CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
PERINGATAN BUAT KITA.


__ADS_3

ೋ๑୨💥KALAM AL-QUR'AN 💥୧๑ೋ


وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٖ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٩٦


"Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."


__{QS. Al-Baqarah ayat :96}__


✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧━ ⃟ ⃟ ⃟✧✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟ ━✧ ⃟ ⃟ ⃟


Malam itu mereka pun melayat ke rumah Jafar setelah di beritahu oleh salah satu anak buah Ardiyan saat mereka mau mengantar uang yang sudah di janjikan oleh Ardiyan pada Jafar, halhasil, Istrinya Jafar tidak mau menerima uang dari Ardiyan, karena ia ingin meneruskan Amanah dari mertuanya ya itu mewakafkan tanah itu untuk surau para warga di sana.


Ardiyan dan teman-temannya senang mendengarnya, namun niatnya untuk membangun mesjid di tanah wakaf itu tidak ia urungkan, dan uang yang untuk membayar buat Jafar itulah untuk pembangunan masjid di sana dan membangun sebuah rumah tahfidz di dekat mesjid tersebut, membuat para warga yang mendengar itu mengucapkan syukur secara bersamaan, ketika mereka sama-sama melayat di rumah Jafar.


Dan di karenakan jenazah berkondisi tidak baik dan menimbulkan bau yang tak sedap, akhirnya para warga di sana memutuskan untuk menguburkan jenazah jafar pada malam itu juga, membuat Dimas kaget mendengarnya.


"Hah?!, buset dah, ke kuburan malam-malam begini?" tanyanya pada Ardiyan yang kebetulan duduk di sebelahnya, namun malah di jawab oleh salah satu warga di sana.


"Mau gimana lagi pak, namanya kondisi jenazah tidak mungkin untuk di semayamkan, jadi ya terpaksa harus malam ini juga di kuburkan nya pak." Ujar Warga tersebut, membuat Dimas bergidik, lalu ia pun mendekati wajahnya ke telinga Ardiyan.


"Ar, kita pulang aja yuk, gue ngeri kalau pergi ke kuburan" bisik Dimas di kuping Ardiyan.


"Ya kagak enaklah pada warga kalau kita pulang, lagiankan pergi ke sananya juga rame-rame juga" bales Ardiyan yang ikut berbisik.


"Hadeuuh, horor bro, kalau bertemu Suzanna gimana?, kan gue Atut" tanya Dimas lagi yang masih berbisik.


"Kalau kita ketemu sama Suzanna, tinggal kasih paku bro, ntar tinggal gue nikahi ma Lo biar jadi bini kedua Lo!. " kata Ardiyan ngasal.

__ADS_1


"Astaghfirullah, wogah gue, idih amit-amit dah, berbini kan mbak sunsun, yang ada gue mati togang dah! iikh Lo ngomong ngasal aja sih " protes Dimas.


"Ya Lo, pemikirannya kok yang nggak-nggak!, udah diam aja kita ikuti saja prosesnya" bales Ardiyan lagi.


"Ar, yakin kita ikut Mereka?" tanya Wira juga.


"Mau gimana lagi nggak enak sama warga kalau kita pulang begitu saja, apalagi pelayat sangat sedikit sekali, mau nggak mau kita harus nemenin warga sinilah wir, untuk ngeramein aja" jawab Ardiyan.


"Oh ya udahlah kalau begitu" bales Wira pasrah, dan saat bersamaan pun Bilal sudah memberikan aba-aba untuk memulai membawa jenazah Jafar ke pembaringan terakhirnya, namun istri tertua Jafar Meminta mereka menyolatkan Almarhum di surau milik ayahnya tersebut dan warga pun mengikuti keinginan sang istri, mereka pun akhirnya membawa jenazah ke surau.


Sesampainya di surau, Mereka pun bermaksud memasukkan keranda jenazah ke dalam Surau namun ternyata keranda tidak bisa masuk ke dalamnya, padahal pintu begitu lebar lalu mereka bermaksud membuka keranda tersebut dan bermaksud hanya mayatnya saja yang akan dimasukkan ke dalam surau, namun lagi-lagi keanehan terjadi, karena keranda tersebut begitu sulit untuk dibuka dan karena waktu semakin malam akhirnya mereka menyolatkan jenazah hanya di luar surau,


Setelah Mereka menyelesaikan salat mayat Mereka pun akhirnya membawa jenazah menuju ke pembaringan terakhir dan lagi-lagi keanehan-keanehan selalu muncul pada saat mereka menuju ke kuburan, membuat Dimas yang kucur itu tak mau melepaskan gandengannya terhadap Ardian dan Andi yang kebetulan berjalan sejajar dengannya.


"Lo Kenapa sih?!, menggandeng orang udah kayak, perempuan menggandeng lakinya aja!, lepasin cepat!." tegur Andi sembari berusaha melepaskan diri dari tangan Dimas.


"Cih!, Lo yang koplak, malah bilangin gue lagi!, lagian yang ada lu kali yang bakalan digondol sama nenek gombel, secara nenek gombel suka sama orang yang kaplak kayak Lo!" bales Andi ngasal,


"Aduuh!, idih Amit-amit dah!, Diamlah koplak Jangan bicara lagi!" kata Dimas sembari bergidik karena mereka sudah memasuki kuburan.


"sudah jangan pada ribet sesama koplak jangan pada berantem paham!." tegur Ardiyan memperingati kedua temannya yang dari tadi ribut.


"permisi Mbah numpang lewat ojo diganggu yo Mbah karena kita nggak menganggu, permisi permisi kita cuma mau ngantar almarhum Jafar aja jangan ganggu ya mbah." gumam Dimas di sepanjang jalan perkuburan tersebut.


Dan karena keadaan yang semakin malam mereka pun mempercepat proses penguburan tersebut, walaupun pada awalnya jenazah begitu sulit di masukkan, akhirnya karena doa seorang ustadz yang ikut dengan mereka, akhirnya penguburan pun bisa berjalan lancar


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga ya pak, walaupun kita mengalami berbagai rintangan yang subhanallah banget" Ujar Ardiyan pada seorang Ustadz kebetulan berjalan di samping mereka.

__ADS_1


"Ya Alhamdulillah nak, sebenarnya kejadian-kejadian tadi Ini sebuah peringatan buat kita yang sangat keras, dan menunjukkan kebencian Allah pada sikap rakus karena akan merusak harmoni sosial dan keseimbangan lingkungan hidup. Pesan agama selalu menekankan kasih sayang, hidup saling berbagi.


Dalam Alquran (89: 17‑20) disinyalir terdapat sekelompok orang yang merampas harta anak‑anak yatim dan memakan harta pusaka (sebuah bangsa) dengan sangat tamaknya, terlalu cinta pada dunia berlebihan, hubban jamma. Allah mengancamnya dengan neraka jahanam.


Meski begitu mengingat pesan Alquran ditujukan untuk semua manusia, sesungguhnya orang yang rakus akan mendapatkan celaka dan itu di jelaskan dalam surah Al-Humazah Alquran berbicara lebih tegas lagi mengenai perilaku rakus ini: " Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hu'amah "


(QS. Al-Humazah; ayat: 1- 4)


Kutipan ayat‑ayat tersebut menggambarkan orang yang rakus, cinta dunia secara berlebihan, memiliki keengganan untuk berpisah dari dunia. Maunya ingin hidup seribu tahun. ingin memeluk dunia ini selamanya. Mereka silau, lupa, dan tertipu oleh gemerlapnya dunia.


Padahal kenikmatan dunia itu teramat singkat dan pendek. Kata orang bijak, isi dunia ini kalau saja dibagi rata secara adil dan disikapi dengan rasa syukur dan saling menyayangi, sudah lebih dari cukup untuk menopang hidup mewah" Jelas pak Ustadz dalam perjalanan pulang mereka membuat mereka akhirnya paham akan kejadian-kejadian yang aneh saat melakukan proses pemakaman.


"Astaghfirullah, Nau'uzu billah min dzalik, semoga kita semua terhindar dari sikap rakus dan tamak, dan semoga kita menjadi orang yang Amanah dalam memelihara harta kita dan di pergunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat juga untuk orang lain" Ujar Ardiyan


"Aamiin", bales mereka semua secara bersamaan.


"Kalau begitu kami mau langsung pulang saja pak Ustadz, dan terimakasih untuk ilmunya hari ini" Kata Ardiyan lagi.


"Sama-sama nak, dan hati-hatilah kalian di jalan" bales sang ustadz.


"Iya Assalamu'alaikum" kata Ardiyan dan para sahabatnya.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban dari Ustadz dan para warga Ardiyan dan kawan-kawannya pun berjalan secara berpisah dan mereka langsung menuju ke Villa mereka.


***********


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2