CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
AKHIRNYA PULANG.


__ADS_3

Cinta๐Ÿ’— itu..


Bukan hanya menerima apa adanya.


Tetapi melengkapi apa kekurangannya


Memperbaiki apa saja kesalahannya.


Dan tidak membandingkan dengan yang lainnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Asyifa terbangun dari tidurnya, dan ia melihat kesampingnya ternyata Wira sudah tidak ada dan matanya mencari di sekitar ruangan itu tetapi orang yang dia cari tidak ada di ruangan tersebut juga, lalu ia memegang kepalanya ternyata ia sudah memakai hijabnya kembali.


"Apakah ana tadi hanya bermimpi? melihat kak Wira tidur di samping ana? dan siapa yang memakaikan hijab ana?_Batin Asyifa bingung


lalu ia memegang bagian belakang kepalanya.


"Aduuh!" Pekiknya.


"Tenya ana tidak bermimpi karena kemarin kepala ana terbentur dengan besi, dan masih sakit, hmm, apakah kak Wira yang memakai hijab ana?" gumam Asyifa sambil mengelus kepalanya yang masih sakit.


saat dia masih masih tenggelam dalam pemikirannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu, dan dengan sigap ia pun mengambil cadarnya dan langsung memakai, dan tak lama pintu terbuka..


"Assalamu'alaikum nyonya Asyifa kita periksa sebentar ya" ucap seorang wanita berbaju putih yang baru masuk bersama seseorang yang berbaju putih juga yang di yakini seorang suster. sedangkan Asyifa sedikit terkejut tatkala dokter wanita itu memanggil nyonya di umurnya yang masih belia.


"Nyonya, ma syaa Allah, umur ana masih 17 tahun sudah di panggil nyonya?_ batin Asyifa


"Assalamualaikum nyonya?" dokter itu mengulangi salamnya karena Asyifa tidak menjawab salamnya karena ia sedang terhanyut dalam pikirannya.


" Eh maaf..Wa'alaikumus salam, dok!" bales Asyifa sedikit tersentak." Silakan dok.." lanjutnya mempersilahkan dokter untuk meriksanya, lalu dokter wanita tersebut meriksa Asyifa,


dan di saat bersamaan, ketukkan pintu kembali berbunyi dan tak berapa lama muncul seorang lelaki tampan yang ternyata Wira, dengan membawa sebuah kantungan plastik yang tak tahu apa isinya.


"Assalamualaikum" salam Wira sambil berjalan menghampiri mereka.


"Wa'alaikumus salam," Jawab mereka serentak.

__ADS_1


"Sudah di periksa?" Tanya Wira pada Asyifa dan di anggukkan oleh Asyifa.


"Alhamdulillah, gimana sekarang keadaan istri saya dok?" tanya Wira lagi pada sang dokter.


"Alhamdulillah, istri Anda sudah membaik, tinggal memulihkan kakinya saja pak Wira" Jawab dokter wanita itu.


"Alhamdulillah " ujar Wira dan Asyifa berbarengan.


"Kalau begitu Bisakah saya pulang hari ini dok?" tanya Asyifa, yang begitu berharap agar dokter mengizinkan ia pulang.


"Bisa Asal nyonya benar-benar menjaga kesehatan, dan mengikuti prosedur yang kami sarankan agar kaki anda cepat pulih seperti semula" bales dokter wanita itu.


" Iya dokter saya mau" bales Asyifa antusias.


"Kalau begitu selesaikan administrasinya pak, dan juga menebus obat yang saya resepkan untuk di minum istri bapak dirumah" ujar dokter itu lagi.


"Baiklah dok" bales Wira,.


"Kalau begitu saya permisi, cepat sembuh ya nyonya, dan sering kontrol juga yaa"


"Baiklah dok Terimakasih"


"Wa'alaikumus salam " jawab Wira dan Asyifa bareng, lalu dokter wanita dan susternya pun pergi meninggalkan mereka.


"Alhamdulillah ya Allah.. Akhirnya Pulang" ucap Asyifa setelah dokter itu pergi.


"Sebegitu senangnya kamu ingin pulang Ara?" bales Wira yang melihat Asyifa nampak senang setelah di izinkan pulang oleh dokter.


"Iya kak, karena Ara kangen pondok, " ujarnya senang hingga ia lupa rasa canggung pada Wira selama ini, dan itu membuat Wira ikut senang.


"Tapi Ara, kamukan istriku, apakah tidak sebaiknya kamu pulang ke rumahku?" tanya Wira lembut, membuat Asyifa terdiam dan menundukkan wajahnya, sepertinya ia sedih setelah mendengar ucapan Wira.


Wira yang melihat perubahan sikap Asyifa jadi merasa bersalah, padahal, tadi ia nampak begitu senang dan ceria karena mendapat izin pulang.


"hmm baiklah kamu akan pulang ke pondok tapi dengan syarat, aku juga ikut bersama kamu" lanjut Wira lagi, membuat Asyifa sedikit senang tapi juga bingung"


"Tapi itukan pondok putri kak, apakah Abi Ustadz mengizinkan kak Wira tinggal di sana?" ujar Asyifa bingung.

__ADS_1


"in syaa Allah Abi Ustadz akan mengizinkan, karena kita akan tinggal di pondok nenek, agak sedikit berjauhankan dengan pondok utama putrinya" Bales Wira yang sebenarnya ia sudah mengetahui pondok nenek Asyifa, ketika ia membantu mengurus jenazah Almarhumah nenek.


"Ya sudah nggak usah kamu pikirkan itu, sebaiknya kamu makan dulu dan tunggu aku, biar aku ngurus Administrasi dulu ya, nanti baru kita bersiap-siap untuk pulang ke pondok oke" Sambung Wira lagi sembari ia memberikan semangkuk bubur pada Asyifa, dan di terima oleh Asyifa, setelah dapat anggukkan dari Asyifa Wira pun keluar dari ruangan itu untuk mengurus Administrasi dan menebus obat Asyifa.


Sementara Asyifa setelah suaminya tak terlihat lagi ia pun mulai memakan bubur pemberian Wira dengan lahap, karena ia segera menyelesaikan makannya dan ingin bersiap untuk segera pulang, karena sudah hampir dua Minggu ia tak melihat pondok pesantren tempat ia di besarkan dan menambah ilmu.


Ya Asyifa masih berstatus santriwati di pondok pesantren Putri An-Nur, dan belum mendapatkan predikat ustadazah atau Hafidzah.


Setelah ia menyelesaikan makannya, ia pun ingin bersiap namun kakinya belum sepenuhnya kuat hingga saat ia ingin turun dari tempat tidurnya ia kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh namun di tangkap oleh tangan seseorang dan langsung memeluknya, Asyifa pun terkejut.


"Aakh....kak Wira?!" pekik Asyifa yang sepontan memegang leher Wira karna takut terjatuh.


"Kamu sepertinya terlalu tidak sabaran ya Ara, untuk segera pulang,?! bukankah aku sudah bilang untuk menunggu ku?!" ujar Wira yang cemas juga kesal karena Asyifa tak mau menunggu ia datang.


"Maafi ana kak," bales Asyifa lirih


" Ya sudah duduklah di sini biarkan aku yang nyiapin segalanya oke.." ujar Wira lagi tapi kali ini dengan nada lembut, lalu ia menduduki Asyifa di sisi ranjangnya,


Setelah itu ia pun membereskan barang-barang Asyifa untuk di Bawak pulang dan setelah selesai ia menelpon anak buahnya untuk membawa pesanannya dan tak lama bunyi pintu kamar lagi..


"Masuk!" ucap Wira singkat, dan muncullah seorang berjas hitam dengan membawa kursi roda.


"Permisi pak ini pesanan Anda " ujar orang berjas hitam tersebut.


"Terimakasih Rendi, dan tolong bawakan barang-barang nyonya ke mobil ya" bales Wira pada anak buahnya yang bernama Rendi. sedangkan Asyifa yang mendengar perkataan Wira yang mengatakan dirinya "nyonya" spontan dadanya berdesir.


" Nyonya lagi? ma syaa Allah, kenapa dada ana jadi berdesir?" Batin Asiyfa.


"Baik pak" lalu Rendi pun membawa barang-barang yang di tunjuk oleh Wiraxsana tadi dan pergi meninggalkan mereka.


"Baiklah nyonya,.. Apakah kamu sudah siap untuk pulang nyonya?" Ujar Wira sambil mengedipkan matanya pada Asiyfa..


DEG DEG DEG DEER..


**BERSAMBUNG..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YAA

__ADS_1


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR PARA REDERS SELALU AUTHOR TUNGGU LOH.๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜**


__ADS_2