
๐ Hikmah Cinta, ๐
cinta terbaik, adalah saat kamu mencintai orang yang tepat, seseorang yang membuat akhlakmu semakin indah, Yang menegur saat iman mu luntur, dan membimbingmu bukan hanya di dunia Namun berusaha menuntunmu hingga syurga-Nya kelak
>>>>>>>>>>>>>>>๐<<<<<<<<<<<<<<<<
Setelah selesai bercerita Ustadzah Nina pun menasehati Asyifa penuh dengan kelembutan.
" Syifa,..Saat ia sudah memilih untuk menjadikanmu penyempurna agamanya, maka ia akan memberi jalan agar Anti juga sempurna pula bersamanya dalam mencari ridho Allah. jadi anti termasuk orang yang beruntung, di berikan Allah ladang pahala yang banyak, ma syaa Allah, ana iri loh sama anti, anti yang mau menginjak usia 18 tahun sudah di percaya sama Allah, ana yang sudah 22 tahun belum di kasih kepercayaan itu, jadi anti harus banyak-banyak bersyukur yaa" Nasehat ustadazah Nina menyentuh hati Asyifa, yaa ia mulai merasakan keikhlasan dan ingin menerima sepenuhnya kehadiran suaminya.
"Syukron ustadzah atas pencerahannya dan in syaa Allah ana akan menjalani rumah tangga ini karena Allah" Bales Asyifa tulus.
"Alhamdulillah, Ustadzah senang mendengarnya, jadi mulai sekarang kalau suami Meminta sesuatu yang.. ting.." Nasehat Nina lagi tapi dengan kodean kedipan mata yang bermaksud Tetang hubungan suami-istri." Anti tidak boleh menolak yaa" lanjutnya seraya tersenyum menggoda nya.
"Eh Ustadzah kok ngomongnya kesitu sih, Syifakan malu ustadazah" Bales Asyifa sambil menundukkan wajahnya.
"Eh nggak boleh malu, karena ini adalah pembelajaran juga Syifa,.. agar kamu tahu hukum-hukumnya, Ustadazah sengaja memberikan pelajaran ini karena kamu baru walimah jadi kamu juga harus tahu tentang semuanya mana yang boleh dan mana tidak kamu maukan mendapatkan pahala yang banyak ?" Ujar Ustadzah Nina
"Na'am ustadzah Ana mau"
" Syifa...Ketika suami mengajak istri memenuhi
kebutuhan biologisnya, maka istri wajib memenuhinya. Sebaliknya, jika istri butuhkan nya juga, maka suami juga harus siap sedia, tidak boleh menolaknya kecuali udzur syar'i seperti sakit atau berhalangan yang berakibat fasad.
Rasulullah SAW bersabda:
ุง ุงุชูุชู ุงููู ูุฑูุฃูุฉูุ ุงุฌูุฑูุฉู ุงุดู ุงุ ููุนูููุชูููุง ุงููู ูููุงุฆูููุฉู
"Jika seorang wanita tidur meninggalkan tempat tidur suaminya (yaitu tidak menemani suaminya) maka malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
(HR Muslim no 1436).
"Para suami juga punya tanggung jawab yang besar dalam mengurus istri dan memenuhi kebutuhannya," katanya.
ุง ุงุงูู ุงูููููู ููู ู ุง ูููุง ููู ู ุงุฆูุญูุฉู ุงูุฌููููุฉู
"Tidak ada seorang hamba yang diserahkan kepadanya untuk urusan raรญyyah (yaitu yang harus diurus) lalu ia tidak mengurusnya dengan baik kecuali tidak akan memberikan aroma surga."
(HR Al-Bukhari no 7150).
Sementara itu, dilansir dari Pustaka Ilmu, disebutkan seorang istri yang meminta hajat atau berjima lebih dulu kepada suaminya, maka akan mendapat fadhilah atau kemuliaan sebagaimana di kitab Adabun Nisa' karya Abdul Malik bin Habib (Abu Marwan) Al-Qurthubi:
Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka:
(1) Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka;
(2) memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh;
(3) dicatatkan untuknya dua ribu kebaikan;
(4) diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di Surga.
Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka malaikat dari bawah 'Arsy memanggilnya, "Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami):
__ADS_1
(1) Maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang;
(2) Dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan budak;
(3) Dan mencatatnya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan.
jelas Ustadzah Nina panjang lebar membuat Asyifa sedikit malu.
"Astaghfirullah, harus seperti itukah Ustadazah?" tanyanya sedikit malu.
"Iya kalau anti mau mendapatkan pahala yang banyak"
"Tapi Syifakan malu ustadzah"
"Mana yang lebih besar, rasa ingin di cintai Allah, atau rasa malumu?"
"Besar ingin di cintai Allah.."
"Lalu kenapa harus berkata malu, lagian dia suami Anti, halal untuk anti, jadi hilangkan rasa malu itu pada suami, tapi besarkan rasa malu pada yang bukan mahram anti, Anti paham sekarang?"
"Na'am Ustadzah, tapi.. jantung ana suka berdegup kencang Ustadzah kalau dekat dengan dia" keluh Asyifa yang memang belum paham arti degupan jantungnya. Nina Tersenyum mendengar perkataan Asyifa.
"Anti tahu, apa Artinya degupan itu?" tanya Nina dan di bales dengan gelengan kepala Asyifa.
"Itu karena Allah sudah menitipkan cinta di hati Anti" Ujar Nina lagi seraya tersenyum lembut.
"Ma syaa Allah, jadi itu cinta Ustadzah?"
"Na'am Syifa, berbahagialah Syifa dan cintailah suamimu karena Allah" ujar Nina lagi.
"Na'am Afwan Syifa" Bales Nina, dan saat bersamaan terdengar suara wanita mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum" Ucap wanita itu yang ternyata seorang santriwati.
"Wa'alaikumus salam" bales Nina dan Syifa berbarengan.
"Ustadzah,.. Ustadz Khairul memanggil Ustadazah " kata anak santriwati itu.
"Na'am in syaa Allah ana segera kesana" Bales Nina
"Baiklah ustadzah ana pamit Assalamu'alaikum" ucap Anak santriwati itu lagi.
"Wa'alaikumus salam" jawab mereka berbarengan.
"Syifa ana tinggal sendiri nggak papa yaa?" tanya Nina sedikit khawatir, karena teringat akan kaki Syifa yang masih sakit terlebih ia sendirian di rumah itu.
"Nggak papa ustadzah pergilah" bales Asyifa.
"Ya sudah kalau begitu, Anti istirahat saja Ana pamiit Assalamu'alaikum" pamit Ustadzah Nina
"Na'am Ustadzah Wa'alaikumus salam " jawab Asyifa. setelah selesai berpamitan Nina pun melangkah pergi meninggalkan Asyifa yang masih berada di ranjangnya.
Tuk beberapa saat ia hanya terdiam dan hanya memperhatikan suasana kamar itu, namun tiba-tiba ia sepertinya ia ingin ke kamar mandi, karena tidak ada siapapun, ia pun berusaha sendiri dengan perlahan ia turun dari ranjangnya dan saat ingin melangkahkan kakinya terasa ngilu untuk di langkahkan dan ia pun kehilangan keseimbangannya hingga ia hampir terjatuh namun tiba-tiba ada yang menangkapnya
__ADS_1
"Aakh!! Astaghfirullah!!" Pekiknya karena rasa sakit juga terkejut karena tiba-tiba ada yang memegang pinggangnya.
"Kamu tidak apa-apa Syifa?" tanya seseorang yang tadi menangkapnya.
"Kak Wira?" ucapnya lirih ternyata yang datang adalah suaminya.
"Kamu mau apa Syifa? kenapa turun?" tanya Wira yang masih panik.
"Syifa mau kekamar mandi kak" jawabnya pelan.
"Ya sudah aku gendong ya?" ucapnya dan di anggukkan oleh Asyifa. Wira pun langsung membawa Asyifa ke kamar mandi.
"di sini saja kak"
"Ya udah, aku tunggu di depan pintu ya" sekali lagi hanya di anggukkan oleh Asyifa. dan tak lama kemudian Asyifa pun selesai.
"Kak sudah " panggilnya Wira pun masuk kembali dan menggendong Asyifa lagi, dan di letakkan kembali di tempat tidurnya
"Kenapa tadi tidak minta tolong Ustadzah Nina?" tanya Wira setelah ia duduk di tepi ranjangnya.
"Tadi belum kepingin " jawabnya malu.
'Oh, maaf ya aku terlalu lama perginya"
"Nggak papa kok kak"
"Oh iya tadi Nisah nitip ini buat kamu" ujar Wira sambil menyerahkan kotak makanan pada Asyifa.
"Wah ma syaa Allah, kayaknya enak nih "
"Iya emang enak kamu makan ya, sini aku suapi" ujar Wira sambil mulai menyuapi Asyifa.
Jantung Asyifa kembali berdendang, tatkala Wira menyuapinya dengan ketulusan.
" Ya Allah benarkah degup jantung ini adalah cinta?, apakah itu berarti aku mulai mencintai kak Wira? Benarkah Aku mencintai nya?" _ Batin Asyifa seraya menatap suaminya penuh Arti.
BERSAMBUNG
**************
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
Bonusin Author VOTE bila menyukai ceritanya
Beri LIKE menambah semangat Author
Dan KOMENTAR para Readers adalah pemicu inspirasi jadi jangan lupa ya..
Oh iya Author punya novel baru loh, in syaa Allah Nggak kalah seru deh dengan Novel Author B.T.B.D.K. dan C.S.S. deh.
Jadi jangan lupa kunjungi yaa ๐
__ADS_1
Syukron ๐