CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MANUSIA TAMAK.


__ADS_3

▫▫⊱◈◈◈⊰⭐KALAM HADITS⭐⊱◈◈◈⊰▫▫


"Harta itu hijau lagi manis, maka barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan (ambisius, tamak) maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang"


---[HR. Bukhari]---


🔹 ✥.❖.✥ 💠✥.❖.✥ 💠✥.❖.✥💠✥.❖.✥🔹


mendengar suara lantang dari seorang pria membuat Ardian dan kawan-kawannya menoleh ke sumber suara pria itu dan terlihatlah seorang pria bertubuh gendut dan berkumis tebal membuat wajahnya terlihat seram.


"Hah?, itukan pak Raden?!" celetuk Dimas spontan, " Gue mau minta tanda tangan akh sama pak Raden" lanjutnya lagi dan tanpa basa-basi Ia langsung ingin menghampiri pria bertubuh gendut itu, namun tertahan karena bajunya sudah di tarik oleh Ardiyan.


"Ndas Lo peyang!, mata Lo belekkan ya, sampai nggak bisa membedakan mana Pak Raden?" Ujar Andi sembari menggelengkan kepalanya.


"Ah, Lo nggak paham banget gue!,


gue tahulah mana Pak Raden, dan saat ini pak Raden lagi di rumah Unyil, karena gue lagi kangen sama kumis beliau makanya gue ingin memegang kumis pria gendut itu" Dalih Dimas beralasan.


"Akh Bacrit Lo!, dasar lah banyak alasan lagi" Bales Andi lagi.


"Sudah sudah sudah!, kok jadi pada ribet sih kalian? sekarang diamlah!" tegur Ardiyan.


Dan saat bersamaan pria gendut itu pun berteriak kembali.


"Hey, Bonar termasuk tamu-tamu kita!" Teriaknya dari depan pintu rumahnya.


"Baiklah Bang Jafar!" Teriak Bonar juga.


"Ayo Abang Abang semua, Bang jakar sudah menyuruh kita masuk!" Kata Bonar mengajak Ardiyan dan kawan-kawannya masuk.


"Baiklah, tapi tunggu sebentar" kata Ardiyan pada Bonar lalu ia membalikkan tubuhnya


"Hans, Rendi, Beny dan kamu Roy, tunggulah di sini, kalian pahamkan maksud gue?!" lanjut Ardiyan kepada para Asisten mereka sembari ia seperti memberikan kode pada ke empatnya.


"Paham pak!" jawab mereka serentak. dan setelah mendapat jawaban dari para asistennya kini Ardian beserta sahabatnya memasuki rumah Jafar dan tentu saja mereka tetap berwaspada.


sesampainya di dalam terlihatlah Jafar yang sedang duduk di sebuah sofa dengan dikelilingi berapa wanita cantik dan seksi,


Ardiyan dan kawan-kawannya yang melihat itu membuat mereka menggelengkan kepala mereka dengan secara serentak, Seraya berkata. " Astagfirullah" Ucap mereka secara serentak juga.

__ADS_1


Jafar yang mendengar istighfar mereka secara serentak Ia pun mengerenyit " Ada apa kalian beristighfar?!" tanya Jafar dengan suara lantangnya.


"Tidak apa-apa Bang! Cuma kaget aja melihat banyak wanita di sini" ujar Dimas apa adanya.


"Oh, Kalian mau berkenalan pada istri-istri cantikku ini?" kata Jafar dengan bangganya Ia memamerkan wanita cantik dan seksi itu


"Apaa.. istri?!" ucap mereka secara berbarengan lagi.


"Wah keren ya bang Jafar? ada berapa tuh istri anda?" tanya Dimas penasaran


"ada 20 orang" jawab Jafar dengan enteng dan sekali lagi membuat lima Sekawan tersentak kaget


"Apa dua puluh?!" kata mereka secara serentak lagi sembari mereka saling bertatapan muka.


"Buju' buset, orang jelek istrinya 20 ya kok bisa gimana caranya Abang dapat istri yang cantik-cantik itu?" tanya Dimas penasaran


"Ya itu gampang lek, datangkan para warga yang memiliki anak gadis cantik lalu buat orang tuanya pinjam duit sama kita lalu kasih jempol 1 bulan kalau mereka tidak bisa membayar maka anak gadisnya akan aku nikahi jelas Jafar dengan bangganya.


"Astaghfirullah!" ucap mereka serentak lagi.


"Anda tidak takut dilaknat Allah?!" tanya Ardiyan yang terlihat jelas ia mulai gerah dengan yang namanya Jafar


"Baiklah kalau gitu, saya langsung saja, kami datang ke sini ingin membeli tanah wakaf surau itu kepada anda" Ujar Ardiyan yang tidak ingin berbasa-basi lagi


"Oh'ho, ini yang aku suka! tapi apakah kalian sanggup membayar dengan harga dua kali lipat yang telah ditawarkan oleh orang kota yang ingin membangun hotel di sana?" kata Jafar dengan senyum sinisnya seakan mengejek Ardiyan.


"Dasar Manusia tamak!" gumam Ardiyan geram, katakan berapa orang kota itu menawarkan tanah wakaf tersebut?" tanya Ardian lagi.


"Aku meminta mereka tiga M" kata Jafar tanpa bergetar sedikit pun.


"Astaghfirullah, kasihan banget ya Ayah lo di dalam kubur!, pasti saat ini dia sedang menangis-nangis di sana, karena memiliki anak yang gila harta sehingga tanah yang ia wakafkan pun di jual tanpa takut sedikitpun" Ujar Dimas yang ia pun mulai kesal melihat kerakusan Jafar.


"Akh, banyak cakap kau!, bilang saja kalian tidak sanggup membeli tanah itu!," ujar Jafar dengan senyum mengejek karena dia merasa Argentina akan sanggup membeli tanah wakaf tersebut.


"Oke gue beli tanah Lo dua kali lipatkan? yang artinya enam miliar kan? tambahkan hektarnya maka gue akan bayar sepuluh M." kata Ardiyan santai, membuat Jafar terkejut karena ia tak menyangka tanahnya bisa laku sangat tinggi padahal tempat itu masih pelosok banget.


"Baiklah aku akan tambah hektarnya, tapi aku mau uangnya tunai tidak berbentuk cek!" kata Jafar yang tubuhnya seperti bergetar mendengar uang 10 miliar.


"Oke gue setuju! lu siapkan semua surat-suratnya nanti anak buah gue akan membawa uang yang kemarin gimana anda setuju?!" tegas Ardiyan.

__ADS_1


"Iya aku setuju, nanti aku siapkan surat-suratnya " bales Ja'far yang terlihat senang.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang!" kata Ardiyan dan tanpa menunggu balasan dari Jafar Ia langsung keluar dari rumah Jafar.


"Hahaha, lihatlah istri-istriku kita akan menjadi kaya setelah orang kota bodoh itu membayar tanah jelek ku yang tidak berguna itu" Ujar Jafar setelah kepergian Ardiyan, ia nampak begitu senang hingga ia berkali-kali tertawa-tawa terbahak-bahak.


"Ijah kau Ambillah surat tanah jelek itu sekarang!" katanya pada seorang wanita yang terlihat tua dari wanita-wanita yang mengelilingi Jafar.


"Tapi bang, itu tanah wakaf bapak bang, kenapa Abang jual" kata wanita yang bernama ijah itu.


"Ah Diam kau!, kau sama saja dengan orang tua bodoh itu!, makanya dia mati karena kebodohan nya, enak saja dia mau wakafkan tanahnya, emang dia nggak punya anak apa!" Ujar Jafar dengan wajah penuh kebencian pada bapaknya.


"Bapak hanya mewakafkan berapa hektar saja Bukankah yang lain sudah menjadi bagian untuk Abang?" kata Ijah lagi mengingatkan Jafar.


"Akh makin banyak omong kau, nanti ku kirim kau pada orang tua bodoh itu mau kau!" bentak Jafar pada Ijah, dan di bales dengan gelengan kepala saja oleh Ijah.


"Bagus! sekarang lakukanlah apa yang aku minta tadi cepat!" bentak Jafar lagi dan dengan cepat Ijah pun pergi meninggalkan Jafar, melihat pizza ketakutan Jafar pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha!, hahaha! wanita bodoh hahahah" Jafar terus Tertawa terbahak-bahak sembari membelai pipi para istrinya satu persatu serta menciumnya, tanpa wanita-wanita itu ada yang bergidik geli. membuat Jafar semakin terbahak-bahak.


"Hahahaha, hahahaha kita akan kaya istri-istri ku yang cantik! Hahahaha, hahaha ahgh aghr" tiba-tiba tawanya seperti tidak bisa keluar lagi dan tiba-tiba juga matanya langsung melotot sangat menyeramkan "Aghr..aghr..aghr" melihat Jafar seperti sulit mengeluarkan suaranya di tambah matanya melotot menyeramkan membuat istri-istri mudanya pada ketakutan.


"Bu ijah?, Bu ijah! Bu ijah?!" teriak mereka semua memanggil istri pertama si Jafar.


Ijah pun langsung datang. "Ada apa kalian teriak teriak memanggil aku?" tanya Ijah


"Itu bu, bapak" kata mereka sembari menunjuk Ja'far yang sedang kejang-kejang di lantai karena ia sempat jatuh Saat ia tak bisa mengeluarkan suaranya lagi.


"Astaghfirullah bang, ngucap bang laa Illa ha ilallah, ayo bang ngucap bang" ujar ijah sembari memangku kepala suaminya.


Jafar tidak bisa mengucapkan yang di ajarkan Istrinya, ia hanya kejang-kejang seperti ia sedang meregang nyawa dan hanya "Aghr..aghr aghr..aghr aghr nghh" Nafas Ja'far pun terhenti dengan mata yang melotot dan mulutnya yang ternganga, membuat para istri bergidik takut melihatnya.tapi tidak bagi Ijah.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un" katanya tanpa menangis sedikit pun, sembari ia berusaha menutupi mata suaminya namun tak bisa.


ia pun akhirnya memanggil-manggil para bodyguard Jafar untuk membantunya.


ya begitulah nasibnya si Jafar.


*******

__ADS_1


Oke guys Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.🙏😉.


__ADS_2