
๐KALAM AL-QUR'AN๐
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
โผโผโผ๐ (Q.S Az-Zumar: 10)๐โผโผโผ
โโโโโโโโโโโ๐โโโโโโโโโโโ
"SUPRAISE!!" Teriak Mereka yang ada di dalam Aula itu, dan setelah itu mereka semua menyanyikan lagu ulang tahun islami.
Judul: Mabruk Alfa Mabruk
๐ถMabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Selamat hari milad
Semoga dapat rohmat
Selamat hari milad
Semoga dapat rohmat
Dari Allahu Ahad
Hingga hidup selamat
๐ถMabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Semoga berkah turun
Selamat ulang tahun
Semoga berkah turun
Dari Allah Pengampun
Sehingga hidup rukun
๐ถMabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
__ADS_1
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Amin amin amin
Amin amin amin
Allah Robbul A'lamin
๐ถMabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Mereka bernyanyi bersama-sama dengan penuh kegembiraan membuat Asiyfa terharu mendengarnya apalagi mereka yang menyanyi ternyata teman-teman santriwati, para Ustadzah, dan keluarga Ustadz Khairul tentunya termasuk Ardiyan, Anisah, Dimas, Lisa, Dika, dan Nina membuat kebahagiaan Asyifa terpancar dengan jelas.
Setelah selesai bernyanyi mereka pun meminta Asyifa untuk memotong tumpeng dengan nada mabruk Alfa mabruk..
๐ถpotong tumpengnya, potong tumpeng,
potong tumpengnya sekarang juga, sekarang juga,
lalu Asyifa pun memotong tumpengnya dan potongan pertama ia berikan kepada suaminya.dan sekalian ia mengucapkan terima kasih pada suaminya.
C9
"Terimakasih kak Wira, Terimakasih atas supraisenya, membuat Asyifa sangat bahagia" ucap Asyifa tulus sembari ia menyerahkan sebuah piring berisi nasi tumpeng yang bia potong tadi.
"Ciieee ciieee, ciieee soswiet " sorak mereka serentak, membuat Asyifa malu,
Kemudian Asyifa kembali memotong tumpengnya, dan kali ini ia memberikan pada Umi syadiah.
"Ini Umi, Terimakasih umi sudah mau datang dan ikut mendoakan Syifa" ujar Asyifa tulus.
"Sama-sama nak, sudah seharusnya kan, umi mendoakan anaknya, kamu anak umi juga, jadi jangan pernah sukan sama umi ya nak" ujar Umi syadiah, membuat Asiyfa terharu, lalu umi pun memeluk Asyifa " Barakallah fiumrik nak" tambah umi sembari mengecup kening Asyifa.
"Syukron umi" setelah Asyifa Asyifa memberikan potongan tumpeng kedua pada umi syadiah, ia pun memotong kembali tumpengnya dan kali ini ia memberikan potongan ketiga pada Ustadz Khairul.
"Ini Abi, Syukron Abi Ustadz, sudah mau hadir dan ikut mendoakan Syifa" ucap Asyifa sembari menyerahkan piring potongan tumpeng ketiga pada Ustadz Khairul.
"Afwan nak, Barakallah fiumrik, semoga umurmu selalu di berkahi dan senantiasa mendapat kebahagiaan dunia wal Akhirat " bales Ustadz Khairul sembari mengelus kepala Asyifa.
"Aamiin, Syukron Abi Ustadz" Lalu ia kembali memotong tumpengnya yang ke empat dan ia serahkan pada Anisah.
"Ini Ustadazah, Terimakasih sudah hadir, dan Terimakasih atas semua dukungan ustadazah selama ini, Syifa tidak akan begini kalau tidak Ustadazah ada dukungan dari ustadazah, makany Syifa mengucapkan Syukron zajilaan Ustadzah" Ucap Asyifa penuh dengan ketulusan.
"Afwan Syifa, tapi semua ini adalah Rencana-Nya karena semua terjadi tidak ada yang kebetulan Syifa, melainkan ini adalah Andil dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, jadi banyak-banyaklah bersyukur kepada-Nya ya.." ujar Anisah sambil memeluk Asyifa serta memberikan kecupan pada dahinya, "Barakallah fiumrik Adikku sayang" tambahnya lagi.
"Syukron Ustadazah" Begitulah seterusnya Asyifa memberikan potongan tumpeng pada orang-orang yang ia sayangi, dan terpancar kebahagiaan dari matanya, ia juga bergabung pada teman-temannya sesama santriwati, Sedangkan Wira bergabung dengan para sahabatnya, namun pandangan sesekali memperhatikan Asyifa.
"Nggak bakal ilang kok binik Lo,.. 'di pandangin Mulu, tuh binik" goda Dimas yang memergoki Wira curi pandang ke istrinya.
__ADS_1
"Apaan sih Lo, guekan cuma liat, ke adaannya, Lo kan tahu kakl Syifa belum sembuh benar, jadi wajarlah gue khawatir" Ujar Wira memberi penjelasan.
"Iya gue tahu kok, cuma Lo apa nggak lihat dia aja lagi ketawa-ketawa gitu berati dia baik-baik saja bro" bales Dimas
"Dari mana Lo tahu binik gue lagi ketawa, wajahnya kan di tutup?" tanya Wira heran.
"Ya tahulah, binik guekan sama, pemakai cadar jadi gue bakalan tahu kalau binik gue tertawakan" kata Dimas
"Iya gue tahu itu, tapi gimana caranya Lo tahu mereka sedang tertawa?" tanya Wira yang masih penasaran.
"Itu gampang Lo lihat tuh mereka matanya pada menyipit semuakan?, itu menandakan mereka sedang tertawa bro" jelas Dimas lagi.
"Oh, gitu.." bales Wira singkat sembari manggut-manggut.
"Iya, hmm tapi ngomong-ngomong Lo dah dapetkan harta Karun belum?" tanya Dimas dengan Alis yang naik turun..
"Harta Karun apa?" tanya Wira balik polos
"Eh, Lo nggak tahu,? itu maksudnya malam pertama bro" ujar Dimas sedikit menggoda dengan mengedipkan matanya.
"He, apa hubungannya harta Karun dengan malam pertama?" tanya Wira yang masih polos.
"Eh Lo nih, masa nggak paham, bagi seorang wanita yang menjaga kehormatannya berarti ia telah menjaga harta berharga dan setelah ia menikah akan di serahkan pada suaminya, berarti menjadi harta Karun bagi suaminya" jelas Dimas panjang lebar.
"Maa syaa Allah, ia juga ya, karena begitu sulit untuk mencapainya dan butuh perjuangan yang ekstra baru bisa tergapai " bales Wira yang baru memahami perkataan Dimas, Arti harta Karun
"Ya begitulah, Eh, kayaknya Lo dah dapat nih, secara Lo sepertinya langsung paham,.." ujar Dimas yang sepertinya menangkap sesuatu lain dari Wira.
'Hehehe, begitulah bro, itupun baru tadi malam Awal ia bertambahnya umur dia " kata Wira Sambil cengengesan.
"Wah, Gercep juga Lo bro.." bales Dimas, dan hanya di bales Wira dengan kedipan matanya.
"Kalian lagi pada ngomongin apa sih?" tanya Ardiyan yang baru ikut bergabung.
"Anak kecil nggak boleh tahu, ini urusan orang dewasa" ujar Dimas asal.
"Cih, dasar somplak Lo!" ujar Ardiyan kesal dan menoyor kepala Dimas.
"Aduh, becanda dong gue bro" kata Dimas sambil mengelus kepalanya yang kenak toyor Ardiyan.
'Hmm, Oh iya Wir, gue nggak bisa lama nih, Lo kan tahu gue mau syukuran, jadi gue mau mempersiapkan segalanya" ujar Ardiyan
"Iya Nggak papa kok Ar, gue paham, dan Terimakasih karena kalian sudah mau datang, ke acara Asyifa " Ujar Wira tulus.
" iya sama-sama Wir,...Ya sudah kami pamit ya, Assalamu'alaikum" pamiit Ardiyan yang di ikuti juga oleh Anisah, Dimas, Lisa, serta, Abi, dan umi syadiah..
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" Setelah Wira menjawab salam mereka, Mereka pun pergi meninggalkan Acara Asyifa yang masih berlangsung.
**BERSAMBUNG..
Ada apa ya kok dari kemarin sulit nyerahkan bab yang baru selesai, jadi kemarin novel Author jadi nggak bisa Update deh..
Author harap para Readers tetap sabar menanti ya,๐๐
__ADS_1
dan tetap dukung Author ya Syukron ๐๐**