CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
TERSERANG PENYAKIT MERINDU.


__ADS_3

──⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰──


UCAPKAN INI KETIKA LELAH DAN LEMAH


Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata:


"Jika suatu perkara membuatmu lelah dan membuatmu lemah darinya maka ucapkanlah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah, karena sungguh Allah akan membantumu atas perkara itu."


__(Syarh Riyadhis Sholihin 5/522)__


══ ✥.❖.✥ ══ ══ ✥💠✥ ══ ══ ✥.❖.✥ ══


Setelah peristiwa itu Wira yang di bantu para sahabatnya, akhirnya bisa menangani perusahaannya menjadi normal kembali, dan bahkan mereka juga berhasil mengungkap kejahatan Surya Darma Jaya hingga ia akhirnya Akhirnya berhasil di tangani oleh pihak berwajib sedangkan perusahaannya menjadi bangkrut, dan itu membuat Anak pak Surya, Bella Anggraini seperti tidak Terima.


Di kantor polisi..


Di sebuah ruangan tempat para keluarga yang ingin menjenguk para tahanan, seorang gadis nampak sedang menangis di hadapan seorang pria paruh baya.


"Pi hiks,.. apa yang harus Bella lakukan Pi, hiks.." kata gadis itu dalam Isak tangisnya dan ternyata gadis itu adalah Bella anak Surya. di dalam Isak tangisnya.


"Kamu jangan menangis nak, pergilah temuilah paman Sam kamu yang berada di SP dia pasti akan membantumu untuk membalaskan dendam ku pada keluarga Andara, karena paman kamu adalah seorang Mafia yang di takuti di SP, jadi berangkatlah nak, keperluan kamu sudah papi siapkan pada pak Anto pergilah bersamanya " tutur Surya dengan raut wajah penuh rasa dendam.


"Baiklah Pi, Bella akan pergi menemui Paman Sam, kalau begitu Bella pamit pergi ya " kata Bella yang langsung bangkit dari duduknya.


"Pergilah Nak, berhati-hatilah kamu" bales kata Surya yang iku bangkit dari duduknya.


"Baik Pi Bella pergi " kata Bella dan ia langsung melangkah pergi meninggalkan Surya yang masih melihat Kepergian putrinya itu hingga menghilang dari pandangannya.


"Andara!, hari ini kalian boleh tertawa senang


tapi itu hanya sebentar, karena pembalasan ku akan segera tiba!" Gumam Surya yang di sertai dengan senyum sinisnya.


"Waktu mengunjung selesai sebaiknya anda kembali ke sel sekarang!" kata seorang pria berseragam dan Iya langsung membawa Surya menuju ke Sel nya,


_______


Sementara di sisi lain di sebuah rumah besar.

__ADS_1


keluarga Andara.


Terlihat 5 pria sedang duduk di sebuah sofa, yang sudah di pastikan mereka adalah Wira berserta ke empat Sahabatnya itu yang sedang berkumpul di ruang keluarga, dengan posisi tiga pria berada di sofa panjang sedangkan yang dua lagi duduk di sofa tunggal sedangkan sofa yang muat dua orang di duduki oleh seorang pria dan wanita paruh baya di sana.


"Jadi benar kalian akan pulang hari ini ke kota M?" tanya Wanita paruh baya yang sudah pasti ia adalah Winni Mami Wiraxsana, yang sepertinya tak rela kalau anaknya harus pergi.


"Iya Mi, lagian sudah dua Minggu Wira ninggalin Asyifa, sedangkan mereka sudah satu Minggu meninggalkan istri mereka mi, jadi kami tidak bisa menunda lagi mi" kata Wira menjelaskan mengapa mereka harus pulang secepatnya.


"Sudahlah mi, biarkan mereka pulang, kasihan kan istri-istri mereka yang sudah lama mereka tinggalkan" kata Restu papi Wira yang ikut memberi pengertian pada Maminya Wira.


"Baiklah, kalian boleh pulang, tapi kalian harus janji akan membawa keluarga kalian bila ada kesempatan" ujar Mami Wira.


"Baiklah Mi, kami pasti akan datang lagi nanti bersama keluarga kecil kami juga " Bales Ardiyan


Yaa, semenjak mereka berada di rumah orang tua Wira mereka diharuskan memanggil Restu dan Winni dengan Mami dan papi juga, karena orang tua Wira sudah menganggap Ardiyan berserta para sahabatnya sebagai anak mereka juga yang kebetulan mereka hanya memiliki satu anak yaitu Wira, jadi alangkah senangnya Winni dan Restu yang kini telah menambah 4 lagi sebagai anak mereka.


"Alhamdulillah, sudah dengarkan Mi?, nanti mereka akan datang lagi bila ada kesempatan " Timpal Restu juga.


"Ya sudah, kalau begitu kalian Pulanglah salam pada istri-istri kalian ya Dan kamu Dimas dan Ardian salam juga sama cucu-cucu mami ok" kata Winni, yang terlihat jelas sekali kalau ada Kesedihan di raut wajahnya.


"Oke Mami tenang saja nanti Dimas sampaikan dengan mereka dan nanti pasti kami akan mengajak mereka juga, menemui Oma cantiknya di sini Ok kata Dimas memberi semangat pada Winni.


"In syaa Allah Mi, Wira pulang ya, mami harus jaga kesehatan Ok" kata Wira yang langsung memeluk sang mami penuh kasih sayang.


"Iya nak Kamu juga, dan jaga Syifa dengan baik juga calon cucu mami ya" ucap sang mami sembari memberikan kecupan lembut pada dahi Wira.


"Iya Mi" bales Wira lalu langsung di susul oleh Ardiyan yang juga memberi pelukan kasih sayang pada Mami Wira yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya juga.


"Ardiyan pamit juga ya mi, mami harus jaga kesehatan ya" ujar Ardiyan di dalam pelukannya.


"Iya Nak kamu juga ya, jaga istri dan anak-anakmu ya" bales sang mami yang juga memberikan kecupan lembut pada dahi Ardiyan,


Begitulah seterusnya Andi Dika juga Dimas yang ikut berpamitan dengan memberi pelukan serta kecupan kasih sayang pada orang tua Wira yang sudah mereka anggap sebagai orang tua mereka juga,


Dan setelah selesai acara ritual pamitan Mereka pun langsung berangkat menuju bandara karena mereka akan pulang menaiki pesawat menuju kota M.


Sudah dua jam juga mereka melakukan perjalanan jalur Udara, hingga akhirnya mereka pun sampai, dan ternyata di depan pintu lobby bandara para supir mereka sudah pada menanti kedatangan mereka. termasuk Rendi Asisten terpercaya Wira, setelah saling berpamitan mereka akhirnya terpisah karena mereka melakukan perjalanan pulangnya dengan mobil masing-masing.

__ADS_1


Di mobil Wira..


"Bagaimana keadaan kantor Ren?" tanya Wira dalam perjalanannya menuju pondok, karena ia tahu kalau Asyifa pasti di sana.


"Alhamdulillah, kantor aman terkendali pak!" Bales Rendi apa adanya.


"Syukurlah, lalu bagaimana dengan istri ku?" tanya Wira lagi.


"Nyonya akhir-akhir agak berbeda pak, dia selalu melamun juga saya sering memergokinya sedang menangis" Cerita Rendi membuat Wira menjadi gelisah,


"ini salah ku yang tak pernah memberikan kabar padanya, maafkan aku Ra. aku terpaksa melakukan ini, aku sebenarnya juga tersiksa karena terlalu merindukanmu Ra." Batin Wira.


"Cepatlah Ren aku ingin segera bertemu dengannya!" tegas Wira yang mulai gelisah karena merasa bersalah pada Asyifa.


"Baik pak!" bales Rendi, dan ia pun mulai mempercepat laju mobilnya, hingga perjalanan yang biasa memakan waktu satu jam setengah kini hanya empat lima menit saja karena Rendi memang mempercepat laju mobilnya.


Dan kini mereka sudah memasuki Area pondok, setelah mobil terparkir dengan sempurna. Wira pun langsung turun dari mobilnya dan dengan langkah cepat ia langsung menuju ke pondok Asyifa namun saat melewati pondok Utama Ustadz Khairul.


"Assalamu'alaikum nak Wira" salam Ustadz Khairul yang sedang duduk di kursi teras rumahnya.


"Eh Aby, wa'alaikumus salam Abi, maaf Wira tidak.." bales Wira namun langsung di potong oleh ustadz Khairul


"Nggak papa, Abi paham kok, dengan orang yang terserang penyakit merindu.?" goda Ustadz Khairul sembari ia mengedipkan sebelah matanya, membuat mata Wira membulat kaget melihatnya.


"Eh, Abi!"


"Sudah sudah, pergilah nak, jangan biarkan ia menunggu lebih lama lagi" kata ustadz Khairul lagi


"Baiklah by, kalau begitu Wira pamit ya Assalamu'alaikum" pamit Wira


"Wa'alaikumus salam " setelah mendapatkan jawaban dari Ustadz Khairul Wira pun langsung beranjak pergi dari pondok utama dan langsung menuju pondok Asyifa dan di dalam perjalanan menuju pondok Asyifa tiba-tiba langkahnya terhenti saat matanya tertuju kesebuah Danau..


"Maa syaa Allah?"


********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.

__ADS_1


VOTE, LIKE DAN KOMENTAR.


SELALU AUTHOR TUNGGU OKE 🙏😉.


__ADS_2