
β₯.β.β₯π MUTIARA ALFAQIROHπ β₯.β.β₯
"Kehidupan itu cuma dua hari. Satu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu, jangan bangga dan gegabah dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Karena keduanya adalah ujian bagimu."
__Ali bin Abi Thalib__
ββ β₯.β.β₯ β π β β₯π β₯ βπ β β₯.β.β₯ ββ
"Maa syaa Allah, pantas saja saya tidak bisa mendeteksi jantung bayi ternyata mereka saling membelakangi dan selamat Pak, Bu, kalian akan memiliki triplets baby." ujar sang dokter.
Tubuh Wira bergetar saat mendengar perkataan sang dokter ditambah lagi ketika Ia melihat di layar monitor yang menampakan kebesaran sang pencipta hingga tanpa terasa air matanya mengalir ia seperti tak percaya kalau di tubuh kecil Istrinya terdapat 3 nyawa di sana. sehingga ia tak mampu mengeluarkan kata-katanya.
"Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu Akbar."puji-pujian kepada sang pencipta alam keluar dari mulut Asyifa yang terlihat juga, Betapa ia takjub akan kebesaran Allah yang terlihat di layar monitor tersebut.
"Mas Allah ngasih kita 3 bayi." kata Assyifa dengan matanya basah karena air mata, masih memandang layar monitor.
mendengar perkataan sang istri Wira pun tersadar dan langsung menatap istri kecilnya kemudian Ia pun memberikan kecupan lembut di dahi Asyifa.
"Iya sayang, kita akan memiliki tiga bayi, subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar ini semua hadiah terindah dari Allah sayang dan terima kasih karena kamu masakan menjadi Ayah tiga anak Terima kasih sayang. " tutur Wira sembari ia memberi kecupan lembut Kembali kedahi Asyifa dengan penuh kasih sayang sambil matanya masih menatap layar monitor.
"Tapi maaf pak, seperti Anak-anak kalian tidak ingin di ketahui jenis kelamin, jadi saya tidak memberitahu jenis kelamin anak bapak dan ibu. " Ujar Sang Dokter lagi.
"Tidak apa-apa dok, biarkan menjadi Supraise dari Allah untuk kami nantinya, yang penting mereka sehat semuanya" kata Asyifa, yang terlihat jelas ia begitu senang karena ia akan memiliki tiga bayi.
"Iya Dok benar kata Istri saya biarkan menjadi Rahasia Allah, yang penting bagi kami mereka dalam keadaan baik-baik saja" Sambung Wira juga yang tak kalah senangnya juga, hingga berulang kali ia memberikan kecupan lembut di puncak kepala Asyifa.
"Baiklah Pak Bu, kalau begitu pemeriksaan telah selesai Sekarang mari kita kembali ke meja saya." ajak sang dokter sambil ia berjalan menuju ke meja kerjanya, dan tak lama Wira dan Asyifa menyusul sang dokter dan kemudian mereka pun duduk dihadapan sang dokter.
"Begini Pak, karena usia sang ibu masih berumur 18 tahun, kemungkinan ia akan menjadi sensitif ditambah lagi ada 3 bayi di dalam rahimnya jadi bapak harus lebih ekstra lagi memperhatikan sang ibu ya Pak," Tutur sang dokter, membuat Wira kini mengerti mengapa istrinya akhir-akhir ini sangat sensitif.
"Baik. saya akan lebih memperhatikan istri saya." balas Wira.
" Baiklah itu saja, dan ini resep yang harus Bapak tebus dan usahakan minum dengan rutin ya Bu, dan jangan lupa juga harus rajin kontrol, Ok pak Bu?" ujar Dokter wanita tersebut sambil ia menyerahkan selembar kertas kecil pada Wira.
Wira langsung mengambil kertas tersebut.
"Baik Dok, Terimakasih, kalau begitu kami permisi " Ucap Wira yang kemudian ia kembali merangkul pundak istrinya, dan menuntunnya keluar dari ruangan dokter spesialis kandungan tersebut, dan mereka pun langsung menuju ke apotik untuk menebus resep obat yang di berikan sang dokter tadi,
__ADS_1
Setelah selesai, sesuai janji Wira yang ingin mengajak istrinya berbelanja, akhirnya di penuhi, dan kini mereka pun sudah berada di pusat perbelanjaan, karena tak ingin Istrinya berlama-lama di sana, karena takut Asyifa lelah, Wira pun langsung mengajaknya ke toko perlengkapan bayi.
Betapa Bahagianya Asyifa saat melihat pernak-pernik bayi yang ada di toko itu, sehingga ia sabar ingin segera barang-barang tersebut, Wira yang melihat istrinya begitu senang Ia hanya bisa tersenyum Melihat tingkahnya apabila melihat sesuatu yang ia sukai.
"lihat Mas bajunya lucu banget!, " seru Asyifa dengan mata yang berbinar saat melihat baju yang terlihat lucu baginya.
"kamu menyukainya sayang?," tanya Wira dengan lembut
"Hu'um, ih gemes deh jadi enggak sabar Ara ingin secepatnya melihat mereka memakai baju-baju yang lucu ini." Kata Asyifa yang terlihat sekali wajah bahagianya.
"Sabar sayang, tinggal dua bulan lagi kok, kita pasti akan melihat mereka juga." ujar Wira sembari ia mengusap-usap kepala Asyifa penuh kasih.
"Iya Mas, insya Allah Ara sabar kok."
"Alhamdulillah, ya sudah sekarang pilihlah mana yang kamu sukai setelah itu kita akan pergi makan dulu oke." lanjut Wira lagi.
"Oke Mas!" balas Asyifa dan kemudian ia pun langsung memilih perlengkapan pernak-pernik untuk bayinya setelah, dirasanya setelah cukup Wira mengajak ke kasir untuk membayar semua perlengkapannya yang telah ia beli.
setelah selesai Wira menyuruh Rendy untuk membawanya ke mobil mereka setelah itu Wira mengajak istrinya ke sebuah restoran yang ada di pusat perbelanjaan itu, dan disaat mereka sedang menikmati hidangan yang Sudah ada di meja mereka tiba-tiba seorang wanita asing menyapa Wira.
"Jennifer Gabriella?!" ujar Wira sedikit kaget saat melihat wanita asing tersebut.
" Oh my god, this is really you, dear?"
(Oh tuhan ternyata ini benaran kamu sayang)" Ucap Wanita itu yang bernama Jennifer Gabriella itu dan ia langsung memeluk Wira. Hingga Asyifa yang sedang memegang gelas langsung terjatuh.
PRAANG!,
Dan kemudian Asyifa langsung berdiri dan tanpa mengatakan apapun ia langsung melangkah menuju ke luar restoran, dan meninggalkan Wira, Wira yang melihat itu langsung panik.
"Sorry, we are not muhrim, and sorry I have to chase my wife!" (Maaf, kita bukan muhrim, dan maaf aku harus mengejar Istriku!)"
Kata Wira tegas sembari mendorong Jennifer dan kemudian ia langsung berlari mengejar Istrinya.
"Sayang tunggu emas!, Asyifa tunggu, kamu jangan berlari-lari!, Asyifa tunggu!" Teriak Wira mengejar Istrinya yang terlihat lari saat melihat dirinya dan dengan cepat Wira pun mempercepat larinya hingga akhirnya ia pun langsung menarik tubuh istrinya.
__ADS_1
"Lepaskan Ara mas!." Sentak Asyifa berusaha melepaskan diri dari pelukan Wira. " Sebaiknya kamu sama wanita itu saja!" kata Asyifa dengan wajah yang terlihat marah dan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Wira langsung meraih kedua pipi istrinya Seraya berkata "Maa syaa Allah, sepertinya, istri kecilku di Landa cemburu?," Tanya sedikit menggoda,
"Iis, Apaan sih mas!, lepaskan Ara!" kata Ara sembari melepas tangannya Wira yang memegang kedua pipinya.
"Sayang, dia bukan siapa-siapanya Mas, dia teman mas, ketika mas berada di luar negeri, kami tak memiliki hubungan apapun" Jelas Wira dengan lembut.
"Huh!, Nggak ada hubungan?, kenapa dia panggil sayang?" kata Asiyfa terlihat Kesal.
"Sayang, dear itu kalau disana hal biasa, mereka sering memanggil teman Seperti itu, kalau kamu tidak percaya ayolah kenalan dengannya, dia hanya temanku sayang." Jelas Wira lagi, yang masih berusaha merayu istrinya yang sedang di Landa cemburu.
"Nggak mau!, mas Aja sana yang kenalan sama dia!" Ujar Asyifa ketus.
"Loh kok emas?, Maskan sudah kenal sayang." kata Wira dan saat bersamaan Jennifer Gabriella pun menghampiri mereka.
"Hai, Nyonya Wira, saya Jennifer teman suami kamu waktu di USA " Ujar Jennifer dengan nada Orang Asing yang masih sulit berbahasa Indonesia.
Mendengar perkataan Jennifer, membuat Asiyfa tersentak kaget. " Eh, iya Saya Asyifa Istri , Suami saya.. eh maksudnya Istri Wira" Bales Asyifa gugup.
Melihat istrinya yang gugup bahkan salah berkata membuat Wira tersenyum lucu. dan bahkan Jennifer pun ikut tertawa kecil.
karena merasa di tertawain Asyifa menjadi Kesal. " Apaan sih kenapa kalian jadi ngetawain ana sih!"
"Sorry Syifa kamu sangat lucu, oh iya kenapa wajah kamu di tutup? " tanya Jennifer yang terlihat heran.
"Karena ini adalah syari'at agama saya." Jelas Asyifa singkat.
"Oh, saya menyukainya bolehkah saya belajar agama kamu Asyifa?" tanya Jennifer.
"Sudah-sudah, kapan-kapan saja di sambung
my wife is pregnant can't be tired, so I want to take her home!" (istri ku sedang mengandung tidak boleh lelah, jadi aku mau mengajaknya pulang!)" kata Wira tegas pada Jennifer.
"Oh okay See you again Asyifa." kata Jennifer dan di Anggukkan oleh Asyifa dan kemudian Wira pun langsung mengajak Asyifa ke mobil mereka, yang ternyata sudah menunggu di depan pintu Mall, dan kemudian mereka pun langsung naik ke mobil dan tak lama mobil pun melaju dengan perlahan dan meninggalkan pusat perbelanjaan itu.
********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys ππ SYUKRON ππ.