CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
KISAH RASULULLAH SAAT BERSAMA ISTRINYA.


__ADS_3

🍃🌹 KALAM AL-QUR'AN 🌹🍃


Gimana sih biar hati kita tenteram


Caranya dengan mengingat Allah karena Hanya Mengingat Allah Hati Menjadi Tenteram.


*الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ.*


"(Yaitu) Orang-Orang Yang Beriman Dan Hati Mereka Menjadi Tenteram Dengan Mengingat Allah. Ingatlah,Hanya Dengan Mengingat Allah Hati Menjadi Tenteram".


***{QS. Ar-Ra'd ayat : 28}**


@@@@@@@@@@💠@@@@@@@@@@


Seperti yang di janjikan oleh Wira,


Hari ini Wira mengajak Asyifa pulang ke pondok, dan di dalam perjalanannya menuju pondok, nampak betapa senangnya Asyifa, itu sangat terlihat jelas di raut wajahnya, yang nampak begitu bahagia, terkadang Wira sering memergokinya sedang senyum-senyum sendiri, membuat Wira Akhirnya ikut tersenyum melihatnya.


"Masya Allah, dari istriku senyum-senyum sendiri sih, senang sekali sepertinya?" ujar Wira yang lagi fokus dengan menyetirnya, karena hari ini dia sengaja, ingin menyetir mobilnya sendiri sedangkan Rendi ia tugaskan untuk menangani perusahaannya.


"Eh, hihihi, Ho'oh, Ara emang senang, makasih ya mas" Bales Asyifa manja, lalu ia menyenderkan kepalanya ke bahu Suaminya,


" sama-sama sayang, Alhamdulillah kalau kamu senang sayang," Bales Wira, dan ia pun mengecup puncak kepala Asyifa dengan singkat lalu ia kembali fokus dengan menyetirkan mobilnya, dan membiarkan Asyifa menyenderkan kepalanya di bahunya.


"Na'am, Ara sangat senang, karena kita mau kepondok, soalnya Ara sudah kangen sekali dengan suasana pondok mas"


"Iya sayang, mas tahu kok, tapi ingat kamu jangan terlalu lelah di sana ya, dan ingat loh, sekarang kamu tidak seorang diri lagi, karena saat ini ada calon anak kita di rahim kamu" ujar Wira mengingatkan Asyifa.


"Iya iya loh, Ara tahu kok mas, ikh sekarang mas Wira bawel deh" protes Asyifa dengan bibirnya yang mengerucut manja.


"Ay, kok bawel sih?, mas bukannya bawel hanya mengingatkan kamu, ingat nggak kemarin menggoda mas, padahal kamukan tahu, kalau trimester pertama kehamilan itu sangat rentan sayang, jadi kita tidak boleh melakukan hal yang membahayakan janin dalam kandunganmu" ujar Wira panjang lebar.


"La Haula wala quwata ilabillah, berserah saja sama Allah mas, Ia yang menentukan semuanya, dan di setiap kejadian itu sudah menjadi ketentuan-Nya, " Bales Asyifa.


"Hmm, jadi maksudnya, kamu kemarin itu.." Wira tak meneruskan perkataannya, karena Asyifa langsung membalas dengan kedipan mata genitnya, membuat Wira terpelongo melihatnya.


"Hah?, kamu sudah mulai nakal ya lihat saja nanti!, Ancam Wira sembari ia mencubit gemas hidung Asyifa, dan saat bersamaan mobil mereka memasuki gerbang pondok pesantren An-Nur.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga" ucap Asyifa senang dengan mata yang berbinar. apa lagi, saat mobil sudah berhenti, ia langsung turun, dan langsung menghampiri umi syadiah yang kebetulan berada di teras rumahnya. Wira yang melihat tingkah istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dan ia pun langsung menyusul Asyifa yang sedang memeluk umi syadiah,

__ADS_1


Ya bagi Asyifa, umi syadiah Sudah seperti ibu kandung baginya, karena memang sudah sedari kecil, Asyifa tidak memiliki ibu di tambah lagi ia di besarkan di lingkungan pondok, jadi sudah sedari kecil ia sudah mendapatkan kasih sayang dari umi syadiah yang memang kebetulan ia hanya memiliki satu putri, jadi Umi syadiah pun mengangkatnya sebagai anak dan menjadikannya sebagai Adik Anisah.


"Assalamu'alaikum umi" Salam Wira Saat ia sudah di dekat mereka dan Wira pun langsung meraih tangan umi syadiah, yang masih memeluk istrinya, dan kemudian ia memberikan kecupan singkat di tangannya.


"Wa'alaikumus salam nak" jawab Umi syadiah lembut.


"Aiih, manja banget ya anak umi ini" sindir Wira sembari melirik Asyifa.


"Biarin week!, " bales Asyifa sambil menjulurkan lidahnya. "Bilang aja Kalau Mas Wira iri marah Yee."lanjutnya lagi


"Ay, kenapa Mas harus iri?, justru mas senang Ara, Melihatmu seperti anak manjanya umi "


"Biarin, nggak papakan umi?"


"Hehehe, kalian lucu sekali sih?, tidak papa nak malah umi senang nak, cuma umi sedikit heran, kapan ya anak umi yang satu ini menjadi menjadi dewasa sih?" tutur Umi syadiah, sembari ia mencubit pelan hidung Asyifa..


Mendengar perkataan sang Umi Wira Tertawa "Hahaha, benar tuh Umi, padahal udah mau jadi calon Umi, tapi tingkahnya masih manja kayak anak kecil itu Umi." katanya lagi, sembari mengusap-usap kepala Asyifa, bak sedang mengelus kepala seorang anak kecil.


"Iis apaan sih mas Wira!" protes Asyifa, Umi yang sangat paham karakter Asyifa Iya hanya bisa tertawa.


"Sudahlah, sudahlah, jangan menggoda istri mu lagi nak" tegur Umi syadiah pada Wira, dan saat bersamaan terdengar salam seorang pria


"Assalamu'alaikum wah rame nih kayaknya" ucap pria itu


"Wah, sepertinya lagi pada senang nih, ajak-ajak Abi juga dong." ujar pria itu yang ternyata adalah Ustadz Khairul.


"Ini loh by, Wira sedang menggoda istrinya" Kadu Umi syadiah.


"Iya nih bi" timpal Asyifa yang juga ikut mengadukan Wira.


"Ay, kenapa pada ngadui mas sih?" protes Wira.


"Hahaha, sudahlah, itukan hanya bercanda iyakan nak Wira?" tanya Ustadz Khairul.


"Benar tuh Abi" bales Wira bersemangat karena ia mendapatkan belaan dari Ustadz Khairul.


"Itu tidak masalahkan, lagian menggoda atau bercanda dengan istri dan menjadikan ia senang juga termasuk Sunnah loh, dan Alangkah indahnya rumah tangga, apa bila kita mengikuti tauladannya. "Ujar Ustadz Khairul sembari tersenyum, lalu ia pun mengisahkan tentang sosok Rasulullah ﷺ terhadap keluarga ataupun Istrinya.


"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Demikian pula ia memerintahkan umatnya khususnya para suami agar senantiasa menyayangi dan berlaku baik kepada ahlu keluarga khsususnya kepada istrinya.

__ADS_1


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku.” (HR Tirmidzi).


Sering Mencium Istri


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok suami yang sangat romantis. Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.


"Nabi sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa."


(HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)


Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.” (HR ‘Abdurrazaq)[1]


Makan sepiring berdua


Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata : Saya dahulu biasa makan bubur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.” (HR. Bukhari)


Dari Aisyah radhiyallhu 'anha, ia berkata : “Aku biasa minum dari gelas yang sama (dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ) bahkan ketika haidh, lalu Nabi mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrazaq)


Demikian pula dalam riwayat imam Muslim Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah dan beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.” (HR Muslim)


Suami menyuapi istri


Dari Saad bin Abi Waqosh radhiyallahu 'anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: “Dan sesungguhnya jika engkau mencari nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.” (Mutafaqun 'Alaih)


seorang isteri makan bersama dengan suaminya dan suami menyuapi makanan tersebut ke mulutnya, jika ia akan mendapatkan pahala dan hal itu akan memperkokoh kecintaan terhadap isterinya. sesuatu yang tidak bisa dipungkiri, bahwa saling menyuapi dapat menguatkan jalinan kasih sayang antara suami dan isteri.


Berlemah lembut, melayani dan memanjakan istri sakit


Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, berkata: nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang penyayang lagi lembut. beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istri yang sedang mengadu atau sakit. (Mutafaqun 'Alaih)


Bersenda gurau,bermain untuk membangun kemesraan


Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : “Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya.” (HR.Bukhori)


Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa melihat tingkah keduanya. (HR Nasa'i)


Umul Mukminin Aisyah Menceritakan : “Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat berangkat kami. Kemudian beliau berkata kepadaku, “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau.


Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata , “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR.Ahmad).

__ADS_1


"Maa syaa Allah, indah sekali kehidupan rumah tangga beliau ya Abi" Ujar Asyifa yang nampak senang mendengarkan kisah Rasulullah ﷺ. saat bersama istrinya.


********


__ADS_2