CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
SUDAH TERLALU RINDU.


__ADS_3

⊱◈◈◈⊰⭐KALAM ULAMA⭐⊱◈◈◈⊰


INILAH JALAN MENUJU ALLAH.


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:


"Jalan menuju Allah adalah jalan di mana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar ke dalam api, Ismail direbahkan untuk disembelih, Yusuf dijual sebagai budak dengan harga yang murah hingga ia dipenjara beberapa tahun, Zakariya dibunuh dengan digergaji, Yahya disembelih, Ayyub diuji dengan sakit yang parah, Dawud menangis melebihi kadarnya, Isa berjalan dengan rasa takut yang sangat, dan Muhammad diuji dengan kefakiran dan berbagai gangguan lainnya. Lalu kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?!"


📚 Al-Fawaid hal. 56


❅❀⊱◈◈◈⊰◎❅❀❦||⭐||❦❀❅◎⊱◈◈◈⊰❀❅


Di kantor polisi...


Di saat mereka memberikan kesaksian pada pihak berwajib, tiba-tiba ketiga teman Dika yang lainnya datang, yaitu Ardiyan, Dimas dan Wira, dan langsung menghampiri mereka.


"Kalian semua tidak apa-apakan?" tanya Ardiyan saat sudah berada di dekat mereka.


"Alhamdulillah kami semua baik-baik saja, tapi ngomong-ngomong lo tahu dari mana kita ada di sini?" Tanya Andi sedikit heran.


"Tahu dari mana itu tidak penting, cuma yang gua heran kenapa kalian bisa berurusan pada anak buah seorang mafia besar sih?!" tanya Dimas yang terlihat penasaran.


Andi tersentak mendengar perkataan Dimas.


"Apaa!, eh gue nggak tahu, cuma yang gue tahu mereka yang menahan Dika, bro." kata Andi berkata apa adanya, dan saat bersamaan Dika keluar dari sebuah ruangan introgasi.


Andi langsung berdiri ketika melihat dia keluar dari ruangan tersebut, "Gimana Dik Apakah sudah selesai?." tanyanya penasaran


"Alhamdulillah sudah," Balas Dika " Eh pada datang juga sih?" tanyanya, yang terlihat heran melihat kedatangan Ardiyan, Dimas dan Wira.


"karena kami ingin tahu kenapa lu bisa berurusan dengan seorang mafia besar tanya Wira yang terlihat juga penasaran.


"Eh, nanti gue ceritain sekarang sebaiknya kita pergi dari sini dulu." ujar Dika yang kemudian ia menghampiri Nina yang yang masih duduk di ruang tunggu.


"Baiklah kalau begitu, Ayo kita pergi dari sini, " Ajak Ardiyan juga. dan akhirnya mereka semua pun meninggalkan kantor polisi dan mereka juga mengikuti Dika yang mengarahkan, mobilnya menuju ke arah ke rumahnya.


Dan setelah mereka sampai di rumahnya, Dika pun mengajak teman-temannya ke ruang keluarga di rumahnya sedangkan Nina Nina Nadziha dan Nabilah pergi ke dapur untuk mempersiapkan minuman dan cemilan untuk para pria.


setelah mereka semua duduk Ardiyan buka suara, "Sekarang ceritakan apa yang telah terjadi?" tanyanya penasaran.


"lo pada tahukan gue pergi ke luar negeri untuk melakukan operasi Transplantasi jantung yang di minta salah satu keluarga pasien gue, dan Alhamdulillah berhasil, dan ternyata keberhasilan gue di dengar oleh salah satu anak buah mafia tersebut yang ternyata bos memiliki masalah pada jantungnya juga, lalu mereka meminta gue untuk melakukan Transplantasi juga untuknya, tapi gue tolak, karena ternyata pendonornya masih hidup dan juga ia dipaksa oleh mafia itu. " Tutur Dika, menceritakan awal Ia berurusan dengan seorang mafia kepada teman-temannya.

__ADS_1


"Astaghfirullah ternyata ada ya, ingin hidup tapi harus mengorbankan orang lain, dengan secara paksa lagi." Ujar Dimas setelah mendengar cerita Dika.


"yah begitulah manusia yang hanya mementingkan kan diri nya sendiri tanpa memperdulikan kehidupan orang lain." Timpal Ardiyan


" Lalu dik, bagaimana lo bisa ditangkap oleh mereka tanya Wira penasaran.


" Saat gue keluar dari bandara, ternyata anak buah mafia itu, sudah menunggu gue, awalnya si wanita berpura-pura sakit jadi gue sebagai dokter ingin menolongnya tapi ternyata wanita itu memiliki senjata dan memaksa gue untuk ikut dengan mereka." jelas Dika lagi.


"Wah, sepertinya lo harus hati-hati mulai sekarang, karena sudah pasti mafia itu pasti akan mengarahkan anak buahnya lagi" Ujar Wira memperingatkan Dika.


"Iya gue tahu makanya itu gue mau meminta bantuan dari kalian semua, Apakah kalian bersedia membantu gue e tanya Dika yang terlihat sangat berharap pada para teman-temannya.


"lo tenang aja bro, kami pasti akan bantu lo kok, " ujar Ardiyan sembari menepuk pundak Dika.


"Iya Bro tenang aja, gue nanti akan mengarahkan anak buah gue kemari untuk menjaga rumah ini .' sambung deh Mas juga


" thanks ya guys, kalian memang sahabat terbaik gue." ucap Dika dengan tulus


'Iya sama-sama, ya sudah lu pasti capek karena perjalanan jauh sebaiknya sekarang udah istirahat saja, sana" Ujar Ardiyan, yang melihat wajah Dika memang terlihat sangat lelah.


"Oke bro sekalian lagi Thanks ya untuk kalian semua guys." ucap Dika lagi.


"Iya guys, hati-hati di jalan wa'alaikumus salam " balas Dika sembari mengantar teman-temannya keluar dari rumahnya, dan setelah mereka semuanya sudah pergi dengan mobilnya masing-masing Dika pun menjatuhkan tubuhnya di sofa di ruang keluarga itu.


Melihat Dika yang sedang tiduran di atas sofa yang matanya sedang terpejam dan dengan tangan sebelahnya yang ia letakkan di atas keningnya, nampak sekali kalau ia sedang lelah. dan Nina pun menghampiri suaminya,


" Uda? ", panggil Dina dengan lembut.


"Hemm" bales Dika dengan mata yang masih terpejam


"Uda tidak apa-apakan?" tanya Nina terlihat cemas.


"Uda tidak papa sayang, oh iya, bagaimana dengan kamu, bukankah tadi kamu memberikan tendangan yang sangat keras pada wanita tadi?" tanya Dika yang teringat tadi ia pun jadi cemas dan kemudian ia langsung terduduk dan langsung menarik Nina duduk di sampingnya


"Alhamdulillah, Nina baik-baik saja kok da." balas Nina lembut.


"Benarkah?, sebentar Uda priksa dulu" seperti tidak percaya dengan perkataan istrinya Dika memeriksa denyut nadi sang istri. "Alhamdulillah semuanya normal, " Ujarnya setelah ia menyelesaikan pemeriksaan pada istrinya.


"Kan, tadi Nina sudah bilang kalau NIna baik-baik aja Da, " Sambung Nina


"Iya Uda tahu, tapi lain kali bila anda hal seperti tad,i kamu tidak boleh melakukan hal itu lagi ya sayang, karena aku tak mau bila terjadi sesuatu pada kamu dan anak kita" Ujar Dika sembari Iya memegang kedua pipi Nina dan menatapnya dengan serius.

__ADS_1


"Iya loh Udaku sayang," balas Nina sembari Ia juga memegang kedua pipi Suaminya itu serta ia goyang-goyangkan dengan gemas. "Sekarang Apakah Uda ingin makan?, biar Nina siapin ya?" tanyanya lagi dengan lembut.


"Iya sayang, Uda ingin makan, tapi memakan kamu." Balas Dika, yang kemudian ia langsung meraih bibir ranum Nina dengan lembut.


Nina yang mendapatkan serangan secara mendadak menjadi tersentak "Uhmm?" ia pun langsung mendorong dada suaminya " Uda, jangan di sini nanti dilihat Bibi" kata Nina setelah tautan bibirnya terlepas.


"Tapi sayang, Uda sangat merindukan mu" Ujar Dika yang hendak meraih bibir Nina lagi.


"Iya Da Nina tahu, tapi jangan di sini ya, kita ke kamar aja yuk" Ajak Nina lembut.


"Baiklah sayang, kalau begitu kita melanjutkannya di kamar " balas Dika yang kemudian ia langsung menggendong Nina dengan gaya ala bridal style membuat Nina kaget.


"Akh!, Uda, Nina takut jatuh turunkan Nina uda" protes Nina namun tak dihiraukan oleh Dika ah dan Ia langsung membawa Nina ke kamar mereka yang berada di lantai dua.


Dan sesampainya dikamar Dika langsung membawa Nina keranjang mereka dan membaringkannya di atasnya dan setelah itu tanpa basa-basi lagi ya langsung meraih bibir Nina dengan rakusnya, membuat Nina kaget dan dengan spontan ia kembali mendorong dada suaminya.


"Astaghfirullah, Uda!, kamu seperti itu sama saja kamu mengikuti keinginan syetan Da." tegur Nina yang terlihat tidak menyukai kelakuan suaminya tadi.


"Maaf sayang, mungkin karena sudah terlalu rindu sayang, Uda jadi seperti ini" Dalih Dika.


"Tidak, itu pasti karena Uda belum berwudlu, pergilah berwudhu dulu Da" pinta Nina dengan lembut.


"Baiklah sayang" bales Dika pasrah dan kemudian Ia pun pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan Tak lama kemudian ia kembali lagi dengan wajah yang telah basah dengan air wudhu, setelah itu ia pun menghampiri Nina.


"Assalamu'alaikum, Zaujati?" ucapnya setelah berada di dekat Nina.


"Wa'alaikumus salam Zauji" balas Nina dengan lembut.


"Nina?"


"Na'am Da?"


"Apakah sekarang sudah boleh?"


"Na'am boleh Da," mendengar balasan dari Nina Dika pun memulai ritualnya Dengan diawali berdoa bersihgama, setelah itu ia langsung melanjutkan ritualnya dengan mengecup dahi Nina terlebih dahulu, dan kemudian turun ke kedua matanya berpindah lagi ke kedua pipinya Setelah itu pindah ke pucuk hidungnya dan setelah itu ia pun meraih bibir Nina dengan lembut dan dibalas oleh Nina, setelah merasa puas bermain di sana Dika pun melanjutkan petualangannya untuk mengarungi samudra cintanya.


Dan setelah itu Author tidak tahu lagi, karena Author tidak mau mengintip..maaf ye readers kalian juga tidak boleh ngintip Ok 😉😁😁


________


Jangan lupa tinggalkan penyemangat untuk Author ya, 😉🙏 biar Author Semangat Update lagi Ok 😉

__ADS_1


__ADS_2