CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
INGIN BERCINTA.


__ADS_3

💗 MUTIARA HIKMAH 💗


"Bahagia itu sangatlah sederhana..


Sesederhana engkau tersenyum dan bersyukur atas apa yang Allah berikan."


Happy reading


***********************❄********************


Di Dalam mobil Mercedes Benz berwarna putih, yang di dalamnya ada tiga orang, satu wanita dan dua pria, salah satu pria duduk di belakang kemudinya dan pria satunya lagi duduk bersama seorang wanita yang sedang tertidur dengan kepala di atas pangkuan Pria itu di kursi belakang.


"Pak Wira?!, kita Big house atau ke pondok pak!" tanya pria di belakang kemudi.


"Kita ke Big house saja Ren, terlalu jauh kalau ke pondok, kasihan Syifa kalau terus tidur seperti ini." Ujar pria yang duduk di belakang, yang ternyata adalah Wira.


"Baik pak!" Bales Rendi, ia pun kembali fokus mengemudikan mobilnya dengan sedikit agak cepat, agar mereka segera sampai di Big hause. dan benar saja tak lama pun mereka sampai di sebuah rumah besar nan mewah. mobil pun perlahan memasuki gerbang rumah tersebut dan berhenti tepat didepan rumah.


Setelah mematikan mesin mobilnya Rendi pun langsung keluar dari mobil dan kemudian ia membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Wira, karena Asyifa masih tertidur Wira pun turun sembari menggedong Istri kecilnya dengan ala bridal style, lalu ia pun membawa Asyifa memasuki rumahnya


Wira terus melangkah, tanpa menghiraukan sapaan dari para pelayannya yang menyambut kedatangan mereka, ia terus berjalan menuju kamar utama yang berada di lantai dua, sesampainya di dalam ia pun meniduri Asyifa di atas ranjangnya, setelah menyelimutinya ia pun langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya, dan tak berapa lama ia sudah kembali dengan memakai handuk kimononya dan saat melihat keranjang ternyata istrinya sudah bangun.


"Kamu sudah bangun Ra?" tanya Wira lembut dan ia langsung menghampiri Asyifa ke ranjangnya..


"Sudah mas., kita kok tidak pulang ke pondok mas?", tanya Asyifa yang langsung bangkit dari tidurnya dan kemudian ia duduk dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjangnya.


"Ra, kalau kita pulang ke pondok, mungkin saat ini kita masih berada di mobil Ra" Jawab Wira yang sudah duduk di sisi Ranjang dekat Asyifa duduk.


"mm lalu kapan kita akan pulang ke pondok mas?" tanya Asyifa lagi.


" Kenapa sih Ra?, kita baru saja sampai di rumah ini, dan inikan rumah kamu juga Ra, apa kamu tidak menyukai rumah ini?" tanya Wira yang tidak mengerti dengan sikap Asyifa yang nampak tidak menyukai rumahnya.

__ADS_1


"Maaf mas, Ara bukan tidak menyukai rumah ini mas, tapi rasanya Ara merasa canggung di rumah ini mas," Bantah Asyifa.


"Itu karena kamu belum terbiasa Ra, makanya mulai sekarang biasakan ya, biar kamu jadi terbiasa " ujar Wira sambil memegang pipi istri kecilnya.


"hmm, tapi kita masih tetap akan pulang ke pondok juga kan mas?" tanya Asyifa berharap.


"Iya sayang, kita akan sering kesana, karena kamu juga masih dalam proses belajarkan " bales Wira yang kini telah menyatukan dahinya ke dahi Asyifa. " Ra, aku tidak akan melarang mu untuk tinggal di pondok, aku hanya ingin kamu terbiasa dengan rumah kita sendiri Ra, karena aku ingin kelak Anak-anak kita akan akan tumbuh dan besar di rumah kita sendiri " Lanjut Wira lagi.


"Tidak, Ara mau anak-anak juga harus tumbuh dan besar di pondok juga, biar mereka kelak menjadi seseorang yang hebat tapi tetap bergelar seorang Hafidz dan Hafidzoh!," Protes Asyifa, dengan wajah yang sepertinya tidak bisa di bantah, Wira yang mendengar perkataan Asyifa yang menanggapi perkataannya Tetang Anak-anak, ia jadi senang, itu berarti Asyifa juga menginginkan seorang anak juga..


"Iya sayang, apapun keinginan ibunya, mereka pasti akan menurutinya, mereka akan tumbuh besar, di rumah ini dan juga di pondok" Ujar Wira lembut " Nah untuk itu sekarang kita, harus membuatnya dulu yuk, biar mereka segera hadir di tengah-tengah kita" Lanjut Wira lagi sambil mengedipkan sebelah matanya, Membuat, mata Asiyfa membulat melihat Wira..


"Eh, Dasa Mas genit!, Awas akh, Ara mau mandi" ucap Asyifa, sambil mendorong dada suaminya yang ingin mendekati wajahnya pada Asyifa, namun tak berhasil karena Wira sudah menahan tengkuk Asyifa dan ia sudah meraih bibirnya, Asyifa masih berusaha mendorong suaminya..


"Um, um, Aakh," Asyifa seperti Meminta Wira untuk melepaskan tautannya hingga ia bernafas lega saat Wira melepaskannya, " Mas Ara mau mandi, gerah mas" ucapnya dan berusaha untuk turun..


"Nanti saja sayang, kita bercinta dulu, baru kita mandi bersama oke" Bales Wira dengan suara yang sudah berbeda, dan dengan mata yang sudah berhasrat,


"Kamu tidak bau kok sayang, malah aku menyukai harum tubuhmu, Ayolah sayang aku sangat Ingin bercinta dengan mu sayang.." pinta Wira yang sepertinya ia sudah tidak bisa menahan Hasratnya lagi, karena melihat wajah suaminya yang sepertinya sudah sangat menginginkannya Akhirnya Asyifa pun menyerah dan membiarkan suaminya mengambil haknya


Dan akhirnya mereka bercinta di siang bolong dengan pelepasan yang berkali-kali hingga Asyifa benar-benar di buat lemas oleh Wira, karena sudah kelelahan Asyifa pun tertidur dan melupakan niatnya untuk mandi,


sedangkan Wira hanya tersenyum puas karena keinginannya sudah terpenuhi bahkan ia mendapatkan pelepasannya berkali-kali. lalu wira melihat istrinya yang wajahnya di penuhi keringat, ia mengelap wajah sang istri dengan dengan perlahan karena ia tak ingin Asyifa terbangun dalam tidurnya, dan kemudian ia mengecup kening Asyifa dengan lembut, dan setelah membenarkan selimut sang istri, Wira pun mengambil kembali handuk kimononya setelah memakainya ia pun melangkah ke kamar mandi


Dan tak lama ia kembali keluar dengan wajah yang nampak sudah segar dan saat bersamaan terdengar suara hpnya berbunyi ia pun langsung melihat layar kacanya dan terteralah nama Dika di layar itu, ia pun langsung menerimanya..


📱"Assalamu'alaikum, Ada apa dik?" tanya Wira setelah menerima panggilan Dika..


📲"Wa'alaikumus salam, Wir, Dimas tertembak," bales Dika di seberang..


📱" Apaa?!, sekarang gimana keadaannya?" tanya Wira kaget.

__ADS_1


📲"Sebaiknya Lo ke rumah sakit aja, biar Lo bisa lihat langsung" bales Dika..


📱"Baiklah, gue akan kesana, ya udah gue tutup ya Assalamu'alaikum" ujar Wira.


📲" oke, gue tunggu, wa'alaikumus salam" Bales Dika, dan panggilan pun terputus. Setelah panggilan berakhir Wira pun meletakkan benda pipihnya di atas nakas, lalu ia pun segera bersiap dan mengganti bajunya, setelah rapi ia pun menghampiri Asyifa yang masih tertidur, lalu ia pun mengecup kembali Dahi Asyifa..


"Sayang, mas pergi dulu ya" ucapnya saat melihat Asyifa membuka matanya karena kecupan dari Wira..


"Mas mau kemana?"


"Mas mau kerumah sakit Ra, Dimas tertembak.


jadi sayang, diam di rumah ya, nanti kalau kamu membutuhkan apapun Memintalah pada mbok nah, Atau Marni oke" ujar Wira sambil kembali mengecup kening Asyifa..


"Baiklah mas, kamu hati-hati ya " bales Asyifa..


"Iya sayang, ya sudah mas pergi ya, Assalamu'alaikum " pamit Wira..


" iya mas, Wa'alaikumus salam " Setelah mendapatkan jawaban dari salamnya Wira pun melangkahkan keluar dari kamarnya dan setelah suaminya menghilang di balik pintu kamar, Asyifa pun bangkit dari tidurnya dan kemudian ia membalutkan tubuhnya polos dengan selimut dan ia bermaksud ke kamar mandi namun tiba-tiba..


"Aaakh!, Astaghfirullah kepalaku Aakh!!"


*********


Apa yang terjadi dengan Syifa yaa🤔🤔


IKUTI Author terus ya, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya..


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR SELALU AUTHOR TUNGGU JADI JANGAN LUPA YA GUYS 🙏😉


SYUKRON 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2