CINTA SESUCI SALJU

CINTA SESUCI SALJU
INGIN MELAMAR MINUL


__ADS_3

💟💟KALAM AL-QUR'AN💟💟


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ


" Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."


💕💕(QS. Ar-Rum ayat 21)💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Setelah merafalkan do'a bersihgama Wira pun melanjutkan ritual Sunnahnya, dan di Awali dengan mengecup dahi Asyifa dengan lembut lalu menyatukan dahinya ke dahi Asyifa..


"Apakah kamu sudah siap sayang?" tanya Wira ingin memastikan kesediaan sang istrinya lagi.


"Bismillah in syaa Allah kak" bales Asiyfa pelan menahan rasa malunya.


"Alhamdulillah, sekarang kita mulai ya" ujar Wira lembut dan di Anggukkan pelan oleh Asyifa


Karena lampu hijau sudah menyala, Wira pun mengulangi ritual Sunnahnya dengan mengecup Kembali dahi Asyifa lalu turun mengecup ujung hidung Asyifa, kemudian berpindah ke kedua pipinya dan kemudian mencium bibirnya penuh kelembutan lama Wira bermain di sana yang kini menjadi makanan favoritnya, setelah itu ia turun kejenjang leher putih Asyifa yang membuat istrinya mengeluarkan suara lenguhan.


Membuat Wira semakin semangat dan kini ia menuju daerah perbukitan dan bermain-main disana. keringat mulai membasahi keduanya hasrat mereka menuntut ingin lebih hingga Akhirnya ia memulai pencarian harta Karun milik Asyifa dan nampak Asyifa meringis menahan sakit tatkala junior ingin meraih harta Karunnya.


"Akh" Pekik Asyjfa dan dengan cepat ia menutup mulutnya.


"Maaf Syifa, sakit ya? atau kita sudahi saja ya?" ujar Wira lembut dan tak tega untuk melanjutkan permainannya..namun dengan cepat Asyifa menggelengkan kepalanya.


"Kamu yakin tak papa?" sekali lagi Wira bertanya pada istrinya.. kembali Asyifa membalas dengan isyarat anggukkan karena sudah mendapatkan jawaban dari sang istri Wira pun kembali memainkan permainannya dengan lembut, dan karena ia tak tega melihat kesakitan sang istri ia mempercepat ritmenya dan di saat mencapai klimaks ia pun menyempatkan diri tuk berdoa.


Doa Berhubungan Ketika Mengeluarkan Air Mani


اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً


Tulisan latin: "Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".


Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).


Akhirnya lahar pun tumpah menyirami harta Karun milik Asyifa dan keduanya menjadi kemas Wira pun menjatuhkan dirinya di samping Asyifa kemudian mengecup Kembali kening Asyifa dengan lembut..


'Terimakasih sayang " ucap Wira dengan suara yang masih tersengal-sengal dan kemudian ia juga menghapus air mata Asyifa yang sempat mengalir, dan kembali ia mengecup kening Asyifa.


"Istirahatlah sayang" ujarnya lagi sambil ia meletakkan kepala Asyifa di lengan kanannya lalu mereka pun tertidur pulas sambil berpelukan..

__ADS_1


*****


AUTHOR: Haiiis kenapa Author mengikuti permintaan Ukhty Eis siti hollatul Jannah sih, kan jadinya Author ngintip deh😔😔


Maafin Author ya Wira, Syifa 🙏😔


kalian jangan marah ya, lagian Author tadi juga ingin ngasih ilmu sedikit pada para Readers.


agar mereka kelak juga akan mendapatkan keturunan yang Sholeh dan Sholehah.


*****


Sementara di sisi lain..


Di Ruangan tempat Andi di rawat..


"Assalamu'alaikum "Salam seseorang saat memasuki ruangan Andi yang sedang di rawat.


"Wa'alaikum salam," jawab Andi yang masih sedikit lemah.


"Gimana keadaan Lo Ndi?" tanya seorang pria yang tadi datang dengan dua wanita bercadar dan satu laki-laki juga.


"Gue dah baikan kok Ar, " bales Andi dengan mata mengarah kedua wanita bercadar itu


" wah senangnya di jenguk oleh dua ustadazah nih, Apakabar Ustadazah Nisah dan Ustadazah Lisa?" tanya Andi lagi, ya ternyata yang datang menjenguk Andi Adalah Ardiyan, Dimas, Anisah dan Lisa


"Syukurlah" ujar Andi singkat.


"Oh ya Ar, entar kalau gue dan di izinin dokter cerewet itu pulang, Lo temanin gue lamarin minul ya Ar" Ardiyan mengerenyit tak paham yang di katakan sahabatnya itu.


"Dokter cerewet siapa?" tanya Ardiyan heran.


"Ay, nggak tahu dia, ituloh teman Lo siapa lagi coba" jawab Andi enteng.


"Dika maksud Lo?"


"Hmm, sebal gue ma dia cerewet banget jadi laki!" gerutu Andi kesal.


"Bang Dika cerewetkan untuk kebaikan bang Andi juga" ujar Anisah lembut memberi pengertian pada Andi


"Heh, ia sih, kalau bukan kecerewetan dia gue nggak tahu apa yang akan terjadi sih" ujar Andi, yang akhirnya mengakui kebaikan Dika.


"Oh iya, tadi Lo bilang Lo mau ngelamar minul?" tanya Dimas yang ingat perkataan Andi tadi.

__ADS_1


"Iya Dim, Lo berdua bantu ya.. gue Ingin melamar minul, Lo berduakan pada tahu, gimana pak Rozak kalau sama gue, dan gimana juga kalau pak Rozak sama Lo, jadi please ya Ar bantu gue.." pinta Andi penuh harap.


"Lo yakin mau ngelamar minul?" tanya Ardiyan menyakini sahabatnya itu.


"Iya gue yakin,.. Asal Lo tahu aja Ar, sebenarnya yang menolong gue malam itu adalah minul Ar, jadi gue berpikir kalau jodoh gue adalah dia," ujar Andi menceritakan malam kejadian saat ia tertembak. " Lo bayangkan aja Ar, masa di masa-masa hidup gue akan berakhir, Allah malah ngirim dia kehadapan gue, kalau bukan jodoh apa coba" Lanjut Andi lagi.


"Maa syaa Allah, ternyata pemikiran lu cukup luas ya sekarang" ujar Ardiyan senang kalau pada akhirnya Sahabatnya mau menerima akan sebuah ketentuan dari Rabb nya.


"Iya dong, makanya Lo harus bantu gue ya" ujar Andi lagi penuh harapan.


"Ini benaran Andi?" tanya Dimas yang sepertinya dia belum yakin dengan keputusan sahabatnya itu.


"Iya benaran,"


"Tapi dia kan gendut " ujar Dimas lagi


"Udah kempes sekarang dia Bro" bales Andi dengan senyum sumringahnya.


"Astaghfirullah bang Andi, jadi bang Andi ingin melamarnya karena dia sudah kurus?, hmm itu mah bang Andi belum menerima ty, minul karena penampilannya saja dong, jangan begitu bang, terima dia karena Allah maka kekurangannya tidak akan nampak oleh bang Andi karena sudah di dasari karena Allah." Tegur Anisah memberikan pengertian pada Andi.


"Eh, baiklah Ustadazah, aku akan menerima kekurangan dan kelebihannya Karena Allah " ujar Andi nampak tulus.


"Alhamdulillah, gitu dong bang Andi, jadi kami juga akan Semangat membantu bang Andi, iyakan Hubby?" ujar Anisah senang kalau pada akhirnya Andi mau menerima segalanya karena Allah.


"Iya sayang, "bales Ardiyan singkat.


"Ya sudah sekarang sebaiknya Lo sebaiknya banyak istirahat biar cepat sembuh dan langsung deh, menghalalkan si minul" ujar Ardiyan memberi semangat pada sahabatnya.


"Ya sudah kalau gitu, kalian pada pulang sana biar gue istirahat" ujar Andi yang secara tidak langsung mengusir para sahabatnya.


"cih, dasar otak sengkle, malah ngusir kita dia" ujar Dimas kesal.


"Baiklah, kalau begitu kami pulang ya Assalamu'alaikum" pamiit mereka pada Andi,


"Oke, Wa'alaikumus salam, hati-hati ya bro!" seru Andi pada temannya yang mulai pergi meninggalkan dia..


**BERSAMBUNG


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


JANGAN LUPA YA TINGGALKAN JEJAKNYA 🙏


SEPERTI BIASA.

__ADS_1


LIKE...VOTE DAN KOMENTAR.


SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊**


__ADS_2