
♻♻️💠 MUTIARA HIKMAH 💠♻♻
“Semua Manusia Memang Punya kesalahan, Namun Semua Manusia Juga Punya Kesempatan Untuk Berubah Menjadi Lebih Baik Lagi.”
SO
"Teruslah Belajar Agama Lebih Dalam lagi, Walaupun Kita Bukan Dari Pesantren, Karna Di Surga Tidak Ada Pintu Yang Bertuliskan Khusus Pesantren, jadi tetap semangat ya guys. 😉
___Happy reading___
➗➗➗➗➗➗➗💚➗➗➗➗➗➗➗
Mendengar perkataan Surya Darma Jaya, Wira tersenyum sinis, dan ia pun menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.
"Heh!, Anda terlalu sombong pak Surya!, hingga Anda begitu yakin kalau perusahaan ayah saya akan bangkrut tanpa bantuan anda?, sampai Anda menekan saya untuk menikahi Anak Anda,? hahaha, ternyata Anda terlalu bodoh ya hingga ingin menikahi anak Anda pada suami orang lain apakah itu seorang ayah yang baik?!" tutur Wiraxsana dengan santainya. "Atau tidak ada lagikah laki-laki di dunia ini, hingga harus saya yang menikahi putri Anda!" lanjut Wiraxsana lagi, yang kali ini perkataannya membuat Surya menjadi panas.
"Apa maksud perkataan dengan suami orang lain? apa artinya kamu telah beristri?" tanya Surya penasaran,
"Iya, Saya telah beristri! dan bahkan saya sangat mencintainya jadi jangan bermimpi untuk menjadikan saya sebagai menantu anda, itu tak akan pernah terjadi!" Ujar Wiraxsana ketus, mendengar pengakuan Wiraxsana Surya darma jaya seperti tak percaya dengan ucapan Wiraxsana.
"Hay, anak muda kamu pikir saya bisa kamu bohongi?, tidak mungkin informan saya salah ngasih informasi karena sebelum saya menemui kamu saya sudah menyelidiki kebenaran tentang kamu dahulu jadi berhentilah berkata bohong pada saya !"Ujar Surya penuh percaya diri.
"Hahahaha!," Wira tertawa terbahak-bahak, membuat Surya mengerenyit. " Dony, inikah orang yang ingin menyelamatkan perusahaan bokap gue? Hahahah" kata Wira yang kemudian Iya Tertawa terbahak-bahak lagi.
"Gimana, caranya membantu perusahaan bokap gue ?, kalau dia sendiri tak mampu membayar seorang informan yang profesional?Hahaha!" kata Wiraxsana masih tertawa geli,
" Hahaha, Iya terlalu sulit mencari seorang informan yang akurat kali bro, hingga yang di dapat yang abal-abal." Sambung Dony yang ikut tertawa.
"Bisa jadi bro,, Hay, pak tua?!, saya kasih saran, bila ingin mendapatkan seorang informan yang akurat, sebaiknya Anda datang ke agensi Jk di jamin anda terpuaskan !" kata Wiraxsana yang kali ini wajahnya kembali serius. " Dan saya minta sebaiknya anda jangan membuang waktu saya lagi, because for me, time is money! So sebaiknya anda silahkan tinggalkan tempat ini!" Tegas Wiraxsana dengan tangannya di rentangkan menganugrahkan ke pintu ruangannya, itu mengisyaratkan Wira mengusir Surya dan anaknya yang sejak tadi hanya memperhatikan Wira tanpa bersuara sedikit pun.
__ADS_1
Tampak Surya menjadi marah " Kamu?!, kurang ajar kamu ya!, berani sekali kamu mengusir saya, Apa kamu tidak tahu siapa saya?!" kata Surya yang nampak kesal.
"Siapa anda itu tidak penting bagi saya jadi sebaiknya cepat tinggalkan tempat ini!" Tegas Wira lagi yang kali ini ia telah berdiri dari duduknya dan kembali tangannya menunjuk sebuah pintu keluar.
"Kamu ingat ini!, dan Tunggu pembalasan dariku!" Bales Surya yang nampak sangat marah sekali, lalu ia langsung menarik tangan anak perempuannya kemudian ia langsung keluar dengan keadaan yang sangat marah hingga ia membanting keras pintu ruangan Wira tersebut. setelah mereka tak terlihat lagi.
"Bro, mulai saat ini lo harus berhati-hati karena Pak Surya bukan orang sembarangan." Kata Briyan yang akhirnya buka suara, karena sejak tadi iya hanya memperhatikan perdebatan antara Wira dan Surya saja.
"Gue tahu bry, maka dari itu gue minta bantuan dari Lo untuk memperkuat sistem keamanan perusahaan ini dan jangan sampai ia membobol kembali, karena gue yakin ini semua adalah ulah dari antek-anteknya" kata Wira yang begitu yakin, kalau guncangan yang terjadi di perusahaannya ini adalah ulah dari Surya.
"Baiklah kalau begitu bro, gue akan bantu Lo" bales Briyan penuh percaya diri.
"Thanks bro, oh iya, apakah kita bisa menyerang mereka kembali, dengan sistem yang sama dengan apa yang mereka perbuat di sini ?" tanya Wira yang nampak antusias ingin membalas perbuatan pak Surya itu.
" Lo tenang aja bro, Lo cukup duduk manis di tempat Lo sekarang dan tunggu kabar berita yang akurat esok hari!" kata Bryan sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Oke, gue percaya itu, kalau begitu Lo sudah boleh bisa bekerja sekarang!" kata Wira sembari ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Briyan, dan Briyan langsung menyambutnya dengan senang hati.
"Oke bos!, mari bro ikut gue," Ajak Dony pada Briyan.
"Oke!, kalau begitu kuat permisi dulu ya Wir!, thanks untuk kepercayaannya" kata Briyan yang langsung bangkit dari duduknya.
"Yoi, selamat bekerja bro" bales Wira, sembari Mereka saling berjabatan tangan lagi, dan setelah itu Briyan langsung pergi mengikuti Dony, menuju keruangan tempat ia akan bekerja, setelah kepergian kedua temannya, Wira Kembali fokus pada laptopnya. Namun tak berapa lama ia bekerja, tiba-tiba terdengar ketukan pintu kembali.
"Masuk!" Serunya. dan tak lama pintu terbuka dan ternyata Dony yang kembali masuk.
"Wir, gue dapat kabar dari rumah sakit, kalau Bokap Lo sekarang sedang kritis, Lo di minta untuk kesana" kata Dony yang nampak ia ngos-ngosan, sepertinya ia habis berlari.
"Benarkah?, ya sudah ayo sekarang kita ke rumah sakit!" Kata Wira yang ia langsung bangkit dari duduknya, dan langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuju pintu keluar dan langsung menuju ke lift.
__ADS_1
Mereka berjalan sangat cepat hingga saat ini mereka telah sampai di perparkiran mobilnya, dan ia pun langsung masuk ke dalamnya, dengan Dony sebagai pengemudinya dan setelah mereka di dalam, Dony pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, Dan di saat ia fokus dalam menyetirnya tiba-tiba ia merasa ada yang Aneh pada remnya.
"Sialan!" seru Dony, sembari memukul setir mobilnya dengan kesal, dan tentu saja itu membuat Wira kaget.
"Ada apa?!" tanyanya Penasaran.
" Kita kecolongan!." jawab Dony, yang matanya tetap fokus kedepan.
Wira mengerenyit " maksud Lo?!" tanyanya lagi.
"Rem mobil blong wir!" kata Dony, yang wajahnya nampak tegang dengan mata masih fokus kedepan tanpa berani melirik ke arah Wira sedikit pun
"Apa Lo bilang?!" tanya Wira yang sepertinya ia tak percaya dengan perkataan Dony.
"Gue bilang Rem mobil ini BLONG!!" teriak Dony yang kini ia mulai panik.
"Oke, oke, Lo harus tenang Don, dan kita harus mencari jalan sepi, " kata Wira menenangkan Dony agar ia tidak panik, karena apabila ia panik akibatnya bisa fatal
"Oke, Don, sekarang Lo belok ke kiri, karena kita mau jalan-jalan ke puncak" kata Wira santai
"Hah?" apakah itu tidak bahaya wir?"
*******
Bagaimana Nasib mas Wira selanjutnya?,
ikuti terus Author ya, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga Ok.
VOTE. LIKE DAN KOMENTAR.
__ADS_1
Selalu Author tunggu, karena itu menjadi bagian semangat Author untuk update kembali.