
✥ೋ๑୨💠 MUTIARA HIKMAH💠୧๑ೋ✥
"Dear Muslimah...
Jadilah wanita sederhana yang di kagumi karna akhlaknya bukan fisiknya karna wanita cantik sudah terlalu bayak namun wanita shalihah sudah jarang ada di muka bumi ini
So Semoga para Readersku selalu istiqomah dan jadi wanita yg shalihah Aamiiin 😇
_Happy Reading_
✥ೋ୨💠୧๑ೋ✥💠✥ೋ๑୨💠୧ೋ✥
Beberapa bulan kemudian.Di gedung berlantai lima yang bertuliskan PT AF Media.
Di ruangan khusus CEO, seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya dengan tangan dan mata yang terfokus pada laptopnya, sepertinya ia sedang hanyut di dalam pekerjaannya dan di saat ia sedang fokus, tiba-tiba pintu di ruangan di ketuk seseorang.
Tok..Tok.Tok..
"Masuk!" Serunya dengan mata yang masih terfokus pada laptopnya. dan tak berapa lama masuklah seorang pria berjas hitam dengan tangan sedang membawa sebuah file berwarna biru muda.
"Siang Bos, sudah saatnya kita meeting di restoran xx bos." Ujar Pria yang baru saja masuk.
" Apa Lo sudah siapkan segalanya Beny?." Tanya pria yang masih terfokus pada layar laptopnya.
"Sudah bos, semuanya sudah beres." Balas pria yang dipanggil Beny.
" Ya sudah ayo kita berangkat sekarang!" Kata pria yang baru saja bangkit dari kursi kebesarannya, setelah ia selesai benarkan jas, Ia langsung melangkah menuju pintu keluar ruangannya.
" Oh iya Ndi, tadi Rendi asisten Wira telpon katanya di perusahaan Wira lagi ada masalah dan dia tak ingin mengatakannya pada Wira takut, jadi kepikiran buat Wira yang saat ini lagi fokus pada pengobatan istrinya." Kata Benny yang sedang berjalan di belakang pria yang ternyata dia adalah Andi.
"Baiklah, karena memang Wira sudah menitipkan perusahaannya ama gue, jadi nanti pulang meeting kita akan langsung kesana saja." Kata Andi yang kini mereka sudah berada di depan pintu lobby kantornya.
"Permisi pak Andi, bisakah kita bicara?" Ujar seorang pria paruh baya yang baru saja muncul entah dari mana, membuat Andi tersentak kaget saat melihat wajahnya.
__ADS_1
"Pak Rojak?!" Sentak Andi saat mereka wajah pria itu yang ternyata Rojak Ayah si minul.
"Maaf saya sudah mengagetkan Anda, saya sejak tadi menunggu anda di sini karena saya ingin menemu Pak Andi para security tidak memperbolehkan saya masuk ke dalam, jadi saya menunggu di sini saja." Ujar Rojak Sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Ada apa bapak ingin menemui saya?" Tanya Andi dengan wajah datarnya, karena ia masih ingat kalau ayah minul itu pernah mengusirnya.
"Saya mau minta tolong sama pak Andi, tapi bisakah kita tidak bicara di sini." Kata Rojak dengan tatapan yang sangat berharap agar Andi mau berbicara padanya.
"Maaf pak, hari ini saya sangat sibuk sekali, jadi sepertinya tidak bisa." Kata Andi masih dengan wajah datarnya.
"pak tolong saya pak, sebentar saja, ini tentang Mirna, saya nggak tahu lagi, harus minta tolong sama siapa selain sama bapak." Kata Rojak yang masih berharap Andi mau bicara padanya, bahkan ia sampai bersimpuh di depan Andi.
" Tolong pak, tolong saya." Lanjut Rojak.
"Apa yang anda lakukan pak Rojak, saya benar-benar tak bisa menunda pertemuan penting saya, jadi sebaiknya bapak jangan seperti ini! saya permisi!" Ujar Andi yang kemudian ia langsung menaiki mobil.
" Cepat jalan Ben!." Titahnya pada Beny
Melihat itu Andi menjadi geram ia pun membuka kaca jendela mobilnya "Apa sih maunya pak Rojak?" Tanya Andi ketus.
" Pak, tolongin Mirna dia selalu ingin bunuh diri pak, dan saat ini dia juga lagi hamil," Balas Rojak yang sangat terlihat ia sedang kebingungan.
" Lalu apa hubungannya dengan saya pak?." Tanya Andi heran.
" Saya hanya minta belas kasih bapak, untuk membantu Mirna, mencarikan siapa yang telah memperkosa dia pak, dan saya datang bukan tanpa alasan, karena ia di perkosa setelah ia pulang dari kerja, dan Mirna adalah karyawan Anda, jadi sudah sepantasnya bukan kalau Anda Membantunya. " Ujar Rojak yang sepertinya ia belum tahu kalau Mirna sudah lama dipecatnya.
"Maaf pak Rojak, tapi Mirna sudah lama saya pecat bahkan mungkin sudah hampir setahun pak.' Ujar Andi Datar.
" Apakah Artinya di hari ia di perkosa itukah anda memecatnya?," Tanya Rojak penasaran.
" Saya tidak, itu bukan urusan saya!" Jawab Andi ketus.
" Baiklah, kalau dia bukan karyawan Anda tapi, tapi bisakah tetap bantu dia setidaknya sebagai balasan Anda, karena Mirna pernah menyelamatkan hidup Anda!, coba Anda bayangkan kalau tidak ada Mirna apakah Anda masih ada saat ini.?" Kata Rojak membuat Andi kaget bukan main, dan bahkan ia pun teringat saat ia tertembak dan minullah yang menolongnya, seandainya tidak ada Mirna mungkin saat ini ia sudah menjadi makanan cacing, pikiran Andi jadi berkecamuk.
__ADS_1
" Apa yang Anda mau?!" Tanya Andi masih suara datar,
" Gini pak, seperti yang ada di tv, orang yang berkuasa pasti akan mudah menangani kasus seperti Mirna, jadi saya minta anda dapat menemukan siapa yang memperkosanya." Kata Rojak yang sangat berharga sekali Andi mau menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu!. Sekarang Anda sebaiknya pulang, nanti saya akan meminta anak buah saya untuk menyelidikinya! " Kata Andi tegas.
"Emm itu pak, saat ini kondisi Mirna sangat memperihatinkan, dan saya tidak punya biaya untuk membawanya kerumah sakit, apalagi harus memanggil ambulans, tolong saya sekali lagi saya takut ini akan terlambat, tolongin Mirnarni pak.." Kata Rojak lagi sambil kembali mengatupkan kedua tangannya lagi.
" Ya sudah cepet naik ke mobil!" Kata Andi dan tanpa basa-basi lagi Rojak langsung naik dan duduk di sebelah Beny.
" Ben kita ke rumah pak Rojak!" Titah Andi pada Beny.
" Tapi bos meetingnya?.." Tanya beny yang terlihat bingung.
"Nanti di atur ulang lagi, sekarang cepatlah!" Ujar Andi yang sepertinya ia tak mau di bantah.
" Baiklah bos!" Dan akhirnya Beny pun melajukan mobilnya Andi menuju rumah Pak Rojak dan sesampainya di sana Andi kaget melihat keadaan Mirna benar kata Rojak kalau keadaan anaknya sangat memperihatinkan. di tambah lagi perutnya yang sudah membesar membuat Andi merasa kasihan, bagaimana pun Wanita itu pernah menjadi seseorang yang sempat singgah di hatinya.
" Ben, bantu pak Rojak angkat dia kemobil." Titah Andi pada Beni.
" Oke bos!" balas Andi singkat, dan ia pun membantu Rojak mengangkat Mirna yang terlihat lemah tak berdaya, setelah Mirna dan pak Rojak masuk ke mobil Andi di kursi penumpang, Andi pun bergegas duduk di depan bersama Beny, dan tak berapa lama mobil pun langsung melaju menuju kerumah sakit.
Dan hanya membutuhkan waktu 30 menit mereka pun sampai tepat di depan pintu rumah sakit tersebut. dan Andi dengan sigap memanggil para suster dan kemudian ia juga membantu Beny mengangkat Mirna, karena Rojak tidak bisa turun di karenakan tadi ia memangku Mirna.
Dan kesibukan Andi membantu Mirna ternyata di perhatikan oleh seorang wanita bercadar yang ternyata ia berada di seberang Mobil Andi yang setelah ia melihat Andi ia pun langsung menghampiri Andi.
" Mas Andi?!, inikah alasan kamu tadi pagi yang mengatakan tidak bisa mengantarkan ke rumah sakit hah?!" Tanya Wanita bercadar itu membuat Andi langsung menoleh dan..
" Nadziha?!"
____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.🙏😉
__ADS_1