
═ ✥.❖.✥💠KALAM HADITS💠 ✥.❖.✥ ═
Perempuan salihah adalah perhiasan dunia
Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salihah.”
___(HR. Muslim)__
═ ✥.❖.✥ ═💠═ ✥💠❖💠✥ ═💠═ ✥.❖.✥ ═
"Mas Ara takut!." Kata Asyifa sambil memegang tangan suaminya, saat para suster mulai mendorongnya sementara Wira tetap berjalan di samping brankar tersebut, dan di ikuti juga oleh Anisah di samping sebelah kirinya.
"Jangan takut Ara, Mas akan selalu di samping kamu." Balas Wira yang masih setia menggenggam tangan Asyifa seperti ingin memberikan kekuatan padanya. dan bahkan ia ikut masuk keruangan bersalin, dan Wira juga meminta izin agar Anisah di izinkan masuk karena Wira berharap Anisah bisa menenangkan hati Istrinya.
Anisah yang melihat ketegangan di wajah Asyifa pun berkata " Syifa jangan takut tenanglah, tidakkah anti ingat kalau wanita sangat di muliakan oleh Allah dan Rasul-nya. saking di muliakannya kita Allah menjanjikan surga bila kita menjalani semua kewajiban kita sebagai seorang wanita atau pun seorang istri, seperti yang terdapat di dalam sebuah hadits.
Dapat masuk surga dari pintu mana pun
Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Jika seorang wanita menunaikan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana pun yang kau mau." (HR. Ahmad).
" Apalagi Saat seorang wanita yang hamil sampai melahirkan ia setara dengan jihad, Dalam Islam, kedudukan seorang perempuan sangat mulia. Bahkan, pengorbanan perempuan yang sedang hamil dan melahirkan sama pahalanya seperti jihad. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah. Orang yang mati karena thaun, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, orang yang mati sakit perut, orang yang mati terbakar, orang yang mati karena tertimpa benda keras, dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya.”
(HR. Abu Daud 3111).
"Kita Perempuan diberi pengecualian khusus dalam beribadah, Pada masa-masa tertentu, perempuan diperbolehkan untuk tidak menunaikan salat dan puasa, seperti saat haid dan nifas. Hak khusus tersebut tentunya tidak dimiliki oleh laki-laki. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW:
“Siapa saja wanita yang mengalami haid, maka sakitnya haid yang mereka alami akan menjadi kafarah (tebusan) bagi dosa–dosanya yang terdahulu.”
" Apalagi saat kita menjadi seorang ibu, ingat Syifa derajat ibu lebih tinggi daripada ayah
Perempuan juga dimuliakan dengan cara ditinggikan derajatnya sebagai seorang ibu. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Rasulullah ﷺ berikut ini:
“Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?’. Rasulullah memberikan jawaban dengan ucapan ‘Ibumu’ sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat Nabi mengatakan ‘Ayahmu’.”
(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).
"Perempuan salihah lebih baik daripada bidadari surga, Seorang perempuan salihah memiliki keistimewaan dan kelebihan yang membuat mereka lebih mulia dibandingkan para bidadari surga. Sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ yang berbunyi:
“Dalam hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perempuan berjenis manusia asal dunia lebih utama daripada para bidadari surga 70.000 kali lipat.’”
__ADS_1
berbahagialah wahai kaum wanita, karena kepadamulah telah dipercayakan tugas mulia oleh Sang Maha Pencipta, bahwa dari rahimmu yang subur akan lahir putra-putri generasi penerus. Karenanya menjadi kewajiban, tidak hanya mendidiknya sekedar dengan limpahan materi dan benda-benda kebutuhan hidup semata. Namun yang terpenting adalah berkatilah mereka, putra-putrimu dengan akhlak baik, budi pekerti, iman dan ketakwaan.
Disinilah letak peranan wanita sebagai ibu, cukup berat menuntut rasa tanggung jawab yang tidak ringan. Berhasil tidaknya generasi yang ideal ada di tangan kaum wanita. Tidaklah berlebihan apabila Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memberi penghargaan terhadap kaum ibu, sebagaimana dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad, bahwa Rasulullah bersabda:
"Surga itu berada di bawah telapak kaki para ibu"
(HR.Imam Ahmad)
Mendengar penjelasan Anisah membuat Asyifa seperti memiliki kekuatan tersendiri, rasa takutnya pun langsung menghilang.
"Terima kasih ya Ustadzah, Syifa nggak takut lagi kok, bismillah Syifa sekarang siap." Ujar Asyifa membuat Wira maupun Anisah menjadi lega.
"Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu, Ustadzah nunggu di luar ya, Syifa sama Bang Wira aja ok." Kata Anisah.
"Iya Ustadzah Syukron zajilaan " Ucap Asyifa.
"Na'im, Afwan sayang, bismillah kamu pasti bisa. " Ujar Anisah lagi lalu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Asyifa.
"Terima kasih Nisah." Sambung Wira yang masih menggenggam tangan Asyifa.
"Sama-sama bang, ya sudah Ana pamit ya Assalamu'alaikum." Pamit Anisah.
"Wa'alaikumus salam." Balas Wira dan Asyifa secara bersamaan. Dan Anisah pun beranjak meninggalkan ruangan bersalin tersebut.
Baru saja Anisah pergi tiba-tiba perut Asyifa
"Engek.., Astaghfirullah Mas..udah mau keluar..ngek.." Kata Asyifa yang keringatnya mulai bercucuran.
"Iya sayang, sebentar, Dokter istri saya sudah mau melahirkan cepat!" Seru Wira yang terlihat panik.
"Iya pak, bentar saya lihat ya." Ujar sang dokter yang kemudian ia memeriksa jalan sih bayi.
"Oke kelihatannya pembukaan sudah sempurna ikuti instruksi saya ya Bu, Tarik nafas dalam lalu edankan ya " jelas sang dokter, pada Asyifa yang kemudian di balas oleh Asyifa dengan anggukan kepalanya saja.
"Ayo bismillah berdoa dulu ya Bu." Kata Sang Dokter dan Asyifa pun berdoa.
بسم الله الرحمن الرحيم
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ عَلىَ اللهِ تَوَكَّلْنَا
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya:
Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri..
__ADS_1
"Yā hayyu yā qoyyūm birahmatika astaghītsu"
Artinya:
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, hanya dengan rahmat-Mu saja, aku meminta pertolongan
"Ayo Bu, Bismillah Tarik nafas Edaankan!" Titah Dokter wanita itu, Asyifa pun mengikuti perkataan sang Dokter ia mulai menarik Nafas yang dalam, kemudian ia pun mengucapkan basmalah dan ia membaca Doa nabi Yunus karena ia berharap Allah memberikan pertolongannya dan memudahkan ia bersalin.
"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeeeek !!" Dengan sekuat tenaga Asyifa yang tangan kanannya meremas tangan Wira ia pun mengedan dan..
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi pun terdengar kuat, membuat Wira yang menyaksikan itu menjadi terharu.
"Alhamdulillah, ibu mendapatkan baby laki-laki yang ganteng loh " Ujar sang Dokter setelah menyambut kelahiran pertama Asyifa.
"Alhamdulillah." Ucap Wira sambil ia mengecup kening istri kecilnya.
"Dok ada yang mau keluar lagi ngek" kata Asyifa sambil ia menahan rasa ingin ngedannya.
"Baiklah Bu, mari kita mulai seperti yang tadi ya Bu ayo bismillah tarik Nafas edankan" Titah sang Dokter lagi. seperti tadi Asyifa pun mengikuti perkataan sang dokter ia kembali menarik Nafas yang dalam..
"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeek !" sekali lagi Asyifa meremas tangan Wira, yang sepertinya tangan Wira menjadi kekuatan baginya dan..
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi terdengar lagi, membuat rasa haru Wira semakin besar antara takjub dan bahagia menjadi satu, karna ia menyaksikan sendiri kelahiran anak keduanya.
"Alhamdulillah, Baby kedua anak ibu perempuan cantik seperti ibunya." Ujar Sang Dokter sembari ia menyerahkan bayi perempuannya Asyifa pada Susternya.
"Alhamdulillah." Ucap Wira lagi penuh rasa syukur.
"Dok mau keluar lagi ngeek.!" Seru Asyifa lagi.
" Baiklah Bu, seperti tadi ya, bismillah ibu, tarik nafas lagi edankan ya " Titah sang Dokter lagi, sekali lagi Asyifa melakukan hal yang sama..
Ia menarik nafas dalam-dalam dan .
"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeeeek !!" Dan Lagi-lagi Asyifa meremas tangan Wira, sedang Wira seperti memberikan kekuatan pada Asyifa melalui kecupannya pada dahinya Asyifa sambil ia berdzikir memuji-muji nama Rabb dan..
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Tangisan bayi yang ketiga lebih kencang lagi, membuat hati Wira bergetar ia menciumi wajah istri kecilnya hingga ia tak mampu berkata-kata lagi, hanya Air matanya yang mengalir dan berkali-kali juga ia menciumi wajah Asyifa.
__________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘
Oh iya Author mau memperkenalkan Novel terbaru Author 😁🤭 Jangan lupa kepoin ya dan bantu doa semoga Novel baru Author menang dalam perlombaan.🙏
__ADS_1
Jangan lupa singgah ya guys 🙏😉 Syukron 🙏🥰