Ya sudah sebaiknya kita makan dulu Pi, mi, karena Asyifa sudah waktunya minum obat tapi dia belum makan, " Sambung Wira sembari membuka sebuah kotak berisikan bubur Ayam.
"Baiklah sayang, sini bubur yang untuk Ara, umi ingin menyuapinya" bales mami Wira, sambil mengambil kotak bubur yang di pegang Wira.
"Sini umi...Ara bisa sendiri umi, karna tangan Arakan tidak sakit" ujar Asyifa sembari menadahkan tangannya berharap sang mami memberikan kotak bubur tersebut.
"Sssht.. nggak boleh bantah ini keinginan Umi, yang ingin menyuapi anak-anak umi" ucap mami Wira tegas lalu ia mulai menyodorkan sendok berisikan bubur ayam, kemulut Asyifa, mau tak mau Asyifa pun membuka mulutnya dan melahap satu suapan buburnya,
Setelah itu mami Wira kembali satu sendok lagi, namun kali ini ia menyodorkannya pada Wira, Wira yang tak berani membantah sang ibu ia pun melahap suapan bubur yang di berikan sang ibu, sembari matanya melihat kearah Asyifa,
Asyifa yang kebetulan sedang melihat Wira yang sedang di suapi tersadar akan tatapan Wira lalu dengan cepat ia menundukkan wajahnya..
DEG..
Di waktu yang sama..
"Haiiis.. seperti nya jantung ku bermasalah lagi nih kayaknya, dan kayaknya harus secepat di periksakan ke dokter spesialis jantung kalau tidak bisa gawat, guekan belum ayang-ayangan sama Syifa, juga belum memiliki anak, hm pokonya setelah ini harus periksa!" _ batin Wira.
"Hai kalian kok pada melamun sih? gerutu mami Wira, yang sedari tadi memperhatikan anak-anak yang lagi hanyut dalam pemikirannya masing-masing.
"Ayo buka mulut mu lagi Ara.." perintah mami Wira sambil menyodorkan sendok berisi buburnya lagi. dan kembali Asyifa menuruti dan melahap bubur yang di suapin mami Wira.
Begitu juga sebaliknya, mami Wira akan menyuapin Wira secara gantian..
"Huh mami.. apa ia tak sadar ya, menyuapi kami secara bersamaan begini, sama saja menyuruh kami berciuman tidak secara langsung..
tapi nggak papa deh, hari ini lewat sendok siapa tahu nanti bisa secara langsung._Batin Wira sembari tersenyum nakal.
tapi tanpa dia sadari rupanya sang papi melihat sang anak yang sedang senyum, senyum sendiri..
"Ehem.. ehem.."' deheman sang papi sembari menyikut sang anak lalu mulutnya mendekati ketelinga anaknya " kamu mulai nakal yaa, membayangkan apa hayoo" bisik sang papi menggodanya.
"Astaghfirullah..!" Wira tersentak kaget " Apaan sih Papi..?!" Balesnya Wira kaget, lalu ia kembali melakukan hal yang sama mendekati mulutnya ke arah sang papi.."Orang tua nggak boleh kepooo.." bisik Wira membalas bisikan sang papinya dan dengan spontan papi Wira menjewer telinga Wiraxsana..
__ADS_1
"AU.. AU.. AU.. sakit Papi.." ringis Wira kesakitan karena telinganya di jewer..
"Ada apa sih Pi..? kok papi jewer ndara dan kalian tadi membisikkan apa? " tanya mami Wira yang ikut penasaran pada kedua lelaki yang dia cintai..
"Mami nggak boleh kepooo, ini urusan laki-laki" Bales Wira dan Papinya secara bersamaan..
"Haaa.. kalian yaa mau main rahasiaan ya sama mami..hmm rasain nih!" ujar sang mami geram sembari menarik telinga kedua laki-laki itu sang suami dan anaknya.
"AU... AU.. AU.. Ampun mamiii.. " pekik keduanya, Asyifa yang menyaksikan itu jadi ikutan tertawa kecil.. karena merasa lucu melihat tingkah suami dan ayah mertuanya.
"Alhamdulillah akhirnya kamu tertawa juga Ara, walaupun telinga ku sakit, tapi melihat mu bisa tertawa..aku rela bila harus di jewer ribuan kali Syifa_Batin Wiraxsana..
***BERSAMBUNG..
SALAM JUM'AT BAROKAH
Hari spesial untuk kita semua***..
**Alhamdulillah, hari ini di Episode Spesial ini, Author berkesempatan mengajak para readers bersholawat Jibril, tanpa kalian sadari, dan semoga kita juga akan mendapat keberkahan serta cinta dari Allah yaa**,
Dalam sebuah hadits dijelaskan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya"
(HR. Ahmad)
**Terus beri dukungan Author yaa..
Vote, Like dan komentar kalian menjadi penyemangat Author untuk berkarya.
Syukron love you all😘**
__ADS_1