CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
JANGAN PERGI!


__ADS_3

____💥 MUTIARA HIKMAH 💥____


HARAPAN ORANG YANG TELAH MATI


Al Hafizh Ibnu Rajab (wafat 795 H) rahimahullah berkata:


Puncak dari harapan orang-orang yang telah mati di kubur-kubur mereka adalah berharap bisa hidup kembali barang sesaat untuk mengejar apa-apa yang terluputkan dari mereka (ketika di dunia) berupa taubat dan amal shaleh.


Sementara orang-orang (yang masih hidup) di dunia ini masih saja menyia-nyiakan hidupnya sehingga hilanglah umur-umur mereka secara sia-sia dalam kelalaian, bahkan di antara mereka ada yang menghabiskan umurnya dengan kemaksiatan.


Latha iful Ma'arif (hal. 339)


So, jangan sia-siakan waktu yang ada, karena penyesalan datangnya selalu di belakang hari.


♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻


Mobil, Wira memasuki kawasan jalan yang sepi dari kendaraan, Wira terus membimbing Dony, agar mobil mereka tetap setabil. walaupun pada awalnya, Dony sempat panik dan membuat mobil mereka tidak menentu arah, tapi nasib baik Wira langsung menahan dan berusaha agar Dony tidak panik.


"Mau, Sampai kapan kita terus begini bro?" tanya Dony, yang nampaknya ia jauh lebih santai sekarang.


"Ya sampai bensinnya habis, " jawab Wira santai..


" What?!!, gila aja Lo, bukankah mobil ini baru tadi pagi ngisi Full?"


"Iya gue tahu laluuu?" kata Wira yang masih santai.


"Ya lalu apa?, apa kita benar-benar begini sampai habis bensin gitu?"


"Ya mau gimana lagi, paling lompat kalau Lo nggak ingin nunggu mobil ini habis bensin gampangkan?"


"Gampang endas Lo!, yang ada kalau lompat wajah ganteng gue hilang lagi, karena babak belur!"


"Yaa Laluuu?"


"Ah, dari tadi lalu, lalu, aja sih Lo, cari solusinya dong, nggak mungkin juga kita begini terus!"


"Ada, kalau Lo nggak mau babak belur, Lo tinggal masukkan mobil kelaut gampangkan?"


"Gampang?!, Pale Lo petang!, yang ada gue mati ngambang karena nggak bisa berenang!"


"Yaa Laluuu??"


"AU, akh gelap!, capek ngomong ma Lo, ngasih solusi nggak ada yang benar!" Kata Dony kesal, karena Wira memberi ide nggak ada yang benar, melihat temannya menjadi kesal membuat Wira Tersenyum puas karena membuat Dony, menjadi kesal.


" Eh, ada bro satu lagi bro!


"Akh, AU akh, ujung-ujungnya pasti ngarah yang nggak benar juga!"


"Belum juga di kasih tahu, dah pesimis aja Lo".


"Ya emang faktanya gitu, !"

__ADS_1


"Ya udah kalo nggak mau"


"Haiii, apa!"


"Cari jalan perbukitan nah, pasti kecepatan mobil ini pasti akan melambat" kata Wira sembari menaik-turunkan alisnya.


"Benar juga tapi di mana?" tanya Dony, yang sepertinya ide Wira kali ini cocok untuk dia lakukan.


"Nanti saat ada persimpangan di sana Lo belok kiri, karena seingat gue itu menuju perbukitan kebun teh dan jalannya juga masih berbatu itu mempercepat lambatnya mobil ini bro" kata Wira lagi,


"Oke kita kesana" bales Dony dan benar kata Wira tak berapa lama mereka mendapatkan sebuah persimpangan, dan Dony pun bermaksud membelokkan mobilnya ke kiri, Namun secara bersamaan sebuah mobil Dum truk, tiba-tiba muncul dari arah yang sama membuat Dony dan Wira terkejut dan dengan cepat Dony banting setir, namun kalah cepat dan akhirnya..


BRAAAAK!! DUAARK!!


_____


Di kota M.


Di pondok pesantren An-Nur.


Di pondok Asyifa.


PRAANG!!.


"Astaghfirullah!, kenapa pigura ini jatuh?" Seru Asyifa kaget, karena tidak ada angin tiba-tiba sebuah pigura Poto terjatuh dan ia pun bermaksud mengambil pigura foto itu Namun


"Aakh!!" Pekiknya saat sebuah kaca pecah pigura tersebut mengenai tangannya darah segar pun keluar dari tangannya


"Mas Wira?!" gumamnya lagi dan jantung semakin berdegup kencang.


"Ada apa ini ya Allah?, semoga engkau melindungi suami hamba" gumam Asyifa sembari ia membersihkan pecahan kaca dari pigura foto Wira, sedangkan fotonya ia taruh di atas nakas, setelah selesai, ia bermaksud kedapur namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu pondoknya.


Tok, Tok, Tok.


Asyifa pun langsung menghampiri pintu dan langsung membukanya dan berdirilah di depan pintu seorang wanita bercadar, berpakaian hitam.


"Ustadzah Anisah?"


"Assalamu'alaikum Syifa" salam Wanita itu yang ternyata Anisah.


"Wa'alaikumus salam Ustadzah" bales Asyifa, " Mari Ustadzah, silahkan masuk" Lanjut Asifa lagi, mempersilakan Anisah untuk masuk ke dalam pondoknya


"Terimakasih Asyifa, tapi hari ini ana ingin mengajak anti ke rumah sakit " kata Anisah


"Eh, siapa yang sakit Ustadzah?" tanya Asiyfa, yang sebenarnya hatinya kembali berdetak saat mendengar kata rumah sakit.


"Nanti kamu juga akan tahu, sekarang bersiaplah biar kita sesegerah kesana"


"Baiklah Ustadzah tunggu sebentar" kata Asyifa dan ia langsung masuk dan itu hanya sebentar ia hanya mengambil tas ransel kecilnya.


"Ana sudah siap Ustadzah" lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita pergi" kata Anisah dan di Anggukkan oleh Asyifa dan Anisa pun langsung meminta sopirnya untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit.


dan akhirnya supir Anisah pun membawa mereka kerumah sakit.


Dan Sesampainya di sana Anisah langsung membawa Asyifa ke sebuah ruangan yang di depan pintunya ternyata sudah ada Ardiyan dan para sahabatnya, dengan wajah mereka yang nampak sedih membuat jantung Asyifa semakin berdetak,


"Masuklah Syifa " kata Ardiyan kepada Asyifa, membuat perasaan Asiyfa tidak menentu, dan dengan perlahan ia pun membuka pintu ruangan tersebut dan terlihatlah di sebuah pembaringan sosok yang ia kenali.


"Mas Wira?" teriaknya dan ia langsung berlari menghampiri pembaringan itu. dan terlihatlah wajah Wira yang masih terpejam, dengan hidung ada selang pernafasan dan di bagian dahinya di tutupi oleh perban dan banyak luka di mana-mana, membuat hati Asyifa bagaikan teriris.


"Mas?" panggil Asyifa lembut, dengan air mata yang sudah mengalir ke pipinya dan tak lama Wira pun membuka matanya, dan kemudian ia pun memberikan senyuman pada Asyifa.


"Sayang, kenapa menangis?," tanya Wira dengan suara yang sangat lemah.


"Hiks, apa yang terjadi hiks sama emas, hiks, kenapa jadi seperti ini hiks?" tanya Asiyfa yang mulai terisak, entah kenapa hatinya ada perasaan takut.


"Mas tidak apa-apa sayang," kata Wira yang nampaknya suaranya semakin melemah.


"Sayang, maukah kamu berjanji pada mas?"


"Apa mas, hiks, hiks" rasa ketakutan Asyifa semakin kuat.


"Berjanjilah, apapun yang terjadi, kamu harus kuat ya sayang,"


"Hiks, kenapa mas berkata begitu hiks?"


"Berjanjilah..pada mas Ra,.. kamu akan menjadi wanita yang tegar.., berjanjilah.. kamu.. juga akan. menjaga.. anak kita..ayolah.. sayang.. berjanjilah.. pada mas.." kata Wira yang suara lemah dan juga sudah terbata-bata karena nafas yang mulai sulit


"Tidak mas, hiks.. mengapa kamu hiks.. berkata seperti itu, hkis.. apa itu..hiks.. artinya, kamu mau meninggalkan hiks . Ara mas?.. hiks..hiks..hiks.." Tangis Asyifa pecah, ia tak kuasa lagi menahan kesedihannya.


"Sa.ya..ng.. mas.. tidak..akan.. pernah pergi.. mas.. selalu.. ada di sini.." kata Wira sambil menunjuk ke arah dada Asyifa di mana di dalamnya ada sebuah hati.


"Tidak mas, hiks, bukankah hiks kamu sudah hiks, berjanji..hiks sama nenek Ara..hiks.. bahwa..mas akan hiks.. menjaga Ara..hiks..tapi kenapa hiks.. mas ingkar hiks..hiks.." kata Asyifa dengan air mata yang semakin deras dan kini tubuhnya jadi bergetar, dadanya terasa sakit..


"Ma..Af..ka..n mas Ra..ya.ng..pa..sti cin,.ta.. mas..ak.an..se.lalu..un..tuk..mu..sa..ya..ng.. ma..s..ak..an..menu..ggu..mu..di..sana.. sela..ma..t..ti..nggal..Zau.jaty.. la.ila..ha..illallah..mu..ha.mad..ar rasul..lullah....." Tiiiiiiiiiiit..


"Tidaaaak, hiks..mas..wiraaaa!!..hiks.. jangan tinggalkan Ara maaas ..hiks..hiks..huaaaa


mengapa mas.. tinggalkan hiks .Ara..hiks.. seorang diri mas...hiks... Jangan pergii!! mas..hiks.. Jangan tinggalkan..hiks . Ara..hiks..


"MAAS..WIRAAAAA!!!"


**************


Aiih Tengah malam 😭😭😭


Terus dukung Author ya guys 😭😭😭


Kasih Author VOTE LIKE DAN KOMENTARnya


😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2