
══ ✥.❖.✥ 💠 Kalam Habaib 💠 ✥.❖.✥ ══
"Apa engkau tahu hasil dari doa yang engkau ucapkan selama ini? Bisa saja Allah akan mengijabah doamu secara langsung, atau balasan dari doa tersebut Allah akan menjadikan derimu terjauh dari musibah, atau pahala dari doamu akan tersimpan dan akan ditampakkan kelak dihari kiamat. (Sesungguhnya) Doa akan selalu memberi keuntungan dalam keadaan apapun."
[ Al Habib Umar Bin Hafidz ]
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤
═ ✥.❖.✥ ═ ✥.❖.✥ 💠✥.❖.✥ ═ ✥.❖.✥ ═
Di Amerika
Di Thornewood Castle terletak di kepulauan kecil Amerika.
Di sanalah kini Asyifa di rawat, sudah berbulan-bulan, ia belum sadarkan diri namun belum ada tanda-tanda Wira untuk menyerah. Ia masih terus berusaha walaupun sudah berpuluh-puluh juta bahkan bisa di bilang miliaran ia sudah mengeluarkan biaya untuk Asyifa namun ia tak pernah berputus asa.
Wira juga selalu setia menemani sang Istri di Kala pagi hingga jam sepuluh, karena ia juga melakukan tugasnya sebagai CEO, di perusahaannya yang berada di Amerika, dan ia akan menemani Istrinya kembali pada siang hari menjelang sore, karena di jam 5 sore pasien tidak boleh di jenguk hingga pagi kembali dan Wira mengikuti peraturan itu walaupun berat baginya untuk meninggalkan Asyifa seorang diri di sana.
Dan dikarenakan Wira tak ingin berjauhan dari Asyifa, ia pun membeli sebuah rumah yang tak begitu jauh dari Castle tempat Asyifa di rawat, padahal ia sudah memiliki rumah di dekat perusahaannya, namun lumayan jauh dari Castle.
Rumah Wira yang baru beberapa bulan ia tempati itu lumayan besar, tadinya ia ingin mencari yang kecil, namun yang sangat dekat dari Castle hanya rumah itu, mau tak mau ia pun membelinya.
__ADS_1
Pagi menjelang, sepertinya ia kesiangan hingga ia terburu-buru melakukan aktivitas di rumah itu. Yaa Wira hanya seorang diri di sana jadi segala sesuatunya ia harus melakukannya sendiri termasuk memasak, mencuci, serta membersihkan rumahnya ya pokoknya (Caca Handika dah.😁)
"Astaghfirullah kenapa gue kesiangan sih!." Gerutu Wira yang terlihat ia terburu-buru ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan setelah selesai ia pun bersiap memakai baju setelan jas kerjanya karena, sudah pasti setelah melihat Asyifa ia akan ke kantornya juga " Hah!, kayaknya nggak sempat untuk bikin sarapan, sudahlah nanti di kantor saja gue sarapannya." Gumam Wira, yang kemudian ia pun berjalan menuju ke pintu keluar rumahnya.
Setelah mengunci pintu rumah Wira pun berlari-lari menuju Castle tempat Asyifa dirawat, karena juga sudah menjadi peraturan di sana yang tak memperbolehkan kendaran apapun memasuki kawasan Castle, makan dari itu ia pasti kesal bila kesiangan.
Membutuhkan waktu 25 menit bila ia berjalan dari rumahnya ke Castle tersebut dan membutuhkan waktu15 menit bila ia berlari menuju Castle dan itu baru sampai di gerbang Castle.
"Good morning Mr Wira." Seorang pria bule penjaga gerbang menyapa Wira.
"Good morning too sir." Balas Wira, yang terlihat nafasnya sedikit tersengal-ssngal.
"Kenapa Anda hari sedikit terlambat Mr Wira." Tanya penjaga itu dalam bahasa Inggrisnya.
"Iya pak saya kesiangan hari ini." Balas Wira yang memakai bahasa Inggrisnya juga. " Pak saya permisi masuk dulu ya, saya takut istri kelamaan menunggu saya." Lanjut Wira lagi masih memakai bahasa Inggris.
Sesampainya Wira di dalam ia juga langsung menaiki tangga menuju keruang rawat istrinya yang berada di lantai dua, sesampainya di depan pintu kamarnya Wira berhenti sejenak untuk menstabilkan nafasnya terlebih dahulu, akibat ia berlari-lari tadi. Setelah di rasa nafasnya kembali normal, Wira pun langsung membuka pintu dan terlihatlah Asyfa yang masih terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya. Wira pun menghampiri istrinya.
"Assalamu'alaikum sayang." Ucap Wira saat ia sudah berada di samping pembaringan Asyifa, dan ia juga memberikan kecupan lembut di dahi Asyifa yang wajahnya terlihat pucat sekali, ia sudah seperti mayat yang hidup hanya melalui alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya.
"Maaf ya sayang, Mas terlambat karena mas tadi kesiangan, habis karena merindukan kamu mas jadi sulit tidur deh." Kata Wira yang kini ia telah duduk di tepi ranjang Asyifa, sembari ia mengelus pipi istrinya yang dingin itu.
"Sayang, kamu kok betah sekali sih tidur, tidakkah kamu merindukan Mas dan Anak-anak kita hm?." Tanya Wira yang kemudian ia membaringkan tubuhnya di samping Asyifa, ia juga meletakkan wajah di antara leher dan kepala Asyifa dan beberapa kali ia juga menciumi pipi Asyfa terkadang juga di kepala dan di leher Asyifa.
"Mas sangat merindukanmu Sayang, bangunlah sayang, Mas ingin mendengarkan suara kamu, ingin melihat senyuman kamu, tawa kamu, semua yang ada di kamu Mas sangat merindukannya." Tutur Wira kepada istri kecilnya yang sedang mengalami koma. dan Di saat bersamaan hp Wira berdering, ia pun bangkit dari tidurnya dan langsung turun dari pembaringan Asiyfa, kemudian ia langsung mengambil benda pipihnya yang ternyata ibunya yang sedang melakukan panggilan video, Wira pun langsung menyambungkan.
__ADS_1
📱"Assalamu'alaikum Mi." Salam Wira saat panggil video call telah tersambung.
📱"Wa'alaikumus salam Nak, lihat ini anak-anak kamu Nak." Ujar Winni Mama Wira sembari ia menunjukkan ketiga Anak Wira yang duduk di aplo bayinya.
📱Maa syaa Allah anak-anak Pypah dan Mymah sudah besar yaa, Assalamu'alaikum Haidar Fahri Fawaz, Assalamu'alaikum, Haidir Fahmi Faiz, Assalamu'alaikum Hanifah Fakhra Faizha. " Ujar Wira memberikan salam kepada baby tripletsnya. dengan yang terlihat berbinar saat melihat
📱" Wa'alaikumus salam Pypah." Jawab Winni dengan menirukan suara anak kecil.
📱" Oh iya Nak, mereka sudah bisa bilang papa loh." Ujar Wini yang terlihat antusias saat mengabari cucu telah pintar mengatakan papa, dari ucapan pertamanya.
📱" Benarkah?, Maa syaa Allah, sudah pintar anak-anak Pypah dan Myimah ya?, coba dong Pypah dan Mymah mau dengar sayang-sayang, panggil Pypah dan Myimah." Kata Wira antusias saat melihat layar pipihnya, yang di sana ada ketiga buah Hatinya dan Asiyfa.
📱"Ayao sayang, bilang Papa." Kata Winni mengajarkan ketiga Cucunya.
📱"Papapapa, Papapapa." terdengarlah suara anak kecil Yang menyebut papa sedikit yang terdengar lucu.
📱" Maa syaa Allah, pintarnya Anak-anak Pypah, sekarang panggil Myimah sayang." Pinta Wira lagi sedikit terharu saat mendengar perkataan pertama anak-anaknya.
📱" Ayo sayang panggil Mama kalian, cepat sayang, Mama." Ujar Winni lagi mengajarkan Baby triplets. awalnya Baby triplets hanya ketawa-ketawa saja tanpa mau mengikuti perkataan Omahnya. " Ayo dong Cucu Omah, panggil Mama sayang, Mama, Mama..." lanjut Wini lagi mengajarkan kembali pada Baby triplets.
📱"Mamama. Mamama .Mamama..Mamama" Ucap si kecil saling bergantian. dan di saat triplets terus memanggil Mama, seperti ada memberikan keajaiban panggilan Mama membuat tangan Asiyfa tiba-tiba bergerak membuat Wira yang sedang memegang tangannya tersentak kaget dan ia terus memandangi tangan Asyfa.
"Eh, Mami, tangan Syifa bergerak!."
___________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏.