
🌿🌿🏵 KALAM AL-QUR'AN️🏵️🌿🌿
Bismillahirrohmanirrohim....
ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروما بأنفسهم
"Innallaha laa yugoyyirumaa biqoumi hattaa yugoyyiruumaa bianfusihim"
" Sesungguh nya Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nya apa apa yang pada mereka"
" ( QS. Ar-Ra'd..11 )
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🏵🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Apakah mas akan sedih?, Bila Ara yang meninggal?"
Mendengar ucapan Asyifa membuat Wira tersentak kaget dan ada perasaan takut di dalam hatinya nya
"Apa sih yang kamu katakan sayang?, jangan berkata sembarangan Mas tidak suka mendengarnya?." Ujar Wira, yang terlihat sedikit kesal.
"Kenapa?, kan memang ada masanya kita akan mendapatkan giliran itu Mas, karena di dunia ini tidak ada yang abadi, seperti Calista bukan? " balas Asyifa begitu santai.
mendengar Asyifa menyebut nama Calista mata wira membesar akibat ia tersentak kaget apalagi saat melihat Asyifa yang terlihat begitu tenang dan santai diraut wajahnya
"Apa yang kamu katakan Sayang? dari mana kamu tahu nama itu?"' Tanya Wira yang langsung memegang kedua pundak istrinya dengan keras membuat Asyifa meringis kesakitan.
"Aduh Mas! Sakit! " Keluh Asyifa sembari ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Wira yang berada di pundaknya,
__ADS_1
melihat istrinya mengeluh sakit dengan wajah yang meringis dengan spontan Wira langsung melepaskan cengkramannya.
"Maaf sayang, Mas..."
Asyifa langsung memotong perkataan Wira "Tidak apa-apa Mas, lupakanlah.!" Kata Asiyfa, yang terlihat sekali dari mimik wajah ia sedang kecewa dan sedih, dan kemudian ia pun langsung berlalu meninggalkan Wira.
melihat wajah istrinya yang langsung berubah dan pergi, wira pun langsung mengusap wajahnya dengan kasar ia begitu menyesal karena telah menyakiti perasaan istrinya.
"Astaghfirullah!..apa yang sudah kamu lakukan Wira?!, kamu menyakiti istri Lo hanya karena ia menyebutkan nama orang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini!, dasar bodoh!..bodoh.. bodoh! banget Lo Wira!" _ Batin Wira merutuki dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya karena kesal.
Setelah itu ia mulai berjalan memasuki rumahnya dan bermaksud mencari istri kecilnya lagi karena dilihatnya di semua ruangan tidak ada iya pun langsung menabrak kalau istrinya berada di kamar mereka lalu ia pun langsung menuju ke kamar mereka sesampainya di sana ia melihat istrinya sedang berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam dan terlihat sembab, sepertinya Asyifa habis menangis.
Melihat itu rasa bersalah Wira semakin besar, ia pun langsung naik ke atas ranjang, dan kemudian ia pun ikut berbaring dan memposisikan dirinya memeluk Asyifa dari belakang, yang kebetulan Asyifa tidur memiringkan tubuhnya, membelakangi Wira.
Setelah Wira memeluk Asyifa dari belakang ia pun memberikan kecupan di kepala Asyifa bagian belakangnya dan ia juga menghirup lama aroma wangi rambutnya Asyifa yang sudah menjadi aroma kesukaannya.
"Sayang, Maafkan mas ya, mas tidak bermaksud menyakiti kamu sayang." Bisik Wira di telinga Asyifa, membuka Asyifa mengeluarkan lenguhnya. Yaa, Asyifa paling tidak bisa bila tengkuknya serta telinganya di sentuh oleh Wira maka ia akan langsung berhasrat, namun karena ia masih sedikit kecewa pada suaminya, ia pun berusaha mengendalikan tubuhnya.
"Sayang Maafin Emas ya, kamu maukan memaafkan mas Sayang?" Bisik Wira lagi, dan lagi-lagi istri kecilnya Kembali mengeluarkan lenguhan yang kali ini suara lenguhan itu sedikit kuat serta tubuhnya mulai bergetar karena Asyifa benar-benar berusaha menahannya, namun Wira tidak kehabisan akal ia masih terus berusaha agar istri kecilnya itu mau berbalik kearahnya dan ia pasti akan menyerang dirinya.
"Sayang, mas janji, kalau kamu memaafkan emas, nanti akan mas ceritakan siapa Calista sayang." Bisik Wira lagi yang kali ini ia juga memberikan hembusan kecil di telinga Asyifa, membuat Asyifa tak bisa menahannya lagi.
"Huumm.. Emaas..ukhumm.." Akhirnya suara Asyifa yang di iringi lenguhnya yang terdengar berat dan bergetar itu pun keluar, Wira Tersenyum puas, karena usahanya tak sia-sia..
"Iya, sayang, mas disini" kata Wira yang kemudian ia memberikan kecupan lembut di tekuk Asyifa yang juga adalah tempat Asyifa tidak bisa menahan gejolak birahinya.
"Jangan di tahan sayang..muah.. lepaskanlah.." Bisik Wira yang kemudian ia memberikan gigitan kecil pada daun telinga Asyifa membuat Asyifa benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi
__ADS_1
"Maas..hum...Ara ukhmm.. benci kamu mas..humm.." Ucap Ara yang masih diiringin dengan suara lenguhan, dan kemudian ia langsung membalikkan tubuhnya menghadap Wira.
"Tidak apa-apa, kamu membenci mas sayang, tapi mas, tetap mencintaimu istri kecilku sayang.." Bales Wira, yang setelah melihat istrinya membalik, ia pun langsung meraih bibir ranum Istrinya dengan lembut dan langsung di sambut oleh Asyifa yang kini tangannya juga sudah melingkar di leher suaminya, yang akhirnya mereka pun hanyut dalam permainan bibir mereka.
Dan tidak sampai di situ saja, Wira yang paling tidak tahan mendengar lenguhan istrinya yang begitu indah di dengarnya, membuat birahi petualangnya bergejolak untuk menuntut haknya, hingga akhirnya ia pun ikut terbawa oleh Asyifa yang terlebih dahulu terbakar oleh hasratnya hingga akhirnya mereka berdua terhanyut di dalam mahligai bercinta mereka..
Karena mengingat perut Asyifa yang memang sudah membesar, membuat Wira tak ingin berlama-lama bercintanya, setelah mereka sama-sama melakukan pelepasan, Wira pun langsung mengakhiri permainannya.
"Kamu lelah sayang?" tanya Wira lembut, sembari mengelap sisa keringat yang ada di wajahnya Asyifa.
"Hmm, tapi Ara masih bisa mendengar mas bercerita tentang Calista itu " bales Asyifa, dengan nafas yang masih sedikit tersengal-sengal akibat bekas bercintanya.
"baiklah sayang kalau memang kamu ingin mendengar tentang Calista." Kata Wira yang kemudian ia memposisikan tubuhnya untuk duduk lalu ia pun bersandar di kepala ranjang mereka dan kemudian di susul oleh Asyifa dan kemudian ia langsung menyandarkan tubuhnya pada tubuh Suaminya dan meletakkan wajahnya di dada bidang Suaminya yang masih polos itu, sementara Wira langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya,
Setelah di rasa Istrinya sudah merasa nyaman berada di pelukannya, Wira pun langsung bercerita sambil membelai-belai rambut Asyifa dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, Mas dulu memiliki hubungan dengan Calista semasa ia hidup, Kamu tahukan dulu suami kamu ini bukanlah orang yang baik, jadi masa itu mas memiliki hubungan terlarang dengannya, Karena Mas dan Calista berbeda agama, di masa itu mas tidak memiliki rasa takut dengan yang namanya dosa, hingga suatu hari Calista tiba-tiba berubah pada Mas dan meminta Mas untuk mengajar ia tentang agama Mas, pada saat itu Mas bukannya senang tapi malahan, mas tidak suka tapi ia tak berputus asa lalu ia mencari seorang guru hingga ia paham dan akhirnya ia pun masuk Islam dan ia juga mengajak mas untuk menikah, tapi karena waktu itu mas tidak suka dengan hubungan yang terikat mas menolaknya dan kemudian mas pergi meninggalkannya, tapi setelah mas meninggalkannya ada rasa bersalah yang timbul pada diri mas, lalu mas pun kembali mendatanginya bermaksud mengatakan setuju, tapi ternyata sesampainya di sana mas melihat Calista terbaring di lantai dengan banyak darah yang keluar dari bagian sensitifnya dan.." Wira menghentikan sejenak ceritanya, sembari ia mengusap kasar wajahnya yang ternyata ada air matanya yang keluar..
"Dan mas melihat tangannya memegang potongan kain yang menurut mas itu robekan dari sebuah baju, dan mas sangat mengenal potongan robekan baju yang mas yakin itu, milik Jennifer, mas tak menghiraukan itu, karena bagi mas keselamatan Calista lebih utama, mas pun membawanya ke rumah sakit, ternyata dokter mengatakan ia tak bisa menyelamatkan bayi di kandungan Calista, dan yang mas sesali Calista tidak pernah memberi tahu mas kalau dia sedang hamil. hiks.hiks..." sekali lagi Wira menghentikan ceritanya dan yang terdengar hanya isakannya sesekali.
" Saat itu mas menanti ia tersadar, dan disaat tersadar mas langsung bertanya mengapa ia tak member tahu mas, dia hanya tersenyum, dan kemudian mas menanyakan tentang robekan baju tersebut, tapi mas malah di suruh Berjanji untuk tidak menyelidiki itu, mau tak mau mas pun berjanji namun setelah itu ia malah meninggalkan Mas.hehehe... hiks..hiks.hiks..." Cerita Wira yang di akhiri tawa, namun langsung berubah dengan isakan.
Asyifa yang mendengar kisah masalalu Wira, membuat hatinya berubah-ubah yang awalnya ada rasa cemburu kini berubah menjadi iba..
**********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊
__ADS_1
Dan Author juga mohon 🙏 dukung Author Berikan VOTE nya ya guys please 🙏😊..
Syukron.