CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
ADA HIKMAH DI BALIK UJIAN.


__ADS_3

Beberapa hari telah terlewati..


Sudah hampir dua hari juga Asyifa tidak sadarkan diri.. Sedangkan Wiraxsana selalu setia menunggui istrinya tanpa istirahat, ia meninggalkan istri hanya ketika ia harus memenuhi kewajibannya terhadap Rabb nya..


Mami Wira yang melihat anaknya yang sulit di suruh istirahat istirahat dan sulit di suruh makan, menjadi sedih, ia begitu khawatir takut anaknya ikut sakit.


"Pi, mami nggk tega melihat keadaan Wira Pi, mami takut Wira akan jatuh sakit juga bila ia tidak istirahat dan sulit makan Pi" ucap mami Wira saat sedang duduk berdua dengan papi Wira di sofa di ruang rawat Asyifa.


"Mau gimana lagi mi, kamukan tahu kalau anak kita memang keras kepala, jadi saat ini kita hanya bisa bantu doa mi, semoga anak kita bisa melewati ujiannya" bales papi Wira yang hanya pasrah melihat keadaan anaknya.


"Iya sih Pi, tapi kenapa anak kita selalu di berikan ujian Pi, mami kasihan padanya Pi."ujar mami Wira lagi


"Itu karena Allah sayang pada anak kita mi.


Makanya ia akan memberikan ujian padanya dan karena Ia ingin kebaikan untuk anak kita" Ucap papi Wira yang mulai menjelaskan pada istrinya.


"Rasulullah ﷺ pernah bersabda : “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah”. (HR Bukhari dan Ahmad).


"Musibah tidak selalu berkaitan dengan azab Allah, yang ditimpakan kepada kita tetapi musibah sebetulnya adalah ujian bagi seorang hamba untuk menguji tingkat ketaqwaan kita kepada Allah ﷻ, dan sebuah cobaan juga akan menggugurkan dosa kita serta menaikkan derajat kita mi," ucap papi Wira lagi.


Rasulullah ﷺ pernah bersabda : “Setiap cobaan yang dihadapi umatnya itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajatnya”.


Begitu juga dalam QS At-Taghabun : 11, Allah SWT berfirman : “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”


Dan ujian juga menguji kesabaran kita, seberapa besar sabar kita menghadapinya maka Allah juga akan memperluas memberikan Kesabaran untuk kita juga


Rasulullah ﷺ pun pernah bersabda : “Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Bukhari dan Muslim)

__ADS_1


Seperti yang kita ketahui bahwa kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala dengan badan, yang artinya keduanya saling melengkapi. Begitu juga dengan iman seseorang, iman tak akan hidup dalam diri kita jika tanpa diiringi dengan kesabaran.


Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi setiap laranganNya, iman dan kesabaran sangatlah diperlukan. Karena iblis dan bala tentaranya tak akan pernah diam untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.


Maka dari itu kita harus meningkatkan, kesabaran, keimanan serta ketakwaan, agar kita bisa melewati ujian ini dan terselamatkan di dunia maupun di akhirat mi" Lanjut papi Wira menjelaskan panjang lebar.


"Ooh.. eh ngomong-ngomong papi kok kayak Ustadz sih,?" Tanya mami Wira sedikit terkejut akan pengetahuan agama sang suami.


"Mami lupa yaa, papikan pernah mondok juga bersama ustadz Khairul mi"


"oh iya iya, hmm tapi kenapa papi tidak menjadi Ustadz saja Pi?"


"Kalau papi jadi Ustadz, papi nggak bakal ketemu mami dong" jawab papi enteng sambil menoel hidung mami Wira..


"Iis papi.. mami serius juga " ucap mami Wira jeles


"Kalau memang papi di persiapkan untuk meneruskan usaha, kenapa papi di sekolahkan pondok, kenapa tidak di sekolahkan bagian bisnis gitu?"


"itu karena saat papi kecil papi sangat nakal mi, dan papi sampai menghilangkan nyawa anak orang, makanya orang tua sih anak itu mau memenjarakan papi, tapi karena papi masih di bawah umur, maka di taruh di rehabilitas Anak, setelah itu orang tua papi pun akhirnya memondokan papi, ya Alhamdulillah, papi mendapatkan hikmah dari semua yang papi alami sayang" ucap papi Wira menceritakan masa lalunya. " Lagian sayang tak semua orang yang sekolah pondok akan menjadi Ustadz atau ustadazah, banyak kok teman pondok papi yang menjadi polisi, menjadi dokter, menjadi pembisnis, dan istimewanyakan Akhirnya menjadi polisi yang Sholeh, jadi dokter yang Sholeh, dan mejadi pembisnis yang Sholeh juga, nah itu yang di katakan orang tua papi, mereka ingin papi menjadi pembisnis yang Sholeh mi" lanjut papi Wira lagi. membuat mami Wira terharu mendengarnya.


"Berati mami salah dong mendidik Wira selama ini, mami terlalu berharap Wira menjadi orang sukses makanya mami juga menyekolahkan ke sekolah yang mahal, hingga mami tak menghiraukan pendapat papi yang menyuruh Wira ke sekolah agama. maafkan mami ya Pi, mami salah dan sekarang sudah terlambat bila menyuruh Wira sekolah agama lagi" Ucap sang mami penuh penyesalan. papi yang melihat sang istri ia pun tersenyum.


"Papi sudah memaafkan mami kok jauh sebelum mami Memintanya.. dan satu lagi tidak ada kata terlambat untuk belajar agama mi, hingga akhir hayat pun kita minta selalu belajar, mami nggak ingat, anak kita masih ada hutang pada Anisah untuk belajar agama di pondok Abangnya kan?" bales Papi Wira mengingatkan kembali.


"Iya iya, Alhamdulillah, Anisah memang pintar pi, mengajak kebaikan pada Wira, tapi kenapa harus ekstrim sih"


"Karena itu sebagian dari dakwah juga mi, karena bila kita ingin menarik seseorang dengan kebaikan, maka kita harus mengikuti dulu ke sukaannya.. nah itu yang sekarang di gunakan oleh Anisah mi, karena dia tahu kalau anak kita orang yang keras kepala" jelas papi Wira lagi.

__ADS_1


"Ooh, kalau gitu mami juga mau belajar agama juga deh, "


"Alhamdulillah.. Ada Hikmah Di Balik Ujian, Terimakasih ya Allah, akhirnya engkau membuka pintu hati istri hamba ini" ucap papi Wira sambil mengecup kening istrinya..


"Harus dong karna mantu mami adalah seorang calon Ustadazah, jadi mami juga harus ngimbangin menjadi mami yang Sholehah untuk anak2 mami dan istri yang Sholehah juga buat papi"


"Iya Papi in syaa Allah" bales mami Wira sambil memeluk suaminya.


**BERSAMBUNG



Maaf ya bila ada salah mengucapkan di dalam bab ini tentang Hadits atau terjemahan Al Qur'an nya, maklum Author juga masih belajar.



dan terimakasih yang sudah mampir.


oh iya ada yang bertanya tentang Apakah setiap pondok ada poligami?


menurut Author, itu tergantung dengan tingkat ilmu ikhlas dan memiliki ilmu kesabaran tingkat tinggi, jadi bila seorang wanita yang bisa di poligami berarti ilmu ikhlas dan sabar nya sudah tinggi, nah kalau Author masih jauh, jadi Author nggak ingin menceritakan itu.



ya sudah ya sekali lagi Syukron atas komen2 dan likenya, kalau bisa di bonusi sama vote hehehe wasallam 🙏😁**


__ADS_1


.


__ADS_2