
⚛⚛💚 KALAM AL-QUR'AN 💚⚛⚛
SABAR DALAM UJIAN
Manusia pasti diuji dan kita harus sabar dalam menghadapinya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ
“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
__(Al-Baqarah: 155)___
⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛💚⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛⚛
Sudah satu Minggu Wiraxsana, pergi ke kota J. pada Awalnya ia selalu menghubungi Asyifa.
tetapi sudah tiga hari ini Ia tak menghubungi Asyifa, bahkan setiap Asyifa menghubunginya hp-nya selalu selalu tidak aktif dan itu membuat Asyifa menjadi resah.
keresahan Asyifa terlihat sangat jelas, Dan itu menjadi pusat perhatian bagi Anisah, tapi berhubung mereka sedang melakukan program Anisah menunda keinginan tahuannya
Dan begitu program selesai Ia langsung menghampiri Asyifa yang sedang duduk termenung, di sebuah Ayunan di pinggir danau buatan di belakang pondok, tempat itu memang tempat favorit bagi para santriwati yang ingin menyendiri.
"Assalamu'alaikum Syifa?" Salam Anisah, saat ia sudah berada di dekat Asyifa dan salam Anisah menyadari Asyifa dari lamunannya.
"Eh, Wa'alaikumus salam Ustadzah" bales Asyifa yang sedikit terkejut,
"Asyifa, bolehkah ana bertanya?" kata Anisah sembari ia ikut duduk di Ayunan juga di sebelah Asyifa.
"Silakan Ustadzah" bales Asyifa.
"Apa yang terjadi pada diri anti, mengapa berapa hari ini ana perhatikan anti terlihat resah ceritakanlah pada Ana, insya Allah kalau berkenan kita akan mencari solusinya" kata Anisa lembut.
"Baiklah Ustadzah, Ana akan ceritakan tapi sebelumnya Shukran karna Ustadzah begitu perhatian pada ana " kata Asyifa tulus.
"Na'am Syifa, tapi itu hal yang biasa bagi seorang kakak yang memperhatikan adiknya, anakan kakak Anti jadi sudah sepatutnya kan anak memperhatikan Ani sebagai adik anak jadi anti tak perlu sungkan pada ana Syifa" Tutur Anisah lembut sembari ia mengelus kepala Asyifa penuh kasih sayang.
شكرا يا اختي
__ADS_1
"Shukran ya akhti "
(Terimakasih kakak perempuan ku) " Ucap Asyifa tulus.
على الرحب والسعة أختي الصغيرة
"ealaa alrahb walsaeat 'ukhti alsaghira"
"(Sama-sama Adik perempuan ku)" Bales Anisah lembut. " Sekarang ceritakanlah Syifa" Lanjut Anisah lagi.
"Baiklah Ustadzah, " bales Asyifa tuk sesaat ia terdiam sejenak, " Mas Wira sudah satu Minggu pergi ke kota J ty, dan biasanya ia selalu menghubungi Ana, tapi sudah tiga hari ini mas Wira tidak menghubungi ana, dan bahkan ana menghubunginya namun Hp tidak Aktif ty, ana bingung harus bagaimana" tutur Asyifa yang terlihat matanya sudah berkaca-kaca dan belum sempat Anisah membalas perkataan Asyifa tiba-tiba terdengar suara seorang Pria.
"Nah, itu dia Ummanya Nak" ucap pria itu membuat Anisah dan Asyifa menoleh ke sumber suara, dan terlihatlah seorang pria sedang menggendong dua anak kecil, sedang berjalan menghampiri mereka.
"Hubby?" kata Anisah
"Bang Diyan?" gumam Asyifa, saat melihat pria itu yang ternyata adalah Ardiyan.
"Assalamualaikum " Salam Ardiyan.
"Wa'alaikumus salam" jawab Anisah dan Asyifa berbarengan.
"Ummah, dede Farah menangis ini mungkin ia lapar" kata Ardiyan sembari menyerahkan baby Farah.
"Iya Umma, sejak tadi menangis, kalau babang Farhan mah jagoan jadi ia tak menangis, iyakan sayang" kata Ardiyan yang masih menggedong baby Farhan sembari menciuminya.
"Iya dong Biyah" kata Anisah, " Oh iya hubby, Bang Wira kata Asyifa pergi ke kota J, sudah satu Minggu di sana, dan sudah tiga hari ini beliau tidak bisa di hubungi oleh Asyifa, Adakah bang Wira ngabarin sama Hubby?" tanya Anisah, lagi.
"Tidak sayang, bahkan ubby tidak tahu kalau Wira sedang pergi" bales Ardiyan sedikit kaget mendengar kabar itu, lalu pandangannya beralih pada Asyifa, " Sebenarnya ada Urusan apa Wira ke kota J Syifa?" tanya Ardiyan yang mulai penasaran juga.
"Waktu itu mas Wira pergi mendadak bang, dan dia mengatakan kalau papinya tiba-tiba sakit, dan juga perusahaannya yang ada di kota itu, lagi bermasalah" Jawab Asyifa menceritakan apa yang di katakan oleh Wira, Ardiyan mengerutkan keningnya.
"Perusahaan?, hm berarti ada yang tidak beres, yang terjadi di sana," Gumam Ardiyan, yang terlihat jelas di wajahnya kalau ia sedang berpikir "Peganglah Farhan biar Abang memanggil bang Dimas." kata Ardiyan sembari menyerahkan baby Farhan pada Asyifa.
"Baik bang, sini sayang, sama eama (tante)" kata Asyifa sembari menyambut baby Farhan lalu ia letakkan di pangkuannya.
Setelah menyerahkan Farhan pada Asyifa, Ardiyan langsung mengambil benda pipihnya di dalam saku celananya, dan kemudian ia mencari kontak, dan setelah dapat ia langsung menghubungi nama yang tera di layar ponselnya.
📲" Assalamu'alaikum, ada apa Ar?" tanya seseorang dari sebrang.
__ADS_1
📱"Wa'alaikumus salam, Dim, coba Lo lacakan keberadaan Wira, sudah tiga hari dia tidak mengambari Asyifa" bales Ardiyan yang ternyata ia sedang menghubungi Dimas.
📲"Oke, nanti gue selidiki dan bila ada kabar secepatnya gue akan hubungi Lo" kata Dimas di sebrang.
📱" Bagus, gue tunggu kabar Lo, ya sudah kalau gitu gue tutup ya, Assalamu'alaikum"
📲" Oke, wa'alaikumus salam" panggilan pun terputus dan Ardiyan Kembali mengambil anaknya yang ada di pangkuan Asyifa.
"Sekarang kamu bisa tenang Syifa, jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, karena bang Diyan sama bang Dimas, akan sesegera mungkin mencari keberadaan Wira" kata Ardiyan.
"Baiklah bang in syaa Allah, " kata Asyifa tapi dari sorotan matanya menggambarkan kalau ia masih sedih.
"Asyifa benar kata bang Diyan, kamu tenanglah dan jangan berpikir yang tidak-tidak, ingatloh, Allah sesuai prasangka Hamba-Nya kamu ingatkan Haditsnya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu ( kumpulan Malaikat)"
(H.R. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675 )
" Jadi Husnuzhanlah kepada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dan berdoalah. karena Ketika kita berdoa pada Allah, kita harus yakin bahwa doa kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya doa dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya doa. Karena ingatlah bahwasanya doa itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhan kepada Allah. Jika seseorang berdoa dalam keadaan yakin, maka doanya akan terkabul, seperti yang di katakan dalam sebuah hadits:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اُدْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
(HR. Tirmidzi, no. 3479)
"Sekarang kamu paham Asyifa?" tanya Anisah setelah ia selesai memberikan nasehat pada Asyifa.
"Alhamdulillah in syaa Allah ana paham Ustadzah, Shukran " Bales Asyifa yang kini ia sudah menjadi tenang.
"Alhamdulillah, ya sudah, sekarang kita ke pondok Umy yuk, tadi Umy bikin soto ayam pasti enak" Ajak Anisah yang masih menggedong Farah.
"Baiklah mari Ustadzah." Bales Asyifa dan Akhirnya, mereka pun pergi menuju ke pondok utama, rumah orang tua Anisah.
********
__ADS_1
Oke guys, kalau ingin lihat Author Update lagi Ayo gempur **LIKE, VOTE DAN KOMENTARnya.
Biar Author kasih doubel up Ok 😉**