
β»π KALAM HADITS πβ»
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:
βBarang siapa diuji lalu sabar , diberi lalu bersyukur , dizhalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu ishtighfar maka baginya mereka keselamatan dan mereka tergolong orang yang memperoleh petunjukβ
__π (HR Baihaqi)π__
β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»β»
Sejak Andi tidak bisa berjalan lagi, ia tak pernah datang ke kantornya membuat minul Alias Mirna resah, hingga ia memberanikan diri menemui Beni hanya sekedar meminta no telepon Anti dan karena beni tahu kalau Andi sedang suka padanya, maka Beni pun langsung memberikan no hp Andi. dan betapa senangnya ia karena telah memiliki no Andi dan ia pun langsung menghubungi Andi.
π²" Halo siapa nih?" bales Andi di sebrang
π±" Assalamualaikum mas, ini Mirna mas" ucap Mirna dengan nada di lembut-lembutkan
π²"Wa'alaikumus salam, Ada apa mir?
π±"tidak apa-apa mas, cuma kangen aja sama mas Andi"
π²"Benarkah?, kenapa tidak kagen sama tunangan kamu?
π±" Mas bisa kita bertemu?" Mirna bukannya menjawab pertanyaan Andi ia malah mengalihkan pembicaraan.
π² " Boleh!, temui aku, di cafe meet, dua jam lagi "
π±"Baik mas Mirna akan kesana"
π²" ya sudah aku tutup ya, Assalamu'alaikum"
π±" iya mas Wa'alaikumus salam" Sambungan pun terputus, nampak Mirna kesenangan hingga ia tak sadar kalau tunangannya sudah mendengar pembicaraannya.
"Wah, ada yang kangen nih kayaknya sama sih OB?" suara bariton mengagetkan Mirna yang tadi lagi ke senangan.
"Eh, mas Rudi, i.itu tidak s.seperti mas bayangkan" ucap Mirna gugup karena ia tidak menyangka kalau tunangannya bisa berada di belakangnya.
"Sudahlah mir!, aku sudah mendengar semuanya, dan sebaiknya kita putus aku tak suka dengan wanita yang tidak punya malu!" Tegas Rudi dan ia pun langsung meninggalkan Mirna.
"Eh, mas tunggu!" seru Mirna Namun tidak di hiraukan oleh Rudi.
" Ah, ya sudahlah, ada mas Andi ini, jadi tidak usah hiraukan mas Rudi,!, Ok mir, sekarang bersiaplah untuk menemui. calon suamimu yang sesungguhnya, mas Andi I'm coming! gumam Mirna dan ia pun langsung melangkah pergi.
_____
__ADS_1
Sementara di sisi lain..
setelah memutuskan sambungannya Andi mengerenyit heran..
"Kangen?, ada apa sama si minul, kemarin-kemarin rasanya mereka selalu memamerkan kemesraannya pada gue!" gumam Andi heran.
"Woy!!, bengong aja Lo!!" Seru seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Andi.
"Eh, Dik?, ada apa Lo kemari?"
"Gue cuma mau ngecek Lo, gimana keadaan Lo hari ini?" tanya Dika sembari duduk di sofa yang ada di dekat kursi roda Andi.
"Gue baik-baik aja kok, eh Dik, minul minta ketemuan sama gue, dan dia mengatakan kangen ma gue, gimana tuh?" tutur Andi menceritakan saat ia di telpon oleh minul.
"Eh, bukannya dia dah nolak Lo ya,?"
"Iya, bahkan ia selalu pamer kemesraan ma gue!"
"Hmm, sepertinya ada udang di balik peyek tuh Ndi"
"Gue rasa juga gitu sih, ya udah yuk temannin gue temuin dia!" Ajak Andi
"Ok gue juga penasaran nih, Ayo" Ujar Dika yang langsung mendorong kursi roda Andi, dan mereka pun pergi ketempat yang sudah di janjikan oleh Andi pada Mirna.
dan tak lama Mirna pun datang dan langsung menghampiri Andi.
"Assalamu'alaikum mas Andi" Salam Mirna saat ia sudah sampai di meja Andi.
"Wa'alaikumus salam, duduklah mir!" bales Andi.
"Iya mas" dan Mirna langsung duduk tuk sesaat suasana hening, Andi tak ingin buka suara terlebih dahulu,
"Mas, kamu ingat nggak waktu malam kamu tertembak?" tanya Mirna yang akhirnya bicara.
"Iya! kenapa?" tanya Andi balik datar.
"Mas waktu itu, kamu mengatakan, bila kamu di berikan kesempatan kamu ingin menikah dengan ku mas" ujar Mirnarni mengingatkan malam ketika Andi tertembak,
"hmm lalu?"
"Em Mirna mau mas, jadi istri mas Andi, " ucap Mirna dengan wajah tertunduk malu.
"Benarkah?, lalu bagaimana dengan tunangan kamu?"
__ADS_1
"Mirna sudah putuskan mas Rudi, karena Mirna ingin bersama mas Andi saja, yang ternyata seorang CEO" ucap Mirna tanpa ia sadari Andi Tersenyum Sinis padanya.
"Hmm, tahu dari mana saya CEO?" tanya Andi datar.
"Eh, hmm, i.tu nggak mas, aku menyukai mas bukan karena itu kok, aku tulus menyukai kamu mas" ujar Mirnarni yang gugup, ternyata ia keceplosan kenapa ia mau dengan Andi.
"Ok, kalau begitu Ayo kita nikah sekarang apa kamu Mau?!" tanya Andi dengan wajah yang tak bisa di artikan lagi.
"Aku mau mas" bales Mirna malu-malu meong.
"Oke, Ayo kita pergi!," Ajak Andi lalu ia memberikan kode pada Dika, dan Dika pun datang dengan membawa kursi roda Andi.
"Eh, ini punya siapa mas?" Tanya Mirna heran tatkala ia melihat kursi roda mendekati Andi.
"Punya ku!," kata Andi sembari ia di bantu oleh Dika pindah ke kursi rodanya.
"Sekarang aku lumpuh!, Apakah kamu masih mau menerima ku?!" tanya Andi datar, membuat Mirna kaget.
"Ini hanya bercandakan mas?, ini hanya untuk menguji akukan?" tanya Mirnarni nampak ia tak percaya dengan perkataan Andi.
"Ini Fakta mir!, Andi dua hari yang lalu mengalami kecelakaan, membuat tulang bagian belakangnya tidak berpungsi jadi menyebabkan ia lumpuh" jelas Dika.
"Tidak mungkin, dua hari yang lalu, mas Andi sehat saja, dan bahkan ia berdebat oleh mas Rudi, tanya saja pada pak beni, karena mas Andi sempat berbicara padanya" tutur Mirna mengingatkan dua hari yang lalu, dan sudah ketebak oleh Andi dari mana Mirna Tahu kalau ia seorang CEO.
"Tapi fakta gue emang lumpuh!, sudah jangan banyak ngomong!, Ayo cepat kita ke KUA!" Sambung Andi, dan Dika pun mulai mendorong Andi, dan Mirna pun mengikutinya sedikit Ragu.
"Dik, biarkan Mirna dorong gue!" titah Andi Meminta agar Mirna mendorong Andi dan Mirna yang ragu-ragu itu pun mulai mendorong Andi, dan di saat ia melihat pengunjung lain seperti menggunjingkannya tampak kalau ia malu, Mirna terus mendukung Andi sampai di depan pintu cafe.
"Cantik-cantik punya suami kok lumpuh mbak, mending sama aku, " celetuk salah pengunjung Pria, mengejek Mirna, dan Andi tak merespon celetukan mereka, dan saat mereka sudah di depan mobil Andi, Dika pun membantu Andi masuk, memang nampak sekali kalau kaki Andi Seperti tak berdaya.
"Masuklah!" titah Andi saat ia sudah ada di dalam.
"Aku tidak mungkin menerima mas Andi jadi suamiku, apa kata orang nanti, dan apa kata bapak, aku tidak mau!" Batin Mirnarni.
"Tidak mas!, aku tak mau bersuamikan cacat!" ujar Mirna sembari menundukkan kepalanya.
"Oke! Jalan Dik!" dan tanpa ragu lagi Dika pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan Mirna yang masih berdiri di depan cafe.
Bersambung
___________
Maaf ya baru update.. karena Author tadi di minta editor event harus membikin kerangka cerita TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN, dari bab 4 sampai 20 jadi sedikit lelahππ
__ADS_1
dan mungkin yang bisa Update cuma Novel ini aja, maaf ya guys ππ.