
❄️ MUTIARA HIKMAH❄️
"Allah menguji keikhlasan kita dikala sendiri.
Dia memberi kedewasaan disaat masalah berdatangan. Dia melatih ketegaran dalam setiap cobaan. Semakin sulit masalah, maka semakin terbuka pintu kemudahan. Sebagaimana semakin gelapnya malam, pertanda cahaya pagi akan segera tiba."
⚛ Quotes of the day ⚛
❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄
Dika kini sudah kembali ke kamar mereka, yang tadi setelah makan mereka sempat mengobrol dulu di ruang keluarga, Dan Dika juga sempat di Ajak Ayah Nina untuk sholat isya berjamaah di surau di kampungnya Nina, lama juga ia berada di sana karena sepertinya Ayah Nina, ingin memperkenalkan Dika pada orang kampung hingga mereka mengobrol lama Di surau itu, dan saat Dika menguap rupanya ada seorang bapak yang melihat ia sedang menguap dan..
"Pak Marwan, itu mantunya sudah ngantuk loh, mungkin dia capekkan tadi baru mengadakan pesta" ujar Bapak, itu, membuat Ayah Nina jadi merasa bersalah..
"Eh, iya saya lupa, maaf ya nak, Abi lupa kalau kamu sedang capek " ucap Ayah Nina merasa bersalah..
"Tidak apa-apa Bi" bales Dika dengan senyum malunya karena ketahuan ia menguap..
"Ya sudah ayo kita pulang, biar kamu cepat istirahat!" Ajak Abi Nina..
"Iya Bi, mari" bales Dika,
"Ya sudah bapak-bapak kami pulang dulu ya, Assalamu'alaikum" Pamit Abi Nina, pada bapak-bapak yang berada di mesjid kecil itu..
"Wa'alaikumus salam" jawab mereka serentak,
Nah karena menguap itulah Akhirnya Dika bisa pulang, dengan hati yang menggebu-gebu, senang karena ia sudah membayangkan, ini akan menjadi malam pertamanya bersama Nina. Namun sesampainya ia di dalam kamar ia malah sedikit kecewa karena Istrinya ternyata sudah tertidur pulas..
"Aduuh.. kenapa dia tidur sih, inikan malam pertama kita, tapi sepertinya ia memang kelelahan karena tadi siang kita emang berdiri saja sepanjang siang"_ Batin Dika ia pun mendekati Istrinya dan duduk di tepi ranjang dekat Istrinya tertidur, ia pandangi wajah istrinya yang cantik,
__ADS_1
"Maa syaa Allah, ternyata istriku memang cantik, alisnya bersusun rapi, bulu matanya lentik, hidungnya mancung dan mungil dan Bibirnya merah Alami, sungguh penciptaan yang sempurna"_Batin Dika, Dan ia masih memandangi bibir Nina hingga ia menelan Silvanya dengan paksa, dan sekali lagi bibir itu seperti memiliki maghnet yang seakan menarik dirinya untuk menyentuh bibir itu, dan benar saja bibir Dika kini sudah menempel di bibir Nina, dan dengan perlahan ia mengecap bibir itu seperti ia memakan permen, hingga membuat Nina tersentak dan terbangun dari tidurnya.. mata melotot melihat suaminya yang masih menikmati manisnya bibrnya..dan dengan perlahan Nina mendorong dada Dika, hingga tautan itu terlepas..
"Kamu terbangun sayang?" tanya Dika dengan nafasnya yang masih memburu..
"he'em, uda mau apa?" tanya Nina, yang melihat suaminya menatap dirinya dengan tatapan yang berbeda dan nampak sepertinya suaminya sedang berhasrat..
"Sayang ini malam pertama kita, dan aku ingin memilikimu seutuhnya" ujar Dika yang kini ia sudah menempelkan dahinya ke dahi Istrinya, Nina yang mendengar suaminya memanggilnya sayang membuat jantungnya berdetak kencang, apalagi saat dahi mereka saling bertemu, semakin membuatnya gugup..
"Ma..maaf da, t..tapi Ni..nina n..nggak bisa sekarang" ucap Nina gugup dan juga ada perasaan bersalah, karena di saat suaminya seperti itu dia tidak bisa melayaninya..
"Kenapa sayang?, apakah karena kamu merasa takut?," Ujar Dika yang mulai mengecup ujung hidung Nina, membuat Nina semakin bingung mau mengatakan sebenarnya
"Jangan khawatir sayang, aku akan melakukannya secara perlahan-lahan agar kamu tidak merasa sakit..." Lanjut Dika lagi dengan suara yang kini sudah berat, karena sepertinya Hasratnya sudah menuntutnya ingin segera di laksanakan hal yang lebih dan kini ia kembali meraih bibir Nina, membuat Nina merasakan hal yang aneh pada tubuhnya karena ia mulai merasa tak nyaman ia pun mendorong kembali dada Dika..
"Akh." lenguhnya saat bibinya terlepas dan dengan cepat ia pun langsung mengatakan yang sebenarnya. "Maaf Da, bukan karena itu, tapi saat ini Nina sedang kedatangan tamu bulanan da!" seru Nina, sedikit tersengal juga karena ulah suaminya.
"Apaa!!" Dika tersentak kaget dan langsung lemas mendengar perkataan Nina, ia pun langsung menjatuhkan dirinya di samping Nina..
" Iya da, tapi tamu itu datang saat Maghrib tadi, Maaf ya da, ini bukan Nina sengaja kok" jelas Nina, yang juga merasa bersalah, karena ia sudah mematahkan keinginan suaminya.
"Iya nggak papa kok, aku juga yang salah, karena tidak bertanya dulu padamu, maafi aku ya karena langsung nyosor saja sama kamu tanpa minta izinmu " bales Dika yang sedang tidur dengan posisi miring dengan lengan kanannya sebagai bantalnya, dan ia menghadap ke Nina,
"Nggak papa kok da, seperti kata Nina tadi siang, Nina sudah halal buat Uda, tapi maaf Nina belum bisa memenuhi kewajiban Nina" ucap Nina yang juga ikut tidur miring menghadap ke arah suaminya..
"Iya nggak papa kok sayang, aku paham kok," kata Dika sembari tangan kirinya membelai pipi Nina, dan juga merapikan anak rambutnya yang turun di pipinya.." Tapi ngomong-ngomong sampai berapa lama tamu itu datangnya Nin?" Tanya Dika penasaran..
"Paling cepat seminggu da..dan..."
"Hah seminggu?!" tanya Dika memotong perkataan Nina..
__ADS_1
"Iya da,.."
"Trus paling lama?" tanyanya lagi
"delapan atau sepuluh hari da" jawab Nina polos..
"Haaa, sepuluh hari?!" lagi-lagi Dika terperangah kaget, mendengar perkataan Nina, "Haah!, ondeh ma'ooy.. Amsyong!! dah guah!" Ujar Dika sembari menepuk jidatnya..
"Kenapa da?" tanya Nina polos, yang tak paham perkataan Dika..
"Nggak papa sayang, Ayo kita tidur saja sudah malam" Dalih Dika, kemudian ia menari selimut dan menutupi tubuhnya serta tubuh Nina, kemudian ia menarik tubuh Nina agar merapat padanya..
"Tidurlah Nin, " ucapnya lalu ia memberikan kecupan pada dahinya Nina dengan lembut..
"Iya da " bales Nina dan karena memang keduanya sama-sama sudah lelah akibat Acara Walimatul'urs tadi siang, Akhirnya mereka pun tertidur pulas dengan saling berpelukan di satu selimut yang sama..
**********
Author: Hehehe, Ibo bana Dika, nan saba' yo Dika. saminggu Inda lamo do...😂
Dika: Samapai hati Bana Author ka denai, membiakan denai puaso selamo saminggu😒
Author,: inda ba'a Dik, basaba sabanta, yo😉
Dika : Iyolah tuh 🙄..
Haiis, Author jadi dapat beranga dari dika, ya sudahlah, tak apo yang penting para Readers masih mau mendukung Author,
VOTE, LIKE DAN KOMENTAR, SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏😊
__ADS_1
SYUKRON 🙏😊