CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
ILMU YANG BERMANFAAT.


__ADS_3

⚛⚛💫✨ KALAM HADITS ✨💫⚛⚛


*_"Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”_*


(HR. Bukhari)


💫saudaraku, sabar itu pahala tak terkira💫


ππππππππππππππ💫ππππππππππππππ


Setelah mendengar ustadz Khairul berkisah,


Asyifa berpamitan ingin menemui para teman santriwatinya, karena memang sudah satu Minggu lebih ia berada di mansion Wira, jadi perasaan kangen pasti ada bagi Asiyfa.


"Abi, Umi, mas Wira, Syifa ke pondok para santriwati dulu ya, " Pamitnya sembari ia bangkit dari duduknya.


"Tapi Ara, seharusnya kamu istirahat dulu" kata Wira


"Nanti saja mas, udah akh Syifa pamit ya, Assalamu'alaikum " Bales dan ia langsung berlari menuju pondok para santriwati, tanpa menunggu jawaban salamnya.


"Wa'alaikumus salam " bales Abi dan umi serentak, namun tidak bagi Wira ia yang melihat istrinya berlari menjadi khawatir.


"Astagfirullah Syifa Jangan lari nanti kamu jatuh!" seru Wira yang langsung bangkit dari duduknya karena terkejut melihat Asyifa yang berlalu begitu saja namun seruan Wira hanya ditanggapin dengan lambaian tangan Assyifa saja.


" Hahaha, anak itu memang tidak berubah ya selalu membikin orang khawatir saja" ujar ustaz Khairul sambil terkekeh melihat tingkah Asyifa.


"Tapi Abi Asyifa saat ini sedang mengandung kalau berlari seperti itu apa tidak membahayakan janin yang ada di rahimnya?" tanya Wira, yang nampak masih cemas.


"Serahkan sepenuhnya kepada Allah nak, in syaa Allah, ia akan di lindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala nak" tutur Ustadz Khairul dan itu membuat Wiraxsana jadi teringat akan perkataan Dika, dan ia bermaksud ingin minta pencerahan dalam menghadapi masalahnya saat ini, dan setelah Asyifa tak terlihat lagi, ia pun duduk, kembali, dan untuk sesaat ia diam dan menundukan wajahnya,

__ADS_1


Ustadz Khairul yang melihat Wira yang berubah ia pun jadi penasaran, " Ada apa nak?, ceritakan pada Abi" tanya Ustadz Khairul


"Abi, Umi, sebenarnya saat ini, Asyifa sedang sakit Abi, Umi, " Ujar Wira yang terlihat


"Subhanallah dia sakit apa nak?" tanya Ustadz Khairul


"Dari hasil darah yang di tes di laboratorium, kemungkinan Asiyfa memiliki penyakit tumor Abi, dan karena ia sedang mengandung, makanya pihak rumah sakit tidak bisa melanjutkan pemeriksaannya makanya mereka meminta Asyifa untuk menggugurkan kandungannya, namun ia tak mau Bi" jelas Wira yang nampak di raut wajahnya ada Kesedihan dan keputusasaan, "Dan maka dari itu saya mengajaknya untuk tinggal di rumah saya, agar bila Asyifa hendak kontrol tidak menjadi sulit bi, Tapi, justru ia tidak mau, dan ia selalu ingin berada di sini, hatinya selalu ada di sini, itu yang membuat saya sedih bi." Lanjutnya lagi.


"Astaghfirullah kenapa harus melakukan hal yang paling di benci Allah sih?, Abi dukung Asyifa agar tidak menggugurkan kandungannya" tutur Ustadz Khairul yang sepertinya tidak suka mendengar keputusan pihak rumah sakit.


"Tapi Abi, bagaimana dengan penyakit Asyifa Bi, Wira nggak ingin kehilangan Asyifa, bi." Ujar Wira lagi, yang nampak jelas ada rasa takut di hatinya, yaitu takut akan kehilangan.


"Nak, jangan risau ingat, di dalam Islam, Allah Swt. menganjurkan umatnya untuk selalu bertawaqal, termasuk dalam hal kesembuhan atas suatu penyakit. Sebuah hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ Bersabda:


“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut.” (HR. Bukhari)


"Dan ketahuilah nak, salah satu nama Alquran ialah asy-Syifa yang berarti obat penyembuh. Allah berfirman,


'Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS Yunus [10]: 57).


Pada ayat lain


", Katakanlah, ‘Alquran ialah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. (QS Fushshilat [41]: 44)


.Selain menjadi obat penyembuh bagi penyakit hati dan jiwa, Alquran juga menjadi obat penyembuh penyakit fisik. Asy- Syinqithi dalam kitabnya, Tafsir Adhwa’ al-Bayan, mengatakan, Alquran ialah obat penyembuh yang mencakup obat bagi penyakit hati dan jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa juga menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Ini seperti yang dilakukan sahabat Rasulullah ﷺ yang membacakan surah al-Fatihah kepada seorang pemimpin kampung yang tersengat kalajenging.


Kepada sahabat yang sakit, Nabi kerap kali berpesan, Bagi kalian ada obat penyembuh, yakni madu dan Alquran.


(HR Ibnu Majah dan al-Hakim).

__ADS_1


Sebagai asy-Syifa, orang beriman di imbaukan banyak membaca Alquran, karena ia adalah obat penyembuh." jelas Ustadz Khairul panjang lebar, membuat hati Wira merasakan ada ketenangan.


"Dan kamu tahu nak, mengapa hati Asyifa berada di sini, karena pondok pesantren ini adalah rumahnya Al'quran, dan ingat segala sesuatunya sudah di rencanakan oleh Allah nak, dan itu berarti Allah juga yang menetapkan hatinya berada di sini, karena ia akan menjadi dekat dengan Al Qur'an di lingkungan Al Qur'an di mana pondok ini telah banyak melahirkan para Hafidzoh Al-Qur'an, termasuk Asyifa calon Hafidzoh juga nak, jadi pilihannya tepat, dan masalah penyakitnya serahkan kepada Allah karena Dia yang memberikan maka Dia juga yang akan mengambilnya. " Tambah Ustadz Khairul lagi, membuat Wira kini paham dan ia mulai menerima keputusan Asyifa yang keras kepala ingin tinggal di pondok pesantren itu, dan ia pun jadi merasa bersalah selama ini.


"Astaghfirullah, berarti selama ini, saya salah dan sudah menunda-nunda kesembuhan Asyifa bi, " ujar Wira menyesal.


"Kamu tidak salah kok nak, itu hal yang wajar karena bagi seorang suami ingin melakukan yang terbaik bagi istrinya" ujar Ustadz Khairul membesarkan hati Wira. "Nah, yang penting mulai sekarang kamu juga harus membantunya dan Abi sarankan kamu juga seringlah membaca Alquran juga menghafalnya, in syaa Allah keberkahan akan mengalir di rumah tangga mu nak" lanjutnya lagi.


"Baiklah Bi in syaa Allah, itu akan Wira lakukan" bales Wira bersemangat.


"Alhamdulillah, nanti sesekali kita bantu Asyifa lewat rukiyah juga, ya nak"


"Baiklah Bi, Terimakasih ya Bi, atas Ilmu dan pencerahannya hari ini" Ucap Wira tulus


"Iya nak sama-sama"


"Kalau begitu Wira Kembali ke pondok ya Bi, mau melihat Asyifa"


"Pergilah nak"


"Iya Bi, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban dari Ustadz Khairul, Wira pun langsung pergi meninggalkan pondok utama Ustadz Khairul, dan ia berjalan menuju pondok tempatnya tinggal bersama Asyifa, di dalam perjalanannya.


"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan hamba petunjuk lewat Abi, Khairul, semoga ilmu yang ia berikan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi hamba. "_Batin Wira yang nampak begitu senang.


Wira masih menelusuri jalan menuju pondoknya, namun di saat matanya tertuju ke sebuah lapangan, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang.


"Astaghfirullah!!"

__ADS_1


*********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊


__ADS_2