CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
RUMAH NENEK SYIFA


__ADS_3

⚛ Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu berkata,


ﺃَﺣْﺒِﺐْ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻫﻮﻧﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ، ﻭَﺃَﺑْﻐِﺾْ ﺑَﻐِﻴﻀَﻚَ ﻫَﻮْﻧًﺎ ﻣَﺎ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺣَﺒِﻴﺒَﻚَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻣَﺎ


“Cintailah orang yang kau cinta dengan sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi suatu hari dia yang kau benci menjadi orang yang kau cinta.”


📚 Shahih al-Adab al-Mufrad no. 992📚


⏩⏩⏩⏩⏩⏩💠⏪⏪⏪⏪⏪⏪


Satu jam perjalanan yang sudah mereka tempuh, dan akhirnya mobil Wira pun memasuki Area pondok pesantren An-Nur.


Gerbang pun terbuka mobil kembali melaju memasuki pondok. dan berhenti tepat didepan rumah Ustadz Khairul.


Rendi pun turun terlebih dahulu dan membuka bagasi mobilnya lalu ia pun mengambil kursi roda milik Asyifa, setelah itu ia pun membuka pintu untuk sang majikannya.


"Silakan pak" ucapnya setelah pintu mobil terbuka, Wira pun turun, lalu ia kembali menggedong Asyifa dan meletakkannya di kursi roda. kemudian ia menyorongnya menuju pintu rumah Ustadz Khairul.


"Assalamu'alaikum" Salam wira saat tepat di depan pintu.


"Wa'alaikumus Salam " Jawab serentak dari dalam rumah, dan tak lama muncul seorang wanita paruh baya, dan seorang pria bersorban paruh baya juga.


"Asyifa, nak Wira, ayo ayo, silahkan masuk " ujar wanita itu yang tak lain adalah umi syadiah.


"Silakan duduk nak" ujar sang pria yang sudah di pastikan Ustadz Khairul.


"Syukron umi, Abi Ustadz " bales Asyifa yang masih duduk di kursi roda, sedangkan Wira duduk di sofa ruang tamu Ustadz Khairul.


setelah mereka duduk,


"Bagaimana mana keadaan mu nak?" tanya Ustadz Khairul pada Asyifa.


"Alhamdulillah, Syifa sudah baikan Abi Ustadz" Bales Asyifa ramah.


"Alhamdulillah, Abi senang mendengarnya"


"Hmm itu Abi, em Sy..Syifa masih boleh mondok nggk bi.?" tanya Asyifa gugup.


"Maa syaa Allah, ya boleh dong nak, malah Abi Ustadz senang kamu masih ingin belajar" Jawab Ustadz Khairul lembut.

__ADS_1


"Alhamdulillah, em tapi bi itu..em?" tanya Asiyfa ragu-ragu.


"Apa nak katakan saja, tidak apa-apa kok " Ujar Ustadz Khairul menenangkan Asyifa. sementara Wira hanya memperhatikan tingkah lucu istrinya yang sedang gugup hanya tersenyum samar, ia sengaja membiarkan istrinya yang berbicara, padahal Wira sebenarnya sudah meminta izin untuk tinggal bersama Asyifa di pondok nenek Asyifa.


"em Abi Ustadz, Syifakan sudah memiliki suami, apakah boleh suami Syifa ikut tinggal di gubuk nenek?" Tanya Asyifa sambil menundukkan kepalanya sedangkan tangannya meremas-remas jemarinya tanda ia sedang malu. Ustadz Khairul dan Wira yang melihatnya tersenyum saling pandang


"maa syaa Allah kamu mengejain istri kamu nak" bisik Ustadz Khairul pada Wira.


"hehehe maaf Abi ingin lihat keberaniannya saat mengakui Wira sebagai suaminya Bi" beles Wira masih berbisik


"Hmm kamu nih nakal" bales Ustadz Khairul lagi dan hanya di bales Wira dengan cengiran menunjukkan gigi rapatnya. Ustadz Khairul yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


"Ya boleh dong nak, Allah memberikan kamu pasangan agar kamu selalu terjaga dan kamu akan mendapatkan ketentraman serta kasih sayang dari pasanganmu Sebagaimana firman Allah ﷻ dalam surah Ar-Rum ayat 21 sebagai berikut:


وَ مِنْ اٰیٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَیْهَا وَ جَعَلَ بَیْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّ رَحْمَةًؕ-اِنَّ فِیْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ یَّتَفَكَّرُوْنَ.


Artinya: “dan di antara tanda-tanda kebesarannya ialah dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dia menjadikan diantara kamu rasa kasih dan sayang.”


(QS. Ar-Rum ayat 21)


"Dan sudah menjadi kewajibanmu mengikuti suami kamu, dan juga menjadi kewajiban suami kamu untuk memberikan tempat tinggal untuk istrinya sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut:


Artinya “Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu (suami) bertempat tinggal menurut kemampuan kamu,…”


(QS. Ath Thalaaq: 6).


"Tetapi karena Wira sudah mengizinkan dan meridhoi kamu untuk belajar agama, maka kamu boleh tinggal di sini tapi dengan syarat ia harus turut serta dengan mu nak" ujar Ustadz Khairul menasehati Asyifa dan Wira


"Dan untuk kamu nak Wira gauli lah istrimu dengan baik, karena Menggauli istri dengan baik dan adil merupakan salah satu kewajiban suami terhadap istrinya. Sebagaimana Firman Allah dalam Alquran surat an-Nisa ayat 19 yang berbunyi:


یٰۤاَیُّهَا الَّذِیْنَ اٰمَنُوْا لَا یَحِلُّ لَكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًاؕ وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَیْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ یَّاْتِیْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَیِّنَةٍۚ وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۚ-فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَیْــٴًـا وَّیَجْعَلَ اللّٰهُ فِیْهِ خَیْرًا كَثِیْرًا


Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”


(QS. An-nisa ayat 19)


"Apakah kalian berdua kini sudah Paham?" tanya Ustadz Khairul pada keduanya.


"In syaa Allah Abi Ustadz" jawab Asyifa lirih.

__ADS_1


"Alhamdulillah Wira paham Abi Terimakasih banyak atas nasehatnya Abi " jawab Wira juga ..


"Alhamdulillah iya nak sama-sama..ya sudah sebaiknya sekarang Bawak isteri kamu kepondoknya biar dia istirahat" Titah Ustadz Khairul lagi.


"Iya Abi kalau begitu kami pamit ya Assalamu'alaikum" ujar Wira lagi dan di akhiri salam.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh ' setelah mendapatkan Jawaban Wira pun kembali menyorong kursi roda Asyifa menuju pondok neneknya yang berada di dekat perkebunan teh, mereka menelusuri jalan setapak dengan perlahan sembari mereka menikmati keindahan disana.


Dan tak berapa lama pun mereka sampai di sebuah rumah kayu, Asyifa merasa heran dengan rumah neneknya yang sudah berbeda



"Ini rumah siapa kak?" tanyanya heran.


"Ini rumah nenek Syifa, yang sudah aku perbaiki dan juga sudah mendapat izin dari Abi Ustadz Ara" jawab Wira yang masih membiarkan Asyifa melihat perubahan rumah neneknya.


"Kamu nggak suka ya?" tanya Wira lagi karena melihat Asyifa tidak ada reaksinya.


"Suka kok, sangat indah kak" Bales Asyifa lembut.


"Alhamdulillah, ya sudah sekarang kita masuk yuk, tapi karena kursi roda tidak bisa naik, kamu aku gendong ya" ujar Wira lembut dan di anggukkan oleh Asyifa.


"Bismillah" ucap Wira lalu ia pun menggedong Asyifa dengan ala bridal style dan mereka pun memasuki pondok itu, sangat indah dalam pandangan Asyifa


Wira yang masih menggendong Asyifa mengajaknya melihat-lihat isi rumah nenek yang semuanya sudah berubah setelah ia rasa semua di lihat Asyifa, kini Wira membawa Asyifa ke kamar mereka..


Jreng jreng jreng..


**BERSAMBUNG AKH😉😘


LOVE YOU ALL 😘😀


JANGAN LUPA YAA..


VOTE~> Bonusin Author ya kalau suka ceritanya 😉


LIKE~> Jangan bosen beri semangat Author


KOMENTAR~> Beri inspirasi buat Author semakin banyak komen semakin inspirasi muncul 😉

__ADS_1


Jangan lupa ya Syukron 🙏**


__ADS_2