
ββπ KALAM ULAMA πββ
"Sesungguhnya rasa syukur merupakan tingkatan tertinggi, dan lebih tinggi daripada kesabaran, ketakutan (khauf) dan keterpisahan dari dunia (zuhud)".
__βImam Al-Ghazaliβ__
(((((((((((((((((((((((((π))))))))))))))))))))))))
Wira tersentak kaget saat Asyifa mengatakan ia tak bisa tidur kalau tidak mencium ketiak Wira.
"Hah?, ternyata memang benar, wanita hamil memang suka dengan yang aneh yaa?, Akhirnya aku juga merasakan seperti yang di alami Ardiyan dan Dimas juga, memiliki istri Aneh setelah ia hamil, tapi Alhamdulillah hanya ketek, dari pada harus seperti Ardiyan aduh amit-amit dah" _Batin Wira, merasa bersyukur karena ia tak seperti Ardiyan, saat istrinya hamil dialah yang mengalami ngidamnya.
"Mas maaf ya, Ara jadi merepotkan emas, karena perminta Ara yang aneh-aneh" Kata Asiyfa, sembari menundukkan wajahnya, ia jadi merasa bersalah karena ia melihat Wira terdiam lama setelah ia mengungkapkan ke inginannya tadi.
Perkataan Asyifa menyadari Wira yang tadi sempat terhanyut dalam lamunannya.
"Eh, kamu tidak salah kok Ra, lagiankan setiap permintaan aneh mu itu, terjadi tanpa kamu sadari Ra dan itu lumrah kok bagi wanita yang baru menjajaki kehamilan bulan pertamanya, jadi kamu tidak perlu minta maaf ya, " kata Wira, yang kemudian ia pun naik ke atas Ranjang tempat Asyifa berbaring, lalu ia mendekati dirinya pada Asyifa.
"Sini sayang, lagian itu perminta anak mas kan?" ucapnya lagi, sembari ia merentangkan tangannya agar Asyifa masuk ke pelukannya, dan tanpa basa-basi Asiyfa langsung menyambut rentangan tangan Wira, dengan wajah yang langsung menyusup di bagian ketiak Wira.
Wira yang melihat kelakuan istri kecilnya itu hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"sudah nyaman sekarang Sayang?" tanya Wira saat melihat istrinya sudah mulai tenang
"Hu'um" bales Asyifa dengan suara yang terpendam karena memang wajahnya sedang berada di ketiak Wira dan otomatis suara itu bertahan, di sana.
__ADS_1
"Ya Sudah, sekarang tidurlah sayang" kata Wira sembari mengelus-elus kepalanya Asyifa bak seorang ayah yang mengeloni anaknya, dan tak berapa lama nafas Asyifa kembali teratur itu menandakan dia telah tertidur pulas.
"Alhamdulillah akhirnya anakku, eh salah istri kecilku tertidur pulas juga, hmm kayak anak kecil saja kamu sayang "Ucap Wira lirih, sembari Iya mengecup puncak kepala Asyifa.
setelah Asyifa tertidur, tak berapa lama Wira pun ikut terhanyut dalam mimpinya karena memang kebetulan Ia sudah merasa lelah.
*******
Sementara di sisi lain Nadziha yang tadi membawa Andi kembali ke hotel kini Mereka pun telah sampai, dengan sabar dan telatennya Nadziha membantu suaminya, walaupun kakinya sudah bisa bergerak namun belum sepenuhnya pulih,
"Sekarang mas Mandi dulu ya" ujar Nadziha sembari ia membuka kancing baju Andi, dan Andi tidak membalas perkataannya. ia hanya menatap wajah Nadziha dengan tatapan sendu.
"Maaf ya Nad " Kata Andi lirih dan secara tiba-tiba membuat Nadziha, bingung.
"Maaf untuk apa Mas?" tanya Nadziha, dengan pandangan yang tadi lagi fokus membuka baju Andi, kini beralih ke wajah Andi.
Nadziha yang mendengar perkataan Andi, ia pun langsung paham arah bicara suaminya itu dan Ia pun tersenyum manis pada Andi.
"Mas, Bahagia itu, tidak mesti harus kita berjalan-jalan atau pergi ketempat sesuatu yang indah kok, karena Bahagia itu tidak diukur karena sebuah tempat Mas, di manapun kita berada bisa membuat diri kita bahagia, Asalkan kita selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh sang pemberi Bahagia itu sendiri, maka bahagia akan mengalir begitu saja mas" tutur Nadziha lembut, dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya membuat hati Andi begitu tenang melihatnya
"Apakah kamu akan bahagia hanya mengurus suami yang lemah seperti aku ini?" tanya Andi dengan tatapan pesimisnya
"Iya saat ini Ziha bahagia kok, karena bisa melayani suami Ziha, Karena itu adalah ladang pahala dari Allah buat Ziha mas" kata Nadziha dengan wajah yang nampak tulus, membuat Hati Andi menjadi menghangat mendengar perkataan Istri cantiknya itu.
"Maa syaa Allah, Ternyata bukan wajahmu saja yang cantik tapi hatimu juga cantik Aku sangat beruntung telah memilikimu Nad, Terima kasih telah hadir di dalam hidupku" ucap Andi sembari menarik tangan serta pinggang Nadziha, hingga membuat naziha terduduk di pangkuan Andi yang masih berada di kursi rodanya.
__ADS_1
"Aakh! " pekik Nadziha kaget karena Andi menariknya secara tiba-tiba " Ikh, mas Andi kebiasaan deh, suka menarik Ziha secara tiba-tiba" Protes Nadziha dengan bibir di manyunkan, membuat Andi Nampak gemas dan dengan cepat ia pun langsung melahapnya.
Nadziha yang tiba-tiba mendapat serangan dari Andi membuat matanya membulat kaget "Um, um" nampak ia seperti sedang protes, tapi tidak di respon oleh Andi, karena ia masih menikmati bibir Nadziha yang nampak seperti cenil yang sangat kenyal, dan ketika ia mulai melepaskan tautan itu..
"Ikh, mas Andi nakal deh,!" tegur Nadziha dengan nafas yang tersengal-sengal karena ia sempat menahan Nafasnya.
"Biarin, siapa suruh bibir kamu Menggoda mas, jadi mas nggak salah dong" bales Andi polos.
"Eh, siapa juga yang menggoda mas Andi Yee, mas mah GR." Bantah Nadziha sembari ia turun dari pangkuannya Andi "Udah akh, ayo sekarang mas Andi mandi ya, Ziha tadi sudah menyiapkan Air hangat yang sudah di kasih hmm apa yaa, hmm.." lanjutnya lagi tapi perkataannya terputus karena sepertinya ia melupakan nama ramuan herbal untuk mandi Andi.
"Apa sih Nad?, kamu kok kaya sudah nenek-nenek saja sih, jadi pikun gitu?" tanya Andi yang nampak penasaran.
"Eh, iiikh kok nenek-nenek sih mas, nggak ada ya yang lebih keren gitu membandingkannya" protes Nadziha, dan lagi-lagi bibirnya di majukan kedepan membuat Andi menelan ludahnya secara paksa, untung saja Nadziha kini posisinya agak jauh kalau tidak mungkin Andi sudah menariknya dengan paksa.
"Hmm, ya sudah di ganti dengan nenek cantik, gimana Nad?" kata Andi dengan Alisnya yang di naik-turunkan.
"Eh, itu mah sama aja mas, Nenek-nenek juga dong judulnya!" protes Nadziha Sambil mencibirkan bibirnya, membuat Andi semakin gemas, dan juga merasa lucu karena mendengar perkataan Nadziha..
"Hahaha, walaupun judulnya tetap nenek tapi mas suka sayang" goda Andi sembari mengedipkan sebelah matanya, membuat mata Nadziha membulat.
"Aiih, Nenek lagi?, iiss mas Andi jahat mah, udah tambah genit!" protes Nadziha, yang kali ini bibirnya semakin panjang karena kesal, tapi malah membuat Andi semakin ingin menggapainya, hingga ia pun berusaha dengan sekuat tenaga untuk berdiri dan...
Bersambung dulu ya π
*****************
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ππ