CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MIMPI BURUK.


__ADS_3

____💠 MUTIARA HIKMAH 💠__


"Do'a dan Usaha itu ibaratkan Bunga Mangga, banyak tapi tak tau yang mana akan menjadi buah. Begitu pula dengan Do'a dan Usaha meski telah banyak dilakukan tapi tak tau Do'a dan Usaha mana yang akan Berhasil"


__Wama 'Indallahi Khoir__


So Tetap Semangat dan Yakin.💪


On the power of Prayer. 😉


******************************************


Asyifa menjerit-jerit histeris memanggil nama Suaminya,


"Maas Wira !! Hiks.. Jangan pergi hiks.. jangan tinggalkan Ara mas..hiks Maas Wiraaa!!" Asyifa benar-benar terpukul ia terus menangis dan menjerit hingga Anisah memanggilnya.


"Asyifa, Asyifa? istighfar anti, Asyifa!" Anisah memanggil Asyifa dan itu membuat tersentak dan langsung memeluk Anisah.


"Ustadzaaah, mas Wira Ustadzah dia pergi meninggalkan ana hiks...hiks..Mas Wira meninggal Ustadzah hiks..hikh.." Kata Asyifa di dalam pelukan Anisah, Sambil menangis tersedu-sedu.


" Astaghfirullah, apa yang Anti bicarakan, syifa Istighfar, siapa yang meninggal, Tidak ada yang Meninggal, bang Wira hanya pergi ke kota J tidak terjadi apa-apa." bales Anisah dengan menekan kata "tidak ada yang meninggal"


Mendengar ucapan Anisah, Asyifa langsung melepaskan pelukannya, dan ia langsung melihat sekelilingnya, ternyata ia sedang berada di ranjang kamar Anisah dan di sampingnya ada dua baby twins yang sedang tertidur.


Baru ia teringat bahwa ia tadi habis bermain dengan Baby Twins dan akhirnya ia ketiduran setelah si Twins tertidur.


"Astaghfirullah, berati yang tadi hanya mimpi?" tanya Asiyfa polos dengan tatapan mencari kebenaran di mata Anisah.


"Iya Syifa Anti hanya bermimpi, maka bersyukurlah dan berdo'alah, agar suami Anti baik-baik saja di sana." ucap Anisah sembari ia mengusap lembut pipi Asyifa.


"Alhamdulillah ya Allah, ternyata semuanya hanya mimpi, dan semoga Engkau melindungi suami hamba di manapun ia berada, jagalah ia untuk hamba ya Rabb, karena hanya engkaulah sebaik-baiknya Pelindung serta penjaga karena Engkau yang Maha Pelindung yaa Rabb" Ucapan Doa Asyifa yang nampak tulus dalam bermohon.


"Aamiin, Aamiin ya Rabbal'aalamin " Sambung Anisah yang mendengar permohonan dari Asyifa.


"Aamiin, Shukran Ustadzah" kata Asyifa yang kembali memeluk Anisah.


"Afwan sayang" bales Anisah, sembari ia membelai kepala Asyifa penuh kasih sayang, karena memang Asyifa sudah seperti adik kandung bagi Anisah.


"Tapi kenapa mimpi tadi seperti nyata Ustadzah, mas Wira pergi dengan tubuh yang di penuhi luka hiks, ana..." Asyifa mulai terisak lagi saat ia menceritakan mimpinya pada Anisah, Namun Anisah langsung menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.


"Sssht, dengar Syifa, apa bila kamu bermimpi yang baik, kamu boleh menceritakan mimpi itu karena mimpi itu datangnya dari Allah, dan sudah sepatunya kamu memuji-Nya,

__ADS_1


karena itu sudah sepatutnya bagi seorang Muslim berhadapan dengan mimpi baiknya. dan sikap pertama yang mesti ditunjukkan ialah rasa syukur atas mimpi baik yang ia terima. Mimpi yang baik pada dasarnya berasal dari Allah, seperti yang di katakan dalam sebuah hadits ;


“Jika salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang ia sukai, sesungguhnya itu berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji-Nya dan menceritakan mimpi itu.”


(HR. Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudri)


"itulah Sebuah hadis dari Abu Hurairah menyebutkan anjuran itu, yaitu bila melihat mimpi baik maka sebaiknya ia menafsirkannya dan menceritakannya." Jelas Anisah dengan penuh kelembutan.


"Lalu Bagaimana dengan mimpi buruk Ustadzah?" Tanya Asyifa begitu penasaran.


Anisah pun tersenyum lalu iapun menjelaskan,


" Mimpi yang buruk datang dari setan. Karena itu, bila mendapatinya maka dianjurkan untuk meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali. Selain meludah, hendaknya ia berlindung kepada Allah dari godaan setan. Caranya cukup sederhana, dengan membaca ta’awudz." Jelas Anisah.


"Tak cukup hanya meludah dan membaca ta’awudz, jika melihat mimpi buruk disarankan untuk mengubah posisi tidur. Misalnya, sebelum bermimpi tidurnya terlentang, maka setelah mendapati mimpi buruk tersebut, lebih baiknya mengubahnya ke posisi miring ke sebelah kanan bagian tubuh. Hal ini sebagaimana yang di katakan dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah ia berkata:


“Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang tidak ia sukai, hendaknya ia meng ubah posisi tidurnya, meludah ke kiri tiga kali, memohon kepada Allah kebaikan mimpi itu, dan ber lindung kepada-Nya, dari keburukannya.” (HR. Ibnu Majah)


"mimpi yang buruk tidak untuk diceritakan kepada orang banyak. Hal itu telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Dalam Sebuah hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah menyatakan larangan menceritakan mimpi buruk kepada khalayak.


Rasulullah ﷺ bersabda:


“Dan jika ia melihat yang selain itu dari mimpi yang tidak ia sukai, maka itu berasal dari setan. Hendaklah ia berlindung kepada Allah dari keburukannya dan jangan menceritakannya kepada seorang pun. Niscaya mimpi itu tidak akan memudharatkannya"


Penjelasan Anisah membuat Asyifa langsung meludah ke kirinya sebanyak tiga kali, lalu ia juga langsung mengucapkan ta'awudz, dan saat selesai ia baru menyadari kalau ia telah meludah di dalam kamar Anisah.


"Eh, Astaghfirullah, hehehe, maaf Ustadzah ana lupa ana rupanya sedang berada di kamar Ustadzah" katanya dengan wajah cengengesannya, sambil ia menggaruk pipinya yang tidak gatal, untuk menutupi rasa malunya.


"Tidak Apa-apa, Syifa, tapi ingat nanti Anti bersihkan ya " kata Anisah yang ikut tersenyum melihat tingkah Asyifa.


"نعم اختي مرة أخرى شكرا لك


"Na'am aikhti maratan 'ukhraa shukran lak"


(Iya kakak perempuanku, sekali lagi Terimakasih) " Ucap Asyifa dengan tulus.


"على الرحب والسعة أختي الصغيرة


" 'alaa alrahb walsaeat 'ukhti alsaghira"


(Sama-sama Adik perempuanku )" Bales Anisah sembari menoel pucuk hidung Asyifa, dengan wajah yang tersenyum manis pada Asyifa.

__ADS_1


"Oh, iya Aikhti, bang Diyan kemana, kok sejak tadi ana tidak melihatnya?" tanya Asyifa yang mulai sadar karena ia tak melihat Ardiyan lagi.


"Bang Diyan, dan bang Dimas kan pergi menyusul suami Anti, Syifa." kata Anisah sembari membenarkan selimut anaknya.


"Eh, benarkah?, emang apa yang terjadi di sana Ustadzah?" tanya Asyifa penasaran.


"Tidak terjadi apa-apa Syifa, bang Diyan dan bang Dimas hanya berkunjung kesana saja, " bales Anisah lembut.


"Oh, begitu?"


"Iya Syifa, ingat jangan berpikir yang tidak-tidak Ok, masih ingatkan sama penjelasan ana kemarin?"


"Na'am ingat Ustadzah, kalau kita tidak boleh berprasangka buruk, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, " Jawab Asyifa.


"Anak pintar!, Nah itu Artinya Anti harus berprasangka yang baik-baik saja ya, dan jangan pernah terlepas dari berdoa ingat loh


"The Fower Of Do'a!"


Allah Mampu Mengubah Kemustahilan Menjadi Sebuah Kenyataan, Salah Satunya Dengan Do'a"


Tutur Anisah, yang tak bosan-bosannya memberikan Nasehat pada Asyifa.


"Na'am Aikhti, in syaa Allah, ana akan selalu melakukan sesuai dengan Nasehat Aikhti" kata Asyifa, yang ia sangat senang karena Anisah selalu mengingatkan ia dalam hal kebaikan.


*******


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Dear Readersku..


Ana sebelumnya sangat berterimakasih pada Readers semua, karena telah menyukai karya-karya ana, dan ana berharap kalian semua mau mendukung Author dengan cara membantu menjaga hak cipta dari karya-karya Author dan apabila di antara kalian, pernah membaca karya Author sudah pasti paham akan isinya, jadi di saat kalian membaca karya lain dan ternyata ada kemiripan, tolong kabarilah pada Author, karena kemarin Author benar-benar sedih saat tahu, salah-satu reader Author telah memplagiat


*BIDADARI TAK BERSAYAP DARI KAKEK*


dan itu membuat Author sedih, rasa ada yang hilang semangat Author untuk berkarya.


Jadi dari itu Author mohon bantuannya, bila kalian mendapatkan hal itu lagi tolong laporkan pada Author ya 🙏 dan Author juga minta bantuannya Agar kalian Report kan Novel plagiat di Bawah ini 👇👇agar NT, cepat menghapus novel tersebut.



CARANYA DENGAN KLIK TITIK TIGA DI ATAS DAN LAPORKAN, OKE 🙏

__ADS_1


BANTUAN KALIAN SANGAT AUTHOR HARAPKAN, SYUKRON 🙏😊


__ADS_2