
**🌸 MUTIARA HIKMAH 🌸***
"Syukuri kenikmatan, bersabar kala diberi ujian, beristighfar untuk tiap kesalahan. Jika ketiganya dilakukan, hidupmu berlimpah kebahagiaan"
***(Ustadzah Halimah Alaydrus)***
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
Di Mansion Andi.
semenjak hari dimana Nadziha mengatakan ia adalah miliknya, sejak hari itu juga Andi menjadi manja pada Nadziha dan bahkan Iya sudah seperti bayi kolot bagi Nadziha,
Nadziha memang selalu sabar mengurus Andi dengan penuh keikhlasan, seperti pagi ini Iya memberi pijatan pada kaki Andi, dan Andi yang baru saja membuka matanya tersentak kaget melihat najiha sedang memijiat kakinya.
"Nadziha?, Apa yang sedang kamu lakukan?"
tanya Andi heran
"Maaf mas, Ziha hanya melakukan terapi
Pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah serta merangsang sel otot dan saraf, sehingga bermanfaat dalam mengatasi kelumpuhan, itu yang Ziha baca mas" jawab Nadziha menjelaskan apa yang ia lakukan.
"Tindakan pemijatan ini akan lebih baik bila dikombinasikan dengan latihan penguatan otot-otot panggul dan kaki Jika saraf pada bagian yang lumpuh tidak digunakan, sel-sel otot akan mengecil (atrofi). Nah, pijat dapat meningkatkan sirkulasi darah, termasuk ke sel-sel otot,. gitu Mas yang Ziha baca makanya mas Andi harus mau ya ngikutin pijat refleksi " Lanjut Nadziha lagi.
"Apakah cara seperti itu bisa membuat ku bisa berjalan Kembalikah Nad?"
"Bismillah ya mas, in syaa Allah, kalau kamu yakin pasti bisa mas, dan jangan lupa juga minta sama sang pemilik tubuh mas, " tutur Nadziha lembut.
"Baiklah, karena istriku Begitu yakin maka aku akan mencobanya Nad, " bales Andi sembari mengedipkan mata genitnya, membuat mata Nadziha membulat.
"Eh, mas Andi, sudah bisa genit ya?" ucapnya sedikit tersipu.
"Hahaha, belum tahu kamu Nad siapa aku?" Ujar Andi Seraya terkekeh karena melihat Wajah Istrinya yang nampak menggemaskan menurutnya.
"Iis, malah ketawa lagi, Udah akh, ayo sini Ziha bantu mas Andi mandi, katanya hari ini mau ke kantor?" ujar Nadziha mengalihkan goda sang suami.
"Eh, masa kamu yang bantu?, Beni kemana?" Tanya Andi Yang sepertinya enggan dibantu oleh Nadziha.
__ADS_1
" Mas Ziha itu istri mas loh, jadi Sudah sepatutnya Ziha bantu Mas." kata jiha sembari membuka kancing baju piyama Andi
"Eh, tapi nanti enggak suprise lagi dong saat aku eng.. saat aku ituin kamu " Ujar Andi sambil memainkan dua jari telunjuknya dan di satukan serta ia mengedipkan matanya, membuat mata Nadziha Kembali membulat, dan bahkan kini wajahnya juga memerah karena malu..
"Iss, apaan sih mas Andi, udah akh, kalau gitu Ziha panggil bang Beni!" Ujarnya dan ia langsung meraih cadarnya dan ia lantas keluar dari kamar Andi dengan mempercepat jalannya. membuat Andi tertawa melihat tingkah istrinya yang nampak sedang malu.
"Hahaha, lucu banget sih dia, bikin gemes aja sih, Arrrr" kata Andi masih terkekeh, dan tak lama kemudian, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang..
TOK, TOK, TOK,
"Masuk!" seru Andi, dan tak lama muncullah Beni dan ia pun menghampiri Andi.
"Ada apa bos, kata bini Lo, gue dipanggil?" tanya Beni polos.
"Bantu gue mandi!" titah Andi.
"Eh, lah Lo kan dah ada bini?, kenapa nggak minta bantuan ma bini Lo?" tanya Beni sedikit heran.
"Udah jangan banyak tanya!, cepat bantu gue!" Hardik Andi,
"Iya Iya, pagi-pagi dah ngomel, entar cepat tua baru tau rasa Lo " gerutu Beni.
"Eh, sorry-sorry, ya sudah Ayo" Beni pun akhirnya membantu Andi dari mandi hingga berpakaian, setelah selesai ia pun kembali duduk di kursi rodanya, lalu Beni mendorongnya keluar dari kamarnya, dan terus mendorong hingga ke ruang makan, dan di sana ternyata sudah ada Nadziha yang sedang menata makanan di meja, ketika ia melihat Andi ia pun langsung menghampirinya.
"Mas sudah siap?" tanyanya sembari mengambil Alih pegangan Kursi roda dari Beni lalu ia pun mendorong Andi mendekati meja makan.
"Seperti yang kamu lihat, Nad " Balesnya dan pasrah membiarkan Nadziha menolongnya.
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang mas makan ya," katanya sembari memberikan piring yang sudah terisi oleh nasi berserta lauknya dan meletakkannya di meja tepat di depan Andi.
"Terimakasih Nad" Ucap Andi dan ia pun mulai memakan Makananya.
"Sama-sama mas, eh bang Beni tadi mana, apa nggak ikutan sarapan dengan kita?" tanya Nadziha, dengan matanya seperti mencari sesuatu.
"sudah biarkan saja dia, kalau dia di sini nanti kamu tidak leluasa makannya " kata Andi Sambil mengunyah makanannya.
"Eh tapi mas.."
__ADS_1
"Nggak ada tapi-tapian, sekarang makan sajalah" potong Andi membuat Nadziha pun tak berani berkata-kata lagi, dan ia pun akhirnya memulai sarapannya, suasana pun menjadi hening, hanya sesekali terdengar suara dentingan sendok saja.
Setelah mereka menyelesaikan makannya, Ziha pun hendak membereskan meja namun di larang oleh Andi.
"Apa yang kamu lakukan Nad?"
"Membereskan ini mas" bales Nadziha yang sedang menumpuk piring kotor yang ada di meja makan.
"Itu bukan perkejaan kamu, biarkan Bi Atik yang membereskannya sekarang sebaiknya kamu ikut aku ke kantor ya, bukankah kamu mau menjadi kaki ku" tutur Andi, sembari menahan tangan Nadziha yang tadi hendak menumpukan piring kotor.
"Baiklah Mas kalau begitu Ziha bersiap dulu ya?"
"Ya pergilah" setelah mendengar balesan Andi Nadziha pun pergi menuju kamarnya, untuk bersiap diri dan tak berapa lama ia kembali lagi
dengan memakai gamis hijau tosca di lengkapi hijab dan Cadarnya dan ia pun langsung menghampiri Andi.
"Ziha sudah siap mas" katanya setelah berada di belakang kursi roda Andi, Andi pun langsung menoleh ke belakang.
"Hmm, cantik istri ku," gumamnya namun masih terdengar oleh Nadziha..
"Syukron mas, ya udah yuk kita berangkat" kata Nadziha yang kini mulai mendorong kursi roda Andi dengan perlahan menuju jalan keluar rumah dan menghampiri mobilnya yang terparkir di sana, sesampainya di depan pintu mobil Nadziha Hendak membantunya Namun di larangnya.
"Biar Beni saja " katanya singkat
"Kenapa mas?" tanya Nadziha lembut.
"Aku berat Nad" Ucap Andi, yang kini sudah masuk di bantu oleh Andi, setelah Andi masuk, Nadziha pun ikut masuk dan duduk di samping Andi, setelah di rasa kedua majikannya sudah siap, Beni pun langsung melajukannya mobilnya menuju kantor Andi.
Hanya menempuh jarak 45 menit mereka pun sampai di tempat di depan gedung berlantai lima itu, kembali di bantu oleh Beni, Andi pun kini sudah duduk di kursi roda, dan Nadziha pun sudah bersiap untuk mendorongnya. dan di saat Nadziha sudah mulai mendorong Andi, Tiba-tiba suara seorang Pria menghentikan langkahnya dan pria itu langsung berdiri di depan Andi.
"Heh?, ada apa dengan Lo OB, kenapa Lo duduk di kursi roda?" tanya pria itu, dan saat bersamaan nampak seorang wanita yang baru memasuki pintu lobby kantor dan si pria tersenyum sinis saat melihat wanita itu datang.
"Hai Mirna mantanku, lihatlah, lelaki yang kamu bilang kamu sangat kangen padanya, heh, dia sekarang duduk di kursi roda di dorong oleh wanita.." pria itu menghentikan perkataannya saat ia melihat Nadziha.
"Dia Istriku! dan Lo!, boleh menghina gue, tapi jangan pernah menghina istri gue!" Hardik Andi dengan tatapan tajamnya, membuat Pria itu terdiam.
"Apa mas, istri?, kamu sudah beristri? tanya Mirna yang kaget mendengar Andi menyebutkan kata Istri.
__ADS_1
*******
Sabar menanti ya guys, in syaa Allah, kalau tugas Author mengedit TWINS PEMBAWA KEBAHAGIAAN selesai, Author akan dabel Update, Jadi Author mohon pengertiannya ya🙏😊 dan tetap dukung Author ya, biar Author tetap semangat.🙏😉