CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
PDKT DENGAN USTADAZAH.


__ADS_3

❝ Jangan membenci siapapun,tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu.❝


🌸✰~Ali bin Abi Thalib~✰🌸



Melihat teman-teman suaminya yang suka bercanda membuat Anisah sedikit terhibur, yaa para sahabat Ardiyan memang saling care satu sama lainnya, walaupun suka berdebat, tapi akan kembali akur, mereka sudah seperti keluarga bagi para sahabatnya makanya bila satu terkenak masalah maka yang lain akan membantunya, itulah persahabatan kental mereka.



Di saat mereka sedang bercanda tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan tanpa di suruh masuk orang tersebut sudah masuk duluan



"Permisi.. Apakah ada orang ?" tanya orang tersebut polos.



"Haiis, sih somplak datang," ujar Dimas yang melihat siapa yang datang.



"Emang kita di sini bukan orang apa?, sembarangan Lo" Timpal Dika yang ikut melihat arah pintu.



"kalau kita bukan orang berati dedemit dong kita, Astaghfirullah.. nih orang matanya udah katarak kali ya" Sambung Wira juga..



"Astaghfirullah, bang Andi ada-ada aja dah, bukannya salam gitu, malah pakai mode ngelawak lagi" ujar Anisah sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah Andi.



"Eh, ada Ustadazah, maaf Ustadazah.. ya udah ane balik lagi dah ke pintu, play reka ulang dulu ya Ustadazah " ujar Andi dengan gaya culunnya yang tanpa dosa, padahal paling banyak dosanya 😁



Andi sudah mau siap-siap play ulang tapi sebelum nya..



"woy, Lo pada kembali ke posisi awal cepat!" perintahnya pada para sahabatnya. dan mereka pun mengikuti permintaan Andi,



"Oke, play ulang Ceklik....cikn cikn cikn..cikn cikn" habis berkata-kata singkat, ia pun mengeluarkan suara seperti Vidio jaman dulu play ulang, lalu ia berjalan mundur dengan langkah kecil seperti Chaplin dengan kedua pundak naik turun, dan dia terus berjalan hingga pintu dan pintu kembali tertutup.



"Haiis, orang somplak di ikuti, yang ada kita pada ikut somplak dah..untung cuma satu kalau lebih bisa gawat kita" cerca Dimas, sementara Anisah dan Nina hanya cekikikan melihat kelucuan Andi.



"hahahaha, emang Lo nggak sadar, Lo kan sama ma dia suka somplak juga " bales Dika yang dia tahu Dimas juga sering berlaku konyol.



"Hai gue somplak bermartabat, elegan gitu looh.." bales Dimas dengan kata loh nya membuang nafas ke arah Dika.



"Ay..itu sama juga kalau Lo sudah mengakui kalau Lo somplak" Timpal Wira, membuat mereka semua pada tertawa..



hahahaha.. tawa mereka pecah.



"Lah iya ya..baru nyadar gue.. haiiis , kenapa juga gue ngatain Andi somplak, yang ada gue juga yang kenak" Ujar Dimas baru menyadari kalau dia mengaku sama seperti Andi.



"Tapi ngomong-ngomong ke mana sih somplak kok, nggak balik-balik?" tanya Dimas lagi yang menyadari, temannya belum muncul juga..

__ADS_1



"Lah, iya kemana dia?" tanya Dika juga..



"Wah, jangan play ulang sampai ke rumahnya lagi" celetuk Wira membuat mereka jadi tertawa..



"Huahahaha, kacau teman kita yang satu itu" ujar Dika, terkekeh. dan di saat mereka sedang tertawa, tiba-tiba pintu kembali di ketuk.



Tok tok tok.



"Assalamu'alaikum semuanya" salam Andi dengan wajah polosnya.



"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak.



"Apakah itu sudah benar Ustadazah?" tanya Andi pada Anisah.



"Iya bang Andi itu sudah benar" jawab Anisah lembut.



"Aduuh suara Ustadazah bikin hati ku meleleh" ujar Andi lagi



"Alhamdulillah " bales Anisah singkat.




dan Akhirnya Andi dan teman-teman lainnya mengobrol, bercanda dan tertawa, mereka saling bercerita tentang persahabatan mereka pada Anisah dan tentu saja Nina mendengar cerita itu, dan sampai batas waktu yang di tentukan oleh Andi tapi Ardiyan tak kunjung bangun, padahal mereka selalu memanggil nya.



Karena Ardiyan tak bangun juga Akhirnya Wira dan Andi berpamitan untuk pulang tinggallah Dika, Dimas, Nina dan Anisah, sampai Maghrib mereka di sana dan setelah Maghrib, Nina pun berpamitan pulang dengan di Antar oleh Dika..



Di sepanjang jalan menuju keluar dari rumah sakit mereka hanya saling Diam, hingga akhirnya mereka sampai di tempat mobil Dika terparkir, Dika pun membukakan pintu mobil bagian belakangnya..



" Silakan ustadazah " ucapnya mempersilahkan Nina masuk ke dalam mobilnya, setelah Nina masuk ia kembali menutup pintu mobilnya dan kemudian ia pun masuk di kursi depan bersama supirnya.



"Jalan, kita ke pondok pesantren" titahnya pada sang supir.



"Baik pak" bales sang supir lalu ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk sesaat suasana menjadi hening tak ada satupun yang bersuara hanya terdengar suara mesin mobil yang lagi melaju.



"*aduh kok sepi banget ya, kayak di kuburan, mau tanya, tanya apa ya, hmm oh tanya ta'aruf sajalah, aih, belum juga nanya kenapa jantung gue dah berdebar ya, nggak biasanya deh'\_ Batin Dika* "*Hayo Dika semangat, Lo harus bisa pdkt dengan ustadazah\_ Batin Dika lagi memberi semangat pada diri sendiri*



Kemudian diam-diam Dika melirik ke kaca spion depan mobilnya. dan akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya pada Nina.


__ADS_1


"Maaf Ustadazah Nina? bolehkah saya bertanya?" tanyanya sambil ia melihat Nina dari kaca spion.



"Silakan akhy" balas Nina lembut.



"*Ondeh ma' ooy, suaranya menyejukkan hati den.. ingin rasonyo den berenang dalam tuh suara" \_batin Dika lagi.dalam*



untuk sesaat hening kembali karena Dika masih hanyut dalam pemikirannya.



"Eh, itu Ustadazah tadi Anisah mengatakan tentang Ta'aruf, maksudnya gimana ya, apa itu ta'aruf Ustadazah?" tanya Dika tetap matanya masih melihat Nina dari kaca spionnya.



"Oh, Ta'aruf itu Artinya Berkenalan atau saling mengenal akhy" jelas Nina pada Dika.



"Oh, tapi kita sudah saling kenalkan Ustadazah?" tanya Dika lagi.



"Na'am Akhy Alhamdulillah sudah, " Bales Nina lagi.



"Lalu, kata Anisah tadi setelah Ta'aruf, mengkhitbah, apa itu Ustadazah?" Tanya Dika lagi.



"Khitbah adalah proses lamaran Akhy, setelah keluarga saling mengenal maka akan masuk ke proses khitbah, dan di situ juga akan menentukan hari untuk ijab qobul" Jelas Nina lagi tetap dengan suara lembutnya.



"Ooh, hmm maaf Ustadazah, boleh tanya lagi nggak?" Tanya Dika lagi minta izin bertanya.



"Silakan akhy?"



"Maaf, Apakah Ustadazah sudah punya Calon Suami?" tanya Dika ingin tahu..



"Alhamdulillah, belum Akhy"Bales Nina sambil menunduk wajahnya.



"Alhamdulillah, berati saya boleh dong mengkhitbah Ustadazah?" tanya Dika penuh semangat..



**BERSAMBUNG AKH, πŸ˜‰


Biar para reders pada penasaran 😁 😁


pada jawaban Nina,


apakah Dia menerima atau tidak?


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.


VOTE~>Hadiah buat Author.


LIKE~>Penyemangat Author


KOMENTAR~>Pemicu Inspirasi**

__ADS_1


__ADS_2