CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
EDISI KHUSUS..


__ADS_3

Untuk para Readers yang mau menunaikan ibadah umroh. Bagi yang belum, semoga kita juga akan di panggil Allah juga untuk menginjakkan kaki kita ke tanah suci-Nya


Aamiin ya Allah. (Termasuk Author yang ingin sekali kesana,) Ijabah Doa kami ya Allah.



Sesuai yang sudah di rencanakan oleh Ardiyan dan para sahabatnya yang kini mereka sudah pada siap bersama pasangannya masing-masing, karena perjalanannya cukup jauh Ardiyan dan Dimas tidak membawa Anak-anak mereka karena masih terlalu kecil, dan akhirnya Anak-anaknya di tinggal di pondok pesantren bersama Umy sadiyah


Niat mereka bertujuan semata-mata karena Allah Swt, bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.


Menjelang Berangkat Ardiyan pun mengajak mereka melaksanakan, Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1 atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah.


Ketika mereka hendak naik pesawat terbang bacalah doa


Bismillah


Setelah duduk membaca lagi:


Alhamdulillah


Diteruskan dengan membaca:


Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn


“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)


Diteruskan dengan membaca:


Allahu Akbar 3 x


Atau membaca:


Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta


“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)


Selalu dalam keadaan berwudlu


Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar dan tawakal kepada Allah Swt


Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:


“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)


TATA CARA DAN URUTAN IBADAH UMROH


Tata Cara dan Urutan Ibadah Umroh



Tata Cara Umrah


Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram



Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.


Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).


Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking. Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.


Bila shalat wajib didirikan, kerjakan shalat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan shalat wajib itu penganti shalat sunat ihram.


Perhatian


Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.


Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.


Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.



Ihram Umrah


Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.



Niat untuk umrah antara lain:


Labbaika Allâhuma Umratan


“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”


Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:


Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka

__ADS_1


“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”


Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:


allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad


“Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”


Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:


allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.


“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”



Masuk ke Masjidil Haram



Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:


Allahumaftah lî abwâba rohmatika


“Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”


Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.


Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:


Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran


“Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.”


(HR. Syafi’i) dan lainnya)


Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.



Memulai Tawaf



Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.


Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .


Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran


“Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)


Perhatian


Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.


Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.


Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.


Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir. Pada putaran selanjutnya bacalah:


"Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr"


“Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”


Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan kita atau membaca doa ini:


Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi


“Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.”


(HR. Ibnu Majah)



Rukun Yamani



Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.


Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:


Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr


“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”


__ADS_1


Salat di Maqam Ibrahim



Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:


Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ


“Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”


Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al–Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah Doa menurut keinginan anda.



Minum Air Zam-zam



Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.



Sai



Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:


Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi


“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”


Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:


Allahu Akbar 3 x


Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu


“Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”


Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.


Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:


Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr


“Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”


Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.


Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.



Tahallul



Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:


Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn


“Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”


Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.


Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah


Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.


Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram untuk Tawâf, saî dan tahallul.


Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.


Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumah


Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.


Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.



Agar mimpi ke tanah suci dapat terwujud lebih cepat, ada sebuah doa yang bisa rutin dipanjatkan sebagai pendamping ikhtiar kita. Berikut lafalnya:


"Allahumma shalli alaa sayyidina muhammadin shalatan tuballighuna biha hajja baitikal haram, wa ziyarata habibika muhammadin alaihi afdhalus shalati wassalam fi sihhatin wa ‘afiyah wa bulughil marami wa ala alihi wa sahbihi wa sallim"


Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah selawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya selawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya."


****

__ADS_1


Ya Allah panggil hamba dan para Readers yang membaca novel ini, ke Rumah-Mu yang mulia dan bisa mengunjungi Makam Nabi-Mu.


Ijabahkanlah doa kami ini ya Rabb. Aamiin ya Rabbal'aalamin 😇


__ADS_2