CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
MELAMAR.


__ADS_3

۞﷽۞‌‎


⚛⚛⚛💞KALAM ULAMA 💞⚛⚛⚛


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞💕


•Kebahagiaan itu ibaratnya kupu-kupu. Jika kau mengejarnya, ia melarikan diri darimu. Tapi jika kau duduk dengan tenang, ia akan turun ke tanganmu. Maka, bersabarlah karena sabar itu indah.


- ⚛Syeikh Ali Jaber⚛ -


&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&


Setelah mendengar percakapan mereka Nadziha di hantui merasa bersalah, ia pun berlari meninggalkan tempat Andi Dan Dika di ruangan CT scan, dan ia terus berlari menulusuri lorong rumah sakit hingga ia menemukan lift dan ia langsung masuk dan nampaknya ia hendak keatas.


Setelah pintu lift terbuka ia kembali berlari menuju ruangan tertutup, yang bertuliskan


"Hospital director's room" dan Nadziha pun langsung menerobos pintu tersebut tanpa mengetuknya membuat yang ada di dalam terkejut.


"Ziha?!, bikin kaget papa aja sih, sudah masuk tanpa mengetuk di tambah lagi tidak salam,!


Tegur seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Maaf pa Assalamu'alaikum" ucap Nadziha, dengan Nafas tersengal-sengal akibat ia berlari sejak di bawah. dan ia pun langsung membuka cadarnya.


"Wa'alaikumus salam, sejak kapan kamu datang? kok nggak ngabarin papa kalau kamu mau pulang dari pondok? tanya Pria itu yang ternyata papa Nadziha


"Baru siang ini Ziha pulang dari pondok pah, maaf nggak ngabarin maksudnya ziha ingin memberikan Supraise buat papa, hmm tapi.." jawab Nadziha tapi tertahan..


"Tapi apa?" tanya sang papa.

__ADS_1


"Tapi malah ziha yang terkejut pah" Ucapnya dengan raut wajah yang sedih.


"Maksudnya terkejut kenapa nak?" tanya sang papa karena melihat putrinya nampak sedih.


"Pah, tadi saat Ziha mau menemui papa, saking senangnya Ziha akan bertemu papa lagi Ziha berlari-lari tadi dan tanpa sengaja Ziha nabrak orang pah, dan dia lumpuh sekarang" jelas Nadziha dengan kepala tertunduk.


"Apa!, kamu ya dari dulu masih saja suka sembrono sih nak?" ujar sang papa sedikit kaget, " Lalu di mana dia?" tanyanya lagi.


"Tadi di ruangan CT scan pah, apa yang harus Ziha lakukan pah, Ziha takut akhy itu menuntut Ziha dan memenjarakan Ziha gimana?" tutur Nadziha memang ada ketakutan pada raut wajahnya.


"Ya kamu harus tanggung jawab nak, kalau memang dia lumpuh kamu harus merawatnya hingga sembuh!" tegas sang papa


"Merawat?, pah itu tidak mungkin karena ia seorang laki-laki, apalagi dia bukan mahram Ziha, tidak baik pah" protes Nadziha.


"Kalau begitu suruh dia menghalalkan kamu!, nak kamu harus belajar bertanggung jawab, kamu bukan anak kecil lagi jadi sudah pantas menjadi istri seseorang!" tegas sang papa lagi.


"Hmm, tapi pah?.."


"Hmm iya, "


"Ya sudah ayo kesana!" Ajak sang papa yang langsung bangkit dari kursi kebesarannya, dan akhirnya Nadziha pun mengikuti sang papa dengan pasrah.


Mereka berjalan menuju Ruangan CT scan, namun saat sampai di sana ternyata Andi sudah tidak ada di ruangan itu, dan akhirnya Nadziha di suruh sang papa menanyakan pada salah satu perawat yang ada di sana, dan akhirnya mereka tahu kalau Andi sudah di pindahkan di ruang rawat inap dan akhirnya mereka pun keruangan tersebut.


Sesampainya di ruangan itu sang papa pun langsung mengetuk pintu ruangan tersebut, setelah mendapatkan jawaban dari dalam mereka pun masuk membuat Dika terkejut


"Assalamu'alaikum" salam papa Nadziha.


"Wa'alaikumus salam, Dokter Ariya Sanjaya?" jawab Dika kaget.

__ADS_1


"Maaf Dokter Dika, kalau saya telah mengganggu" ujar papa Nadziha yang ternyata bernama Ariya Sanjaya.


"Tidak apa-apa pak, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Dika penuh hormat.


"Saya hanya ingin mengetahui kondisi pasien yang tadi jatuh di depan rumah sakit kita Dokter Dika." Ujar Ariya yang lalu langsung melihat kearah Andi.


" Oh, Dia teman saya Dok, tadi sebenarnya ia ingin mengunjungi saya dok, tapi malah dapat musibah, dan kalau bapak ingin mengetahui kondisinya ini hasil CT scannya Dok" ujar Dika sembari menyerahkan Amplop besar berwarna coklat dan Ariya pun langsung mengambilnya dan langsung membukanya juga dan ia pun mengerutkan keningnya.


"Baiklah pak Andi saya akan bertanggung jawab atas kesembuhan pak Andi karena yang menabrak bapak tadi adalah Putri saya!" tutur Ariya berwibawa, membuat Andi dan Dika saling pandang, lalu pandangan mereka pun langsung mengarah ke Nadziha.


"Eh, dia Nadziha?" tanya Dika terkejut.


"Iya Dok, dia Nadziha, dia baru pulang dari Kairo, makanya ia tadi terlalu bersemangat ingin bertemu dengan saya, namun malah membuat orang lain menderita, maafkan anak saya ya pak Andi karena kecerobohan anak saya anda jadi seperti ini." Tutur Ariya dan juga meminta maaf pada Andi.


"Tidak apa-apa pak, saya sudah memaafkannya kok, dan Musibah ini mungkin Allah menyuruh saya untuk istirahat, karena biasanya kaki ini tidak bisa diam pak" ujar Andi yang nampak sudah ikhlas akan keadaannya sekarang.


"Maa syaa Allah, ternyata Anda memiliki hati yang ikhlas ya?" tanya Ariya yang nampak mulai mengagumi Andi.


"Eh hehehe masih belajar kok pak" jawab Andi tanpa beban, membuat Ariya semakin simpati.


"Oh iya ngomong-ngomong pak Andi sudah berkeluarga?" tanya Ariya ingin tahu.


"Eh, belum pak, orang jelek begini siapa yang mau pak" ujar Andi merendah.


"Alhamdulillaah, maukah pak Andi menikah dengan anak saya? saya ingin melamar pak Andi untuk anak saya!" tanya Ariya membuat Andi maupun Dika terkejut,..


"APAA?!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


Hayo, apakah Andi mau menerima lamaran papanya Nadziha


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA GUYS 😉🙏


__ADS_2