
🔹🔷💠 MUTIARA HIKMAH 💠🔷🔹
"Hadapilah hidup ini apa adanya laksanakan perintah Allah, tinggalkan larangan-Nya dan berusahalah. Hadapi takdir Allah dengan ikhlas dan ridho bukan dengan bersedih dan gelisah apalagi marah karena takdir Allah pasti terjadi.
Berprasangka baik-lah kepada Allah.
Allah selalu memilihkan yang terbaik untuk hamba-Nya, Maka kita harus pandai menyingkap hikmah dibalik semua keputusan Allah
__Quotes of the day__
💫💫💫💫💫🔹🔷💠🔷🔹💫💫💫💫💫
Ardiyan dan para sahabatnya kini telah kembali ke villanya, dan mereka pun langsung memasuki villa tersebut, dan saat mereka sudah berada di dalam, Villa terlihat sepi.
"Loh, kenapa sepi sekali nih villa?, kemana istri-istri kita?" tanya Wira yang menyadari suasana villa sangat sepi.
"Eh, iya ya, kemana para wanita-wanita bercadar itu?" tanya Dimas juga
"Coba kita cari mereka, di kamar kita masing-masing!" Ujar Ardiyan yang kemudian ia pun langsung menaiki anak tangga menuju ke lantai dua dan di ikuti para sahabatnya, lalu mereka memasang kamar mereka masing-masing dan tak lama mereka keluar kembali.
"Nggak Ada siapa-siapa di kamar" kata Wira yang terlebih dahulu keluar juga di susul Ardiyan.
"Iya sama Nisah juga nggak ada di dalam" kata Ardiyan juga dan tak lama Dimas, Andi dan Dika juga keluar
"Iya sama, Lisa juga nggak ada, Aduh kemana mereka?" tanya Dimas yang mulai panik.
"Jangan panik dulu sebaiknya kita cari mereka di sekitar Villa dulu" Kata Dika sembari ia kembali menuruni anak tangga lagi
"benar kata Dika Ayo kita cari dulu di sekitar Villa ' Sambung Ardiyan yang kemudian ia langsung melangkah menuruni anak tangga juga dan di susul oleh teman-temannya.
"Sebaiknya kita berpencar biar gue ke dapur dulu" kata Ardiyan dan di Anggukkan oleh para sahabatnya dan kemudian mereka pun mulai berpencar untuk mencari istri-istri mereka.
Sedangkan Ardiyan langsung menuju ke dapur yang ternyata di sana ada dua Wanita paruh baya yang sedang memasak. untuk makan malam mereka.
"Maaf bibi-bibi, apakah kalian melihat istri-istri kami?" tanya Ardiyan pada kedua pembantunya.
"Loh tadi merekakan ada di ruang keluarga sedang berkumpul den, tadi bibi sempat memberikan cemilan lagi sama mereka" kata salah satu wanita paruh baya itu.
"Tapi sekarang mereka tidak ada Bi" ujar Ardiyan lagi.
"Loh kemana mereka ya?, oh iya coba Aden tanya sama mang Asep siapa tahu dia mengetahuinya den" bales sang bibi.
"Oh, baiklah Bi saya cari mang Asep dulu " kata Ardiyan yang kemudian ia langsung pergi tanpa menunggu balesan dari para pembantunya.
Sesampainya di luar ternyata kawan-kawannya sudah pada berkumpul di sana..
__ADS_1
"Bagaimana Ar, apa kata pembantu Lo?" tanya Wira yang terlihat ia sudah mulai panik
"Kata mereka tadi mini mini kita berkumpul di ruang keluarga malahan salah satu bibi mengasih cemilan pada mereka" jawab Ardiyan menceritakan apa yang di katakan pembantunya. "Oh iya apakah kalian melihat mang Asep?" kali ini Ardiyan yang bertanya pada temannya.
"Tidak sejak tadi gue tidak melihatnya" kata Dimas yang mulai merasa Aneh.
"Iya sama gue juga tidak" kata Andi juga.
"Ya sudah kita cari juga mang Asep, gue yakin dia pasti tahu keberadaan bini-bini kita" ujar Ardiyan dan Akhirnya mereka pun mulai mencari keluar kawasan villa tapi tak lama mereka kembali lagi.
"Gimana guys ada?" tanya Ardiya.
"Nggak ada Ar" jawab Wira.
"Ya sudah gini saja kita bikin tim jadi empat kelompok. lo Wir sama Dika kebagian timur, Dimas dan Andi kebagian Utara, gue sama Hans kebagian barat, dan Rendi sama Roy bagian selatan, dan Lo Benny sama yang lain jaga di villa siapa tahu mereka kembali jadi Lo bisa utus salah anak buah lo nyusul kita oke guys!" kata Ardiyan memberikan instruksi pada para sahabatnya.
"Oke!" bales mereka secara bersamaan.
"Oke sekarang kita berpencar!" kata Ardiyan dan langsung di bales Anggukkan oleh para sahabatnya, dan akhirnya pencarian pun di mulai dengan secara terpisah dan dengan mengikuti instruksi Ardiyan tadi.
_____
Sementara di sisi lain..
"Ty Nisah, apa tidak apa-apa kita di sini, gimana kalau para suami kita mencari-cari kita?" tanya Nina yang sedikit cemas.
"Benar itu Ustadzah, kita memang harus memberikan mereka pelajaran, ngomongnya Mau menghibur kita apaan malah menghilang begitu saja huh!, boong!" sambung Asyifa yang terlihat kesal pada suaminya.
"Ingat Syifa kita hanya ingin mengingatkan mereka saja loh bukan berarti kita mau melawan mereka sayang" kata Anisah lembut mengingatkan Asyifa.
"Eh, iya Ustadzah, maaf" kata Asyifa yang mulai mereda rasa kesalnya.
"Ty Lisa, apakah anak-anak sudah tidur?" tanya Anisah saat melihat Lisa keluar dari kamar kecil di belakang Villa.
"Sudah ty Nisah," bales Lisa yang akhirnya ikut bergabung dengan teman-temannya.
"Ty, Nadziha mana kok nggak kelihatan" tanya Lisa lagi.
"Dia ikut mang Asep mengambil benda yang kita pesan " kata Anisah lagi.
"Loh ty Nina kenapa?, kok bengong begitu?" tanya Lisa saat melihat Nina yang nampak melamun.
"Mungkin Ustadzah Nina lagi mikirin Uda sayang kali, biasa sedetik tak bertemu rasa rindu, eaaa!" Goda Asyifa, membuat Nina yang tersadar langsung memukul pelan Asyifa.
"Apaan sih Anti, Anakan jadi malu" bales Nina sedikit tersipu.
__ADS_1
"Ciee, ciee, ada yang malu nih" goda Syifa lagi.
"Iis ini anak minta di cubit kali ya" kata Nina mulai kesal sama Asyifa dan hendak mencubit namun dengan cepat Asyifa lari, membuat Anisah kaget.
"Astaghfirullah Asyifa, kamu nih ya selalu aja ceroboh, apa kamu lupa ya kalau kamu lagi hamil!" tegur Anisah yang melihat Asyifa lari.
"Eh, hehehe maaf Ustadzah Syifa lupa " dalih Asyifa sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kebiasaan deh kamu selalu bilang lupa!" kata Lisa juga dan saat bersamaan muncul seorang wanita bercadar bersama seorang pria paruh baya dengan menenteng sebuah tas pajang sebanyak lima buah.
"Alhamdulillah Nadziha dan mang Asep sudah datang, ya sudah ayo kita bersiap " kata Anisah sembari menghampiri wanita bercadar itu yang ternyata Nadziha dan mang Asep dan kemudian mereka mengambil satu persatu tas kecil dan memanjang, lalu mereka berlima membuka satu persatu tas tersebut yang ternyata isinya adalah busur panah.
"Baiklah, mari ukhty-ukhty sekarang kita beraksi" kata Anisah.
"Na'am ukhty" bales mereka serentak dan kemudian mereka pun berjalan menuju kedepan villa dan kemudian mereka berjajar di sana
Saat bersamaan para suami memasuki gerbang Villa kembali, Betapa terkejutnya mereka melihat para istri sudah bersiap hendak memanah.
"Eh Buju' buset, ada apa ini? apa yang terjadi pada bini-bini kita? " tanya Dimas sedikit tersentak.
"Sayang, ada apa ini kenapa kalian memegang busur panah?" tanya Ardiyan yang bermaksud mendekati istrinya.
"Diam di situ Hubby, atau anak panah ini akan terbang" kata Anisah yang tetap ada kelembutan dalam cara bicaranya.
"Waduh seram banget yaa, Ayang Lisa nggak begitukan sama bibie, Ayang lisakan cinta bibie " Ujar Dimas dengan percaya diri nya ia mau mendekati istrinya.
"Kata siapa Lisa enggak, nih juga sebentar lagi anak panah akan melayang juga " kata Lisa sembari menggoyangkan sedikit busur panahnya.
"Buju' buset! benaran mau memanah?" kata Dimas
dan langsung ngacir dan ngumpet di belakang punggung Ardiyan.
"Hahaha," Wira Tertawa melihat Dimas ketakutan. " Untung aja Syifa nggak ikut-ikutan mereka kalau nggak bisa gawat gue" kata Wira yang masih terkekeh melihat teman-temannya ketakutan karena para istri mereka pada memegang busur panah.
"Kata siapa Syifa nggak!" seru seorang wanita dari belakang para suami, membuat Wira dan para sahabatnya langsung menoleh ke belakang dan terlihatlah seorang wanita bercadar dengan busur panahnya juga.
"Wadauu lengkap sudah kelima wanita pemanah, berkumpul, Amsyong dah kita!" kata Wira saat melihat istrinya yang juga memegang busur panah.
*********
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉
__ADS_1
LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR.
Adalah penyemangat buat Author, jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 🙏😊