CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
ISTRI KECILKU YANG LUCU.


__ADS_3

Keromantisan sama yang belum halal (pacar/tunangan) itu cuma ngundang kemurka Allah...


Tetapi Keromantisan suami istri itu berpahala dan di sukai Allah... 😍


Jadi gak usah pamer keromantisan di depan publik sama pacar dgn caption dakwah deh malu sama Allah. πŸ™


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Wiraxsana, menggendong Asyifa keluar dari mobil. Dan Rendi membuka pintu bagasi mobil bermaksud ingin mengambil kursi roda, namun terhenti karena mendapatkan lirikan yang menakut, menandakan Wira tidak menginginkan kursi roda itu. Ia sengaja ingin menggendong istri kecilnya.


Wira pun mulai memasuki rumah mewahnya dan di depan pintu mereka di sambut para pelayannya, empat wanita berseragam merah jambu, dan beberapa lelaki berjas hitam berbaris menyambut sang tuan rumah.


"Selamat datang tuan muda, nyonya muda" ucap mereka serentak, membuat Asyifa bingung harus mengatakan apa, sebenarnya ia sangat malu di perlakukan bak seorang putri.


"Hemm" Bales Wira hanya berhem saja, sambil berlalu melewati mereka begitu saja, dan terus melangkah menuju lantai dua tempat kamar Wira berada.


"Kenapa nyonya muda menyembunyikan wajahnya..?" Tanya Wira sedikit menggoda, dan dia tersenyum melihat Asyifa menyembunyikan wajahnya di dada bidang wira.


"Eh..um.. iis jangan panggil ana seperti itu ana malu kak.. " ucap Asyifa lirih,


"Malu kenapa?" Tanya Wira berlaga tidak tahu.


"Malu saja dengan mereka, dan ana juga risih di perlakukan begini kak" bales masih suara pelan.


"Jadi gimana dong,?.. kamukan belum bisa jalan.. dari pada kaki kamu semakin parah hayoo kan lebih baik di gendongkan?" Ujar Wira lagi, dan hanya di bales Asyifa dengan lepasan nafas terpaksa karena pasrah.


"Hemss" Wira yang mendapatkan balasan seperti itu, pun tersenyum penuh kemenangan. Dan tanpa terasa mereka pun sampai di kamar Wira yang begitu besar dan luas dengan nuansa serba putih, membuat Asyifa tercengang kagum.


"Maa syaa Allah.." tanpa ia sadari suara pujian pun keluar dari mulutnya, Wira hanya tersenyum menanggapinya.


"Suka?" Tanyanya singkat dengan posisi masih menggendong Asyifa, padahal mereka sudah berada di dalam kamar, tapi sepertinya Wira masih ingin berlama-lama menggendong Asyifa, karena ia sangat suka cara Asiyfa berpegangan padanya, dengan kedua tangannya yang melingkar di leher Wira membuat mereka begitu rapat, tapi Asyifa tidak menyadarinya.


"Hmm, hanya kagum saja.." bales Asiyfa tetap polos.

__ADS_1


"Kenapa hanya kagum saja?" Tanya Wira yang sebenarnya ingin mengalihkan Asyifa agar tidak ingat dengan posisinya.


"Ya yang nampak indah belum tentu cocok dengan kita, sementara yang nampak buruk bisa jadi malah membuat kita nyamankan" bales Asiyfa dengan entengnya.


"Hmm jadi kamu tidak suka tinggal di sini? Tapi inikan rumah kamu loh?" Tanya Wira lagi.


"Bukan tidak suka, hanya saja Syifa lebih nyaman tinggal di pondok nenek" bales Asyifa dan tanpa sengaja mata mereka saling bertemu membuat Asyifa tersadar dengan jarak mereka yang ternyata sangat dekat.


"Eh, a..ana i.ingin turun kak" ucapnya sembari menundukkan wajahnya karena gugup


"haiis, kenapa ia cepat sekali menyadarinya sih, padahal aku masih ingin seperti ini, seperti aku mulai candu dengan Aroma mu Asyifa.." __ Batin Ardiyan.


"Baiklah," ucap Wira singkat sambil ia mendekati tempat tidur, dan meletakkan Asyifa di sana.


"Sekarang buka ya cadar kamu, kan disini tidak ada siapa-siapa" pinta Wira dan langsung membuka cadar Asyifa tanpa persetujuannya, dan Asyifa hanya diam.


"Ada apa? kamu tidak suka di buka cadarnya?" lanjut Wira lagi, karena kediamannya Asyifa.


"Ti.tidak bu.bukan itu..tapi ke.kenapa d.di sini kak kenapa tidak disofa sana?" tanya Asiyfa gugup.


"ta..tapi..kata kakak kita hanya sebentarkan?"


"Asyifa Az Zahra..istri kecilku yang cantik, rumah ini adalah rumah suami kamu, jadi otomatis menjadi rumah kamu juga, dan berarti kamu juga mempunyai kewajiban atas rumah ini, dan bukankah seorang istri harus mengikuti suaminya kemanapun?" ujar Wira yang mengingatkan Asyifa kembali akan setatusnya sekarang.


"Maaf, tapi ana ingin menyelesaikan Hafidzoh ana kak" ucap Asyifa lirih sambil meremas-remas jemarinya.


"Syifa akukan pernah mengatakan aku tak akan melarang kamu untuk menyelesaikan pembelajaran mu, malah aku akan mendukung mu, bahkan aku juga akan ikut belajar," ujar Wira lembut " tapi tidak bisakah, kita tetap tinggal di sini, dan setiap pagi aku akan mengantarmu dan di sore hari aku akan menjemputmu?" tanya Wira lagi. tapi tidak di jawab Asyifa, ia hanya menundukkan wajahnya.


"Syifa kenapa tak menjawab?" tanya Wira lagi


"Maaf, tapi ana ingin tinggal di rumah nenek dan kakak boleh kok tinggal disini" jawab Asyifa lirih.


"Emang boleh suami istri tinggal terpisah? emang kmu tidak takut Allah marah, karena meninggalkan suamimu?" tanya Wira yang sebenarnya ia sangat ingin Asyifa tinggal di rumahnya, dan sebenarnya juga ia sudah mendapatkan izin dari ustadz Khairul bila ia ingin tinggal di pondok nenek Asyifa.

__ADS_1


"Hmm takut.."


"Terus gimana dong hm.?" tanya Wira yang masih suka berlama-lama berbicara pada Asyifa, dan apa lagi bila melihat wajah Asyifa yang suka berubah-rubah, membuat ia gemas.


"Huemm gimana yaaa.." bales Asyifa seperti berpikir, sambil menggigit-gigit kecil bibirnya yang merah, dan terkadang menghisapnya juga membuat Wira menelan Silvanya dengan paksa.


"Sabar Wira..sabar kamu memang sudah memiliki SIM surat izin menyentuhnya, tapi lampu hijau belum menyalah, jadi bisa gawat kalau kamu main nyelonong bae" _Batin Wira mengingatkan diri sendiri.


"Ya udah deh, nanti Syifa coba tanya Abi Ustadz boleh nggak KK tinggal di pondok nenek" ujar Asyifa polos dan menyadari Wira dari lamunannya.


"haiis, polos sekali sih istriku ini, ia benar-benar gadis yang lugu membuat aku ingin selalu menggodanya terus"_ batin Wira lagi.


"Baiklah kalau gitu, sekarang sebaiknya kamu istirahat dulu ya, aku mau mandi dulu, hm atau kamu ingin mandi juga, biar kita mandi bareng" ujar Wira sambil menaik-turunkan Alisnya Menggoda Asyifa lagi.


"Tidak tidak tidak.. Ara mau bobo eh tidur aja" bales Asyifa spontan dengan wajah yang memerah dan dengan cepat ia pun menarik selimut yang ada di sana..


"Hahahaha, kamu kok lucu sekali sih Syifa, bikin aku gemas tau" ujar Wira yang terkekeh melihat tingkah Asyifa yang menurutnya sangat menggemaskan,


"Ayo dong sayang kita mandi bersama, aku akan memandikan mu" goda Wira lagi.


"Gak mauu,!! kak Wira aja yang mandi sendiri!" teriak Asyifa di balik selimut..


"Hahaha, aku hanya bercanda syifa, ya sudah kamu tidurlah, aku tinggal mandi bentar ya" ujar Wira lagi.


"Na'am," setelah mendengar balas Asyifa, Wira pun beranjak menuju kamar mandi, saat hendak menutup pintunya ia melihat Asyifa mengintip dari balik selimutnya..lalu dengan cepat ia pun mengedipkan matanya, membuat Asyifa menutup kembali wajahnya dengan selimut..


"Hahahaha..dasar Istri kecilku yang lucu, bikin gemes..Arrrr"


**Bersambung lagi Akh..


Kenapa Novel ini penggemar sedikit yaaπŸ€”


tidak seramai B.T.B.D.K.

__ADS_1


Apa ceritanya membosankan yaa πŸ€”**


__ADS_2