CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
JODOH GUE SUDAH NONGOL


__ADS_3

❄﷽ KALAM HADITS ❄


۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 💕


Rasulullah SAW bersabda :


"Sebaik-baik wanita adalah yang membuatkan mu bahagia jika engkau melihatnya."


(Sahih Al Jami' Ash Shaghir)


-


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Di sebuah gedung berlantai lima yang bertuliskan PT AF Media..


Nampak dua orang pria yang satunya memakai jaket kulit dan yang satu lagi berjas hitam, yang keduanya memiliki wajah tampan dan berbadan tegap, memasuki gedung itu.


Kedua pria itu menjadi pusat perhatian para karyawati yang berkerja di sana, namun kedua pria itu terlihat cuek dan dingin.


mereka kini memasuki lift untuk naik ke lantai lima, sesampainya di sana mereka pun terus melangkah menuju sebuah ruangan khusus Presdir, namun saat mereka hendak masuk, tiba-tiba seorang wanita menghadang mereka..


"Maaf pak!, bapak mau cari siapa ya,?" tanya Wanita itu pada kedua pria tadi.


"Ya mau cari Presdirlah mbak!" jawab pria berjaket hitam ketus.


"Apa bapak sudah punya janji?" tanya Wanita itu..


"Janji?, tidak ada!" jawab pria berjaket hitam lagi dan masih ketus dan dingin..


"Mbak sebaiknya anda menyingkir, sebelum anda menyesal nantinya" ujar Pria berjas hitam


"Tapi pak, ini sudah menjadi peraturan di kantor ini " bales Wanita itu


"Haiis.., ya sudah kita pulang saja Ben! ribet banget mau masuk aja!" ujar pria berjaket hitam, dan ia langsung melangkah ke Arah tempat lift berada, namun baru beberapa langkah ia berjalan ia kembali menoleh namun tidak melihat ke arah Wanita itu.


"Oh iya, nanti sampaikan pada pak tua yang di dalam, kalau Andika Anggara sudah datang!" katanya dan ia kembali melangkah menuju lift..


mendengar perkataan pria berjaket hitam tadi membuat wanita itu langsung tersentak..

__ADS_1


"Pak Angga!" gumamnya dan ia langsung berlari menghampiri ke dua pria tadi.


"Maaf pak, bapak memang sudah di tunggu oleh pak Prastia di dalam " ujar wanita itu saat sudah mencapai tempat kedua lelaki yang sedang menunggu lift terbuka, tapi perkataan si wanita tidak di hiraukan oleh keduanya. dan malahan langsung memasuki lift saat pintu lift itu terbuka membuat wanita itu nampak ketakutan..


"Pak tolong pak, kalau bapak tidak masuk saya pasti akan di pecat oleh pak Prastia pak " Ucap wanita itu, sembari mengatupkan kedua tangannya memohon. melihat wanita itu memohon pada padanya membuat pria berjaket hitam itu seperti tidak tega.


"Haiis, bikin repot aja sih!," pria berjaket hitam itu memutarkan bola matanya males, " Siapa nama kamu?" tanyanya lagi pada wanita itu.


"Dina pak!" ucap wanita itu Sambil menundukan wajahnya..


"Oke Dina, lain kali bila ini terjadi lagi, saya yang akan memecat kamu,!, camkan itu!" Hardik pria itu, sembari ia melangkah keluar dari lift, dan kembali keruangan tempat Presdir.


"Baik pak!" bales wanita itu yang bernama Dina. kemudian ia langsung mengikuti pria tadi, kemudian ia membantu mengetukan pintunya..


Tok..Tok..Tok..


"Masuk!" ujar suara Pria dari dalam ruangan.. dan Dina pun langsung masuk.


"Pak fras!.. pak Andika Anggara sudah datang pak!" katanya setelah di dalam.


"Suruh dia masuk!" titah frastia. namun belum lagi Dina membalas ucapannya, dua pria tadi sudah masuk duluan, membuat pria yang bernama frastia itu langsung berdiri dan langsung berjalan menuju ke sofa..


"Baik pak kalau begitu saya permisi!" ucap Dina Sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada bosnya dan pada pria tadi sekilas, lalu ia pun meninggalkan ruangan bosnya.


"Akhirnya kamu datang juga, Angga?.. duduklah nak" Ujar Frastia..


"Sebegitu berharapnya saya datang!" ujar pria itu yang di panggil Angga oleh pria paruh baya itu. " sudah saya bilang jangan memanggilku dengan nama itu, panggil saya Andi!" lanjutnya lagi dengan nada ketus.


"Baiklah, baiklah, Andi!, papa akan memanggil mu Andi" ucap frastia pasrah.


"sudah selesai basa-basinya!, sekarang untuk apa anda memanggil saya?!" tanya Angga Alias Andi.


"Anda?, kamu masih belum memaafkan papa nak?, bukankah kamu sudah mendengar kebenarannya dari ibu kamu sendiri?" ujar Frastia yang nampak ada Kesedihan di raut wajahnya..


"Tetap saja bagi saya anda adalah Penghianat, dan saya tidak suka dengan penghianatan!" Kata-kata Andi membuat frastia semakin sedih.


"Papa tidak pernah berkhianat pada ibu kamu nak, dan Wanita yang sekarang berada di sisiku adalah pilihan ibu kamu sendiri nak, tapi tetap, walaupun papa menikahi wanita itu, papa tak pernah meninggalkan ibu kamu sampai akhir hayatnya, bahkan aku tak pernah menyentuh wanita itu hingga sekarang, karena aku sangat mencintai ibu kamu nak!" Jelas frastia yang kini ia sudah menundukkan wajahnya karena ia sepertinya sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. mendengar penjelasan dari Frastia, Membuat Andi terdiam dan apalagi saat mendengar Isak tangisan sang ayahnya..


"kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanyakan pada ibu tiri kamu, pernah tidak papa menyentuhnya selama pernikahan kami berjalan dua tahun!, tapi walaupun papa memperlakukan dia seperti itu dia tak pernah mengeluh bahkan ia tetap menjalani kewajibannya sebagai istri, ini sangat menyiksa papa nak,! hiks, papa ingin melepaskannya, tapi itu sama saja papa akan mengingkari janji papa sama ibu kamu, rasanya papa nggak sanggup nak!, hiks, rasanya lebih baik papa menyusul ibu kamu..hiks.." tutur frastia lagi, membuat Andi merasa bersalah, karena selama ini ia telah meintimidasi Ayahnya.

__ADS_1


"Pah?, jangan berkata seperti itu pah!, maafi Andi" ucapnya yang langsung memeluk sang Ayah. dan langsung di sambut oleh frastia, dia memang sebenarnya sangat merindukan anaknya, karena sejak meninggalnya ibu Andi, ia tak pernah memeluknya karena Andi, sangat membencinya akibat ia menikah lagi.


"Kamu tidak salah nak, papa yang salah, maafi papa ya nak" bales Frastia sembari mengecup kening Andi " Nak papa punya satu Permintaan bisakah kamu memenuhinya ?" lanjut Frastia lagi.


"Apa pah?" tanya Andi balik.


"nak kamu kan pewaris tunggal perusahaan ini, jadi papa minta kamu meneruskan perusahaan ini karena papa ingin pergi dan tinggal di kampung mama kamu untuk menghabiskan sisa hidup papa di sana" ujar Ayah Andi.


"Tidak pah, Andi Nggak mau!, jadi papa harus tetap berada di sini" bales Andi sembari berdiri dan hendak pergi..


"Tapi nak kamu dengar dulu penjelasan papa!" seru Frastia karena ia melihat Andi sudah berada di depan pintu ruangannya.


"pokoknya Andi Nggak mau pa,!, Balesnya dan ia langsung pergi meninggalkan sang Ayah dan terus berjalan menuju lift dan kemudian ia langsung masuk ke dalamnya. dan tak lama..


TIING! Pintu lift langsung terbuka dan ia ingin melangkah keluar namun.


BRUUK!, Andi menabrak seorang wanita hingga ia terduduk di depan lift, saat ia melihat wajah wanita itu ia tersentak kaget.


"Akh... Mas Andi?!" Seru wanita itu yang juga ikut kaget.


"Minul?!, Eh Mirnarni maksudnya, sorry-sorry gue nggak sengaja nabrak Lo" ujar Andi yang langsung berdiri, dan juga langsung membantu wanita itu yang ternyata Minarni


"Nggak papa mas, ya sudah kalau gitu saya pamit ya" ujar Mirnarni sembari hendak pergi..


"Eh, tunggu minul!, eh Mirna, kamu kerja di sini?" tanya Andi menghentikan langkah Mirnarni..


"Oh bagian Apa?" tanya Andi lagi penasaran.


"Bagian perencanaan mas, ya sudah saya terburu-buru, pamit ya mas, Assalamualaikum " bales Mirnarni dan langsung pergi..


"Wa'alaikumus salam," bales Andi yang masih melihat Kepergian Minarni, "Wah, ternyata Jodoh gue sudah Nongol." gumam Andi sembari tersenyum misterius.. dan gumamnya terdengar oleh Beni.


"Apanya yang nongol bos?" tanyanya..


"Akh, Lo mau tahu aja, Ayo kita kembali keatas, untuk bernego pada pak tua" Ajak Andi dengan wajah sumringahnya dan ia kembali memasuki lift.


"BERSAMBUNG"


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2