CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
*SAH!!"


__ADS_3

Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan hingga akhirnya Ustadz Khairul menegur Wiraxsana.


"Nak Wira, jangan di pandangin terus calonmu, dia tak pergi kok, sebaiknya biarkan ibu kamu mengenal calon mantunya dahulu agar acara bisa kita lanjutkan" Tegur Ustadz Khairul, membuat Wira sadar dan sedikit malu


"Eh, maaf Abi, "Balesnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah, " Ya sudah, mami kenalkan ini Asyifa Az-Zahra calon istri ndara.. Asyifa kenalkan ini mami ku " lanjut Wira lagi memperkenalkan Calon istrinya kepada maminya.


"Iya Asyifa, saya mami Wira, yang sebentar lagi akan menjadi mami mertua mu, jadi bolehkah mami melihat wajah mu nak?" Ucap mami Wira memperkenalkan diri serta bertanya pada Asyifa, tapi di anggukkan oleh Asyifa, lalu Asyifa pun membuka cadarnya.


Untuk saat mami dan Wira terkesima melihat kecantikan wajah Asyifa yang begitu teduh di pandang,


"Maa syaa Allah, ternyata di balik penutup cadar ini telah menyembunyikan wajah cantik mu nak, Wira sangat beruntung telah mendapatkan bidadari yang tersembunyi" Ucap mami Wira sambil mendekati Asyifa dan mengecup kening Asyifa penuh kasih sayang


"Maaf tadi mami sudah salah paham, mengira kamu menutup wajahmu untuk menyembunyikan sesuatu yang buruk, tapi ternyata mami salah, tenyata kamu menutupi wajah mu karena menyembunyikan sesuatu yang indah, yang hanya bisa di lihat oleh suami mu nanti, mami sangat bahagia, karena pada akhirnya anak mami, Wira lah yang mendapatkan keberuntungan itu" lanjut mami Wira sambil melirik ke arah Wira dengan senyum kebahagiaan. "Terimakasih nak kamu sudah mau menerima anak mami" sambungnya dan kembali mengecup kening Asyifa, Wira yang menyaksikan itu merasa lega karena pada akhirnya maminya mau menerima Asyifa.


Setelah puas memandangi kecantikan wajah calon mantu, mami Wira membantu Asyifa menutup kembali cadarnya, setelah itu ia kembali mengecup kening Asyifa lalu ia pun kembali menutup tirai di ruangan itu lalu ia kembali duduk pada di samping papi Wira.

__ADS_1


"Baiklah ustadz, saya sudah cukup puas melihat calon mantu saya, sekarang acara sudah bisa di lanjutkan " ucap mami Wira lagi.


"Alhamdulillah syukurlah Bu, baiklah sekarang kita lanjutkan kembali acaranya" lanjut ustadz Khairul dan ia pun memulai dengan menjabat tangan Wira dan dengan Bismillah Acara ijab qobul pun di mulai dengan penuh hikmah dan dengan satu kali tarik nafas Wira berhasil melaksanakan ijabnya dan di sambut dengan kata.


"SAH ?!" Tanya tuan kadi


"SAH!" Di jawab oleh para saksi yang menyaksikan Wiraxsana berijab qobul


Setelah kata sah berakhir, Ustadz Khairul pun menutupnya dengan doa, untuk kedua mempelai, setelah doa berakhir, Wira pun melakukan Acara sungkeman kepada orang tuanya, setelah itu kepada Ustadz Khairul dan istri karena sekarang ia resmi menjadi anak mantu angkat ustadz Khairul, setelah itu ia bersalaman dengan sahabat dan kerabat yang hadir disana.


Melihat Wira datang dan langsung menggenggam tangan kiri nenek,, sang nenek pun tersenyum bahagia, pada Wira, dia merasa senang karena pada akhirnya, cucu kesayangannya kini telah memiliki suami, ia nampak begitu lega karena sekarang sudah ada yang akan menjaga dan melindungi cucunya semata wayangnya yang ia sayangi selama ini.


"Ter.. terimakasih nak.. kamu.. sudah.. memenuhi.. keinginan.. nenek "Ucap nenek Asyifa yang sedikit tersengal-sengal seperti sesak nafas.


"Jangan berkata begitu nek, justru wiralah yang seharusnya berterima kasih, karena nenek sudah mempercayakan Asyifa pada Wira, yang baru saja nenek kenal. terimakasih nek, terimakasih atas kepercayaan nenek pada Wira, " ucap Wiraxsana yang begitu tulus pada nenek sambil ia mengetahui tangan nenek Asyifa.

__ADS_1


Nenek Asyifa hanya tersenyum senang melihat ketulusan Wira sana.


"Dan Wira janji sama nenek, akan menjaga kepercayaan ini, Wira juga janji akan selalu menjaga, dan melindungi Asyifa dan yang utama akan selalu membahagiakannya nek.." lanjut Wira lagi


"Alhamdulillah.. sekarang nenek merasa tenang nak" bales nenek Asyifa yang nampak semakin melemah suaranya. lalu sang nenek menoleh lemah pada Asyifa dan ia melihat cadar Asiyfa basah terlihat jelas kalau Asyifa sedang menangis.


"Nak, kamu.. jelek.. kalau.. sedang.. menangis, bukalah.. cadar mu,.. nenek.. ingin.. melihat wajah.. jelek.. mu itu" goda nenek yang masih tersengal lemah, Anisah yang paham kondisi nenek yang sudah tidak stabil langsung membantu membuka cadar Asyifa tanpa meminta izin dari Asyifa, nampaklah jelas wajah cantik Asyifa yang sedang menangis, Wira yang melihat Asyifa yang kini sudah resmi menjadi istrinya tak tega melihat Kesedihan Asyifa.


"nenek.. hiks.. hiks..hiks" Asyifa tak mampu membalas godaan neneknya karena tangisnya pecah.


**Bersambung Akh..๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Author, jadi ikut merasakan kesedihan Asyifa,


Jadi saat ingin mengutarakan yang ada di bayangan Author dalam cerita ini Author jadi nggak sanggup ingin meneruskannya karena keburu meleleh๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


tapi Author tetap kok akan melanjutkan nanti, jadi tetap dukung Author ya, jangan lupa komen dan likenya, karena itu mejadi penyemangat buat Author, Syukron yang sudah mampir di novel ini love you all ๐Ÿ™๐Ÿ˜˜**


__ADS_2