CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
INGIN PUNYA ANAK KEMBAR TIGA.


__ADS_3

βš›βš›πŸŒΊ MUTIARA HIKMAH πŸŒΊβš›βš›


"Putaran waktu mengajarkan kepada kita bahwa tak selamanya KESEDIHAN itu abadi. Dan tak selamanya KEBAHAGIAAN itu lestari. Namun diantara keduanya BERSYUKUR adalah hal terbaik karena itu Kunci segalanya"


βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›β„βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›βš›


Hari ini mereka semua sedang berkumpul di pondok pesantren An-Nur, tepatnya di rumah Ustadz Khairul, karena hari ini di sana sedang melaksanakan syukuran penambalan nama anak Ardiyan dan Anisah.


Setelah selesai mereka sempat berkumpul dulu, karena Ardiyan lagi mengucapkan rasa terima kasihnya pada sahabat dan keluarganya, jadi kedua anaknya di pegang oleh Asyifa dan Nina, sementara Lisa sedang menemani Anisah di kamarnya..


"Maa syaa Allah, mereka lucu-lucu banget ya Ustadzah, jadi gemas deh lihatnya" ujar Asyifa yang entah sudah berapa kali ia menciumi si Twins


"Na'am, ana juga gemas lihatnya" bales Nina juga yang ia juga selalu menciumi si Twins..


"Nanti kalau ana punya anak, pinginnya kembar tiga deh, pasti sangat menggemaskan" ujar Asyifa yang lolos begitu saja.


"Eh, Anti yakin ingin anak kembar tiga?, ingat loh, Ucapan itu adalah sebuah doa loh Syifa,


Berbicara mengenai ucapan, sejatinya ucapan adalah doa bagi orang yang mengatakannya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan,


Dari Abi Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu β€˜alaihi wa sallam bersabda, β€œSesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahanam dengan kata-katanya itu”.


(HR Bukhari, Ahmad, dan Malik)


Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengatakan dan mengajarkan umatnya untuk terus menjaga lisannya dengan hanya mengatakan hal-hal baik atau lebih baik diam sebagai cara untuk membuktikan bahwa mereka beriman kepada Allah.


Perintah Rasulullah ini tentu memiliki alasan. Ada beberapa perkara yang Allah sembunyikan waktunya, yaitu maut, lailatul qodar, dan waktu diijabahnya doa dalam sehari semalam. Oleh karena ucapan adalah doa, maka kita wajib memperhatikan memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak kita ucapkan. Jangan sampai, salah satu dari ketiga perkara yang Allah sembunyikan waktunya terjadi pada diri kita di saat kita sedang mengucapkan hal-hal buruk. Nauzubillah min dzalik." Jelas Nina panjang lebar Agar Asyifa lebih berhati-hati lagi mengucapkan kata-katanya..


"Astaghfirullah, maaf Ustadzah, ana khilaf, tadi ana nggak sengaja mengucapkannya Ustadzah" Dalih Asyifa


"Ya sudah nggak papa, lagian minta kembar tiga, bukan sesuatu yang buruk kok, hanya saja ana membayangkannya, anti kecil begini, gimana bentuk ya kalo hamil kembar tiga, Melihat ty, Nisah waktu hamil Twins saja ana sudah ngeri lihat besarnya apa lagi tiga ya"


"Hehehe, ana nggak tahu Ustadzah, tapi biar Allah saja yang menentukan, Ustadzah lagian Allah tidak membebani hamba-Nya tanpa kesanggupannya kan Ustadzah Seperti Firman-Nya.:


"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya"

__ADS_1


(QS. Al-Baqarah : 286) " tutur Asyifa.


"Benra Syifa, karena Allah mengetahui segalanya, mana yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya," jelas Nina membenarkan perkataan Asyifa." kamu tambah pintar ya sekarang, hmm calon Ustadzahkan?" lanjut Nina lagi.


"Eh, belum Ustadzah, masih lamakan?"


"Aamiinin saja Syifa, kan kita tidak tahu hari esok."


"Eh, iya juga, ya sudah Syifa Aaminin deh semoga perkataan Ustadzah Nina di ijabah Allah" ujar Asyifa lagi.


"Aamiin,..Eh, ma syaa Allah, ana di pipisin sama Abang Farhan nih" ucap Nina, yang bajunya sudah basah akibat di pipisi oleh Farhan.


"Hahaha, Rezki itu Ustadzah" ledek Asyifa sambil tertawa karena melihat Nina sudah basah bajunya.."hahaha....Aakh!!" sedang asik Tertawa tiba-tiba, Asyifa terpekik hingga semua mata tertuju padanya, termasuk Wira..dan ia pun langsung menghampiri Asyifa..


"Ada apa Ra?" tanyanya sedikit cemas..


"Eh, itu mas, Ara di pipisi Dede Farah.." ucap Asyifa sedikit malu karena dia baru saja menertawakan Nina.


"Haah?? " Wira tercengang dan " hahahaha" ia malah tertawa dan di ikuti yang lainnya juga.


"Tidak Syifa, itu Rezki kan" ujar Nina membalikkan perkataannya da. ia pun hanya tersenyum saja, melihat tingkah lucu Asyifa..


"Sudah sudah, sini Abang Farhan dan Dede Farahnya, biar Abang Bawak kedalam sekalian ganti celana" Ujar Ardiyan yang langsung mengambil kedua anaknya, setelah berpamitan dengan yang lain Ardiyan pun pergi membawa Twins masuk.


Sementara Asyifa dan Nina hanya terdiam karena baju mereka sudah basah.


"Hei, kenapa pada bengong, udah ayo kita pulang biar bisa ganti baju" tegur Wira yang melihat Nina dan Asyifa terbengong.


"Tau nih, ayo kita balik kepondok kamu Nin.." Ajak Dika, Sambil menggandeng tangan istrinya dan mereka pun menuju ke pondok Nina, yang tidak begitu jauh dari pondok milik Asyifa,


"Ayo sayang kita pulang juga, " Ajak Wira kepada Asyifa, yang juga menggandeng tangan Asyifa.


"Tapi mas, merekakan masih kumpul disini mas" protes Asyifa,


"Biar saja sayang, kamukan harus ganti baju, tuh baju kamu basah, nanti kalau kelamaan kamu bisa masuk angin Ara" tutur Wira yang masih menggandeng tangan istrinya, dan akhirnya mereka pun meninggalkan Aula tempat Acara syukuran. Karena jarak pondok Asyifa dengan rumah utama tidak terlalu jauh, jadi perjalanan mereka pun tidak terlalu lama hanya beberapa menit akhirnya mereka pun sampai. setelah di dalam rumah..

__ADS_1


"ya sudah kamu mandi sekarang Ra, kamu bau Pesing tau" ucap Wira sedikit Menggoda dengan menutup hidungnya seolah Asyifa memang bau.


"Iya iya Ara mandi," bales Asiyfa dengan wajah cemberutnya, dan ia pun melangkah ke kamar mandi. dan ternyata Wira mengikutinya dari belakang.


"Eh, mas mau ngapain?" tanya Asiyfa heran.


"MAu mandiin kamulah." jawab Wira enteng.


"Eh, tidak, tidak, tidak, Ara mau mandi sendiri, mas keluar sanaaa!" seru Asyifa Sambil mendorong suaminya.


"Sayang?, bukankah kamu tadi bilang ingin punya Anak kembar tigakan?, jadi sudah waktunya kita harus gencar sayang" ujar Wira sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat bola mata Asyifa besar, karena dia heran kenapa suaminya bisa tahu, padahal setahu dia tadi suaminya sedang bersama teman-temannya.


"Haa??, mas kok bisa tahu, Ara ngomong seperti itu?" tanyanya heran.


"Ya tahulah, kan hati kamu dan hati aku terpaut sayang" Jawab Wira asal, padahal saat Asyifa berkata seperti itu, ia tak sengaja lewat di belakang kursi tempat Asyifa duduk.


"Hah?, masa sih mas?" tanya Asyifa tidak percaya.


"Iya sayang," bales Wira, dan di saat bersamaan terdengar suara hujan turun


"Eh, hujan ya mas?" tanya Asyifa


"Sepertinya iya sayang.. Ra?, Katanya kalo sering hujan itu bisa bikin seseorang terhanyut loh," Ujar Wira dengan wajah seriusnya.


"Masa sih mas?"


"Iya Ra, tapi, kalo aku sekarang sedang terhanyut di dalam cintamu, Ra, " kata Wira lagi yang kini wajahnya sudah terhanyut dalam menelusuri wajah Asyifa dan terhanyut dalam bercintanya yang di penuhi hasrat yang tak bisa di bendung lagi..


******


Udah akh, Author nggak mau ngintip πŸ™ˆπŸ™ˆ


Atuut,


Tapi tetap dukung Author terus ya guys πŸ™πŸ˜‰..

__ADS_1


__ADS_2