
โ๐น๐ท๐ KALAM ULAMA ๐ ๐ท๐นโ
"Jangan kau jadikan Do'a itu seperti obat, yg hanya kau gunakan ketika sakit saja. tapi jadikan Do'a mu seperti oksigen, yg selalu kau gunakan setiap keadaan.
_--Habib Jamal Bin Thoha Baagil__
โโโโโโโโโ๐น๐ ๐นโโโโโโโโโ
Beberapa bulan telah berlalu..
Kehamilan Asyifa juga semakin membesar namun ia juga menjadi lebih sensitif, dan juga semakin manja, membuat Wira terkandang bingung untuk menghadapi istri kecilnya itu, namun ia tetap memberikan ekstra perhatian dan juga kasih sayang kepadanya.
Sudah satu bulan juga Asyifa Akhirnya bersedia tinggal di Mansionnya Wira, dan hanya sesekali saja ia akan berada di pondok, apabila ia merasa rindu pada Almarhum neneknya.
Sore itu Asyifa sedang menikmati keindahan danau buatan yang berada di belakang Mansionnya milik Wira, ia memang suka sekali berada di sana sambil berayun-ayunan, serta mengasah ayat-ayat Al-Qur'an yang telah ia hapal, atau terkandang ia bersholawatan di sana seperti saat ini ia ingin bersholawatan, sambil kakinya mengayunkan ayunannya ia pun memulai menyenandungkan Sholawatan nya.
Lirik Law Kana Bainanal Habib.
Ya Rosulullah salamun alaik
ูู ูุงู ุจูููุง ุงูุญุจูุจ, ูุฏูุง ุงููุงุตู ูููุฑูุจ
ู ู ุทูุจุฉ ูู ุบูุจ, ุทุงูุจุง ูุฑุจ ุงูุญุจูุจ
Law kaana bainanal habib, ladanal qoosii wal qoriib Min thoyyibatin qoblal maghib , thooliban qurbal habib
Seandainya-kekasih-Mu (Rasulullah Saw) masih bersama kami. Pasti yang jauh dan dekat akan datang berharap Mengharapkan sebelum perginya. Dengan harapan dapat menghampiri baginda
ุจูุฑุจู ุงูููุณ ุชุทูุจ, ูุชุฏุนูุง ุงููู ููุฌูุจ
ุฃููุงุฑ ุทู ูุง ุชุบูุจ, ุจูุบูุง ููุงู ูุงู ุฌูุจ
Biqurbihin nafsutathib , watad 'ullah fayujib
Anwaru thoha laa taghib , ballighna liqaahu ya mujib
Karena berada di awal jiwa menjadi tenang
Dan segala doa akan dikabulkan Allah SWT
Cahaya Nabi Muhammad Saw tidak akan sirna
Sempatkanlah kami bertemu baginda. Wahai Tuhan Yang Maha Mengabulkan doa.
ูุฏุงู ุงูููู ุงูุฑุญูุจ, ุฑุญู ุฉ ุงููุฏู ุงููุฑูุจ
ุญุฏูุซู ุงูููุฑ ุงูุนุฐูุจ, ุฌูุงุฑู ุงูุบุตู ุงูุฑุทูุจ
Hudaakal kaunir rohib , rohmatal haadiil qoriib
__ADS_1
Haditsukan nahrul 'adzib, jiwaarukal ghusnur rothib
Hidayahmu seperti alam yang terbentang luas
Tanda kasih sayang Tuhan pemberi hidayah
Percakapanmu seperti sungai yang jernih
Berdampingan Anda bagaikan dahan yang tumbuh segar dan basah
ูุฏุชู ุฑูุญู ูุง ุญุจูุจ,ู ุญู ุฏ ู ูุฑู ุงูุบุฑูุจ
ุจูุฑุจู ุงูุฑูุญ ุชุทูุจ,ูุงุฑุญู ุฉ ููุนุงูู ูู
Fadatkar ruhiya yaa habib , Muhammadun mukrimal ghorib. Biqurbikar ruuhu tathib , yaa rohmatal lil'alaamiin
Ku tebus diriku dengan dirimu wahai Rasulullah
Wahai Muhammad ๏ทบ yang memuliakan semua makhluk. Berada di sisimu jiwa menjadi tenang. Wahai pembawa rohmat bagi semua alam
ูุง ุญุจูุจู ูุง ู ุญู ุฏ, ูุงุทุจูุจู ูุง ู ู ุฌุฏ
ุฃูุช ุฐูุงููุถู ุงูู ุคูุฏ, ุฌู ู ู ุตูู ุนููู
Ya habiibii yaa Muhammad , ya thobibi yaa mumajjad. Anta dzul fadhlil muayyad, jalla man sholla 'alaik
Wahai kekasihku yaa Muhammad
Kelebihanmu tidak dapat disangsikan lagi
Oleh Tuhan yang turut bersholawat
__________
Di saat Asyifa sedang hanyut dalam senandung Sholawatnya, tiba-tiba seseorang menghentikan ayunannya dari belakang, membuat Asyifa dengan spontan memberhentikan senandungannya dan kemudian, ia langsung mendongak wajahnya ke atas, untuk melihat siapa yang telah menghentikan ayunannya tersebut,
dan saat ia ingin melihat orang tersebut. tiba-tiba sebuah kecupan lembut langsung mendarat di dahinya, sembari orang tersebut berkata.
"Assalamu'alaikum Yaa Qalbii' (wahai hatiku)" Ucapnya dan kemudian ia pun memberikan. senyuman pada Asyifa.
"Eh, Wa'alaikumus salam yaa Habibie." bales Asyifa "Mas sudah pulang?" katanya lagi dan kemudian ia pun berdiri, lalu ia meraih tangan Wira dan langsung mengecupnya,
Dan disambut Wira dengan kecupan lembut di dahinya, seraya berkata " Sudah sayang, oh iya gimana keadaanmu dan bayi kita sayang?" tanyanya lagi sembari ia merangkul pundak istrinya, dengan tangan kirinya, sedangkan tangannya mengelus lembut perut Asyifa yang sudah nampak besar.
"Alhamdulillah, Ara dan si kecil baik-baik aja kok Mas, bahkan dia lebih tenang tadi." bales Asiyfa yang ikut memegang perutnya.
"Sudah pasti tenang dong sayang, karenakan si kecilkan sedang mendengarkan Mymah nya bersholawatan, apa lagi suara Mymah nya merdu banget, jangankan si kecil, pypahnya juga bakalan ikut terbuai kalau Mymah sudah bersenandung sholawat." Kata wira
" Hmm, bilang aja kalau pypahnya minta disenandungkan juga iya kan?" Kata Asyifa
__ADS_1
sembari Ia mencibirkan bibirnya
Wira cengengesan Melihat Istri kecilnya "Hehehe iya sih pypah emang kepengen disenandungin oleh Mymah, tapi mau gimana lagi Hari inikan waktunya Mymah periksakan kandungan loh." Ujar Wira mengingatkan Asyifa.
"Eh, Ara males akh mas."
"loh kok malas sih sayang? kan biar kita tahu perkembangan bayi kita, apalagi kalau kamu mau di USG, jadi kan kita bisa tahu jenis kelamin anak kita, biar kita tahu loh baju apa yang harus kita beli, kamu nggak ingat ya kehamilanmu kan udah 7 bulan sayang." tutur Wira sedikit merayu Asyifa agar mau melakukan pemeriksaan USG.
"Eeh, Apa itu artinya setelah kita dari rumah sakit, kita pergi berbelanja untuk bayi kita ya Mas?" tanya Asyifa dengan mata yang berbinar.
"Iya sayang makanya sekarang kamu bersiap ya, agar secepatnya kita ke rumah sakit dan setelah itu kita berbelanja oke." jawab Wira dengan lembut.
"Oke sebentar Syifa siap-siap ya mas. kata Asiyfa dengan semangat hingga ia ingin berlari membuat Wira kaget dan langsung menahan nya.
"sayang, kamu sembrono sekali sih!, perut segede ini kamu ingin lari kalau jatuh bagaimana?!" ujar Wira dengan nada suara Sedikit keras membuat Asyifa langsung tertunduk dan terlihat sedih.
"Hiks..Maaf Mas, Ara lupa, hiks." ucap Asyifa yang akhirnya ia menangis.
melihat istrinya yang sudah menangis Wira pun mengusap wajahnya dengan kasar." Haiis.. bodoh! kenapa aku lupa sih?!, kalau Asyifa akhir-akhir ini sensitif banget . aduh bisa-bisa ia nggak mau pergi periksa nih!." _batin Wira jadi kesal pada dirinya sendiri.
Dengan cepat Wira pun langsung memeluk Asyifa. "Sayang maafin Mas ya, tadi Mas hanya takut kamu jatuh, dan itu bisa membahayakan kamu dan bayi kita juga sayang." ujar Wira dengan lembut sembari ia mengelus kepala Asyifa dengan penuh kasih sayang.
" Sayang mau kan maafkan mas?." tanya Wira lagi karena perkataannya tadi tak direspon oleh istrinya. dan lagi-lagi Assyifa hanya menangis di dalam pelukan Wira tanpa merespon perkataannya lagi. "Sayang jawab Mas dong Kamu mau kan maafkan mas?." rayu Wira lagi sembari mengusap air mata Asyifa. dan kali ini dijawab oleh anggukan kepala saja.
"Alhamdulillah sekarang kita pergi ya?, periksa kandungan kamu ya?" ajak Wira dengan lembut namun dibalas oleh Asyifa dengan gelengan kepala saja.
"Haiis, sudah kuduga itu kamu juga yang bodoh Wira!"_batin Wira merutuki dirinya sendiri.
"Sayang ayolah kita pergi ya, Bukankah Setelah itu kita akan berbelanja mencari baju untuk bayi kita. emang kamu nggak pengen ya beliin baju untuk bayi kita?." tanya Wira masih berusaha merayu Asyifa
" Kepingin Mas hiks.."bales Asyifa yang masih terdengar isakannya.
"Alhamdulillah ya udah ayo kita pergi ya sekarang." kata Wira yang terlihat senang karena akhirnya ia berhasil merayu istrinya yang sensitif itu. dan karena takut Assyifa berubah pikiran lagi Wira pun langsung menggandeng istrinya dan membawanya ke tempat mobilnya terparkir setelah mereka sudah di dalam mobil.
"Rendy Kita ke rumah sakit!" titah Wira pada Rendy
"baik Pak!"
Rendi pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit, dan karena jarak Mansion Wira dan rumah sakit tidak begitu jauh, maka Rendi hanya membutuhkan waktu 20 menit dengan jalan yang cukup santai, dan kini mobil pun sudah terparkir dengan sempurna di depan lobby rumah sakit.
Wira pun langsung membawa Asyifa ke dokter spesialis kandungan, sesampainya di sana, mereka disambut oleh seorang dokter wanita. kemudian Wira pun meminta sang dokter untuk memeriksakan kandungan Asyifa.
Dan dokter pun mengajak Asyifa untuk USG namun saat melakukan USG biasa dokter sangat kesulitan untuk mendeteksi keadaan bayi, lalu ia pun meminta persetujuan dari Wira untuk melakukan USG 4 dimensi. dan wira pun menyetujuinya akhirnya sang dokter pun melakukan pemeriksaan USG 4D dan terlihatlah dimonitor.
"Maa syaa Allah, pantas saja saya tidak bisa mendeteksi jantung bayi ternyata mereka saling membelakangi dan selamat Pak, Bu, kalian akan memiliki triplets baby." ujar sang dokter.
********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya guys ๐๐