CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
KEGUGUPAN DIKA.


__ADS_3

💚 MUTIARA HIKMAH 💚


Kekayaan manusia yang terbesar di dunia adalah sehat. Dan Semoga yang baca diberi kesehatan dan rezeki yang berkah.


Happy reading 🙏😊


;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;💚;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;


Di Kota Si


Di kamar Dika, nampak Dika sedang menghubungi seseorang dan saat panggilan sudah terhubung..


📱" Assalamualaikum ma?" salam Dika yang ternyata ia sedang melakukan panggilan pada orang tuanya.


📲 " Wa'alaikumus salam nak" jawab sang ibu.


📱" Bilo mama dan papa kamaii " ujar Dika dalam bahasa Minang.


📲" In syaa Allah, Esok pagi mama jo papa sampai nak tapi lihat situasi juga nak, karena di sini jalur sedang di tutup, kalau semisalnya mama tidak bisa datang mama akan menyaksikan lewat video call ya nak" ujar sang ibu.


📱"Iya mah, Dika ngerti kok, mah.."


📲" Alhamdulillah, kalau kamu ngerti nak, jaga diri baik-baik di sana ya nak"


📱"Iya mah, mama juga dan terpenting jaga kesehatan, salam Jo papa Yo ma?"


📲 " iya nak, in syaa Allah nanti mama sampaikan ke papa"


📱"Terimakasih ma ya sudah Dika tutup ya Assalamu'alaikum ma.."


📲"Wa'alaikumus salam nak" Tut.. panggilan pun terputus, lalu ia membaringkan tubuhnya hendak tidur namun begitu sulit ia memejamkan matanya, dan karena tak bisa tidur juga akhirnya Dika keluar rumah dan ia berjalan menuju sebuah joglo kecil yang ada di halaman rumah Lisa dan ia memandang sekitar perbukitan itu dari tempat duduk ia juga bisa melihat rumah-rumah para penduduk yang lampunya remang-remang..


"Woy, ngapain Lo di sini kayak hantu saja" tegur seseorang yang mengagetkannya.


"Akh, Astaghfirullah, Lo kali kayak hantu ngagetin gue aja !" Sentak Dika.


"Ya elo, malem-malem bukannya tidur, malah kelayapan nggak jelas, bikin gue yang lagi Ahha Ahha gantung gara-gara Lo!" protes Dimas kesal membuat Dika tidak mengerti, namun beda dengan Ardiyan..


"Hahaha, mampos Lo" Ledek Ardiyan membuat Dimas semakin kesal, dan membuat Dika semakin bingung.


"Apaan sih yang kalian bicarakan?, dan apanya yang di gantung?" tanya Dika polos.


"Entar Lo juga tahu tunggu aja pembalasan gue" Ujar Dimas sambil menaik turunkan Alisnya, membuat Dika penasaran.


"Apaan sih sih Ar?" tanya Dika pada Ardiyan, dan Ardiyan hanya nyengir dan hanya menaikkan ke dua bahunya saja.


"Ah, kalian bikin gue penasaran aja"


"Udah nggak usah di pikirin, tapi ngomong-ngomong Lo kok nggak tidur sih?" tanya Ardiyan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Nggak tahu bro, kayaknya gue terlalu gugup untuk menghadapi, makanya gue nggak bisa tidur" ujar Dika,


"Gue paham sih Kegugupan lo, dan itu wajar menurut gue,..tapi gue saranin Lo jangan terlalu memikirkan hari esok dan biarkan semuanya mengalir begitu saja dan tanamkan di hati Lo, apapun yang Lo lakukan semua karena Allah. jadi in syaa Allah Lo pasti akan tenang" ujar Ardiyan membuat Dika sedikit tenang.


"Oke deh bro, Thanks ya" Bales Dika


"Yoi, ya sudah Ayo kita tidur dah malam banget takut kesiangan lagi" Ajak Ardiyan pada teman-temannya


"Baiklah" dan Akhirnya mereka pun melangkah pergi menuju kamarnya masing-masing


Sesampainya dikamar Dika pun membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk memejamkan matanya lagi namun ia tak bisa tidur juga dadanya selalu berdebar tiba-tiba.


"Haiis mengapa sulit sekali tidur sih, dan kenapa juga dengan jantungku yang suka berdetak kencang tiba-tiba" Batin Dika.


Dika begitu gelisah ia tidur berputar kiri ke kanan namun tak bisa juga ia memejamkan matanya..


"Astaghfirullah, kenapa sulit banget sih buat tidur saja, ya Allah tenangkanlah gemuruh di hatiku laa Haulla wala quwata ilabillah"_ Batin Dika Dan tak lama ia pun tertidur pulas..


_____


04:35.


Waktu menjelang subuh, Dika belum juga terbangun, karena waktu ia bisa tidur jam 02:00 jadi wajar sekarang ia belum bangun, hingga sebuah ketukanlah yang akhirnya membangunan ia..


Tok..Tok..Tok...


"Iya gue dah bangun" sahutnya.


"Cepat!, kita mau jama'ah nih" Kata Dimas lagi..


"Iya iya.." Dika pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan langsung berwudhu dan setelah selesai ia pun memakai sarung dan baju Kokonya, kemudian ia pun keluar kamar dan menuju ruang keluarga karena mesjid di sana jauh mereka pun melaksanakan Sholat subuh berjamaah di ruang keluarga.


"Sudah siap nak?" tanya Ustadz Khairul selaku imam.


"Sudah bi " Jawab para laki-laki, yaa yang berjama'ah hanya laki-laki saja, Ardiyan, Dimas, Wira, Dika, dan Rendi anak buah Wira. sedangkan para wanita sholat di kamarnya masing-masing.


Setelah selesai Mereka duduk diruang keluarga itu, sambil menunggu para wanita sedang masak untuk sarapan mereka.


"Nak, orang tuamu jam berapa sampainya?" tanya Ustadz Khairul.


"Sepertinya tidak bisa datang bi, karena jalur perjalanan di tutup" jawab Dika sedikit sedih, karena di hari bahagianya kedua orang tuanya tidak dapat hadir untuk menyaksikan ia menikah.


"Udah Lo jangan sedih gitu, kan bisa kita sambungkan mereka lewat video call, jadi mereka akan tetap nyaksikan Lo ijab nanti" ujar Ardiyan yang sepertinya paham akan kesedihan sahabatnya itu.


"Benar nak, apa yang di katakan Diyan, jadi sekarang kamu cukup siapkan mental kamu saja agar saat ijab kamu benar-benar sudah siap" sambug Ustadz Khairul


"Baiklah bi, " bales Dika sudah lebih tenang, dan saat bersamaan Umi syadiah pun memanggil mereka.


"Bi, bawak anak-anak ke meja makan, sarapannya sudah siap nih" ujar Umi syadiah..

__ADS_1


"Iya mi, Ayo anak-anak kita sarapan dulu" Ajak ustadz Khairul.


"Mari bi, " jawab mereka, lalu mereka pun pergi keruang makan yang nampak sudah banyak makanan di sana. Setelah melakukan doa bersama mereka pun menyantap makanannya, hening beberapa saat karena mereka sedang menikmati sarapannya penuh hikmat.


dan setelah selesai Ustadz Khairul pun menyuruh mereka untuk bersiap-siap, karena mereka akan mengantarkan Dika ke acara nikahannya.


"Nak, karena Acara ijab akan di lakukan jam sepuluh, sebaiknya sekarang kita bersiap-siap, agar tidak terlambat " Ujar Ustadz Khairul mengingatkan.


"Baik Bi, kalau gitu kami bersiap dulu ya" ujar Ardiyan.


"pergilah nak" sahut sang Abi. mereka pun pergi ke kamar masing-masing, termasuk Dika.


Setelah sampai di kamar Dika pun memakai kemeja putih dan bercelanakan hitam, dan tidak lupa juga dengan jas hitamnya membuat ia nampak gagah, setelah selesai ia pun kembali ke ruangan keluarga, dan ternyata mereka sudah berkumpul juga.


"Ah, pengantin dandan lama banget, gue pikir bakalan berubah kayak Satria baja Hitam, tapi ternyata tetap kayak tukang kebun" ledek Dimas ngasal.


" Dasar Sompret, udah ganteng gini di bilang Tukang kebun lagi, nggak ada gitu yang lebih bagusan dikit, bilang kek gue mirip Mert Yazicioglu artis Turki itu, " Protes Dika


"Loh kok jadi pada berdebat sih, Ayo kita segera berangkat, nanti terlambat loh" tegur Ustadz Khairul..


"Hehehe maaf bi, becanda doang" ujar Dimas cengengesan.


"Iya nggak papa, ya sudah ayo pergi." Ajak ustadz Khairul lagi. Dan akhirnya mereka pun berangkat menuju ke rumah Nina yang tak terlalu jauh dari perbukitan tempat mereka..


Dan mereka pun sampai dan di sambut oleh beberapa orang di sana termasuk kedua orang tua Nina, dan nampak jelas kalau Dika sedang gugup.


"Ar, gimana nih, Sepertinya jantung gue bermasalah nih" bisik Dika pada Ardiyan membuat Ardiyan Tersenyum.


"Itu wajar bro, karena itu menandakan Lo masih hidup" ledek Ardiyan masih berbisik juga.


" Sialan Lo, bukannya kasih solusi, agar jantung gue tenang malah ngomong ngasal" bales Dika kesal membuat Ardiyan tertawa kecil..


"Hihi maaf bro, udah Lo banyak istighfar aja biar Lo tenang" bisik Ardiyan lagi. dan di saat bersamaan seseorang memanggilnya Dika.


" silakan Pengantin prianya maju kedepan" Ujar penghulunya.. membuat jantung Dika semakin terpicu..


DEG..DAG..DIG..DUG..


DUEER..


******


Apakah yang akan terjadi..?


Bisakah Dika melafazkan ijabnya?..


Ikuti terus ya Guys danJangan lupa tinggalkan jejaknya ya LIKE..VOTE..DAN KOMENTAR..


Selalu Author tunggu.

__ADS_1


__ADS_2