CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
HARUS BANYAK BERSABAR.


__ADS_3

*•◎❅❀❦🌸KALAM AL-QUR'AN 🌸❦❀❅◎•*


مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٦


"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"


__(QS An-Nahl ayat :96)__


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ೋ๑୨୧๑ೋ🌸ೋ๑୨୧๑ೋ━ ⃟ ⃟ ⃟✧


Andi sangat terkejut sekali tatkala Nadziha mendorong dirinya, kemudian ia langsung berlari ke kamar mandi.


"Apa yang terjadi, kenapa Ziha ingin muntah saat aku cium?, apakah ia sudah mulai jijik dengan ciumanku?"_ Batin Andi yang di penuhi berbagai macam pertanyaan.


Kemudian ia pun menyusul Nadziha yang tadi berlari menuju ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi ia melihat Nadziha yang sedang berada di depan kloset duduk dengan posisi setengah jongkok dan menundukkan wajahnya kearah kloset tersebut, terlihat jelas kalau ia sedang mengeluarkan isi perutnya.


"Ueegh..Ueegh..Ueegh..ugh..Ugh.." Nadziha terus muntah-muntah, mengeluarkan isi yang ada di perutnya, hingga akhirnya cairan yang kuning pun ikut keluar,


Walaupun di hati Andi terdapat berbagai macam pertanyaan, namun ia tak tega juga melihat istrinya yang tak henti-hentinya mengeluarkan isi perutnya, dan ia pun membantu Nadziha dengan cara memijat-mijat tengkuk Nadziha.


"Kamu kenapa sih Nad?, apa kamu sakit ya?" tanya Andi yang masih memberikan pijatan pada Nadziha


Nadziha tidak menjawab dengan perkataan ia hanya melambaikan tangannya tanda ia tidak tahu, dan setelah rasa mualnya Nadziha menghilang, Nadziha pun hendak bangkit dari posisi menunduknya namun tiba-tiba ia terhuyung, nasib baik Andi sedang di dekatnya hingga ia langsung menangkap Istrinya yang hampir saja terjatuh.


"Sepertinya kamu sakit Nad, kita ke rumah sakit ya " kata Andi yang langsung menggendong Istrinya tersebut


"Tidak mas, Ziha hanya pusing sedikit aja kok, entar di bawak tidur sebentar juga akan hilang kok Mas " Bales Nadziha yang masih berada di dalam gendongan Andi.


"Tapi Nad, wajah kamu pucat banget loh." Ujar Andi yang nampak mulai cemas


"Tapi Ziha nggak mau ke rumah sakit mas".


"Sudah nggak boleh protes pokoknya kita harus kerumah sakit"


"Maaf mas, bukan Ziha mau membantah mas Andi, cuma saja Ziha tak ingin membuat Abi Ziha cemas mas, kan mas tahu informan Abi banyak di rumah sakit itu, nah makanya Ziha bermaksud memanggil teman Ziha saja ya mas?" Jelas Nadziha memberikan alasan pada Andi agar tidak membawanya ke rumah sakit.


"Baiklah, tapi dia laki-laki atau perempuan?" tanya Andi intens.

__ADS_1


"Perempuanlah, mas, mana mungkin Ziha mau di periksa sama laki-laki" Bales Nadziha.


" Ya sudah kalau begitu telponlah temanmu itu" kata Andi yang akhirnya menyerah lalu ia pun langsung meletakkan istrinya keatas ranjangnya lagi, dan kemudian ia juga membantu Nadziha mengambil benda pipih miliknya.


Setelah melakukan panggilan pada temannya Nadziha menutupi dirinya dengan selimutnya, membuat Andi heran akan kelakuan istrinya itu.


"Nad, apakah kamu kedinginan, hingga kamu menutupi seluruh tubuhmu dengan selimut seperti itu?" tanyanya heran.


"Nggak mas, cuma aku nggak suka dengan bau tubuh kamu mas, rasanya perut Ziha mual" kaya Nadziha dengan suara yang sedikit terpendam akibat selimut menutupi wajahnya.


"Tubuh ku bau'?" Gumam Andi lalu ia mencium aroma tubuhnya dengan mengangkat kedua tangannya sambil mengendus-endusnya.


"Inikan bau minyak wangi yang biasa aku pakai Nad, bukankah kamu sangat menyukainya?" tanya Andi sedikit bingung.


"Nggak tahu mas, pokoknya Ziha nggak suka Sekarang!" seru Nadziha yang masih di bawah selimutnya.


"Ay, kok jadi marah sih, ya sudah aku mandi deh"


"Iya sana mas mandi yang bersih ya!"


Mendengar perkataan Nadziha, yang sedikit membentak membuat Andi kesal karena ia tak suka mendengarnya, tapi ia juga tak mau melawaninnya, hingga akhirnya ia memilih pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya, lima belas menit di kamar mandi ia pun langsung keluar lagi ternyata di dalam kamarnya sudah ada Wanita lainnya.


"Eh, bang Andi?, Oh ternyata kamu suaminya Ziha?" tanya Wanita yang bernama Inne.


"Ya aku Suaminya Ziha, apa itu artinya kamu teman Ziha?" tanya Andi penasaran.


"Benar, bang kami teman saat sekolah menengah atas dan saat tamat aku kuliah di universitas yang sama dengan bang Andi, sedangkan Ziha dia ke Kairo, makanya kami jadi terpisah" tutur inne menjelaskan tentang pertemanannya pada Nadziha.


"Oh, ya sudah Sekarang periksalah istri ku" titah Andi yang nggak mau berlama-lama lagi.


"Baiklah, Ayo Zi, kita periksa dulu ya" kata Inne, dan ia pun mulai memeriksa keadaan Nadziha.


"Zi, apakah bulan ini kamu sudah mendapatkan Haid?" tanya Inne saat ia sedang memeriksa denyut nadi Nadziha.


"Katanya sih belum Ne" bales Nadziha dengan mimik wajah yang sedang mengingat Sesuatu.


"Oh, kalau begitu sebaiknya kita tes urine dulu ya?"

__ADS_1


"Baiklah "


Akhirnya Nadziha dan Inne pun langsung ke kamar mandi untuk melakukan tes urine, sedangkan Andi hanya memperhatikan mereka dengan mimik wajah yang nampak Bingung.


Setelah mereka kembali dari kamar mandi, Andi yang sejak tadi penasaran akhirnya buka suara.


"Ada apa sebenarnya ini?, kenapa pakai tes urine segala?" tanyanya saat melihat mereka telah kembali.


"Tidak ada apa-apa bang, saya hanya ingin memastikan kebenaran yang saya priksa tadi" jawab Inne.


Andi mengerutkan keningnya " Kebenaran apa?" tanyanya lagi yang semakin penasaran.


"Kebenaran kalau saat ini Ziha sedang hamil mas." Sambung Ziha dengan wajah yang nampak sangat senang.


"Apa yang kamu bilang tadi Nad? hamil? "


Andi seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar hingga ia meminta Istrinya untuk mengulangi perkataannya.


" Iya mas, Ziha Hamil, kita akan menjadi orang tua mas kamu akan menjadi seorang ayah mas." kata Ziha dengan senyum sumringahnya.


Mendengar perkataan Nadziha, dengan spontan Andi langsung menarik tangan Nadziha, dan ia langsung memeluk Nadziha dengan erat, tanpa peduli ada Inne di dekat mereka.


"Benarkah, Aku akan menjadi Ayah Nad?" tanyanya di dalam pelukan sang istri


"Iya Mas, kamu akan menjadi seorang ayah" Bales Nadziha,


"Alhamdulillah, Terimakasih sayang, kamu telah melengkapkan kebahagiaanku " Ucap Andi penuh rasa Haru dan rasa syukur.


"Sama-sama mas, Uegh..Ugh uhm.." Nadziha langsung mendorong Andi dan langsung menutup mulutnya, lalu ia berlari menuju ke kamar mandi, lagi-lagi membuat Andi bingung hingga ia langsung menatap wajah Inne seperti mencari jawaban padanya.


Inne yang sepertinya memahami tatapan Andi ia pun buka suara. "Itu hal yang biasa bang, bagi Wanita hamil di trimester pertamanya dan sepertinya Abang harus banyak bersabar ya "Katanya sambil menyengir..


"Bersabar?!"


********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


⚛VOTE ⚛⚛⚛ LIKE ⚛⚛⚛ KOMENTAR


selalu Author tunggu 😉So jangan lupa ya 🙏😊


__ADS_2