CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
SUAMIMU ADALAH SEORANG DOKTER.


__ADS_3

>🍃🏵️KALAM ULAMA 🏵🍃<~


"Jiga engkau sudah merasakan nikmatnya dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, niscaya engkau dapat merasakan bagaimana pahitnya jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala."


~>💫Al-Habib Umar Bin Hafidz💫<~


VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV


Di aula para santriwati program Al-Qur'an.



Suara riuhnya para santriwati yang sedang menghafal Alquran memenuhi Aula pondok.


Namun ada seseorang yang sedang terhanyut dalam lamunannya yang sedang duduk di depan para santriwati yang sedang menghafal. hingga ada seorang wanita yang baru saja datang, memberi salam serta memanggil namanya namun tak terdengar olehnya.


"Assalamu'alaikum ustadzah Nina?" salam Wanita yang baru datang, namun tak di jawab oleh wanita yang sedang melamun itu, yang ternyata dia adalah Nina,


"Assalamualaikum Ustadzah Nina" kembali lagi Wanita itu memberikan salamnya, dan lagi-lagi Nina tak menjawabnya, hingga ada bc seorang santriwati yang duduk di depan Nina pun menyenggol tangannya.


"Ustadzah?, Ustadzah Nisah memberikan salam " ujar sang santriwati itu, membuat Nina tersadar dari lamunannya.


"Astaghfirullah!, Eh wa'alaikumus salam Ustadzah !" Sentaknya dan ia langsung menoleh Anisah dan juga langsung menoleh wanita itu yang ternyata adalah Anisah.


"Maaf Ustadzah ana tidak mendengar Anti" ujar Nina dan ia pun langsung menghampiri Anisah Tapi sebelumnya ia memerintahkan salah satu santriwatinya untuk mengawasi mereka yang sedang ikut program.


"Na'am ty, tidak apa-apa" Bales Anisah.


"Alhamdulillah, lalu ada apa anti panggil ana?" tanya Lisa saat ia sudah dekat pada Anisah.


"Ayo ikut ana" ajak Anisah dan ia pun langsung melangkah meninggalkan Aula pondok dengan di ikuti oleh Nina, mereka berjalan menuju belakang pondok yang di sana terdapat dua buah ayunan dengan pengikat di ranting pohon besar,dan disana juga terdapat danau buatan dan Anisa pun duduk di ayunan tersebut dan diikuti oleh Nina yang duduk disampingnya.


"sekarang ceritakanlah, ada apa dengan Anti? kenapa sejak tadi ana perhatikan anti melamun terus ada apa ty?'' tanya Anisah penasaran.

__ADS_1


"Eh, tidak ada apa-apa ty" tukas Nina, yang sepertinya ia tak ingin berbagi problemnya.


"Ty, terkadang ada kalanya, berbagi itu meringankan beban yang saat ini sedang kita hadapi, tetapi ana tidak akan memaksa anti kok, ana hanya khawatir ketidak fokusan Anti akan berdampak pada para santriwati yang sedang mengikuti program Anti" ujar Anisah mengingatkan Sahabatnya itu.


"Benar yang Anti katakan ty Nisah, Afwan ana telah tidak jujur pada Anti" bales Nina yang kini ia sudah menundukkan wajahnya.


"Tidak apa-apa ty, ana memakluminya".


"Ty Nisah, sebenarnya ana sedang bingung, beberapa hari ini Uda Dika pulang larut malam di saat ana sudah tidur, dan ia pergi sangat pagi sebelum subuh, jadi ana berpikir apakah ana melakukan kesalahan hingga rasanya ia tak ingin bertemu dengan ana?" Curhat Nina yang nampak kalau di raut wajahnya terlihat ada Kesedihan di sana.


"Ty, jangan su'uzon pada suami Anti ya, ingat Suamimu adalah seorang dokter yang harus siap sedia kapanpun pasien membutuhkannya. ingat ty, perkejaan beliau adalah perkejaan yang mulia, jadi anti harus mendukungnya dan juga Anti harus percaya padanya, dan yang lainnya serahkan sepenuhnya Pada Rabb nya, in syaa Allah, Allah akan menjaga dan melindunginya ty" tutur Anisah memberikan nasehat pada Nina, membuat hati Nina menjadi tenang.


" Ma syaa Allah, benar yang Anti katakan mungkin ana terlalu su'uzon padanya hingga hati ana, merasa tidak tenang ty, Syukron ya ty, anti telah mengingatkan ana " Bales Nina yang nampak raut wajahnya sudah tidak sedih lagi.


"Na'am, Afwan ty, sudah sepatutnya kita saling mengingatkan bukan" bales Anisah dengan di sertai senyuman manisnya.


"Alhamdulillah ana sangat beruntung memiliki anti Semoga persahabatan kita akan terus terjalin ya hingga akhirat kelak." tutur Nina tulus.


"Oh iya, kemana baby twins, kok tidak Anti Bawak, ana kan kangen dengan mereka"


"Eh, ada kok mereka lagi di pondok utama, sama kakak dan neneknya ty, "


"Oh ya, kalau begitu ayo kita kesana, menjumpai mereka" Ajak Nina namun saat bersamaan ada seorang santriwati datang menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum Ustadzah Nisah dan Ustadzah Nina" salam Santriwati itu.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" Bales Nina dan Anisah berbarengan.


"Ada apa Nabila?" tanya Nina yang kebetulan itu adalah salah satu Santriwatinya.


"Afwan Ustadzah Nina, Ustadzah saat ini sedang di cari oleh Ustadz Dika" kata Santriwati itu.


"Oh baiklah Syukron ya Nabila, sebenta Ustadzah kesana" bales Nina yang nampak ada keceriaan di sana. saat ia ingin berkata pada Anisah,

__ADS_1


"Pergilah ty, jangan biarkan Bang Dika menunggu lama " ujar Anisah terlebih dahulu sebelum Nina berkata-kata lagi.


"Eh, Baiklah ty, kalau gitu ana Pamit dulu ya, dan ana titip anak santri ana juga ya " bales Nina sembari menyengir.


"Na'am, ana tahu kok, ya sudah sana pergi, nggak baik membiarkan suami menunggu lama-lama" kata Anisah lagi.


"Na'am ty, kalau begitu ana pamiit Assalamu'alaikum "


"Na'am wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban salamnya Nina pun langsung melangkah pergi meninggalkan Anisah yang masih berada di Ayunan di tepi danau di belakang pondok.


_____


Sementara Nina yang mendengar kalau Suaminya sedang mencarinya ia pun langsung menuju ke pondoknya, bahkan ia berlari-lari kecil agar ia cepat bertemu dengan suaminya.


dan sesampainya ia di pondoknya ia melihat Dika sedang tiduran di sofa,


"Assalamu'alaikum Da ?" salamnya saat memasuki rumahnya, mendengar salam Nina Dika pun langsung membuka matanya.


"Wa'alaikumus salam sayang" jawab Dika yang ia pun langsung menduduki tubuhnya.


"Uda nampak lelah, mau Nina pijati " kata Nina saat melihat raut wajah suaminya yang memang terlihat jelas sekali kalau Dia sedang lelah.


"Iya sayang, Uda sangat lelah" bales Dika, sembari menarik tangan Nina lalu ia pun meraih pinggangnya hingga Nina pun terduduk di atas pangkuannya, kemudian Dika memasuki wajahnya ke dalam hijab besar milik Nina hingga wajahnya tak terlihat lagi oleh Nina karena ia seakan bersembunyi disana, padahal saat ini Dika sudah melabuhkan wajah di leher Nina, serta ia sudah memberikan tanda di sana. membuat Nina pun mengeluarkan lenguhannya..


"Aku sangat merindukanmu sayang" ucap Dika yang suaranya sudah berubah menjadi berat..


"Huum, daa jangan di sini..hmm.."


********


Udah Akh tidur ngantuk mah😴😴😴


met bobo ya guys, semoga kalian bermimpi indah 😴😴😴😴😴

__ADS_1


__ADS_2