
"Astaghfirullah!!" pekik Wira saat ia melihat pemandangan yang membuatnya tersentak kaget, karena ia melihat seorang gadis bercadar dengan pakaian yang amat ia kenali sedang menunggangi kuda putih sambil fokus dengan memanahnya.
Dengan cepat ia pun berlari ke arah lapangan tersebut, ada rasa kekhawatiran dan rasa takut yang menyelimuti hatinya.
"Astaghfirullah, ya Allah, lindungi istri hamba!''_
Batin Wira dia semakin mempercepat larinya
Setelah ia sudah mendekati lapangan tersebut.
"Asyifa berhenti!" pekiknya dan ia langsung menghampiri kuda putih tersebut.
"Mas Wira?!" seru Wanita bercadar itu sedikit kaget karena tiba-tiba saja Wira menghentikan kudanya.
"Turun Ara!" bentak Wira yang sepertinya ia sangat marah melihat istrinya berada di atas kuda.
"Eh, iya mas." bales Gadis bercadar itu yang ternyata memang Asyifa, dan Asyifa pun turun dari kudanya dengan di bantu oleh Wira.
Setelah ia sudah berada di bawah, tanpa berbicara apapun Wira langsung menarik tangan Asyifa dan tidak memperdulikan dengan tatapan para santriwati yang ada di sana, Wira terus melangkah tanpa bersuara sedikit pun dan terus menarik Asyifa menuju pondok mereka.
"Mas ini ada apa?" tanya Asyifa polos dan ia juga sedikit takut karena, melihat Wira dengan wajah yang nampak sangat marah dan pertanyaannya tidak di respon oleh Wira, dan akhirnya ia hanya diam dan mengikuti langkah Wira yang menarik tangannya.
Sesampainya di pondok mereka Wira segera membuka pintu pondok dan setelah terbuka ia menutupnya kembali dan kembali ia menarik Asyifa menuju kamar mereka, masih tanpa suara setelah berada di dalam kamarnya ia kembali menarik Asyifa ke kamar mandi mereka, dan setelah mereka berada di bawah shower ia langsung menghidupkan shower itu dan membiarkan Asyifa terguyur oleh airnya.
"Akh!,"Pekik Asyifa saat air mengguyuri tubuhnya, " mas! ada apa kenapa begini!" seru Asyifa lagi, yang masih belum paham apa yang terjadi pada suaminya, mengapa ia terlihat marah. sekali lagi Wira tidak menjawab pertanyaan Asyifa, ia malah langsung membuka cadar Asyifa dan menarik hijabnya dengan sedikit kasar.
__ADS_1
"Akh!" lagi-lagi Asyifa terpekik karena Wira menarik Hijabnya yang sedikit kasar.
"Mas Wira! kamu kenapa?!" seru Asyifa lagi, "Apa yang kamu lakukan ma..um..um.. !" perkataan Asyifa terhenti karena mulutnya sudah di bungkam oleh bibir Wira, dengan kasar ia melahap bibirnya membuat Asyifa meronta dan memukuli dada bidang Wira hingga..
"Humm!!" pekik Asyifa yang langsung memegang kepalanya dan ia nampak pucat, Wira yang melihat itu langsung melepaskan tautan bibirnya..
"Aakh, Astaghfirullah sakit!" pekik Asyifa yang masih memegang kepalanya, dengan rambut yang sudah basah, Wira yang melihat Asyifa kesakitan menjadi panik.
"Astaghfirullah!!, Ra Maafkan aku!" serunya dan ia pun langsung mematikan shower tersebut dan langsung mengambil Haduk kimono milik Asyifa yang berada di sana dengan cepat ia membuka baju Asyifa dan langsung memakaikan Handuk kimono tersebut pada tubuh Asyifa, dan ia langsung menggendong Asyifa dan membawanya ke kamar mereka dan meletakkannya di atas ranjangnya.
"Maafi mas Ra, " Ucap Wira setelah meletakkan Asyifa di ranjang " kita ke rumah sakit ya Ra, tunggu sebentar mas Ambil baju kamu dulu" lanjut Wira yang nampak masih panik dan ia hendak melangkah namun tangannya di tarik oleh Asyifa.
"Tidak mas, Ara tidak mau kerumah sakit" Ujarnya yang masih memegang tangan Wira.
"Tapi sayang, kamu kesakitan jadi kita harus segera kerumah sakit ya"
"kamu jangan ngebohongin Mas Ra."
"Tidak mas, Ara tidak bohongi mas, memang sudah hilang rasa sakitnya kok." ujar Asyifa meyakinkan suaminya,
"Apakah kamu yakin sakitnya benaran hilang Ra?" tanya Wira lagi yang masih belum percaya.
mendengar pertanyaan suaminya Asyifa pun langsung bangkit dari tidurnya dan ia duduk sembari menarik tangan wira agar Iya ikut duduk dan akhirnya Wira pun duduk juga.
"Iya loh mas, bahkan Ara bisa melakukan hmm.. Ting..." Kata Asyifa sembari mengedipkan matanya membuat mata Wira membulat melihat kelakuan istri kecilnya.
"Hah?, kamu semakin nakal ya Ra." Bales Wira sambil menyentil pelan dahi Asyifa, Namun perkataan Wira tidak di gubris oleh Asyifa ia malah naik ke pangkuan Suaminya dan langsung melingkari tangannya ke leher Wira.
__ADS_1
"Eh, kamu mau apa R.." kali ini perkataan Wira yang terhenti karena mulutnya sudah terbungkam oleh bibir Asyifa, membuat mata Wira membulat kaget Namun itu hanya sebentar karena pada akhirnya ia ikut menikmati ciuman yang diberikan oleh Asyifa.
tetapi saat ciuman Asyifa berubah menjadi panas serta tangannya gentayangan Wira pun langsung melepaskan tautan tersebut.
"Aah!," lenguh Asyifa seperti tidak rela Wira melepaskan tautannya, membuat Wira tertegun melihat Asyifa yang nampak berbeda dari biasanya sebelum ia hamil.
"Ada apa dengan dirimu Ra?, kenapa jadi agresif begini, apakah benar ini pengaruh karena ia sedang hamil?"_ Batin Wira yang heran akan perubahan Asyifa.
"Ada apa mas?" tanya Asyifa dengan wajah polosnya yang posisinya masih berada di pangkuan Wira serta tangan yang masih melingkar di lehernya.
"Mas hanya heran kenapa kamu bisa berubah begini Ra?" tanya Wira dengan tatapan yang melekat pada wajah istri kecilnya, dengan tangan yang sekarang melingkar di pinggang Asyifa.
"Ara juga nggak tahu mas, kenapa akhir-akhir ini Ara Selalu merasa kangen sama mas Wira, kangen akan semuanya.. " Ujar Asyifa dengan tatapan polosnya lalu ia memeluk Wira dan memberikan gigitan kecil pada leher Wira, membuat Wira berdesis juga kaget akan kelakuan Asyifa.
"Hsssht, tapi Ra, kamu sedang hamil muda, tidak baik bila kita melakukan itu karena bisa menyakiti janin di rahimmu Ra" bales Wira yang kini Suaranya sudah berubah, akibat perbuatan Asyifa yang telah menaikkan Hasrat birahinya.
"Tapi ini keinginannya mas, ia ingin sang Abi menjenguknya" Bisik Asyifa membuat Wira sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi.
"Baiklah Sayang, Abi akan menjengukmu disana dengan perlahan " Bales Wira yang ikut berbisik dengan tangan yang mengelus perut Asiyfa, lalu setelah itu ia pun meraih bibir ranum Asyifa dengan lembut sembari menidurkan Asyifa di ranjangnya secara perlahan, dan kemudian..
Bersambung Akh, 😜😜
***************
Author nggak mau ngintip 🙈🙈
Tapi tetap dukung Author terus ya guys.
__ADS_1
VOTE, LIKE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊